Tampilkan postingan dengan label cong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cong. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Januari 2013

Cecak Ngibulin Dinosaurus


Dalam dunia gay, hubungan cinta satu malam atau kerap disebut sebagai ONS, bukan perkara yang asing lagi dan jamak dilakukan. Tapi ada juga hubungan yang setelah pertemuan pertama berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, sekalipun hubungannya tanpa status yang jelas. Dibilang pacar bukan, dibilang teman juga bukan coz suka ml he he he... Yupz hubungan kaya gini lebih populer dengan sebutan TTM teman tapi mesra (entah: teman tapi ml? he he he...). Orang-orang yang hanya dibutuhkan untuk melampiaskan hasrat. Gw menganggap hubungan seperti ini bukan satu hal yang harus dibesar-besarkan dan didramatisir sebagai hubungan yang ga jelas dan tak berujung. Ga ada masalah, selama dalam hubungan semacam ini tidak ada pihak manapun yang dirugikan.

Di kuartal pertama tahun 2012, gw mengenal Deddy via chatting. Deddy adalah pemuda berkulit putih, berperawakan kecil dengan tinggi sekitar 160cm. Pemuda 24 tahun ini berasal dari Tasikmalaya dan tinggal di kawasan Dago. Setelah melakukan cinta satu malam dengannya, kami masih intens berhubungan via sms maupun telepon. Seperti kebanyakan orang Sunda, tutur bahasa Deddy sangat halus dan sopan.

Dalam sms-nya beberapa kali Deddy mengajak gw melakukan 3sum dengannya. Sejujurnya buat gw 3sum bukan hal yang tabu untuk dilakukan, Ga munafik gw pernah mencicipinya beberapa kali. Gw hanya berprinsip asalkan 3sum jangan dilakukan sebagai habbit, apalagi sebagai hal yang adicted. Sesekali bolehlah, itu pun harus dilakukan dengan 3 orang yang secara fisik saling suka. Coz kalo ada salah satu yang kurang disukai, biasanya akan ditelantarkan he he he... Kalo ada pihak yang ditelantarkan kasian kan? akan timbul rasa tidak nyaman.

Beberapa kali Deddy menyodorkan pic orang yang akan dijadikan orang ketiga kami dalam melakukan 3sum. Beberapa kali juga gw tolak, karena tidak sesuai dengan kriteria gw. Sampai suatu ketika dia menyodorkan sebuah nama, yaitu Ardan, yang tinggal di daerah bukit Dago. Ternyata Deddy tidak memiliki alamat pic Ardan sebagai referensi. Tapi dia menjamin kalo Ardan cukup menarik, bahkan Deddy sampai bersumpah kalo Ardan memang sangat pantas diajak 3sum. Deddy menegaskan, Ardan bukanlah orang yang eksis di dunia maya. Ga biasanya gw mengiyakan tanpa melihat pic-nya terlebih dahulu. Entahlah, intuisi gw mengatakan kalo Ardan memang layak untuk dijajal he he he...

Sesuai perjanjian yang sudah disepakati, gw sudah nangkring di depan Grapari Telkomsel Dago tepat pukul 19:00 WIB. Waktu gw sms Deddy, dia tidak menjawab. Sampai sms ke-3 tidak ada jawaban juga. Akhirnya gw coba telepon dia, dan gw dapat jawaban yang menyebalkan kalo ternyata dia baru selesai mandi. Gw paling benci janjian dengan orang yang lelet, apalagi yang masih bisa bersantai-santai padahal  gw sudah datang on time. Berkali-kali gw sms dan telepon Deddy lagi, yang dijawab dengan lagi OTW dan OTW terus. Ga heran kalo gw jadi sedikit naik pitam (keluar dech sifat jutek gw he he he...). Via telepon gw hampir membatalkan acara ketemuan malam itu, tapi Deddy memohon-mohon agar gw jangan pulang dulu. Setelah menunggu dan menjedok selama 40 menit di pinggir jalan, barulah Deddy muncul dengan rambut kelimis, memakai setelan celana kanvas  warna khaki dengan jumper coklat tua.

Waktu dia datang gw bersikap dingin dan memasang muka jutek,  karena kesal dibuat menunggu sekian lama. Deddy meminta maaf dan membujuk gw untuk melanjutkan rencana semula.
“Kak, kayanya rencana kita sedikit berubah....” kata Deddy sedikit ragu.
“Berubah gimana?!!” nada biacara gw sedikit meninggi.
“Kita sekarang ke kostan anak Setiabudi aja yuk.” Sahut Deddy.
“Kok, bisa gitu?!!” tanya gw dengan kesal.
“Anak Setiabudi lebih cakep lho daripada si Ardan, dan dia sekarang udah nungguin kita.” Deddy berkilah.
“Beneran Kak, anak setiabudi jauh lebih baik dari Ardan.” Lanjutnya.
“Ga mau!!! Lebih baik aku pulang aja.” jawab gw ketus.
“Tempat kostnya juga jauh lebih nyaman lho kak.” sambungnya.
“Gw ga peduli!! Mau lebih cakep, mau lebih keren!! Mau kostannya bagus!! Gw hanya mau sama rencana semula. Gw ga suka dipermainkan!!!” Jawab gw tegas dan lugas.
“Ya udah kalo gitu.... kita ke tempatnya Ardan aja....” Deddy akhirnya mengalah
“Tunggu dulu!! Sekarang kamu telepon dulu si Ardan. Jangan-jangan dia tidak siap dengan kedatangan kita!!” sahut gw memotong kalimat Deddy.
Akhirnya Deddy menghubungi Ardan dengan ponselnya. Ga terdengar jelas apa yang diomongkan diantara mereka. Setelah menutup pembicaraan, Deddy langsung duduk di jok motor gw.
“Ayo kak, kita jalan.” katanya.
“Yakin dia mau dan siap ketemu???” tanya gw ingin kepastian.
“Iya, Kak. Kan tadi udah ditelepon.” Sahut Deddy meyakinkan.

Cecak Tembok, gambar diambil dari Blog Naturality

Kami pun mluncur membelah daerah Dago atas,  menuju kawasan Bukit Dago. Jalannya berkelok-kelok dengan tanjakan disana-dini. Laju motor gw dihentikan oleh petunjuk Deddy, motor gw harus menuruni jalan kecil yang menurun tajam dan disisinya terdapat cekungan tanah yang curam. Akhirnya sampailah gw dan Deddy di jajaran rumah yang model dan warnanya sama. Sepertinya itu adalah rumah-rumah kontrakan (Belakangan gw tau kalo itu rumah kontrakan milik keluarganya Ardan). Tapi kami tidak masuk ke salah satu rumah kontrakan itu, melainkan masuk melalui sebuah pintu pagar yang terletak disebelah kontrakan paling kiri.

Deddy mengetuk sebuah pintu, sesaat kemudian dari balik tirai nampak seseorang mengintip, lalu membukakan pintu. Rupanya dia adalah Ardan, seorang brondonk berpostur tinggi dan slim, berkulit sawo matang, berwajah oval, hidung mancung, dengan deretan gigi geligi yang putih dan rapi. Wajahnya manis dengan karakter ketampanan khas brondonk Sunda. Ardan waktu itu masih berumur 20 tahun.

