Hey Hey Hey... I'm Back!!!
Udah lama
banget menelantarkan blog ini, dan para pembacanya... Semoga masih ada yang inget keberadaan blog ini he he he... Tapi kalo diliat dari statistik mah masih lumayan banyak pengunjungnya... Asyiiiik....
Kali ini, gw ga akan posting dulu pengalaman gw. Gw mau nawarin jam tangan yang keren-keren neh, khususnya buat cowok, coz kalo cewek mah gw yakin banget jarang ada yang mampir ke blog ini he he he...
Ga akan banyak basa-basi, sekarang langsung liat dan belanja aja ya
he he he... Nyantai aja, belanja sama gw sangat aman dan terjaga
kerahasiaannya. Buat yang mau order tinggal invite pin BBM gw ya di
519a6748.
Nah ini dia model-model jam tangannya....
Oakley Rp 430.000,-
SevenFriday Rp 460.000,-
SevenFriday Rp 460.000,-
Welder (dengan Kompas disamping) Rp 430.000,-
Welder (dengan Kompas disamping) Rp 430.000,-
Quiksilver Rp 430.000,-
Quiksilver Rp 430.000,-
Samsung Touch Rp 150.000,-
Police Rp 520.000,-
Police Rp 520.000,-
D Ziner anti air Rp 180.000,-
D Ziner anti air Rp 170.000,-
D Ziner anti air Rp 180.000,-
D Ziner anti air Rp 180.000,-
Digitec anti air Rp 160.000,-
Digitec anti air Rp 160.000,-
D Ziner anti air Rp 180.000,-
D Ziner anti air Rp 180.000,-
Digitec anti air Rp 175.000,-
Lasebo anti air Rp 175.000,-
Lasebo anti air Rp 175.000,-
Fossil Rp 430.000,-
Swiss Army Rp 430.000,-
Quiksilver Rp 210.000,-
Digitec Loreng anti air Rp 160.000,-
Digitec Loreng anti air Rp 160.000,-
Digitec Loreng anti air Rp 160.000,-
Luminor Rp 250.000,-
Digitec anti air Rp 175.000,-
Lasebo anti air Rp 175.000,-
Digitec Loreng anti air Rp 160.000,-
Digitec Loreng anti air Rp 160.000,-
Digitec Loreng anti air Rp 160.000,-
Digitec Loreng anti air Rp 160.000,-
Ok. segitu dulu ya, nanti akan diupdate teruuuuuuus...
Cukup lama juga gw ga menjamah blog ini. Bukan ga ada ide menulis. Bukan pula artinya petualangan gw di dunia gay sudah berkurang. Tapi gw diserang virus malas menulis he he he.... Ya mau gimana lagi, itulah gw orangnya sangat moody. Buat para pembaca blog; thanks ya udah sabar menunggu tulisan-tulisan gw. Dan inilah tulisan gw yang terbaru setelah vacum menulis beberapa bulan he he he...
Sudah lama gw suka memasak. Mulai dari sekedar masak telor ceplok atau nasi goreng, sampai ke masakan yang lebih rumit. Tapi dari semua jenis masakan gw lebih tertarik memasak masakan Indonesia dan Chinese food (bukan berarti memasak masakan lainnya ga bisa ya). Gw suka masakan asli Indonesia karena kaya akan rasa rempah dan mengundang selera banget. Jujur gw lebih suka masakan yang rasanya nendang di lidah, makanya gw ga suka yang namanya sushi coz menurut lidah gw rasanya flat dan hambar he he he...
Bakat memasak gw diturunkan dari Mama dan Papa gw. Hidangan yang mereka sajikan selalu istimewa buat lidah gw. Even cuma sekedar sayur kacang merah yang sederhana tapi terasa special. Mama gw lebih pintar memasak masakan lokal, sementara Papa lebih ke Chinese food. Ssstttt.. anehnya bakat memasak ini cuma diturunkan kepada gw (bakat binancini kali ya ha ha ha...). Sementara sodara-sodara kandung gw yang lain kurang bisa memasak, termasuk kakak dan adik cewek gw he he he...
Buat gw menilai kemampuan memasak seseorang cukup simple, yaitu dengan mencicipi nasi goreng dan sambal buatannya. Kalo rasanya enak, gw bisa menjamin orang itu pasti pandai memasak. Coz dalam membuat nasi goreng dan sambal itu butuh feeling dan keseimbangan dalam mengolah rasa (begitu juga dengan masakan lainnya). Sampai sekarang gw ga begitu suka membeli nasi goreng, gw lebih suka membuatnya sendiri coz kebanyakan hanya membuatnya secara asal jadi aja.
Bagi beberapa kalangan, lelaki yang pandai memasak dianggap merupakan sebuah aib dan turun kejantanannya. Tapi gw mah cuex aja. Buat gw kemampuan memasak itu semacam anugerah dari Tuhan. Lagian kalo bicara soal kejantanan, gw juga kan pejantan tangguh buat makhluk-makhluk jantan lainnya he he he...
