Tampilkan postingan dengan label koleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label koleksi. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2012

Kupu-Kupu Di Taman Kupu-Kupu Cihanjuang


Waktu hampir menunjukkan pukul 15:00, waktu gw berangkat dari rumah. Jumat tanggal 27 Januari 2012, entah karena lagi ada waktu luang atau lagi kesambet setan piknik, gw tiba-tiba pengen pergi ke Taman Kupu-Kupu di daerah Cihanjuang. Jadi tanpa persiapan khusus, dengan cepat gw langsung meluncur menuju TKP dengan sepeda motor gw. Suhu udara di Bandung akhir-akhir ini memang berasa lebih panas dari biasanya, tapi ga menghalangi tekad gw untuk sedikit melenyapkan kepenatan dengan mengabadikan keindahan kupu-kupu lewat kamera.

Sejak dulu gw memang selalu suka dan mengagumi keindahan serangga yang bernama kupu-kupu. Makhluk yang bermetamorfosis, mengubah diri dari telur menjadi ulat, kemudian menjadi kepompong, dan dari kepompong keluarlah makhluk cantik bersayap indah yang bernama kupu-kupu. Banyak orang merasa geli, jijik, bahkan parno dengan ulat, tapi gw yakin sedikit sekali orang yang membenci kupu-kupu.




Dari sekian ribu koleksi perangko gw, banyak diantaranya yang berthema kupu-kupu. Sudah gw rencanakan mau mengumpulkan perangko-perangko bergambar kupu-kupu dalam satu album khusus (tapi belum kesampaian he he he…).
Gw juga pernah membuat intsectarium, mengeringkan kupu-kupu dan menyimpannya dalam beberapa pigura.

Seorang Melly Goeslaw saja sampai membuat dua lagu berthema tentang kupu, yaitu; lagu ‘Kupu-kupu’ dan  lagu berjudul ‘Butterfly’ yang dinyanyikan berduet dengan Andika Pratama. Bahkan lebih jauh sebelumnya Ibu Sud menciptakan lagu anak-anak yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita yang berjudul ‘Kupu-Kupu Yang Lucu’. Tapi lagu Titiek Puspa yang berjudul ‘Kupu-Kupu Malam’ sih bermakna lain he he he…
Begitulah keindahan sayap-sayap kupu-kupu, seringkali menginspirasi para seniman dalam membuat karya seni.

 Lanjut ke cerita perjalanan gw. Dengan menyusuri Jl. Cihanjuang, tidak jauh setelah melewati Café All About Strawberry, Tibalah gw di Taman Kupu-Kupu yang terletak di Jalan Raya Cihanjuang Km 3,3 No 58, Cibaligo, Bandung Barat.

Tempat parkirnya lumayan luas, dengan batu-batu kali sebagai hamparannya. Setelah gw parkir motor, gw memasukin area Café yang bernuansa Bali. Tapi sore itu kok nampak lengang, bahkan para pegaiwainya pun tak nampak. Hanya ada beberapa pengunjung yang berjalan-jalan di sekitar taman dan café. Kedatangan gw langsung disambut oleh satpam yang memberitahukan kalo hari itu kru Taman Kupu-Kupu lagi pada meeting, jadi sore itu Taman Kupu-Kupu tutup lebih awal. Setelah mengitari area belakang, gw memutuskan untuk pulang saja. Tapi saat gw mau menuju tempat parkir, satpam tadi memanggil gw dan berkata: “Kalo mau masuk ke Taman Kupu-Kupu mah, lewat belakang aja. Nanti kasih aja uang rokok buat penjaganya”. Gw setuju, pak satpam kemudian  memanggil penjaga Taman Kupu-Kupu itu, yang kemudian mempersilakan gw masuk ke area Taman Kupu-Kupu. Sebuah taman khusus dengan aneka tanaman bunga, yang di sekelilingnya diselubungi oleh jaring-jaring agar penghuninya tidak pada kabur.