Kami pun dipersilakan masuk, rupanya itu adalah kamar Ardan. Sebuah ruangan yang dipenuhi dengan poster-poster pemain bola Liga Inggris. Tak banyak perabotan yang ada di dalam kamar Ardan. Sebuah lemari pakaian, sebuah rak tv lengkap dengan tv dan dvd player, dan dua buah kasur springbed yang digelar di bawah secara berdampingan.

Gw dan Deddy pun duduk di salah satu kasur itu, tapi anehnya kok Ardan seperti kurang senang dengan kedatangan kami. Nampak jelas di raut mukanya, kalo dia seperti merasa terganggu dengan kehadiran kami. Dia hanya diam meringkuk dan asyik menonton tv sambil berselimutkan bedcover bergambar Menchester United. Deddy, nampak lebih salah tingkah, dia seperti menyembunyikan sesuatu.

“Gpp, kan aku sambil tiduran gini... aku lagi kurang enak badan...” melihat kekakuan kami, Ardan membuka pembicaraan.
“Iya, gpp. Sorry ya kalo kedatangan kami mengganggu istirahat kamu.” Sahut gw.
“Ooooh ga masalah kok, cuma aku emang lagi kurang fit aja. Ini juga aku baru pulang gawe.” Ardan memberikan penjelasan.
“Jadi gimana dong?” Tanya Deddy, sambil melirik gw.
“Gimana apanya?” Ardan balik bertanya.
“ehhmm ehmm...” Deddy tidak melanjutkan kalimatnya, dia makin salah tingkah.

Untuk beberapa lama kami hanya terdiam,  dan berakting serius menonton film di salah satu channel televisi. Tak ada obrolan sedikitpun... Gw mengendus ini pasti ada masalah, setelah kejanggalan demi kejanggalan terlihat. Dan gw bermaksud segera hengkang dari tempat itu. Tapi gw pengen buang air kecil dulu.

“Boleh ikut ke toilet ga?” tanya gw sama Ardan.
“Iya boleh, ayo aku antar.” Jawab Ardan.

Lalu gw diantar Ardan ke toilet yang terletak di dalam rumahnya. Setelah gw selesai buang air kecil. Gw ditahan Ardan dengan beberapa pertanyaan.

“Boleh tanya ga Kak, Si Deddy ngajak kakak kesini mau apa?” tanya  Ardan.
“Lho, masa ga tau? katanya kalian mau ngajak aku 3sum.” Jawab gw.
“Kurang ajar!! dia ga pernah bilang-bilang gitu lho kak. Boro-boro minta ijin, dia cuma bilang mau main aja kesini.” Sahut Ardan dengan wajah kesal.
“Oh gitu... Pantesan kamu kaya bete gitu.” kata gw.
“Ya iyalah, dia memang menyebalkan!!” sahut Ardan dengan ekspresi geram.
“Kak, boleh minta no hp kakak?” Tanya Ardan. Lalu gw pun menyebutkan deretan angka nomor hp gw, yang langsung Ardan save di hp-nya
 Tapi percakapan gw dan Ardan tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba Deddy muncul. Katanya dia juga ingin kencing. Kemudian kami pun kembali ke kamarnya Ardan. Kekakuan tadi berlanjut lagi...

Hp gw bergetar, ada sms masuk. Terlihat ada 2 sms masuk hampir berbarengan di inbox hp gw.

SMS ke-1:
“Kak, ajak pulang si Deddy tar kakak balik lagi kesini. Aku pengen ngobrol panjang sama kakak.”
Rupanya itu sms dari Ardan.

SMS ke-2
“Kak, kita pulang aja yuk. Si Ardan kayanya ga suka sama kakak. Kita lanjut aja 3sum dengan anak Setiabudi.”


Dan itu adalah sms dari Deddy.

Tanpa menungu lebih lama akhirnya gw ajak Deddy pulang. Di jalan dia ngoceh kalo gw bukan tipenya si Ardan dan bla bla bla.... dia ngajakin gw langsung meluncur ke daerah Setiabudi. Gw hanya diam saja.

Setelah sampai di depan Grapari Telkomsel, gw menghentikan laju sepeda motor gw.
“Aku mau langsung pulang.” Kata gw singkat.
“Lho, bukannya kita mau ke Setiabudi.” Sahut Deddy keukeuh.
“Ga, aku udah ga mood.” Jawab gw.
Lalu gw meluncur ke bawah, meninggalkan Deddy dipinggir jalan, yang nampak kecewa acara 3sum-nya gagal. Di perempatan Simpang Dago, gw memutar balik arah motor gw kembali menuju rumahnya Ardan lagi he he he...

Dan singkat cerita gw udah ada di kamarnya Ardan, dan kami pun bisa ngobrol dengan leluasa. Ga ada kekakuan dan kebuntuan topik pembicaraan lagi. Suasananya mencair, seperti es yang kena sinar matahari.

Hp gw bergetar ada sms masuk dari Deddy.
“Kakak jangan berhubungan lagi dengan si Ardan ya. Dia ga suka sama kakak.”


Hp Ardan menyusul bergetar karena sms dar Deddy Juga.
“Si Bang Farrel orangnya ga bener, mendingan kamu ga usah berhubungan sama dia.”


Gw dan Ardan saling memperlihatkan isi sms dari Deddy, dan kami hanya ketawa-ketawa aja.

Hp gw bergetar lagi ada sms masuk dari Deddy.
“Kak, hapus aja nomor si Ardan. Dia udah punya pacar, takutnya jadi masalah.”

Hp Ardan bergetar menerima sms lagi dari Deddy.
“Nomor si Bang Farrel kamu hapus aja, dia orang yang ga penting banget!!”

Disusul oleh sms-sms lainnya dari Deddy yang bernada menghasut, yang masuk bergantian ke hp gw dan Ardan. Kami malah ngakak mentertawakan kelakuan Deddy. Dari situ gw dan Ardan jadi tau belangnya si Deddy. Dia mau mengadu domba gw dan Ardan tapi dia kalah cerdik ha ha ha... Cecak mau ngibulin dinosaurus!! Mana bisa??? Wkwkwk...

Malam itu ditutup dengan permainan panas antara gw dan Ardan. Kami saling memberi kepuasan. Ardan yang secara fisik dan tingkah laku tak sedikitpun menampakkan ciri-ciri gay pada umumnya, rupanya adalah seorang versatile bot. Dia meminta gw untuk melakukan intercourse ke lubang pribadinya. Kami sama-sama menikmati malam itu, 2 ronde kami lalui. Hanya gw dan Ardan.

Di hari-hari berikutnya gw dan Ardan masih saling berhubungan, baik via sms maupun ketemu langsung di rumahnya. Kadang gw yang duluan menghubungi dia, atau sebaliknya dia yang mengajak gw datang ke rumahnya.