Orang bilang; cinta itu berawal dari perut, dan gw mengaminkannya. Gw sangat puas bila orang-orang yang gw sayangi sangat menikmati masakan hasil karya gw.
Gw emang tidak memasak tiap hari. Gw hanya memasak disaa gw mau saja. Dan kalo ada acara-acara spesial semacam ultah anggota keluarga atau perayaan-perayaan hari tertentu lainnya, sudah bisa dipastikan gw yang disuruh turun tangan he he he...
Gw sudah lama mengikuti blognya Bedjo, blogger Indonesia yang tinggal di Jerman. Dia sering coba-coba aneka masakan dan kue khas Indonesia. Mungkin untuk mengobati rasa kangennya terhadap hidangan khas tanah air. Gw suka kagum dengan usahanya mewujudkan hidangan lezat dengan bahan-bahan terbatas karena hidup di negeri orang.
Kemampuan membuat kue dari sahabat gw Daffa juga turut menginspirasi gw. Gw banyak menimba ilmu darinya.
Kurang dari 2 bulan ini gw punya hobby baru, yaitu membuat aneka kue. Awalnya gw dikasih resep brownies kukus dari Daffa (sebenarnya sudah agak lama sih). Gw sering membuatnya sampai bahan-bahannya gw hafal di luar kepala he he he... Selain cara membuatnya simple, juga tidak memerlukan alat-alat khusus. Lama-lama gw pengen mencoba membuat kue-kue lainnya, baik yang dikukus maupun yang dipanggang. Kue-kue yang dikukus gw hanya mengandalkan kukusan sederhana, sementara buat kue yang di panggang gw hanya memakai baking pan jadul punyanya nyokap gw.
Karena kukusan biasa daya tampungnya sangat sedikit, dan ada kue-kue tertentu yang bakal bantat kalo kelamaan mengantri dikukus. Makanya gw membeli klakat, yaitu alat kukusan berbentuk persegi dengan tutup berbentuk piramida. Menurut referensi yang gw baca, klakat adalah alat kukus yang paling bagus, coz selain daya tampungnya besar, juga air tetesan uap dari tutupnya mengalir kearah pinggiran kukusan, jadi tidak akan merusak kue. Dengan klakat ini gw bisa membuat aneka macam kue yang proses pematangannya dengan cara dikukus.
Klakat
Setelah puas dengan kue-kue yang dikukus, gw tertantang membuat kue yang dipanggang. Dan akhirnya setelah browsing dan tanya sana-sini. Gw memutuskan untuk membeli sebuah oven gas, harganya memang sedikit lebih mahal dari oven listrik, apalagi oven tangkring. Oven listrik memang praktis tapi kapasitasnya kecil dan membutuhkan daya listrik yang besar, jadi gw coret dari daftar belanja gw. Oven Tangkring memang ekonomis, tapi panasnya kurang rata coz mengandalkan api yang berasal kompor, yang menyala di bagian tengah oven. Sementara oven gas panasnya lebih merata, dan pengapiannya bisa atas dan bawah.
Oven Gas
Setelah punya oven gas, gw jadi rajin mencoba-coba aneka resep kue. Gw belajar bikin kue secara otodidak. Hanya mengandalkan feeling. Memang sih gw banyak browsing dari internet, baca buku resep, dan tanya-tanya sama teman. Tapi pada prakteknya gw sendiri yang harus menghadapi dan memutuskan langkah apa yang akan diambil. Perlu diketahui, resep-resep yang berasal dari buku maupun internet jarang yang membahasnya secara mendetail. Kesimpulannya: praktek, praktek, dan praktek adalah cara terbaik untuk menguasai ilmu membuat kue.
Teman gw bilang, kalo membuat kue itu harus ada bakat khusus. Mungkin kalo dalam urusan bercocok-tanam disebut sebagai 'bertangan dingin', apa yang ditanamnya pasti tumbuh dengan baik.
Selama gw mencoba aneka resep kue, selama itu pula gw bisa dikatakan selalu berhasil. Ga pernah tuh yang namanya hasil kue gw bantat atau ga enak he he he... Mungkin karena gw orangnya sangat teliti dalam membaca resep secara step by step.
Bolu kukus yang kata orang sulit; sering bantat, suka mingkem alias susah mekar dan lain-lain. Karena tingkat kesulitannya, sampai-sampai dikalangan praktisi pembuat kue ada istilah "kutukan bolu kukus bantat" he he he... Orang-orang harus mencoba berulang-ulang sampai akhirnya berhasil. Sementara gw bisa membuatnya dengan nyantai aja he he he... Sekali jadi bagai pake tongkat ajaib: tring... tring... tring... Gw pernah membuat beberapa varian bolu kukus, tapi sayangnya lupa motret he he he...