Gw masuk hanya sendirian, sementara dari luar sana pengunjung-pengunjung lain hanya keheranan melihat gw bisa masuk ke Taman Kupu-Kupu he he he… Gw pun langsung jeprat-jepret mengejar kupu-kupu dengan intaian kamera gw. Tidak mudah memang mendapatkan hasil foto yang bagus, apa lagi objeknya ga bisa diem; menclok sana, menclok sini, terus terbang entah kemana. Pokoknya butuh kesabaran ekstra dech. Selain itu gw juga kudu berjuang menghindari gigitan nyamuk yang buas-buas di kaki gw yang saat itu cuma pake celana pendek. Nyamuk-nyamuknya nampak kelaparan,. Mereka gesit-gesit banget, tiap nempel langsung menggigit. Betis gw sampai bentol-bentol. Bener-bener mengganggu konsentrasi gw. Selain menghindari gigitan nyamuk, gw juga harus menggaruk-garuk kaki gw yang gatalnya minta ampun, gara-gara bekas gigitan mahluk jahanam itu he he he…. Bisa kebayang kan gimana kerepotan gw? he he he…

 

 


Didalam Taman Kupu-Kupu, seluas 1,7 Ha ini terdapat 35 jenis kupu-kupu khas Indonesia (Indonesia memiliki sekitar 10.000 jenis kupu-kupu). Sayangnya waktu gw datang hanya ada beberapa jenis aja yang nampak berkeliaran. O ya di sana, kepompong-kepompong dipisahkan di ruangan khusus sampai mereka berubah menjadi kupu-kupu. Mungkin maksudnya agar tidak terganggu olah tangan-tangan jahil pengunjung. Aneka kumbang juga ada dan ditempatkan dalam kotak-kotak kaca.

Idea blachardi alias si kupu-kupu kertas, asal Sulawesi Selatan 1
Idea blachardi alias si kupu-kupu kertas, asal Sulawesi Selatan 2
Idea blachardi alias si kupu-kupu kertas, asal Sulawesi Selatan 3
Bagi orang awam, kupu-kupu hanyalah makhluk cantik yang tidak berbahaya. Padahal jangan salah, ada juga lho jenis kupu-kupu yang sayapnya beracun. Dan salah satu kupu-kupu beracun itu adalah Papilio peranthus insulicola menjadi salah satu koleksi di Taman Kupu-Kupu ini.
Banyak diantara kita yang tidak bisa membedakan antara kupu-kupu dengan ngengat. Contohnya; Kupu-kupu rama-rama yang besar itu, bukanlah kupu-kupu, melainkan ngengat.

Kupu-Kupu Beracun, Papilio peranthus insulicola
Kupu-kupu dengan sayap sudah compang-camping
Berhubung sudah sore dan tidak tahan dengan serangan nyamuk-nyamuk buas, gw memutuskan untuk pulang. Tak lupa memberikan uang rokok  seperti yang gw janjikan kepada petugas Taman Kupu-Kupu. Ini untuk kali ke-2 gw mengunjungi Taman Kupu-Kupu Cuhanjuang. Tapi tak ada rasa bosan, gw pasti kembali lagi. Tentu saja lain kali gw datang memakai celana panjang dan dengan membawa lotion anti nyamuk he he he…

Conclusion:
Seringkali banyak hal yang terlewatkan untuk kita syukuri dalam hidup. Keindahan lukisan alami di sayap kupu-kupu, tidak dapat tertandingi oleh karya maestro seniman mana pun. Padahal kupu-kupu hanyalah sebagian kecil dari Maha Karya Sang Pencipta.


Minggu, 14 Agustus 2011

Surga Barang Bekas

Biasanya gw males banget keluar rumah di hari Minggu, naik motor, siang bolong pula. Tapi tadi siang, demi beli obat buat mama tercinta, gw berangkat juga. Destinasi gw adalah Toko Obat Pandu di Jl. Jend. Sudirman,  sebuah Toko obat tradisonal China yang cukup terkenal di Bandung. Tapi apa mau dikata, tiba di TKP ternyata tokonya tutup. Serasa abis ngegosok kupon snack yang isi tulisannya “anda belum beruntung” dech. Ya sudah akhirnya gw memutuskan ke Toko Obat Palembang aja, yang letaknya bersebelahan dengan Toko Obat Pandu.

