Tampilkan postingan dengan label hajar jahanam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hajar jahanam. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juni 2012

Hajar Jahanam


Kalo bicara soal ejakulasi dini, mungkin langsung kepikiran kalo kita lagi ngomongin seorang pria yang beranjak tua dengan vitalitas seksualnya yang mulai menurun. Tapi itu tidak sepenuhnya benar, coz masalah ejakulasi dini banyak juga dialami orang-orang muda, bahkan brondonk sekalipun.

Gw pernah beberapa kali menemui kasus kaya gini. Salah satunya, sebut saja namanya Akhsan seorang brondonk yang kost di kawasan Jl. Sersan Badjuri. Waktu forplay memasuki sessi gw mengoral dia, hanya dalam hitungan 1, 2, 3... ya cuma 3 hisapan saja!!! di sudah mengalami ejakulasi. Dia ga sanggup menahan laju semburan spermanya. Dan permainan pun berakhir sampai disitu. Bete juga sih, sudah jauh-jauh datang kesitu eh cuma berakhir kaya gitu, hanya buang-buang tissue aja he he he... dan gw hanya mendapat permohonan maaf dari dia.

Beberapa hari kemudian gw ketemu chatting lagi sama dia, trus dia tanya apa dialaminya itu sesuatu yang normal? Lalu gw balik tanya sama dia; apa kejadian itu selalu terjadi? Dia jawab ya. Trus gw tanya lagi; apa waktu masturbasi juga mengalami kejadian yang serupa? Dia jawab ya. Wah heran juga ya, padahal dia baru berumur 20 tahun lho... Tadinya gw berfikir mungkin dia terlalu excited atau terlalu fokus makanya dia cepat ‘tumbang’. Padahal menurut yang gw tau dalam kondisi normal ejakulasi seharusnya terjadi 3-15 menit setelah penetrasi/intercourse (bukan waktu dioral). Oral sex sebenarnya kan cuma appetizer (forplay), sedangkan main course buat pasangan gay ya penetrasi atau anal sex.

3 menit bukanlah waktu yang lama, tapi sudah bisa dikatakan normal. Tapi idealnya sih ejakulasi terjadi di rentang waktu 10-15 menit setelah penetrasi, supaya sama-sama puas he he he... Tapi jangan salah, lebih lama bukan artinya lebih bagus lho. Menurut sexolog;  jika ejakulai tidak tejadi setelah penetrasi  lebih dari 30 menit, ada kemungkinan mengalami ejakulasi tertunda (kebalikan dari ejakulasi dini), kesulitan mengalami ejakulasi, atau bahkan tidak bisa ejakulasi.


Ada satu kejadian lagi antara gw dengan seorang mahasiswa, yang kost di daerah Gegerkalong, sebut saja namanya Fikar. Gw dan Fikar sebenarnya udah kenal lama di dunia maya, yaitu sejak dia baru menetap di Bandung di semester-semester awal dia kuliah, tapi kami belum pernah saling bertemu secara face to face. Sampai pada suatu ketika, gw dan dia ketemu online lagi dan sepakat untuk kopi darat malam itu. Fikar sudah berumur 22 tahun dan lagi nyusun skripsi.  

Gw memang sering ngelihat Fikar online di mirc dengan nickname yang mudah ditebak dan selalu memakai nickname yang ada ada unsur kata ‘long’ atau ‘panjang’, contohnya: Bdg_Slim_Long, Bdg_Long_Kost, Bdg_Muda_Panjang, Bdg_Senjata_Panjang, dll. Di akun manjam-nya dia juga pernah memasang foto ‘senjata tempur’ kebanggaannya.

Singkat cerita malam itu gw menyambangi tempat kostnya. Dalam suasana temaram dan  sunyi gw menunggu di tempat yang sudah dijanjikan. Tak berapa lama setelah gw telepon dia muncul. Tanpa banyak basa-basi, dia mengajak gw ke tempat kostnya. Sebuah tempat kost standar, dengan sebuah kasur yang digelar di lantai dan dan sebuah lemari pakaian berukuran sedang. Disana nampak sebuah laptop yang masih terkoneksi dengan internet, dan memutar playlist lagu-lagu Adelle di winamp-nya.

Cukup lama gw dan Fikar ngobrol ngalor ngidul, kemudian dia pamit mau ke toilet dulu.  Setelah balik dari toilet dia duduk  disebelah gw, dia merangkul badan gw, dan dimulailah pergumuluan dua lelaki.... he he he... Waktu gw membuka celana boxer hijaunya nampaklah tugu monas yang panjang, tapi slim dan sedikit melengkung ke kiri (kaya buah pisang). Menurut gw antara panjang dan diameternya kurang seimbang sih. tapi gpp, toh dia ga berbohong dengan nicknamenya Bdg_Slim_Long, padahal tadinya gw kira yang slim itu cuma badannya doang, bukan burungnya he he he... Kalo liat di pic manjam-nya sih burungnya kaya gede, mungkin gara-gara angle jepretannya aja, jadi si burung pipit terlihat lebih gede, tebal, dan berisi plus garang kaya burung rajawali wkwkwk...

