Minggu, 14 Juni 2009

Memberi Suara Pada Yang Bisu

Membaca judul diatas mungkin anda jadi teringat judul sebuah buku karya Dede Oetomo, “Bapak Kebangkitan Gay Indonesia” he he he… Sepengetahuan gw, dialah orang Indonesia yang pertama kali memproklamirkan dirinya seorang gay. Kita patut menghargainya, karena perlu keberanian yang luar biasa untuk coming out.

Dalam prinsip hidup gw, ga pernah ada niat untuk coming out, bahkan terlintas di pikiran pun tidak pernah. Bukan karena gw munafik atau tidak mau menerima takdir ke-gay-an gw. Tapi gw takut ada orang-orang yang akan ‘terluka’ kalo gw coming out, especially my Mom (I Love You Mom…). Sejujurnya, gw sudah ikhlas menerima takdir gw sebagai gay, dan menerima ‘jalan’ hidup gw yang seperti ini. Tapi bukan berarti gw harus mengumbar-umbar ke-gay-an gw.

Beberapa tahun terakhir ini, gay di Bandung memang lebih terbuka dan lebih berani tampil dengan jati dirinya. Apalagi, kalo malam minggu tiba, “malaikat juga tau” kalo di BIP, PVJ, Dago dan tempat-tempat clubbing dipenuhi kaum gay yang wara wiri (malam minggu adalah saatnya gay turun gunung neh he he he…).

Fenomena makin banyaknya kaum gay “terbuka”, tidak berbanding lurus dengan “penerimaan” masyarakat terhadap makhluk Tuhan Paling Sexy, penyuka sesama jenis ini he he he... Masih banyak cibiran-cibiran terlontar, dari orang orang yang merasa dirinya normal. Baik secara verbal maupun lewat tulisan-tulisan di media massa. Tadi siang gw membaca postingan blog seorang perempuan bernama: Ratna Siti Respati. Yang mengeluarkan teori ngawurnya tentang ciri-ciri kaum gay. Isinya sangat tendensius, melecehkan dan memojokkan kaum gay. Dengan analisis dangkalnya, dia menilai pukul rata semua kaum gay itu bla bla bla…