Obat sudah ditangan, gw pun meluncur pulang. Dari Jl. Jend. Sudirman, gw belok kiri ke Jl. Astana Anyar. Dari situ gw lurus terus, sampai terhenti oleh lampu merah di perempatan Jl. Astana Anyar dan Jl. Pasirkoja. Setelah lampu hijau nyala, gw ngeliat beberapa sepeda motor meluncur lurus. Gw dengan ragu mengikuti juga kendaraan-kendaraan itu dari belakang. Kenapa gw ragu? coz dari perempatan itu ke arah lurus hanya boleh masuk setelah pukul 12:00 WIB. Dan feeling gw mengatakan saat itu jam belom lewat dari pukul 12:00. Gw menjalankan laju sepeda motor gw pelan-pelan sambil lihat-lihat situasi, maklum gw trauma  pernah kena tilang di daerah situ he he he… (untunglah waktu itu polisi-nya bisa diajak damai wkwkwk…)

Dari kejauhan, di pertigaan Jl. Astana Anyar – Jl. Panjunan, nampak sepeda motor-sepeda motor yang melaju didepan gw tadi dihentikan oleh beberapa Polisi Lalulintas. Yupz mereka ditilang!! Melihat kejadian itu, secara spontan gw segera meminggirkan sepeda motor gw, dan memarkirkannya di depan Alfamart yang letaknya tepat di seberang RS. Bersalin Astana Anyar. Lalu gw liat jam yang ada di HP gw, ternyata baru menunjukkan pukul 11:44 WIB, pantesan aja pada ditilang. Syukurlah gw aman ga turut kena tilang he he he…
Pasar loak di Jl. Astana Anyar, Bandung
Jl. Pajagalan, Bandung
Tempat parkir di sekitar Jl. Pajagalan, Bandung
Setelah motor diparkir, gw bingung mau kemana ya? Ya sudah gw jalan-jalan aja di sekitar situ. Gw menyusuri sepanjang pertigaan Jl. Astana Anyar dan Jl. Pajagalan, yang dipenuhi oleh pedagang barang bekas. Gpp-lah itung-itung window shopping he he he…

Ditengah pertigaan itu, terdapat sebuah taman yang nampak tidak terawat. Tapi lumayanlah, teriknya matahari sedikit bisa diredam oleh rindangnya pepohonan.
Gw celingak-celinguk melihat situasi. Sepanjang jalan di pertigaan itu nampak pedagang kaki lima berjualan bermacam-macam barang bekas. Aneka barang bekas semuanya ada disana. Spare part kendaraan, alat listrik/elektronik, alat bengkel, kompor gas, pakaian, sepatu, batu akik, uang kuno, kaset, piringan hitam, perhiasan, jam tangan, kamera, pajangan, spare part komputer, handphone dan barang-barang tetek bengek lainnya. Kondisi barangnya pun bermacam-macam. Ada yang masih keliatan bagus, ada juga yang sudah rusak parah he he he… Sambil jalan-jalan, tak lupa gw memotretnya dengan kamera HP gw (maklum jalan-jalan dadakan jadi gw ga sempet bawa kamera beneran). Harap maklum ya jika hasil jepretannya ga bagus, coz gw motretnya secara diam-diam, biar orang-orang disana ga ngerasa terganggu.

Semuanya ada disini
Window shopping barang bekas
Aneka pegas dan roda
Komputer dan alat listrik
Aneka dongkrak, rantai, roda, dan gir
Spare part motor dan kompresor
Aneka mur dan baud berbagai ukuran
Handphone dengan berbagai model
Barang-barang yang dijual disitu, ga semuanya barang bekas kok. Ada juga beberapa lapak yang jual barang-barang baru. Kaya: kacamata, sepatu, kompor gas, nomor perdana, rokok (emang ada rokok second? hihihi...) dan lain-lain.

Kompor gas dan perlengkapannya
Mulai dari regulator sampai tabungnya ada disini
Pajagalan optical he he he...
Sepatu baru harga bersahabat
Miniatur domba garut
Disitu tampak juga beberapa tukang cukur DPR alias Dibawah Pohon Rindang he he he… mereka nampak sibuk me-makeover model rambut custommer-nya, tanpa merasa terganggu oleh ramainya para pedagang dan pembeli bertransaksi barang-barang bekas yang ada disekitarnya.

Tanpa terasa 20 menit sudah gw berada disana, tanpa membeli satu barang pun. Satu lagi pengalaman baru yang gw temuin. Yaitu melihat secara lebih dekat pasar kaget barang-barang second, yang selama ini hanya gw liat secara selintas, bila gw melalui jalan itu.

O ya, yang gw tau di Bandung itu ada beberapa lokasi tempat jualan barang-barang bekas, yaitu:
1. Di Pertigaan Jl. Astana Anyar dan Jl. Pajagalan.
2. Di  Jl. Astana Anyar, dekat Jl. Oto Iskandardinata (dekat Lapangan tegalega).
3. Di Jl. Cihapit
4. Di Jl. Jatayu;  disini lebih terkenal dengan barang-barang second aneka perlengkapan TNI/militer.