Jadi kuncinya dalam membuat kue itu kita kudu: memilih bahan yang tepat, mengkuti cara membuatnya secara step by step, dan selalu memperhatikan tips-tipsnya. Untuk pemula jangan nekat memodifikasi resep dulu. Kalo sekedar memodifikasi warna dan aroma kue sih bolehlah...
Sayang sekali gw mendokumentasikan kue hasil karya gw dengan kamera itu, baru akhir-akhir ini aja. Jadi ga semua kue yang pernah gw buat ada fotonya. Hampir dari setiap foto kue buatan gw, gw selalu memunculkan si kucing pemanggil rejeki. Ga ada maksud apa-apa sih, cuma iseng aja. Tapi kalo ternyata bisa mengundang rejeki, ya gw bersyukur banget he he he... Btw, si kucing pemanggil rejeki ini gw beli dari sebuah kelenteng waktu malam Tahun Baru Imlek kemaren.
Bolu Kukus Warna-Warni Ceria
Bolu Kukus Cokelat-Vanilla
Cake Tape Keju
Cake Tape Keju Dalam Cup
Cake Pisang
Brownies Kukus
Christmas CookiesDengan Royal Icing
Rainbow Cake
Bolu Kukus Putih Telur Gradasi Biru
Nastar Keju
Bika Ambon Pandan
Gw iseng-iseng mengupload foto-foto kue buatan gw di FB. Responnya bermacam-macam; ada yang kagum doang, ada yang minta resepnya, ada yang pengen nyoba kelezatan kue buatan gw, dan ada pula yang nanya-nanya berapa harganya? boleh pesan ga?? Dan taraaaa... tanpa disangka hobby baru gw bisa menghasilkan duit juga he he he...
O ya pas ultah ibu gw Bulan November kemaren, gw membuat rainbow cake dan brownies kukus. Respon dari tamu-tamu yang datang; mereka menyukai kue buatan gw, dan ada beberapa yang tertarik memesan kue dari gw.
Tak jarang adik gw membawa kue-kue buatan gw ke kantor tempatnya bekerja. Ada beberapa temannya juga yang tertarik memesan kue buatan gw.
Aneh tapi nyata, tapi ini beneran terjadi lho...
Conclusion:
Terkadang kita tidak menyadari kita punya bakat terpendam, sampai ada satu moment yang membuat bakat itu muncul dan bersinar.
Written by
Dadang S. Manaf Song by
Paramitha Rusady
Kau bercanda lucunya
Yang lain pun tertawa
Seakan saja
Cerita dan canda kita
Tiada habisnya
Ada yang saling cinta
Bermesra di sekolah
Selalu berdua
Berjalan di sela-sela
Rumput sekolah kita Oh indahnya....
Nostalgia SMA kita
Indah lucu banyak cerita
Masa-masa remaja ceria
Masa paling indah
Nostalgia SMA kita
Takkan hilang begitu saja
Walau kini kita berdua
Menyusuri cinta...
Kemaren
malam gw iseng liat-liat video clip jadul di youtube, ketemulah lagu ini. Waktu
mendengar lagu yang dinyanyikan Paramitha Rusady ini, gw seakan terbawa kembali
kepada kenangan-kenangan lama sewaktu gw masih jadi siswa berseragam putih abu.
Gw tau banget lagu ini, karena dulu sering dinyanyikan berulang-ulang oleh
kakak cowok gw yang lagi belajar main gitar.
Benar kata
orang kalo masa-masa SMA itu merupakan moment terbaik dan kenangan tak
terlupakan. Kenapa bisa begitu? Mungkin karena di usia itu kita untuk
pertamakalinya merasa menjadi orang gede dan mengenal rasa cinta. Berbeda
dengan anak jaman sekarang yang udah mengenal pacaran di usia SD, atau bahkan
pengalaman pertama melakukan ML di masa SMP.. wuiiihhhh.... Kalo gw mah
boro-boro tau ML, melakukan onani aja merasa berdosaaaaaaa bangeeeet ha ha
ha... (polos banget ya gw? wkwkwk...).
Setelah gw
lulus dari sebuah SMP Negeri, gw melanjutkan ke sebuah SMA Negeri di daerah
Kabupaten Bandung. Gw sebetulnya ogah bersekolah di situ. Sekalipun itu adalah
sekolah favorit di kota tempat tinggal gw, coz gw pengennya sekolah di kodya
Bandung. Tapi apa boleh buat, keputusan bokap ga bisa dibantah.. huh!!.
Secara
prestasi akademik, gw ga terlalu istimewa-istimewa banget. Tapi ga bego-bego banget juga sih he
he he... Ya, kalo soal ranking mah gw selalu
bisa masuk 5 besar, kok.