Rupanya Deddy tak bosan-bosan mengirimkan sms-sms berisi menjelek-jelekkan gw dan Ardan. Tapi gw ga hiraukan, begitu juga Ardan. Kami hanya saling mengabarkan tiap menerima sms-sms itu (yang biasanya diterima hampir bersamaan waktunya).

Deddy masih suka mengajak gw untuk 3sum dengan brondonk-brondonk lain. Tapi ga pernah gw tanggapi lagi. Gw sudah muak berhubungan dengan orang kaya gitu. di depan berkata semanis madu tapi dibelakang ternyata menghujat-hujat. Males aja punya teman bermuka dua. Dasar manusia ular!! Kata-katanya berbisa dan siap menebarkan racun.

Beberapa bulan kemudian, pada akhirnya kesabaran gw habis juga. Sewaktu dia sms lagi yang berisi menjelek-jelekkan Ardan, akhirnya gw buka suara, kalo gw sudah lama tahu belangnya dia. Karena gw dan Ardan selalu saling bertukar informasi. Lalu dia minta maaf dan merasa malu sudah memfitnah gw dan Ardan.

Beberapa saat kemudian...

Sms masuk dari Deddy:
“Jadi kalian suka sms-an?”

Sms dari gw:      
“ya”

Sms masuk dari Deddy:
“Jadi kalian suka ketemuan di belakang aku?”


Sms dari gw:      
“ya”

Sms masuk dari Deddy:
“Kalian suka ml?”

Sms dari gw:
“iya, kenapa? Masalah buat loe?!?”

Sms masuk dari Deddy:
“ml-nya sering ga?”

Sms dari gw:
“lumayan”

Sms masuk dari Deddy:
“Kok ga ngajak-ngajak aku?”

Sms dari gw:
“What?!? Ogah!!!”

Sejak itu Deddy ga pernah menghubungi gw lagi. Orang muka tembok dan mental badak kaya gitu, emang harus diperlakukan seperti itu. Dia masih nampak sering berkeliaran chatting di mirc dengan nickname yang mengajak 3sum. Beberapa kali gw ketemu chat dengan dia. Tapi begitu tau kalo itu dia setelah liat picnya, langsung gw ignore he he he... Selamat tinggal cecak!!!

Conclusion:
Pertemanan akan berharga bila tidak ada fitnah, penghianatan dan kecurangan di dalamnya.

Minggu, 02 Desember 2012

Dunia Gay Memang Sedaun Kelor



Bulan puasa 1 tahunan yang lalu gw kenal dengan Raisal, yang lagi-lagi dari MIRC he he he... Anaknya cakep, dengan tinggi 180cm dan berat badan ideal.  Waktu itu umurnya Raisal baru menginjak 19 tahun. Secara penampilan tentu saja sangat terjaga coz dia bekerja sebagai SPB di salah satu deptstore terkemuka di Bandung. Ga mengherankan juga kalo dia sempat menjadi cemceman seorang artis sinetron, yang sangat tergila-gila memelihara reptil (hal ini gw tau setelah gw dan Raisal lebih akrab).

Dia mengundang gw untuk datang ke rumahnya. Awalnya gw ragu coz gw merasa kurang nyaman kalo harus melakukan aktivitas seksual di rumah yang seorang cowok yang tinggal dengan keluarganya. Tapi dia meyakinkan kalo rumahnya cukup aman, karena disamping semua anggota keluarganya sudah pulas, letak kamarnya pun tersendiri di lantai 3. Ya sudah gw pun berangkat dengan tralala trilili... he he he...

Dari kejauhan nampak Raisal lagi berdiri di depan sebuah apotik, seperti kesepakatan sebelumnya. Dia tersenyum sumringah menyambut kedatangan gw yang masih duduk di jok sepeda motor. Setelah berkenalan singkat, dia langsung ngajak gw ke rumahnya. Gw harus memasuki sebuah gang yang sedikit berkelok-kelok, tapi tidak terlalu jauh dari jalan utama. Kebiasaan gw kalo memasuki TKP yang berada di dalam gang adalah menghitung jumlah belokan, misalnya: kanan-kiri-kanan-kanan-kiri-kiri-kiri-kanan dan waktu pulang kita tinggal menggantinya dengan arah kebalikannya: kiri-kanan-kiri-kiri-kanan-kanan-kanan-kiri. Usahakan juga sambil mengingat-ingat beberapa bangunan atau apapun yang eye catching sebagai penanda jalan. Kenapa harus mengingat-ingat jalan? Coz ada kemungkinan pulangnnya tidak diantar. Ya namanya juga sudah larut malam, jadi kasihan juga kalo kita menyusahkan tuan rumah. Makanya mengingat jalan pulang itu hal yang sangat penting buat gw.

Raisal membuka pintu pagar sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun tertata rapi. Gw memarkirkan sepeda motor gw, sementara dia membuka pintu rumahnya dengan sebuah anak kunci. Lalu dia mempersilahkan gw masuk.
“Ayo, kak masuk...” bisiknya....
Dia dan gw sedikit mengendap-endap memasuki rumah itu, maklum jam sudah lewat tengah malam. Gw sedikit kaget waktu di ruang keluarga ternyata ada seorang anak kecil tertidur di sofa dikelonin oleh ibunya. Melihat muka gw yang berubah jadi pucat, Raisal cengengesan.
Nyantai aja, Kak...  mereka tidurnya kaya kebo kok...”
Kata-kata Raisal itu sedikit membuat hati gw lega.

Lalu gw ngikutin Raisal menuju Kamarnya di lantai 3. Fuiihh.... akhirnya sampe juga he he he...
“Duduk Kak, aku ambilin minum dulu.”
“Iya, tapi GPL ya...” bisik gw sambil tersenyum.
“Ok.” Jawabnya’.

Waktu Raisal kembali, dia membawakan air mineral dan  2 toples kue kering khas lebaran.
Setelah ngobrol ngalor ngidul sambil minum dan mencicipi kue kering.
Beberapa saat kemudian Raisal beranjak keluar kamar, rupanya dia kebelet pipis. Tak lama kemudian dia kembali lagi dan kini pakaiannya sudah tidak lengkap lagi. Tubuhnya hanya ditutupi selembar celana dalam super sexy, dengan kombinasi warna merah dan hitam. Celana dalam Raisal tertutup hanya bagian depannya saja, sementara bagian belakangnya hanya berupa tali yang super kecil. Darah gw berdesir dan denyut jantung gw berdegup kencang. Raisal yang ganteng, sekarang berubah menjadi Ganteng dan sexy he he he... Gw lalu berdiri (dan dede gw juga ikutan berdiri he he he...) menghampiri Raisal. Dia lalu memeluk dan mencium bibir gw dengan sangat ganas. Tanpa terasa tubuh gw pun sudah dilucuti olehnya. Dan kini kami sudah sama-sama berada di atas tempat tidur.