Dalam keseharian dan kesemerawutan Kota Bandung, ternyata tersimpan sisi lain kehidupan yang sayang untuk dilewatkan. So, Welcome To Bandung!!!

Conclusion:
Barang bekas; ada yang memandangnya hanya sebagai barang rombeng yang tidak berharga, ada pula yang menganggapnya sebagai barang antik yang bernilai tinggi. Semua tergantung pada cara pandang.

Minggu, 29 Agustus 2010

Koleksi

Setiap membereskan barang-barang lama, pastilah kita menemukan ‘harta karun’ yang mengandung sejarah hidup. Gw termasuk orang yang suka menyimpan sesuatu yang berhubungan dengan kenangan pribadi gw. Foto, buku, surat, kaset, souvenir dan benda-benda usang lainnya seringkali mampu membangkitkan kenangan lama.

Filately
Kemarin malam gw iseng membuka-buka kembali album perangko koleksi gw. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar gw memang sudah menjadi seorang filatelis. Berbagai cara gw lakukan untuk melengkapi koleksi perangko gw: mulai dari korespondensi dengan sahabat pena, barter dengan teman, mengirim surat ke kedutaan besar, beli di kantor pos, atau membeli ke toko khusus yang menjual benda-benda filately.

Setelah sekian tahun melalui perjalanan panjang, terkumpulah ribuan helai perangko koleksi kebanggan gw. Mulai dari jenis perangko yang biasa milik sejuta umat sampai dengan jenis perangko langka, gw miliki.
Melalui hobby itu gw jadi banyak tahu tentang seluk beluk cara menyimpan dan merawat perangko koleksi. Dulu cara gw melepaskan perangko dari amplop sangat ceroboh yaitu dengan menarik paksa yang tentu saja sering berakibat perangkonya jd tipis terkelupas tertinggal di kertas amplop, menjadi tebal karena sebagian kertas amplop terbawa, atau malah sobek. Padahal syarat dari sebuah untuk layak dikoleksi adalah ‘no scratch, no bend’.

Bersama berjalannya waktu gw jadi tahu 2 cara efektif melepaskan perangko dari amplopnya: yaitu dengan cara mendekatkan perangko yang masih menempel di amplop ke semprotan uap panas dari ceret yang berisi air mendidih, setelah kena panas perangko akan mudah terlepas, kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Atau cara ke-dua, yaitu merendam perangko yang masih menempel di amplop dengan air panas kurang dari 1 menit, kemudian keringkan dengan cara diangin-anginkan.

Perangko menarik perhatian gw karena gambar indahnya, warna-warni, dan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Jujur, awalnya gw lebih suka mengumpulkan perangko dari luar negeri daripada perangko dalam negeri. Coz perangko di negeri tercinta ini, selama puluhan tahun objek gambarnya hanya sang presiden memakai peci dengan senyuman khasnya he he he... Tapi setelah menjadi anggota organisasi filatelis gw jadi lebih rajin mengumpulkan perangko dalam negeri.

Gw memang tipikal orang yang kalo sudah suka sesuatu pasti gw akan serius menjalaninya. Selama bertahun-tahun, akhirnya ketelatenan gw membuahkan 5 album besar berisi ribuan perangko. Yang tentu saja hanya perangko-perangko pilihan yang designya gw sukai. Gw paling berkesan waktu mendapatkan album koleksi perangko memperingati 100 tahun Bung Karno, karena gw dapatkan secara gratis, sebagai hadiah undian di pameran perangko di salah satu mal di Bandung.
Album koleksi perangko gw

Selama ini, orang-orang mungkin hanya mengira bentuk perangko itu persegi panjang, padahal masih banyak bentuk-bentuk lainnya, seperti: bujur sangkar, segitiga, belah ketupat dan lingkaran. Ada yang berperforasi (pinggirannya bergerigi) ada juga yang polos.