Berikut ini sengaja gw copy paste isi blognya:
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ciri-Ciri Gay
Posted on Februari 22nd, 2009 in Iseng, OON (out of niche)
Beberapa hari terakhir ini, sepertinya banyak berita tentang kaum gay di TV ya? Apa mungkin gara-gara buku ‘The Untold Story’-nya Ryan si penjagal manusia dari Jombang itu jadi pelengkap pemicu ya? Apalagi setelah terkuak kalau Indra L. Bruggman juga pernah jadi pacarnya Ryan… Hwaduh! Maaf nih jadi ngegosip begini.
Ternyata banyak juga ya kaum gay di persada nusantara ini. Bukan hanya para selebriti, teman dekat saya pun ternyata seorang gay. Sama sekali tidak menyangka. Saya jadi penasaran juga. Apa ada ciri-ciri khusus seorang gay? Apakah tiap lelaki yang kemayu itu gay? Iseng cari-cari di google, akhirnya ketemu juga beberapa. Meski kurang bisa memuaskan hasrat kuriositas saya.
Ciri-ciri lelaki gay:
- Gay lebih suka mengenakan pakaian ketat, karena dapat memperlihatkan lekuk tubuh si pemakai. Bagi gay, lekukan tubuh merupakan daya jual tersendiri.
- Gay lebih senang memakai warna mencolok. Dalam berkomunikasi gaya bicaranya pun lebih feminim dan perhiasan yang dikenakannya pun cenderung “ramai”. Bahkan itu merupakan alat komunikasi sesama gay.
- Ciri lainnya adalah selalu tertarik pada aktivitas yang biasanya dilakukan wanita.
Ada juga yang bilang, ciri-ciri lelaki gay itu begini:
1. Berpenampilan rapi
2. Tidak banyak bicara (kecenderungan pendiam)
3. Selalu memakai pengharum tubuh dengan Bebauan yang Agak Norak
4. Berbicara Seadanya, dan cenderung lembut.
5. Tidak suka bergaul dengan banyak orang
6. Bertindak kehati-hatian dalam segala hal pekerjaan yang sedang dia kerjakan.
7. Pakaian yang digunakan biasanya agak berbeda dari yang lain, sehingga cenderung menarik perhatian banyak orang.
Terus, ada juga yang berkata… Untuk setiap gay nggak ada perbedaan dari tatapan mereka. Mereka ya biasa aja. Mereka cenderung pendiam atau cenderung cerewet. Gaya hidup mereka terkadang terlalu normal atau terlalu tidak wajar. Mereka bisa mendapat tekanan batin dan bisa pula mereka terlalu terbiasa dengan kondisi mereka sebagai gay. Biasanya sih para gay, cenderung tempramental. Nggak tau kenapa, mungkin penyebabnya karena mereka mengalami gangguan psikis.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dan gw memberikan komentar ini di blognya:
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
farrel fortunatus
Juni 14th, 2009
analisisnya sangat dangkal dan cenderung underestimate. punya pengalaman sejauh mana atau sedalam apa tentang dunia gay? ke-7 penilaian anda tentang ciri-ciri gay kayanya salah kaprah…
1. tidak semua gay berpenampilan rapi, coz gay bisa berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda: pendidikan, suku, profesi dsb.
2. anda salah, soal pendiam atau cerewet itu tergantung karakter masing masing. gw sudah gaul banyak dg gay.
3. soal pengharum sangat individual, dan tergantung selera… mlah kaum gay biasanya berani bayar mahal untuk urusan parfum. soal norak apa ga, kayanya selera anda buruk ttg wangi-wangian.
4. belum tentu, banyak juga yang kasar kok.
5. wah menurut gw, justru kaum gay itu pergaulannya lebih luas, apalagi yg bekerja di bidang jasa ataupun entertainment.
6. ga juga, banyak juga gay yang sembrono. semua tergantung sifat dan kebiasaan. ga ada yang mutlak
7. harap dibedain antara gay dan waria. kebanyakan gay malah cenderung tidak terlihat secara fisik ke-gay-annya. kayanya anda harus lebih banyak belajar menilai orang secara objektif. coba anda buka website khusus gay apa orang-orangnya sesuai dengan ciri-ciri yang anda sebutkan? http://www.allfreegay.com http://www.gaybeef.com http://www.edengay.com http://www.bananaguide.com dll. thx… semoga masukan saya berguna…
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sebagai orang yang ber-intelektualitas tinggi, sudah seharusnya punya rasa toleransi lebih tinggi terhadap adanya ‘perbedaan’. Mampu bersimpati dan berempati terhadap kaum gay (yang ditakdirkan terlahir dengan ‘berbeda’). Tapi gw ga bisa memaksakan, karena lain orang pasti lain prinsipnya. Tapi Minimal janganlah memojokkan dan melecehkan kaum gay dengan kata-kata yang menyakitkan.

Wah bahasan kali ini agak berat dan serius amat ya? he he he…
Untungnya tidak semua orang, ‘silent gay’ kaya gw. Banyak yang punya keberanian untuk mengemukakan pendapatnya. Salah satu contohnya adalah sahabat-sahabat gw, Daffa dan Ronald. Kejadiannya waktu kami bertiga jalan-jalan di BIP, waktu itu kami lagi di eskalator turun menuju lantai dasar. Mungkin karena mendengar celotehan Daffa dan Ronald (yang waktu itu memang ngomong dengan voulme agak keras).
Seorang perempuan muda, berceloteh kepada teman-temannya, dan celotehannya sangat jelas di telinga kami:
“Sekong…!!! Sekong…!!!” katanya. Sementara temannya hanya ha ha hi hi… ga jelas.

Mendengar kata-kata itu, Daffa langsung bereaksi.
“Kenapa kalo gw SEKONG..!!?? MASALAH…!!???!!” dengan nada dingin, jutek dan emosional he he he…

Mendengar reaksi ketidak-senangan Daffa, mereka semua terdiam dan tidak berani memalingkan mukanya lagi. Ada perasaan puas mengalir di hati gw. Huh!!! Daffa bisa membungkam mulut-mulut usil orang itu. Sungguh kejadian yang jarang terjadi.

Ah… seandainya semua orang seperti Daffa, yang mampu bicara terang-terangan membela haknya. Yang mampu memberi suara pada yang bisu.

Conclusions:
Ga ada seorangpun minta dilahirkan jadi gay, atau becita-cita menjadi gay. Tapi inilah jalan hidup. Mau tidak mau, suka tidak suka, ikhlas tidak ikhlas, kita harus menjalaninya. Wahai kaum yang merasa dirinya normal… Marilah kita belajar saling menghargai dan menghormati ‘perbedaan’.

12 komentar:

  1. there's nothing wrong about being gay. you know what, homo is the new hetero. ladies, raise your hand if you feel me

    BalasHapus
  2. bikin bete baca stereotype2 kayak gitu terlalu mengeneralisir deh

    BalasHapus
  3. @kepompong: LOL
    @G-FILES:setuju banget!!!
    @M:Pengennya sih ga menggubris tulisan itu, tapi hati kecil gw berontak he he he...