Karena
letak sekolahnya berada dipinggiran, kami menyebutnya sebagai sekolah disko
alias sekolah di sisi kota he he he... Sekolah gw emang di daerah pedesaan yang
udaranya masih segar dan dekat dengan area persawahan. Untuk mencapai sekolah,
setiap harinya gw harus berjalan kaki sekitar 500 M, kemudian dilanjutkan
dengan naik delman. Saking seringnya gw naik delman, gw jadi kenal dengan para
kusirnya. Dan gw pun dapat ilmu mengendalikan delman dari mereka. Beberapa kali
gw pernah mencoba mengendarai delman lho he he he...
Caranya gampang
kok:
1. Menghentakan
kedua tali kekang untuk menyuruh kuda mulai maju dan berlari.
2. Kasih cambukkan
untuk membuatknya berlari lebih kencang.
3. Menarik-narik
tali kekang kanan berulang-ulang tapi pelan untuk membelokkan ke arah kanan.
4. Menarik-narik
tali kekang kiri berulang-ulang tapi pelan untuk membelokkan delman ke arah
kiri.
5. Menarik
kedua tali kekang secara bersamaan dan bertenaga untuk menghentikan laju
delman.
Simple kan? begitulah panduan singkat mengendalikan delman
he he he... tak lupa bunyikan klakson tradisionalnya yang bunyinya sangat khas
dan nyaring: ‘ting tong’.
Selain naik delman, kadang-kadang gw juga naik becak. Tarifnya 3 kali lipat dari ongkos naik delman. Untuk becak, gw punya langganan tetap. Dari kejauhan dia selalu melambai-lambaikan tangannya, kearah gw untuk menawarkan jasanya. Dia sangat bertenaga, sehingga laju becaknya jauh lebih cepat dari becak-becak lainnya. Abang becak itu masih muda, ramah, badannya berotot dan lumayan tampan he he he... Tapi yang bikin dia nampak hot adalah, dia selalu pakai celana super pendek, semacam hotpant (celana jeans yang sengaja dipotong pendek) he he he... Celana pendeknya itu mengekspose pahanya yang kekar berotot dan menonjolkan gundukan isi celana dalamnya ha ha ha...
Di kelas II
dan III gw bersahabat dengan teman sebangku, sebut saja namanya Nurdin. Anaknya
lucu, kulitnya sawomatang, badannya kekar, sedikit pendek tapi berpaha besar
dan bokongnya berisi he he he... (dia hobby banget main sepak bola). Sekalipun dia
berasal dari keluarga orang kaya dan muslim yang taat, tapi dia sangat toleran
dengan gw yang punya kepercayaan yang berbeda dengannya.
Sejak
bersahabat dengan Nurdin, gw jadi jarang naik delman, coz tiap hari gw diantar
jemput oleh Nurdin. Perginya gw menunggu dia di tempat terminal delman, tapi
pulangnya gw diantar sampai ke rumah. Sepulang sekolah gw sering menghabiskan
waktu di rumah Nurdin yang luas banget tapi sepiiiii... Ngobrol, ngerjain PR,
main nintendo dll. Begitu juga, Nurdin sering main ke rumah gw. Dia sangat care
sama gw, setelah main dari rumahnya pasti dia mengantar gw pulang. Ppadahal gw
sering menolaknya karena merasa sungkan. Dia selalu ingat dan memberikan kado
waktu gw berulangtahun, begitupun juga gw. Kalo dipikir-pikir sekarang, kayanya
agak ganjil ya kalo hubungan cowok seakrab/semesra itu? he he he...
Dia juga ga segan-segan bertelanjang di depan
mata gw, waktu dia berganti pakaian. Sekalipun badannya pendek tapi burungnya
cukup menggoda, dengan bulu-bulunya yang sudah sangat lebat he he he... Gw
kadang memalingkan muka, antara malu sendiri dan takut horny ha ha ha...
Kami emang
tumbuh bersama, begitupun waktu kami mulai mengenal cinta pertama. Dia
berpacaran dengan tetangganya yang bernama Mutiara dan gw berpacaran dengan
lydia. Tapi Nurdin seringkali lebih mengutamakan gw dibandingkan pacarnya.
Secara waktu juga Nurdin lebih sering bersama dengan gw dibandingkan dengan
pacarnya.
Setelah
lulus SMA, Nurdin diterima di UGM sementara gw kuliah di salah satu PTS di
Bandung. Perpisahanpun tak terelakkan. Tapi tiap kali libur panjang, Nurdin
pasti menyempatkan berkunjung ke rumah gw. Sampai kami sama-sama lulus kuliah dia masih suka berkunjung ke rumah gw. Karena kesibukkan pekerjaan dan lain
sebagainya, lama-kelamaan kami tidak berhubungan lagi.
Beberapa
tahun lalu gw ketemu lagi dengan Nurdin di sebuah resepsi undangan pernikahan.
Dia sudah menggandeng seorang perempuan, yaitu istrinya, tapi mereka belum punya anak.
Begitulah
hubungan gw dengan Nurdin yang sangat gw nikmati sekalipun cuma sebagai
sahabat... sangat... dekat... sekali... ha ha ha...