Gw sangat menyukai perangko dengan objek gambar kupu-kupu, ikan hias dan burung (hayo jangan berasumsi burung yang laen lho… he he he…), karena itu gw lebih serius mengumpulkan perangko-perangko bergambar tersebut. Baik yang diterbitkan dari dalam negeri maupun manca negara. Tapi ada satu design gambar perangko yang secara diam-diam gw kumpulkan, mudah ditebak!! Yup, perangko bergambar lelaki telanjang he he he... Memburu perangko jenis ini memang sedikit lebih sulit, tapi bukan gw namanya kalo menyerah begitu saja. Perjuangan gw membuahkan hasil, puluhan helai perangko bergambar cowok bugil bisa gw kumpulkan wkwkwk... Tentu saja perangko-perangko bergambar lelaki tanpa busana itu bukanlah terbitan dari dalam negeri (kalo diterbitkan disini bisa-bisa Kantor Pos didemo FPI he he he…). Bermacam-macam karakter dan pose lelaki telanjang di perangko-perangko melengkapi koleksi gw. Mulai dari: gambar dewa-dewa mythology Yunani, patung David, lukisan, sampai dengan foto telanjang atlet (perangko edisi olympiade Sidney-Australia tahun 2000) dll.

Orang-orang luar sana menghargai prestasi orang tanpa menghubung-hubungkan dengan orientasi sexualnya. Lihat saja, Matthew Mitcham atlet gay yang karena prestasinya fotonya dijadikan gambar perangko.
Kalo ngomongin perangko, gw ga akan ada habisnya dech he he he...
Matthew Mitcham
 Selain perangko gw juga mengkoleksi benda-benda lainnya, seperti:

Uang Coin Dan Uang Kertas
koleksi jenis ini dinamakan numismatik, mengumpulkan uang-uang dari zaman baheula dan dari negara nun jauh disana dengan berbagai bentuk dan warna yang unik, buat gw punya keasyikan tersendiri. Seru aja masih bisa memegang uang yang dulu pernah kita pakai sehari-hari dan sekarang sudah tidak berlaku lagi.
Sebagian dari koleksi uang coin gw

Bentuk uang coin ternyata tidak hanya lingkaran pipih biasa. Banyak bentuk lainnya, seperti: yg sisinya bergelombang, bentuknya persegi, lingkaran berlubang, segi lima, dan lain-lain.
Begitu juga dengan uang kertas punya bentuk design, keunikan dan historis tersendiri.
Sebagian dari koleksi uang kertas gw

Kartu Telepon Magnetic
Masih ingat zamannya telepon umum kartu? yang setiap kali dipakai kartunya akan berlubang? Gw ngumpulin benda yang satu ini. Sayang sekali, kartu telepon magnetic ini sekarang sudah tidak ada, koleksi gw jadi ga nambah-nambah dech he he he...
Sebagian dari koleksi kartu telepon magnetic gw


Voucher Pulsa Fisik
Sejak awal gw punya handphone sekitar tahun 1999, secara iseng gw kumpulin satu demi satu kartu voucher fisik yang gw beli. Pada awal kemunculannya voucher pulsa fisik dibuat dari bahan plastik dengan bentuk dan design exclusive, tapi sekarang hanya dibuat dari kertas yang makin tipis dan bahkan dengan ukuran yang makin mengecil. Jujur, menurut gw hanya simpati yang serius mengeluarkan design-design gambar yang paling menarik. Bersama berjalannya waktu kehadiran voucher fisik pun sedikit demi sedikit mulai tergantikan oleh voucher elektrik yang kini makin mendominasi.
Sebagian dari koleksi kartu voucher pulsa fisik gw

Buku
Gw jg suka banget baca buku, sejak zaman bacaan karya-karya Enyd Blyton kaya: Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu, Mallory Towers, Sapta Siaga dll. Berlanjut ke buku-buku lainnya yang masih berbau detektif remaja seperti: Trio Detektif , Hardy Boys, Nancy Drews, Komik Tintin dan lain-lain (itulah buku-buku masa remaja Gw). Di masa SMA gw juga mulai suka novel karya-karya: Mira W, Marga T, Eddy D. Iskandar, Sydney Sheldon, John Grisham, Agatha Christie, Gola Gong, Hilman Hariwijaya (dengan serial Lupus-nya) dll. Bahkan novel-novel picisan semacam karya: Fredy S, Abdullah Harahap, Motinggo Busye dll, gw lahap habis. Tidak ketinggalan gw juga tak melewatkan buku-buku serial kung fu, karya Asmaraman Kho Ping Ho heu heu heu... Pokoknya buku apapun gw baca tuntas. Bahkan spanduk di jalan pun gw baca wkwkwkwk...