Raisal berbaring disamping gw, kemudian memeluk tubuh gw. Erat banget. Sampe-sampe gw bisa mendengar detak jantung dan deru nafasnya yang memburu. Maka permainan ranjang yang panas pun dimulai... Dalam satu sesi dia mengangkat tubuh gw  sambil menjilati puting, menciumi leher dan mencium bibir gw. Jujur itu pengalaman pertama kali gw, ml sambil digendong-gendong, sama brondonk pula. Tapi seru juga he he he...  Kalo brondonknya slim, biasanya kan gw yang suka gendong. Posisi favorit gw waktu menggendong brondonk adalah mendudukannya di bahu gw. Dengan arah tungkai ke belakang dan menghadapkan penisnya tepat di mulut gw untuk dioral. Dijamin si brondonk mengalami sensasi yang luar biasa (disamping keenakan, mungkin juga sambil takut jatuh ha ha ah...).

Singkat cerita gw dan Raisal menghabiskan malam itu dengan 2 ronde full set wkwkwk... Karena hampir makan sahur, gw pun pamit pulang. Takutnya keluarga Raisal keburu pada bangun. Sebelum gw pulang, Raisal mencium bibir dan memeluk tubuh gw seperti tidak ingin lepas.

Setelah malam itu kami masih beberapa kali ketemu. Dan dari pertemuan itu, gw jadi tau kalo setelah lebaran nanti, Raisal akan dimutasi ke deptsore di Jakarta. Ya mau gimana lagi... sejak saat itu komunikasi kami pun mulai berkurang dan akhirnya ga ada kontak sama sekali....


Pada suatu ketika, dalam perburuan brondonk di MIRC berikutanya, gw bertemu dengan seorang brondong 20 tahun bernama Fahri. Anaknya sederhana berbobot 60 kg dengan tinggi badan170 cm. Kulitnya sawo matang dengan tatapan mata yang teduh. Dia berasal dari Garut, maka ga mengherankan kalo tata bahasa Sundanya sangat halus dan sopan. Pokoknya dia paket lengkap brondonk original dari daerah pasundan dengan segala keeksotisannya he he he... Dia bekerja di sebuah mall, tidak jauh dari tempat kostnya.

Malam pertemuan gw dan Fahri bertepatan dengan Malam Idul Adha... Aduh lagi-lagi gw ketemuan di hari yang kurang tepat (mohon maaf buat pembaca blog bila kurang berkenan). Fahri memohon-mohon sama gw buat nemenin dia di tempat kostnya, coz katanya semua teman-teman kostnya lagi pada mudik.

Pukul 23:00 WIB gw pun meluncur ke tempat kost Fahri dengan sepeda motor gw. Waktu gw tiba di sebuah mini market, seperti yang sebelumnya dijanjikan. Gw menelpon Fahri, coz  gw ga melihat ada seorangpun yang lagi nongkrong di depan mini market itu. Waktu gw telpon, Fahri menjawab dengan suara kurang jelas diantara backsound takbir yang cukup keras. Tak lama kemudian dia pun muncul.
“Maaf Kak, tadi aku ikut takbiran dulu. Aku kira kakak ga jadi datang. Makanya aku ke mesjid aja daripada di kostan bete sendirian.” Sahut Fahri, memohon maaf.           
“Gpp, kalo gitu kamu lanjutin takbiran aja atuh. Aku pulang aja ya.” kata gw
“Jangan pulang dong, Kak. Ke kostan aku aja yuk.” Ajak Fahri.
“Trus takbirannya gimana?” tanya gw.
“Ya udahanlah, Kak. Sekarang kan ada kakak yang nemenin aku di tempat kost jadi ga akan bete lagi.” jawabnya sambil tersenyum.

Suhu udara diluar memang cukup dingin. Tapi di kamat kost Fahri suhunya berubah menjadi panas, sepanas pergumulan gw dan Fahri he he he...

Setelah malam itu, beberapa kali gw menyambangi tempat kost Fahri. Waktunya memang tidak menentu, walaupun jarang tapi sesekali masih ketemu lah. Fahri beberapa kali bilang kalo dia suka sama gw, tapi gw selalu bilang kalo gw ga lagi nyari pacar. Untunglah dia bisa mengerti dan ga mempermasalahkannya.

Lewat obrolan dengan dia, gw jadi tau kalo dia punya grup nasyid. Dia aktif berlatih dan bersosialisasi dengan grup-grup nasyid lainnya (baik yang ecek ecek maupun nasyid papan atas Indonesia). Dia pun sering terlibat event-event besar yang berhubungan dengan nasyid. Dan sssstttt.... dia juga membuka rahasia kalo dia pernah ml dengan beberapa orang personil grup-grup nasyid yang sangat terkenal, salah satu grupnya berinisial S. Fahri menambah referensi gw, kalo ternyata orang yang sangat agamis, berbaju koko, berpeci dan aktif bernyanyi mengumandangkan kebesaran Tuhan, masih teuteup jadi homo he he he... (ups jangan marah ya, gw juga yakin kok, di luar sana masih banyak anggota nasyid yang hidupnya lempeng-lempeng aja).


Next... Suatu malam, hujan sangat deras.  Gw chat lagi dan ketemulah seorang brondong bernama Azriel. Brondonk berumur 20 tahun, tidak terlalu tinggi memang tapi tegap dan kekar. Katanya malam itu dia pertama kali chat di MIRC, ya itu terlihat dari jawaban-jawaban dia yang kadang kurang nyambung, atau bahkan seperti kurang mengerti istilah-istilah chatting. Untunglah malam itu, katanya dia chatting bareng dengan temannya yang ada di room sebelahnya. Temannya itulah yang mengajari dia chatting, makanya jadi sedikit terbantu. Dan acara chatting, saling tukar pic dan no hp pun pun bisa terlaksana.

Malam sudah sangat larut, Azriel pamit pulang. Hujan deras membuat acara ketemuan sangat tidak memungkinkan dilakukan malam itu. Lagi pula ini adalah pengalaman pertama buat Azriel chatting berkenalan dengan cowok, makanya dia terlihat sangat hati-hati.

Malam itu komunikasi kami dilanjutkan dengan saling kirim sms. Komunikasi kami via sms sangat intens. Dan beberapa hari kemudian kami pun janjian untuk saling ketemu. Tapi masalahnya, gw ga bisa berkunjung ke tempat tinggal Azriel. Karena dia masih tinggal dengan orangtuanya. Ya apa boleh buat, gw akhirnya menyerah dan mengajak dia ke rumah gw, kebetulan di rumah lagi ga ada siapa-siapa. Tentu saja setelah terlebih dahulu ketemuan di tempat yang telah ditentukan.

Secara fisik, Azriel sangat cowok banget. Ga ada tanda-tanda yang mencolok kalo dia itu gay. Ga terlalu cakep tapi charming, ditambah punya senyuman yang manis menampakan gigi geliginya yang putih dan rapi.

Detail adegan panasnya ga perlu gw ceritain secara kali ya he he he... yang jelas Azriel adalah anak yang ‘belajar dengan cepat’. Apa yang gw lakukan, dia tiru dengan sempurna. Seperti biasa, dalam pertemuan itu having sex 1 kali takkan pernah cukup he he he...  Dia sendiri masih bingung role play dia itu T/B,  dan gw ga memaksa dia untuk mencoba melakukannya saat itu.