O ya, Nurdin
lahir di bulan yang sama dengan gw tapi dia satu tahun lebih tua dari gw (dia
lahir tanggal 5 dan gw tanggal 18).Hari ini
tanggal 5 Juli, adalah hari ulang tahunnya Nurdin. “Selamat ulang tahun, sobat.
Mungkin kamu ga akan pernah baca kisah yang aku tulis ini. Tapi percayalah, aku
akan selalu mengingat kamu sebagai sahabat terbaik aku.”
Di sekolah
itu gw juga jadi tau beberapa karakter teman yang berbeda-beda. Ada Agus Barkah
yang ga pernah pake celana dalam. Burungnya suka keliatan gundal gandul. Malah
sering nampak jembutnya nongol waktu ritzleting celananya rusak dan melorot
terus ha ha ha...
Ada lagi teman
yang menurut gw sih cenderung eksentrik, sebut saja namanya Chaidir. Waktu
upacara bendera dia bertugas membacakan doa, tapi dia malah bedoa dengan cara berpuisi. Kami
sampai-sampai kami semua dibuat ngakak terpingkal-pingkal he he he... Chaidir termasuk
anak yang cerdas, sekalipun anak seorang tukang becak. Kadang pemikirannya
beberapa langkah di depan kami. Ibu Hariani, seorang guru biologi yang masih
sangat muda, sempat dibuat salah tingkah waktu Chaidir bertanya: “Apa bedanya
organisme dengan orgasme??” he he he... padahal waktu itu kita masih kelas I.
Gw mah boro-boro tau apa orgasme, masalah seks aja masih ngeblank ha ha ha...
Di kelas III Chaidir dikeluarkan dari sekolah karena tertangkap sebagai salah
satu gerombolan perampok. Beritanya pun sangat menghebohkan, karena dimuat di
koran-koran.
Aisyah
adalah salah satu teman perempuan di kelas gw yang termasuk paling alim. Rumah
Aisyah letaknya tidak jauh dari sekolah gw. Dia berkerudung dan sikapnya sangat
santun. Dia berpacaran dengan kakak kelas gw yang aktif di ekskul kepramukaan. Namanya
Ridwan, orangnya alim juga. Suatu hari bapaknya Aisyah ngamuk sambil
mengacung-ngacungkan golok mengusir Aisyah dari rumahnya, karena dia hamil
diluar nikah. Mungkin bapaknya Aisyah merasa tercoreng nama baiknya oleh
kelakuan anaknya sendiri. Padahal dia adalah seorang kepala sekolah sebuah SMP. Kejadian
ini cukup menggemparkan sekolah gw.
Masih inget
dengan teman gw Syarief? Ya dia adalah teman gw yang super ngondek dan suka
dijadikan objek pemuas sex teman-teman paling bandel di kelas. Dia dengan
sukarela dan bahagia mengoral penis para preman kelas he he he...Kisah lengkapnya pernah gw tulis di Sejumput Kisah Indah Masa Kecil.
Di kelas III
ada guru Bahasa Inggris yang galak banget, sebut saja namanya Ibu Aprilia. Ibu
guru berkerudung ini sebenarnya cantik dan bermata bening tapi juteknya minta
ampuuuun. Dia sangat tegas dan ga ada kata ampun. Aturannya ga bisa dibantah.
Masuk kelas tidak boleh terlambat sekalipun cuma 1 menit, kalo terlambat tidak
akan diperbolehkan masuk. Begitulah
karakter guru perempuan yang masih lajang, kadang suka berlagak galak.
Perlakuan
galak itu rupanya tidak berlaku sama gw. Gw diperlakukan sangat baik oleh dia.
Sampai-sampai teman-teman sekelas menggosipkan kalo Ibu Aprilia itu naksir
berat sama gw.Ibu Aprilia emang ga
segan-segan meminta tolong sama gw untuk memeriksa hasil ulangan teman-teman
sekelas gw, atau menyuruh hal-hal lainnya; seperti memfotocopy-kan ktp-nya yang
fotonya belum berjilbab (dia wanti-wanti jangan sampai orang lain melihat
fotonya). Beberapa kali dia memberi gw sebatang coklat, sebagai tanda
terimakasih he he he...
Perlakuan
yang sangat jomplang antara kepada gw dan teman-teman gw sangat terlihat jelas.
Waktu gw dan beberapa teman gw datang terlambat. Padahal mata pelajaran Bahasa
Inggris sudah berlangsung lebih dari 10 menit yang lalu. Setelah kami mengetuk
pintu kelas, kami pun diinterogasi.
“Kenapa
kamu terlambat, Azis?” tanyanya.
“Tadi ga
ada kendaraan, bu. Delman ga ada, becak juga ga ada...” Jawab Azis dengan suara
sedikit bergetar ketakutan.
“Kenapa
kamu tidak pergi lebih awal??, sana keluar!!!” Ibu Aprilia mengusir Azis.
“Ronny,
alasan kamu apa?” lanjut Ibu Aprilia.