Lama-lama tanpa gw rencanain, buku-buku gw makin banyak dan gw jadiin koleksi. Jujur gw lebih menyukai novel walaupun gw tetap membaca buku-buku jenis lainnya. Kalo ditanya siapa pengarang favorit, gw suka bingung sendiri, coz banyak banget penulis yang gw suka: Dewi Lestari, Andrei Aksana, Andrea Hirata, J.K. Rowling, Dan Brown dll. Pokoknya kalo gw suka pengarangnya pasti seri bukunya lengkap gw miliki.
Sssstttt... gw juga koleksi buku-buku bertema gay (atau ada tokoh gaynya) lho he he he... Mau tau apa aja? Ini dia judul-judulnya:

Cermin Merah – N. Riantiarno
Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh – Dewi Lestari
Lelaki Terindah – Andrei Aksana
Tryst – Elmo
Rahasia Bulan – Kumpulan Cerpen dari banyak penulis, salah satunya Indra Herlambang.
Macho Man Ngomong Cong – Fa
Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek – Djenar Maesa Ayu
Hetero Phobia – Fa
Cinta Tak Berkelamin – Andy Stevanio
Percintaan Di Antara 4 Lelaki – Andy Stevanio
Coklat Stroberi – Christian Simamora
Biarkan Aku Memilih – Hartoyo & Titiana Adinda
Beauty For Sale – Fradhyt Fahrenheit
Beauty For Killing – Fradhyt Fahrenheit
Nel – Dalih Sembiring
Dan ada beberapa lagi yang lainnya... sampai lupa neh, huft!.
Sebagian dari koleksi buku-buku gw

Mobil-Mobilan 
Even koleksi mobil-mobilan gw belom terlalu banyak, tapi gw sangat suka. Cara mendapatkannya juga lumayan perlu perjuangan he he he... Gw sangat interest dengan mobil-mobilan model kuno, terutama replika dari merk volkswagon alias mobil VW.
Sebagian dari koleksi mobil-mobilan gw

DVD & VCD Film
Nonton film adalah salah satu hobby gw. Ga semua film diputar di bioskop. Yup, terutama film-film bertema gay. Makanya gw mengkoleksi sendiri dvd film gay, baik yang cerita lepas maupun film seri. Koleksi gw lumayan banyak. Mengumpulkannya emang butuh kesabaran, tapi bukan gw namanya kalo gw cepet menyerah. Cara memperolehnya? Beli dvd bajakan or download he he he... Pasti dech ada pertanyaan koleksi film bokep juga? Ssssstttts... gw punya banyak lho ha ha ha... tapi gw ga pernah beli, cuma modal nge-backup doanglah he he he... Plus puluhan Gigabyte video & pic gay barat, asia dan lokal dll. he he he...

Selain benda-benda diatas gw juga punya koleksi lain, parfum, gantungan kunci dll, even jumlahnya masih sedikit.

Bagi anda yang mau menghibahkan benda-benda koleksi yang sudah terabaikan, silahkan menghubungi gw wkwkwkwk... (ngarep dot com heu heu heu...).

Conclusions:

Satu pelajaran yang bisa dipetik dari hobby mengkoleksi barang adalah: ketekunan. Tanpa ketekunan, ga mungkin bisa mengumpulkan barang-barang yang kita suka, karena mengkoleksi benda-benda itu banyak menghabiskan waktu, pikiran, tenaga, dan biaya.

Selasa, 05 Januari 2010

Fashion & Me 3

Hmmmhhh... setelah melewati perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan (qiqiqi... lebay). Mulai dari beli bahan, mikirin padu padan warna, sampai motong bahan gw lakukan sendiri (akibat acara gunting menggunting itu gw jd punya tanda kapalan di jari tengah uhuk uhuk...). tapi ga gpp, no pain no gain. yang penting hasil akhirnya cukup memuaskan.
Setelah terhalang oleh kerjaan-kerjaan lain, termasuk dikejar deadline seragam acara natal he he he...
Dan inilah hasilnya... jreng.... jreng... model Y-neck masih mendominasi, Jaket gw keluarin warna-warna baru(coz yang lama tinggal tersisa 3 potong)... Dan sekarang gw coba keluarin model laen yang namanya Grandads T-shirt... Lumayan lucu jg...
Thx buat kalian yang udah sabar nungguin karya-karya gw...