Dia yang lebih dahulu mengoral punya gw (yang tentu saja lebih gede dari punya dia, sekalipun ga sepanjang miliknya). Giliran gw menyentuh si slim long dan menggenggamnya, kemudian gw coba mengoralnya. 1, 2, 3... ada yang aneh di lidah gw. Kok penis Fikar rasanya pahit? Gw sangat percaya keakuratan indera perasa gw, yang sudah menjajal aneka rasa makanan dalam rangka berwisata kuliner. Lidah gw sensornya bisa diandalkan untuk memvonis makanan itu enak atau ga enak. Gw coba sekali lagi, dan masih berasa pahit!! Kemudian gw tanya sama Fikar.

“Diolesin apa penis kamu?”
“Ga diolesin apa-apa kok, Bang.” Jawab Fikar, tergagap.
“Jangan bohong, kok pahit??” sahut gw.
“Bukan apa-apa kok, cuma biar lebih hot aja.”
“Obat kuat???” tanya gw sambil melongo.
“Hmmmhhm... “ dia hanya menggumam, mungkin perasaannya bercampur baur, antara malu, salah tingkah, dan ketakutan  rahasianya terbongkar.
“Rasanya pahit tau!!!, sana cuci dulu pake sabun!!!”  Kata gw dengan nada agak jutek.
Kemudian dia beranjak menuju toilet untuk membersihkan penisnya dari obat sialan itu.

Waktu Fikar kembali dan kami melanjutkan permainan, gw merasakan keganjilan lagi di mulut gw. Kok sekarang lidah dan mulut gw berasa tebal dan hilang rasa. Rasanya kaya habis disuntik anestesi waktu dicabut gigi. Mulut gw berasa baal dan tidak nyaman. Boro-boro bisa menikmati acara oral mengoral si slim long itu. Gw kehilangan mood untuk melanjutkan pertempuran malam itu. Lalu gw hanya mengocok si slim long sampai dia menyemburkan cairan kental berwarna putih. Dan gw segera mengenakan pakaian gw.  Selesai!!!

“Kamu tadi pake apa? bibir aku kok jadi berasa tebal??” tanya gw dengan emosi tertahan.
“Pake obat, biar tambah hot. Tapi aku salah, ga dicuci dulu. Menurut petunjuknya sih harus dicuci dulu. Tapi aku pikir kalo ga dicuci mungkin akan lebih hebat khasiatnya.” Terang Fikar.
“Gila aja! Mulut aku jadi mati rasa, tau!!! Sahut gw ketus.
“Maaf ya, Bang. Abang jadi ga nyaman...” kata Fikar dengan wajah menyesal.
“Tadi bukan obat biar hot, tapi obat supaya kamu ga cepet keluar kan???” tanya gw, menyelidik.
“Mmmm... iya Bang...” jawab Fikar.
“Emang kamu cepet keluar? Kamu kan masih muda. Baru 22 tahun kan?” tanya gw
“Iya, Bang. Aku suka malu kalo ML, belom apa-apa udah keluar." Sahut Fikar sambil menundukkan mukanya.
“Harusnya kamu jangan pake obat-obat gituan, kamu perbanyak olahraga aja, atau latihan masturbasi aja dengan mengatur ritme kocokkan.” Nasehat gw.
“Iya Bang. Lagian tadi itu,  aku baru coba-coba pertama kali pake obat kuat kok.” Jawab Fikar, lirih.
“Jadi, aku dijadiin objek percobaan kamu?!?!??” kata gw, pelan tapi tegas. ‘Sialan!!!’ Sumpah serapah gw dalam hati.
“Bu... bukan gitu, Kak... Beneran aku minta maaf...” sesal Fikar.
“Emang obat apa yang tadi kamu pake?” tanya gw.

Fikar beranjak, mengambil sesuatu dari saku celananya yang tadi dia gantung di balik pintu. Kemudian dia menyerahkan sebuah botol kecil berisi cairan. Di label botol kecil itu ada tulisan nama obatnya: ‘HAJAR JAHANAM’. Sebuah nama obat yang menurut gw menyebalkan dan ga akan pernah gw lupakan. Obat yang sudah berhasil mengHAJAR mulut gw!!! Dasar JAHANAM!!!... Hey!!! Jangan pada ketawa!!! Berisik!!! Gw lagi kesel neh :(

Disini gw ga akan ngebahas tentang obat kuat yang JAHANAM  itu, tar dikira iklan terselubung lagi he he he... Yang jelas obat itu berfungsi mengurangi kesensitifan penis agar tidak cepat mengalami ‘Knock Out’. Kalo mau tahu mah googling aja sendiri. Yang jelas gw ga sudi pake obat gituan, coz gw yakin dengan berkurangnya sensitifitas tentu saja akan berkurang juga kenikmatannya. Wassalam!!!... (lho? kok jadi kaya pidato Pak RW ya? wkwkwkwk...).

Conclusion:
Ternyata, Edi Tansil (alias ejakulasi dini tanpa hasil) bukan miliknya orang yang sudah ‘berumur’ aja. Tapi bisa juga dialami oleh anak-anak muda.