“Tadi ada
buku yang ketinggalan, jadi saya harus pulang lagi ke rumah, bu.” Jawab Ronny.
“Makanya
jangan ceroboh! Hukuman buat yang ceroboh, silahkan belajar di luar kelas!!”
kata Ibu Aprilia tegas.
“Trus,
kenapa kamu terlambat Farrel?” tanya Ibu Aprilia dengan nada yang lebih rendah.
“Hmmm...
Maaf bu, tadi saya bangunnya kesiangan...”. jawab gw asal-asalan sambil senyum
dan pasang muka innocence.
“Nah, itu
baru alasan yang logis. Duduk sana di bangku kamu...” sahut Ibu Aprilia dengan
lantang. Sontak keputusan Ibu Aprilia itu disambut tepuk tangan dan suara
sangat riuh teman-teman sekelas. Sumpah!! Gwmaluuuuu bangeeeet... diperlakukan istimewa kaya gitu ha ha ha...
“Diaaam!!!
Kita lanjutkan pelajaran, buka halaman 42!!!” hardik Ibu Aprilia.
Guru
sejarah gw, namanya Pak Darsono. Dia adalah salah satu guru yang kalo gw inget
suka bikin gw ketawa-ketawa sendiri. Perawakannya tinggi cungkring, berambut
ikal dan berjanggut. Yang lucu dari dia adalah gaya dia waktu mengendarai
sepeda motornya. Gayanya sangat khas, yaitu kaki kanannya ngangkang
selebar-lebarnya. Sementara kaki kirinya posisinya merapat ke tengah. Gw suka
bercanda khayalan tingkat tinggi dengan teman-teman gw, waktu liat Pak Darsono lagi ngebut dengan sepeda
motornya: “Coba kalo lagi ngebut gitu kaki kanannya nyangkut di tiang listrik,
dia bisa muter-muter ditempat sampe maghrib kali ya? ha ha ha...”.
Ada seorang
guru pria yang digosipkan para siswa sebagai penyuka sesama jenis. Sebut saja
namanya Pak Kohar. Perawakannya gemuk, kulitnya hitam, berkacamata, dan
berkumis tebal. Indikasinya terlihat kalo dia lebih memperhatikan murid cowok,
sementara murid-murid cewek dicuekin. Apalagi sama siswa yang termasuk berwajah
tampan, pasti dia memperlakukannya sangat baik. Waktu mengajar dia sering duduk
di meja siswa yang disukainya. Di tiap kelas, dia mempunyai murid kesayangan.
O ya, anak laki-laki Pak Kohar adalah salah satu teman sekelas gw juga. Tapi
Pak Kohar sering memperlakukan dia dengan kasar dan galak.
Segala kisah
pahit-manis di masa-masa SMA,kini
tinggal menjadi sebuah kenangan. Kenangan yang tak terlupakan... Seumur hidup
gw. Selamanya...
Conclusion:
Sebuah rangkaian
kenangan indah yang membekas dihati, kadang bisa menjadi hiburan tersendiri.
Karena bisa membuat kita tersenyum lepas tatkala mengingatnya, untuk sekedar
bernostalgia.
Sudah
berkali-kali kali gw bertemu dengan seorang brondonk berumur 20 tahun, sebut
saja namanya Michael dalam beberapa kesempatan chatting di MIRC. Jujur aja,
fotonya memang kurang menarik perhatian gw. Karena selain fotonya sengaja
diblur dengan pencahayaan yang redup, brondonk berkacamata ituterlihat seperti
acuh tak acuh. Makanya ga mengherankan kalo selalu tejadi kebuntuan komunikasi
setelah saling tukar pic. Mungkin karena dia tidak tertarik dengan gw. Dan gw
sendiri biasanya suka males kalo chatting dengan orang yang fotonya cuma ada
satu dan ngeblur pula. Tapi dari fotonya yang agak-agak ga jelas itu, gw bisa
menilai kalo Michael sebetulnya termasuk cakep tapi terlihat sedikit nerd he he
he...
Memory gw
emang cukup bagus, jadi sebelum chatting terlalu jauh, biasanya gw sudah hafal
siapa orang yang sedang chatting dengan gw itu (saking seringnya ketemu di
dunia maya). Dan sampailah pada sebuah moment gw ketemu lagi dengan Michael
dalam suatu kesempatan chatting di MIRC, tapi belum saling tukar pic.
Michael:
Kok diem?
Farrel: Udah ya, kamu kan ga tertarik sama aku.
Michael :
Emang pic kamu yang mana?
Farrel: *************.jpg
Michael :
Ooooohhh....
Farrel: Benerkan, ga suka?
Michael :
Sebenernya aku suka, tapi aku takut.
Farrel: Takut kenapa?
Michael :
Jujur aku jarang banget ketemuan, apalagi yang umurnya jauh diatas aku.
Farrel: Artinya ga suka sama aku dong?