Dari obrolan dengan Azriel, gw jadi tau kalo gw adalah cowok kedua yang pernah kontak fisk dengannya. Yang pertama adalah seseorang yang mendekatinya di tempat ngegym. Lalu berkenalan dan cowok itu, yang kemudian mengajak Azriel ke rumahnya. Acaranya hanya satu arah, yaitu si cowok itu mengoral Ariel, coz Azriel masih bingung dengan apa yang harus dilakukan. Toh awalnya mau mencoba juga karena ada rasa penasaran dalam dirinya ada dorongan hasrat kepada cowok. Padahal di SMA dia terkenal sebagai playboy yang suka merawanin cewek-ceweknya.

Dalam obrolan di pertemuan berikutnya, Azriel memperlihatkan foto teman yang mengajarinya chatting. Dan ya ampuuuun!!! ternyata dia adalah Raisal!! he he he....
“Kok kakak diem aja? Suka sama dia ya? Cakep kan?” tanya Azriel waktu melihat gw yang terdiam.
“Dia memang cakep....” Jawab gw singkat.
“Dia ikutan modeling, Kak.” Azriel menjelaskan.
“Oooh... pantesan...!!” kata gw menggumam.
“Apa Kak? Jangan-jangan kakak udah kenal sama dia ya??” tanya Azriel.
“Hmmhh... ga kok.” Sahut gw berdusta.
“Dia namanya Raisal. Kami tetanggaan. Aku sama dia udah sahabatan sejak SMA, Kak. Tapi makin deketnya sih setelah kita sama-sama saling terbuka kalo diri kita itu gay” lanjut Azriel.
“O ya?” jawab gw singkat dan asal.
“Jadi dia yang ngajarin kamu chatting? Trus dia liat pic aku ga?” tanya aku penasaran.
“Iya, dia malah yang kasih support aku untuk ketemuan sama kakak. Kata Raisal, kayanya kakak orangnya baik.” Terang Azriel.
Ah Raisal!! ya iyalah kamu pasti tau kalo aku ini baik he he he... gumam gw dalam hati.
“Selain Raisal aku juga punya dua sahabat lagi, lho. ini fotonya Kak.” Kata Azriel sambil menunjukkan foto di hpnya. Di foto itu nampak 4 orang brondonk: Azriel, Raisal, satu brondonk lain, dan.... Fahri!!! Gubrax!!! Ha ha ha... Ya ampun ternyata gw bercinta dengan 3 orang sahabat karib he he he...


Malam harinya gw telpon Raisal. Dan dari obrolan di telpon itu, gw jadi tau kalo ternyata dia itu udah beberapa bulan kembali lagi Ke Bandung. Trus menyinggung juga tentang bagaimana dia ngajarin Azriel chatting. Termasuk waktu dia dengan berat hati mensupport Azriel untuk menemui gw.  Ceritanya berkorban demi sahabat kali he he he...
“Kakak masih mau ketemu sama aku ga?” tanya Raisal.
“Ya tentu saja! masa nolak ketemuan sama anak secakep kamu?” jawab aku nyeplos he he he...
“Ah, kakak bisa aja...”  Kedengeran dari nada suaranya kalo Raisal lagi tersipu.
“Jadi kapan mau ketemunya, Kak?” tantang Raisal.
Anytime!!” jawab gw.

Sejak itu yang lebih sering ketemu dengan gw adalah Raisal, tapi bukan berarti komunikasi gw dengan Azriel dan Fahri terputus lho. Dari Raisal pula gw jadi tau kalo sahabatnya yang satu lagi bernama Andika. Tapi sayang menurut info dari Raisal, Andika itu penyuka brondonk juga jadi ga bisa gw embat dech wkwkwk... Ah dasar ya otak gw emang mesum!!! Ha ha ha... Gw juga hanya berterus terang soal Azriel aja, sementara tentang Fahri ga pernah gw bahas dengan Raisal. Biarkan saja begini adanya.

Lucunya kadang waktu tiga sahabat ini lagi jalan bareng atau karaokean. Mereka kirim sms atau ym-an sama gw. Ah dasar gw ini playboy cap terong!!! ha ha ha...

Peribahasa mengatakan: dunia ga selebar daun kelor. Tapi gw merasa dunia gay di Bandung serasa sempit. Sesempit daun kelor ha ha ha... apalagi kalo masalah urusan yang ada di dalam kolor wkwkwk...

Kalo gw jalan ke mall atau tempat makan, ada aja ketemu dengan satu dua orang yang pernah gw kenal, dalam arti pernah having fun. Apalagi kalo di tempat clubbing, udah pasti berserakan dong ha ha ha...

Dunia gay memang selebar daun kelor. Mengapa gw bisa bilang begitu? karena gw mengalaminya beberapa kali. Jadi kasus Raisal, Fahri dan Azriel itu bukan satu-satunya. Ada beberapa kisah lainnya dimana dalam pertemanan mereka, terselip gw sebagai sosok rahasia dalam dirinya masing-masing he he he... Kalo lagi iseng, gw suka buka koleksi foto temen-temen FB gw, dan ga mengherankan kalo di dalam album-albumnya terdapat foto-foto orang  lain yang gw kenal he he he.... Dan ssssstttt..!!!. Pernah kejadian ada 2 orang yang gw kenal,  ternyata mereka bukan hanya sahabatan tapi mereka pacaran!!! Gubrak lagi!!! Kebanyakan ngegubrak bisa-bisa gw gegar otak neh ha ha ha...

Conclusion:
Dunia gay memang seuprit, karena itu kita harus pandai-pandai membawa diri, menjaga rahasia, dan bermain cantik. And the last but not least, safe sex is a must!!! Selamat Hari Aids Sedunia, brotha he he he...!!!

Minggu, 24 Juni 2012

The Mysterious Boy, Faris...


Semua PLU tau kalo sekolah pariwisata itu mahasiswanya identik dengan gay, even ga semuanya lho. Ada beberapa sekolah tinggi ilmu pariwisata di Bandung yang cukup terkenal, mulai dari yang negeri sampai yang swasta. Dan sudah jadi rahasia umum, kalo sekolah pariwisata yang ada di daerah Setia Budi – Bandung, dihuni oleh mahasiswa-mahasiswa yang sebagian besarnya termasuk kategori good looking.
Karena itu, sudah barang tentu  sangat sayang kalo gw lewatkan begitu saja.‘Pengalaman’ gw dengan anak pariwisata boleh dibilang lumayan banyak juga lho he he he... Dan ini salah satu kisahnya...