    BalasHapus
  4. Farrel gatal sekali, ya? - -" Kamu sampai balas begitu. Err.. i'd prefer something calmer to repond to such. U should make her feel like she's the innocent one; the knows-nothing one. Bermanis-manislah saat mencibir (aduh, jahat) *evilish grin

    Anyw, isn't that indulging? Having society that dumb even when identifying others? So, our brother from the discreetive group could more be in security. Second me?
    Dan, ya.. -i guess i should be frank, sometimes- sesekali, orang-orang itu akan terkejut, pacar atau suaminya yang berpenampilan "laki banget" ternyata menyimpan kuriositas seksual terhadap sesama jenis. Take that, u generalizator being!

    BalasHapus
  5. -Charming Guy-19 Juni 2009 21.08

    NGEPET tuh ce..
    kayanya seh tuh ce punya pengalaman pribadi..
    sentimen banget ama para gay..
    kenapa kalah cantik ya.. hwahahaha

    BalasHapus
  6. Holla semuanya, gue ketua gaya nusantara anak buahnya mas dede, gue mencari pasangan hidup, cos gue dah bosan menjomblo, kriteria yang gue cari adalah :
    - lekong ( itu jelas, no banci, no sissy, no lembeng) cos gue juga dah sissy, jadi pasangan gue jangan kayak gue ya
    - Endut, item dan bulet, cos gue slim, putih dan langsing, jadi kalo jalan ama gue bisa kayak angka 10, gue gak nyari angka 11
    - Top, jelas kan gue botem
    - Suka bugil n semi bugil kayak gue ( lihat pic gue di www.manjam.com/belamino
    - wajah gak perlu cakep, cos gue udah cakep jadi pasangan gue yang jelek ga masalah asal atinya baik, secara kan gue dah jahat, jangan sampe sama-sama jahat lah bisa kaco rumah tangga gue kelak
    - pendiam, secara kan gue dah cerewet, banyak mulut dan suka nyolot, jadi pasangan gue harus seimbang, jangan sampe dech sama-sama kayak betet entar tetangga pada protes
    yang minat silahkan ikutan casting di comuniti center gaya nusantara jl mojo kidul 1/11 A
    gue tunggu ya, cos yang daftar banyak loh!
    bubye

    BalasHapus
  7. KETUA GAYA NUSANTARA YANG TAK PUNYA URAT MALU!!!

    BalasHapus
  8. @takdendong: setuju!!! cuekin aja he he he...

    BalasHapus
  9. hueeeekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
    mo muntah gue ngeliat foto ketua gaya nusantara
    masih bagusan kucing peliharaan gue
    kok ada ya orang narsis dan ga nyadar wajahnya kayak apa...., hueeekkk!! cuih!

    BalasHapus
  10. Wakakakakakaakakakakakakak, kok pada ribut2 sih. WTF banget lah, biarkan mereka bicara apa maunya. Toh dia juga ga salah karena itu juga masuk ciri2 gay, cuma mungkin dia ga tau aja kalo gay ntuh beraneka ragam, soalnya kata temen gue cuma gay yg punya gaydar, kalo dia paham tentang gay artinya pere itu gay juga dong wakakakakakak.

    Tapi temen gue yg straight (but gue ragu, soalnya dia suka nonton bokep gay, dan dia org pertama yg nawarin gue bokep gay, wakakakakak, mgkn sama kayak gue, gaynya naggung, huehehehehe) mau tau cowok ntuh gay apa nggak adalah tatapan matanya ke cowok laen (selalu terbukti setelah gue coba, kalo cowok ma cowok saling tatap lebih dari 5 detik dgn tatapan interest padahal ga saling kenal, 70% adlaha gay. Jd gue sering iseng, dengan menatap beberapa cowok yg gue sinyalir gay (meski nanggung gaydar gue mantap Bro, update terus versinya hahahahahahahahaha)dengan tatapan flirting, 1, 2, 3, 4, 5 gotcha! padahal di sampingnya ceweknya menggelayut mesra gituh, gue cuma menghela nafas, kasihan kali kamu mbak hihihihihihihihihi.

    BalasHapus
  11. hey hey,,, masih ada buku'a ga yaa,,, aku mauu donnkk,,,,,, dipasaran toko" tak aad lagi,,,, bgi yang punya bukunyaalll pleaseee pinjem,, aq mau copy... ^___^

    BalasHapus