Michael :
Ga gitu juga, kok. Aku malah suka yang umurnya lebih dewasa. Dan badannya kaya
kakak.
Farrel: O ya? Trus?
Michael : Aku
takut kalo ketemuannya ternyata sama orang jahat. Kaya berita-berita di tv.
Farrel: Emang tampang aku keliatannya jahat ya?
Michael :
Ga lah. Manis kok. Tapi kan jahat atau baik itu ga bisa diliat dari wajahnya.
Farrel: Iya sih. Ya nilai aja pake feeling kamu,
apa aku ini orang baik atau bukan.
Michael :
Btw,maaf ya, kakak cut/uncut
Farrel: Cut. Kalo kamu?
Michael :
Cut juga.
Farrel: Ok.
Dan
percakapan di chatting pun berlanjut hingga saling tukar nomor HP.Malam memang sudah sangat larut, jadi tidak
memungkinkan untuk kami saling bertemu malam itu.
Dalam
beberapa hari berikutnya, antara gw dan Michael sering berkomunikasi lewat sms.
Saling menanyakan khabar atau hal-hal sepele lainnya. Dan kami pun akhirnya
membuat janji untuk ketemuan. Michael kayanya anak rumahan banget dan jarang
keluyuran jauh dari rumahnya. Dia nampak kurang hafal dengan jalur angkutan
umum. Hingga gw harus memandunya naik angkutan umum jurusan tertentu untuk
sampai ke tempat gw.
Siang itu
memang lagi libur dan gw lagi sendirian aja di rumah. Hujan yang mengguyur dari
pagi belum menampakkan tanda-tanda akan berhenti. Waktu sudah hampir
menunjukkan pukul 11.00 siang, padahal di jam itu Michael janji untuk datang.
Melihat kondisi itu, gw akan cukup maklum kalo Michael datang terlambat atau
jika membatalkan kedatangannya sekalipun. Ya mau gimana lagi, toh hujannya
cukup deras dan pasti bikin orang-orang malas untuk keluar rumah.
Tapi
syukurlah, detik-detik menjelang pukul 11.00 hujan mulai mereda dan menyisakan
rintik-rintik. Ada sms masuk dari Michael, mengabarkan kalo dia sudah sampai di
tempat ketemuan yang sudah disepakati sebelumnya. Gw sangat menghargai
orang-orang yang menepati janjinya, sekalipun ada halangan.
Lalu dengan
membawa payung bergambar Hello Kitty gw berangkat menjemput Michael... ha ha
ha... #lebay.com (padahal mah, payung gw warnaya hijau daun dan ga ada gambar
apapun. Sumpah!!! Wkwkwk...). Dari kejauhan nampak seorang brondonk
berkacamata, berlindung dibawah payung merah bertuliskan salah satu Toko
Perhiasan di Bandung. Dia memakai t-shirt putih dan celana pendek PDL warna
khaki. Dari tampilannya gw menduga kalo sebenernya usia Michael belum mencapai
20 tahun, bahkan menurut feeling gw kayanya dia masih SMA. Wajah Michael pun
jauh lebih tampan dan keliatan jauh lebih fresh dari fotonya. Setelah sedikit
basa-basi, gw langsung mengajak Michael ke rumah gw.
Di dalam
kamar gw, terjalin obrolan yang lumayan akrab. Michael memang keliatan cukup
pendiam. Tapi karena gw orangnya suka bercanda, dia jadi merasa nyaman dan
tidak terlihat kikuk lagi.
Setelah
melihat secara face to face, nampak jelas kalo wajah Michael itu oriental.
Padahal awalnya gw mengira dia orang Padang (maklum fotonya kan ga jelas he he
he...).Dia memang keturunan Chinese,
sama kaya gw juga. Tapi kalo gw sih Chinese KW coz udah ada campuran pri dari
nenek gw he he he... Setelah dia tau kalo kami sama-sama Chinese, dia pun
mengganti panggilan gw dari kakak menjadi koko.
Michael
yang tampan ala oriental dan berkulit putih mulus itu, ternyata sukanya sama
orang yang bertubuh gempal dengan aroma tubuhnya yang lelaki banget (bukan
ketek bau bawang busuk yang menyengat lho he he he...). Makanya sebelum
ketemuan dia meminta gw jangan mandi ‘terlalu bersih’. Maksudnya gw jangan
menggosok bagian ketek gw dengan sabun. Wah ada-ada aja ya, tapi tetap gw penuhi
juga requestnya he he he...
Setelah
makin akrab. Michael bertanya sambil malu-malu;
“Ko, boleh
cium koko ga?”
“Hhhmmm
gimana yaaaa... ya boleh banget atuh!! ha ha ha...” jawab gw menggodanya.
“Aaahh
kokooo... kirain koko ga mau.” Sahutnya dengan muka sedikit merona merah.
“Ayo mendekat
sini...” kata gw.