Dari sekian mahasiswa pariwisata yang pernah gw kenal, salah satunya adalah Faris. Awal perkenalannya, suatu hari di kwartal pertama tahun 2011 dia mengirim message di akun Planet***** gw. Dari profilenya gw membaca kalo dia baru berumur 19 tahun. Dan rupanya dia hanya memasang 1 foto saja di profile Planet*****nya. Tapi dari satu foto itu gw bisa menilai, Faris anaknya termasuk handsome, maklum dia blasteran Padang, Arab dan Belanda. Diawali dengan saling kirim message, dan saling tuker ID yahoo messenger. Perkenalan antara gw dan Faris pun makin intens.

Satu hal yang agak janggal, dia ga pernah mau kasih nomor hp, akun fb dan memperlihatkan foto-foto dia yang lainnya. Dia bilang masih discreet, dan gw menghargai keputusannya. Buat gw sih ga terlalu jadi masalah selama apa yang dia omongin dan foto yang dia pajang itu bukan palsu.

Janjian untuk ketemu pun berkali-kali dibuat dan batal, entah itu gara-gara kemaleman, hujan, dia banyak tugas, gw berhalangan dan lain sebagainya. Dan suatu malam, akhirnya pertemuan itu pun terjadi. Sabtu malam pukul 21:00 WIB, sesuai dengan kesepakatan gw datang ke tempat kost-nya Faris. Sebuah tempat kost yang cukup bagus di kawasan Karang Setra. Design bangunannya mirip sebuah Villa. Sepanjang perjalanan (setelah memasuki kompleks) ke tempat kostnya, gw dipandu Faris melalui YM. Sampai akhirnya gw tiba di tempat parkir kost-an, dan gw melihat seseorang mengintip dari balik tirai sebuah kaca jendela di lantai 2. Kemudian masuk message di YM gw; “Tunggu ya kak, aku turun sekarang.”dan gw jawab: “OK”.

Sesosok pemuda berkaus singlet Hings putih, dengan tinggi 178 dan dengan berat badan ideal, menghampiri gw.
“Hai, Kak...!!!" kata Faris sambil mengulurkan tangannya, dan kami saling bersalaman.
“Kita masuk aja, yuk.” Lanjut Faris.

Gw berjalan mengikuti langkah Faris menyusuri ruang tamu, lorong dan tangga menuju lantai 2. Tempat kostnya memang unik, dengan interior dan lantainya didominasi oleh kayu. Kamar kost Faris cukup luas, dilengkapi dengan sebuah kamar mandi di dalamnya. Penataan furniturenya simple tapi rapih dan elegan. Seperangkat home theater bercokol di  Tapi yang mencuri perhatian gw adalah sebuah kamera SLR Canon model baru tersimpan di lemari kaca, dengan 3 jenis lensa kamera yang berjejer di sebelahnya. Owh, rupanya gw dan Faris punya hobby yang sama.

Di dalam kamar kami ngobrol ngalor ngidul. Obrolan kami santai dan akrab nampak seperti orang yang sudah kenal lama. Even ga cerewet tapi terlihat kalo Faris antusias menyimak obrolan kami. Menurut gw, Faris termasuk sosok yang  sempurna. Hidungnya yang mancung, giginya yang putih, bersih dan rapi, bermata coklat, dan warna kulitnya yang sawo matang. Sungguh kombinasi yang unik dari ras melayu, timur tengah, dan eropa.

Foto diambil dari: http://homotography.blogspot.com

Setelah sekian lama larut dalam obrolan, dan gw hampir menghabiskan segelas cappuchino racikan Faris. Faris kemudian bilang;
“Kak, aku mandi dulu ya. Bentar kok.”
“Iya.” Jawab gw singkat dan memberinya sebuah senyuman (orang-orang yang pernah melihat senyuman gw baik dari foto maupun melihat langsung. Rata-rata bilang kalo senyuman gw itu senyuman manis tapi nakal... huft!).

Terdengar gemericik air dari shower di kamar mandi tak berpintu itu. Faris asyik membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi yang hanya dibatasi oleh tirai berbahan polyvinylchloride motif garis-garis berwarna broken white. 
Sambil menunggu Faris mandi, gw memainkan remote control mengeksplorasi channel-channel tv cable, di layar tv plasma milik Faris.

Tak berapa lama kemudian Faris muncul dengan handuk putih melilit di pinggangnya. Badannya masih terlihat basah oleh butiran-butiran air, begitu juga dengan rambutnya, masih basah dan meneteskan air. Faris menghadap cermin yang ada di samping kiri gw. Posisinya kami saling berhadapan tapi tidak frontal. Kemudian Faris melepas handuknya, dan dengan handuk itu ia mengeringkan tubuhnya... Ups!!! Dia bertelanjang bulat dihadapan gw. Sesekali gw mencuri-curi pandang melihat tubuh polosnya itu, dan tentu saja termasuk melihat benda pribadi Faris yang menggelantung dengan indahnya. Benda itu nampak ranum, sexy, dan menggairahkan...  Dia melirik dan tersenyum. Jantung gw berdegup makin kencang, menyaksikan pemandangan indah itu he he he...

Lalu gw mendekat ke Faris. Meraih handuk yang ada ditangannya, lalu gw membantu mengeringkan setiap tetes air yang ada di kulit sawo matangnya dengan usapan handuk putih itu. Setiap bagian tubuh itu gw telusuri, tak ada yang terlewatkan. Hingga tubuh Faris benar-benar kering dan ada ada bagian tubuh milik Faris yang mengencang. Tanpa bicara, tanpa ada bahasa verbal... yang ada hanya bahasa gejolak naluri 2 lelaki... kami larut dalam sebuah pergumulan yang panas. Dinginnya udara malam yang sedari tadi menggigit di kulit kami, kini terkalahkan oleh panasnya gairah membara gw dan Faris. Butiran air di tubuh Faris yang sudah mengering, kini berganti menjadi butiran-butiran keringat, begitupun juga dengan tubuh gw,  kini nampak mengkilat oleh tetesan peluh... (ga perlu gw ceritain detailnya ya ha ha ha...).

Jujur, Faris adalah salah satu brondonk yang termasuk pandai dalam permainan di atas ranjang. Ditambah dia punya sex appeal yang kuat. Sungguh kombinasi yang sempurna!!

Setelah permainan usai, dia menyandarkan tubuh polosnya di dalam dekapan tangan gw. Memegang erat lengan gw sambil matanya terpejam, mungkin dia kelelahan. Diiringi obrolan ringan yang membuat kami bisa tersenyum atau bahkan sesekali tertawa terbahak-bahak.

 Lebih dari setengah jam kemudian, baru gw dan Faris membilas tubuh kami di kamar mandi. Gw yang selesai berbilas duluan, keluar dari kamar mandi. Sementara Faris masih asyik membersihkan diri (maklum yang jadi bott kan lebih ribet dalam urusan bersih-bersih he he he...).

Selagi gw mengeringkan diri, mata gw melihat jaket almamater milik Faris yang tergantung di hanger. Di jaket almamater itu terlihat sebuah emblem nama yang bertuliskan ‘Faris Akbar Koendraad’ (ini bukan nama sebenarnya yang tertulis di emblem itu lho...he he he... sengaja gw rahasiakan).