Dia
mendekat, lalu gw memeluk tubuhnya. Michael pun membalas pelukan gw dengan
pelukan yang lebih erat. Kemudian bibir kami saling berpagutan dalam ciuman
yang awalnya pelan dan sopan, namun kemudian berubah menjadi liar, memanas dan
kemudian membara membangkitkan gairah libido kami.
Kulit tubuh
Michael yang putih mulus terlihat jelas waktu gw melucuti pakaiannya. Begitu gw
membuka celana dalamnya, nampaklah penisnya yang bersunat dengan bulu-bulunya
yang sangat lebat. Penis Michael nampak tegang dan basah oleh precum. Nampaknya
dia sudah dari tadi menahan diri untuk menyerang gw he he he...
Lalu dia
juga melakukan hal yang sama. Dia melucuti semua pakaian yang menempel di tubuh
gw. Dia membaui dan menciumi seluruh bagian tubuh gw.
“Baunya
enak banget, ko....” katanya.
“Suka ya?”
tanya gw.
“Iya...
suka banget...” jawabnya, sambil terus melancarkan aksinya.
Permainan
pun berlanjut lebih panas
“Punya koko
gede juga ya...” lanjutnya, sambil memegang benda kelelakian gw.
“he he
he... biasa aja kok. Mau dimasukkin?” tanya gw.
“Iya, mau.
Tapi pelan-pelan ya, Ko. Takut sakit.” Pintanya.
Gw hanya
membalaskan dengan senyuman dan anggukan tanda setuju.
Benar saja,
ternyata Michael sedikit kesakitan waktu gw mencoba melakukan penetrasi. Gw
harus beberapa kali menahan diri untuk tidak terburu-buru. Gw harus
melakukannya secara bertahap dan perlahan. Michael nampaknya memang belum
terlalu berpengalaman, makanya dibutuhkan kesabaran ekstra untuk membobolnya he
he he... Setelah sekian lama, akhirnya Michael bisa menikmati permainan itu.
Rasa sakitnya lalu berubah menjadi kenikmatan yang luar biasa. Gw memandunya
untuk bisa saling memberi kenikmatan.
“Ko, aku
mau dua kali. Boleh ga?” tanyanya. Padahal permainan pertama pun masih berlangsung
he he he...
“Hmmm....
boleh bangeeet...” bisik gw di telinganya. Michaelpun menyambut jawaban gw
dengan senyuman.
Jadilah
siang itu kami bermain 2 ronde. Melelahkan tapi sekaligus sangat menyenangkan
he he he...
Dari
obrolan-obrolan dengannya gw jadi tau, ternyata Michael adalah seorang yang
aktif pelayanan di gereja. Dia dan keluarganyaadalah aktivis di salah satugereja yang ada di Bandung. Makanya tidak mengherankan kalo sikap Michael
itu seperti acuh tak acuh. Keinginannya kuat tapi terhalang dengan keyakinan
imannya. Dia seperti mencoba menyalakan api, dan berusaha memadamkannya
sendiri. Diantara hasrat yang kuat dan rasa takut akan dosa.
Waktu gw
melihat Michael, gw seperti bercermin pada diri gw beberapa tahun yang silam.
Dulu, sosok gw sangat alim tapi jauh dilubuk hati gw yang terdalam, menyimpan
bara hasrat terlarang. Belasan tahun gw masih bisa bertahan, tapi pertahanan
itu akhirnya runtuh juga. Seperti istana pasir yang luluh lantak diterjang
ombak.
Masalahnya
mungkin sedikit berbeda, gw termasuk terlambat memasuki dunia gay, sementara
Michael mengenal dunia gay-nya jauh lebih awal.
Dibalik
keluguan dan kesederhanaan sikapnya, ternyata Micahel termasuk sosok yang kuat.
Karena dia berani coming out pada keluarganya. Yang tentu saja pada awalnya dia mengalami penolakan dari keluarganya. Dia
pun menerima konsekuensi pengekangan dalam bergaul. Ibunya berubah menjadi
lebih protektif. Waktu di rumah gw pun, beberapa kali Michael menerima telepon
dari ibunya.
Michael
juga berani curhat tentang masalah orientasi seksualnya pada pembimbingnya di
gereja, yang kemudian bukannya memberikan solusi tapi malah menjauhinya. Gw
hanya memberinya nasehat supaya jangan terlalu terbuka bicara masalah orientasi
seks kepada orang lain. Coz kalo bicara kepada orang yang salah, bisa-bisa
malah mendatangkan masalah yang baru. Kalo ingin menyelesaikan masalah tanpa
masalah, ya ke pegadaian aja he he he...
Conclusion:
Dengan
coming out, mungkin kita berharap diri kita bisa diterima apa adanya. Tapi yang
harus dipertimbangkan adalah seberapa toleran lingkungan bisa menerima
perbedaan itu. Jangan sampai masalah kita, mendatangkan masalah baru hanya
karena sebuah kata: ‘pengakuan’.