Sewaktu gw mau berpakaian, dan cuma celana dalam yang baru melekat di tubuh gw. Gw merasakan sebuah dekapan erat dari belakang. Rupanya Faris yang memeluk gw... Tangan Faris menelusuri tubuh gw dari belakang. Kemudian dia melepaskan dan melemparkan jauh-jauh celana dalam gw. Dasar nakal!!! he he he.... Gw membalikkan tubuh gw ke arah dia. Kini kami saling bertatapan dan sama-sama tersenyum. Tanpa kata-kata kami bisa saling membaca bahasa tubuh, tapi kami tau apa yang sama-sama kami inginkan lagi malam itu he he he... Ronde kedua pun terjadi, yang tak kalah hebatnya dari ronde pertama he he he...

Setelah saling mengenal dan ketemu, bukan berarti kemisteriusan Faris sudah tidak ada lagi. Dia masih tetap tidak memberitahukan nomor hp-nya. Dan gw tidak mau ambil pusing, toh gw dan Faris masih bisa berkomunikasi via YM (memang sih YM Faris tidak selalu aktif, tapi tidak masalah. Yang penting kami masih bisa saling berhubungan).

Tapi bukan gw dong namanya, kalo gw ga bisa melacak FB Faris. Berbekal nama yang tertera di emblem yang nempel di jas almamater Faris, gw bisa menemukan FB resmi Faris. Di FB itu gw melihat banyak foto Faris  dengan background pemandangan manca negara (Singapore, Thailand, Malaysia, China, Australia, New Zealand, Canada, Amerika, Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, Italy, Swiss, dll). Rupanya dia punya hobby traveling. Dari FB itu juga gw bisa tau rupanya Faris seorang aktivis, dan menjadi ‘duta ************’ di kampusnya.
Dari komunikasi via YM, gw juga jadi tau kalo Faris sering pulang malam karena kesibukkan di kampusnya.

Faris sosok yang kadang bisa membuat gw tertantang berbuat nekat he hehe... Ketemuan jam 3 pagi pernah gw jabanin (padahal kostan Faris melewati Jl. Bungur, yang menurut gw salah satu jalan yang termasuk paling seram di Bandung, dengan kanan kiri di pohon besar, sunyi, temaram, dan kadang berkabut). Loncat pagar kostan yang sudah digembok juga pernah gw lakukan he he he...

Pertemuan demi pertemuan kami terus jalani, dengan waktu yang benar-benar acak dan tak terduga. Sampai saat ini, buat gw dia masih tetap seorang yang misterius. Entahlah apa yang dia sembunyikan. Sampai sekarang pun gw masih belum tau nomor hp-nya. Gw bukan tipe pemaksa, jadi ya dibawa enjoy aja. Toh gw dan dia juga ga ada ikatan apa-apa. Hubungan kami cuma berdasarkan suka sama suka.

Dua  hari lalu, waktu gw browsing tentang male model photography, gw ketemu sebuah  website yang berisi galery hasil karya seorang fotografer. Seorang fotografer profesional yang karya-karyanya sangat bagus, dari segi originalitas thema, nilai seni, pose, lighting dan tekhnik-tekhnik fotografi lainnya. Galery-nya memuat foto-foto cowok keren topless dengan lekuk tubuhnya seperti pahatan patung pualamYunani. Kalo pun ada model yang perutnya tidak sixpack, tapi pasti wajahnya ganteng berkarakter. Dan... taraaaaa... salah seorang model di galery foto-foto keren itu adalah Faris!!! Makanya gw jadi terinspirasi menuliskan postingan tentang dia.

Sudah lama juga gw dan Faris ga saling ketemu. Faris tetap menjadi sosok misterius. Dibilang tidak ada, tapi nyata. Dibilang ada, tapi dia seperti ilusi... Faris oh Faris... The Mysterious Boy...

Conclusion:
Setiap orang berhak merahasiakan jati dirinya. Mau comming out, mau open minded, mau discreet, atau bahkan mau denial... Semua terserah diri masing-masing.

Senin, 04 Juni 2012

Hajar Jahanam


Kalo bicara soal ejakulasi dini, mungkin langsung kepikiran kalo kita lagi ngomongin seorang pria yang beranjak tua dengan vitalitas seksualnya yang mulai menurun. Tapi itu tidak sepenuhnya benar, coz masalah ejakulasi dini banyak juga dialami orang-orang muda, bahkan brondonk sekalipun.

Gw pernah beberapa kali menemui kasus kaya gini. Salah satunya, sebut saja namanya Akhsan seorang brondonk yang kost di kawasan Jl. Sersan Badjuri. Waktu forplay memasuki sessi gw mengoral dia, hanya dalam hitungan 1, 2, 3... ya cuma 3 hisapan saja!!! di sudah mengalami ejakulasi. Dia ga sanggup menahan laju semburan spermanya. Dan permainan pun berakhir sampai disitu. Bete juga sih, sudah jauh-jauh datang kesitu eh cuma berakhir kaya gitu, hanya buang-buang tissue aja he he he... dan gw hanya mendapat permohonan maaf dari dia.

Beberapa hari kemudian gw ketemu chatting lagi sama dia, trus dia tanya apa dialaminya itu sesuatu yang normal? Lalu gw balik tanya sama dia; apa kejadian itu selalu terjadi? Dia jawab ya. Trus gw tanya lagi; apa waktu masturbasi juga mengalami kejadian yang serupa? Dia jawab ya. Wah heran juga ya, padahal dia baru berumur 20 tahun lho... Tadinya gw berfikir mungkin dia terlalu excited atau terlalu fokus makanya dia cepat ‘tumbang’. Padahal menurut yang gw tau dalam kondisi normal ejakulasi seharusnya terjadi 3-15 menit setelah penetrasi/intercourse (bukan waktu dioral). Oral sex sebenarnya kan cuma appetizer (forplay), sedangkan main course buat pasangan gay ya penetrasi atau anal sex.

3 menit bukanlah waktu yang lama, tapi sudah bisa dikatakan normal. Tapi idealnya sih ejakulasi terjadi di rentang waktu 10-15 menit setelah penetrasi, supaya sama-sama puas he he he... Tapi jangan salah, lebih lama bukan artinya lebih bagus lho. Menurut sexolog;  jika ejakulai tidak tejadi setelah penetrasi  lebih dari 30 menit, ada kemungkinan mengalami ejakulasi tertunda (kebalikan dari ejakulasi dini), kesulitan mengalami ejakulasi, atau bahkan tidak bisa ejakulasi.


Ada satu kejadian lagi antara gw dengan seorang mahasiswa, yang kost di daerah Gegerkalong, sebut saja namanya Fikar. Gw dan Fikar sebenarnya udah kenal lama di dunia maya, yaitu sejak dia baru menetap di Bandung di semester-semester awal dia kuliah, tapi kami belum pernah saling bertemu secara face to face. Sampai pada suatu ketika, gw dan dia ketemu online lagi dan sepakat untuk kopi darat malam itu. Fikar sudah berumur 22 tahun dan lagi nyusun skripsi.  

Gw memang sering ngelihat Fikar online di mirc dengan nickname yang mudah ditebak dan selalu memakai nickname yang ada ada unsur kata ‘long’ atau ‘panjang’, contohnya: Bdg_Slim_Long, Bdg_Long_Kost, Bdg_Muda_Panjang, Bdg_Senjata_Panjang, dll. Di akun manjam-nya dia juga pernah memasang foto ‘senjata tempur’ kebanggaannya.

Singkat cerita malam itu gw menyambangi tempat kostnya. Dalam suasana temaram dan  sunyi gw menunggu di tempat yang sudah dijanjikan. Tak berapa lama setelah gw telepon dia muncul. Tanpa banyak basa-basi, dia mengajak gw ke tempat kostnya. Sebuah tempat kost standar, dengan sebuah kasur yang digelar di lantai dan dan sebuah lemari pakaian berukuran sedang. Disana nampak sebuah laptop yang masih terkoneksi dengan internet, dan memutar playlist lagu-lagu Adelle di winamp-nya.

Cukup lama gw dan Fikar ngobrol ngalor ngidul, kemudian dia pamit mau ke toilet dulu.  Setelah balik dari toilet dia duduk  disebelah gw, dia merangkul badan gw, dan dimulailah pergumuluan dua lelaki.... he he he... Waktu gw membuka celana boxer hijaunya nampaklah tugu monas yang panjang, tapi slim dan sedikit melengkung ke kiri (kaya buah pisang). Menurut gw antara panjang dan diameternya kurang seimbang sih. tapi gpp, toh dia ga berbohong dengan nicknamenya Bdg_Slim_Long, padahal tadinya gw kira yang slim itu cuma badannya doang, bukan burungnya he he he... Kalo liat di pic manjam-nya sih burungnya kaya gede, mungkin gara-gara angle jepretannya aja, jadi si burung pipit terlihat lebih gede, tebal, dan berisi plus garang kaya burung rajawali wkwkwk...

Dia yang lebih dahulu mengoral punya gw (yang tentu saja lebih gede dari punya dia, sekalipun ga sepanjang miliknya). Giliran gw menyentuh si slim long dan menggenggamnya, kemudian gw coba mengoralnya. 1, 2, 3... ada yang aneh di lidah gw. Kok penis Fikar rasanya pahit? Gw sangat percaya keakuratan indera perasa gw, yang sudah menjajal aneka rasa makanan dalam rangka berwisata kuliner. Lidah gw sensornya bisa diandalkan untuk memvonis makanan itu enak atau ga enak. Gw coba sekali lagi, dan masih berasa pahit!! Kemudian gw tanya sama Fikar.

“Diolesin apa penis kamu?”
“Ga diolesin apa-apa kok, Bang.” Jawab Fikar, tergagap.
“Jangan bohong, kok pahit??” sahut gw.
“Bukan apa-apa kok, cuma biar lebih hot aja.”
“Obat kuat???” tanya gw sambil melongo.
“Hmmmhhm... “ dia hanya menggumam, mungkin perasaannya bercampur baur, antara malu, salah tingkah, dan ketakutan  rahasianya terbongkar.
“Rasanya pahit tau!!!, sana cuci dulu pake sabun!!!”  Kata gw dengan nada agak jutek.
Kemudian dia beranjak menuju toilet untuk membersihkan penisnya dari obat sialan itu.

Waktu Fikar kembali dan kami melanjutkan permainan, gw merasakan keganjilan lagi di mulut gw. Kok sekarang lidah dan mulut gw berasa tebal dan hilang rasa. Rasanya kaya habis disuntik anestesi waktu dicabut gigi. Mulut gw berasa baal dan tidak nyaman. Boro-boro bisa menikmati acara oral mengoral si slim long itu. Gw kehilangan mood untuk melanjutkan pertempuran malam itu. Lalu gw hanya mengocok si slim long sampai dia menyemburkan cairan kental berwarna putih. Dan gw segera mengenakan pakaian gw.  Selesai!!!

“Kamu tadi pake apa? bibir aku kok jadi berasa tebal??” tanya gw dengan emosi tertahan.
“Pake obat, biar tambah hot. Tapi aku salah, ga dicuci dulu. Menurut petunjuknya sih harus dicuci dulu. Tapi aku pikir kalo ga dicuci mungkin akan lebih hebat khasiatnya.” Terang Fikar.
“Gila aja! Mulut aku jadi mati rasa, tau!!! Sahut gw ketus.
“Maaf ya, Bang. Abang jadi ga nyaman...” kata Fikar dengan wajah menyesal.
“Tadi bukan obat biar hot, tapi obat supaya kamu ga cepet keluar kan???” tanya gw, menyelidik.
“Mmmm... iya Bang...” jawab Fikar.
“Emang kamu cepet keluar? Kamu kan masih muda. Baru 22 tahun kan?” tanya gw
“Iya, Bang. Aku suka malu kalo ML, belom apa-apa udah keluar." Sahut Fikar sambil menundukkan mukanya.
“Harusnya kamu jangan pake obat-obat gituan, kamu perbanyak olahraga aja, atau latihan masturbasi aja dengan mengatur ritme kocokkan.” Nasehat gw.
“Iya Bang. Lagian tadi itu,  aku baru coba-coba pertama kali pake obat kuat kok.” Jawab Fikar, lirih.
“Jadi, aku dijadiin objek percobaan kamu?!?!??” kata gw, pelan tapi tegas. ‘Sialan!!!’ Sumpah serapah gw dalam hati.
“Bu... bukan gitu, Kak... Beneran aku minta maaf...” sesal Fikar.
“Emang obat apa yang tadi kamu pake?” tanya gw.

Fikar beranjak, mengambil sesuatu dari saku celananya yang tadi dia gantung di balik pintu. Kemudian dia menyerahkan sebuah botol kecil berisi cairan. Di label botol kecil itu ada tulisan nama obatnya: ‘HAJAR JAHANAM’. Sebuah nama obat yang menurut gw menyebalkan dan ga akan pernah gw lupakan. Obat yang sudah berhasil mengHAJAR mulut gw!!! Dasar JAHANAM!!!... Hey!!! Jangan pada ketawa!!! Berisik!!! Gw lagi kesel neh :(

Disini gw ga akan ngebahas tentang obat kuat yang JAHANAM  itu, tar dikira iklan terselubung lagi he he he... Yang jelas obat itu berfungsi mengurangi kesensitifan penis agar tidak cepat mengalami ‘Knock Out’. Kalo mau tahu mah googling aja sendiri. Yang jelas gw ga sudi pake obat gituan, coz gw yakin dengan berkurangnya sensitifitas tentu saja akan berkurang juga kenikmatannya. Wassalam!!!... (lho? kok jadi kaya pidato Pak RW ya? wkwkwkwk...).

Conclusion:
Ternyata, Edi Tansil (alias ejakulasi dini tanpa hasil) bukan miliknya orang yang sudah ‘berumur’ aja. Tapi bisa juga dialami oleh anak-anak muda.