Tampilkan postingan dengan label homosexual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label homosexual. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Maret 2013

Catatan 4 Tahun Perjalanan Blog Ini



Waktu bergulir tanpa terasa begitu cepat berlalu. Banyak sudah moment-moment yang sudah gw lalui dalam hidup ini. Entah itu pengalaman indah, maupaun pengalaman buruk. Hidup memang tak selalu semulus paha Cherrybele he he he... Tak ada yang sempurna memang. Seperti yin dan yang, di dalam bidang putih ada titik hitam, dan di dalam bidang hitam ada titik putih. Artinya dalam setiap kelebihan pasti ada kekurangan, dan didalam setiap kekurangan pasti ada kelebihan. Selalu ada sisi jahat dari si baik, dan selalu ada sisi baik dalam diri si jahat.

Hari ini tanggal 11 Maret 2013, genap sudah umur blog ini 4 tahun. Ga ada ceremony khusus, boro-boroacara tiup lilin atau potong tumpeng mah he he he... Awalnya blog ini gw buat atas dasar iseng aja. Cuma ingin mempraktekkan cara membuat blog dari sebuah buku yang gw baca. Gw sendiri awalnya bingung soal menentukan thema dari materi blog milik gw ini. Akhirnya tercetuslah ide untuk menjadikan blog ini sebagai catatan ‘perjalanan hidup’ gw sebagai seorang gay.  Di  hari yang pertama  blog ini dipublish, gw langsung memposting 2 cerita. Lalu gw minta pendapat dari beberapa teman gw tentang blog gw saat itu. Ternyata responnya cukup positif, dan itu memicu semangat gw untuk terus menulis.

Dalam membuat postingan, gw type orang yang semau gw, dan ga suka dibatasi aturan ini itu. Gw hanya mau menulis apa yang gw mau tulis, dengan cara dan gaya gw sendiri. Begitu pun soal konsistensi menulis. Gw hanya menulis disaat mood menulis gw lagi datang. Jadi gw sendiri ga bisa memaksakan diri gw untuk menulis per jangka waktu tertentu atau dengan thema tertentu. Ada yang bilang tulisan kurang hot, tapi ada juga yang malah menilai blog ini adalah blog cabul he he he... lain orang lain selera dan lain pemikiran kali ya. Jadi sangat wajar kalo tiap kepala punya penilaiannya masing-masing. Gw sangat menyadari kalo gw ga bisa memuaskan semua pihak lewat tuliasan gw. So gw cuma mau jadi diri gw sendiri. Ini blog gw, semua cerita tentang gw, dengan bertutur cara gw sendiri. Jadi, kalo pembaca suka, gw sangat bersyukur. Kalo tidak suka, masa iya sih?? (maksa dot com) he he he...


Rentang perjalanan 4 tahun, bukanlah waktu yang sebentar. Tapi blog gw hanya baru memiliki 68 follower saja. Memang sih itu tidak menggambarkan jumlah pembaca sesungguhnya dari blog gw. Coz ada beberapa blogger juga yang enggan mem-follow blog gw dengan alasan blog gw terlalu frontal dan mereka takut ke-gay-an mereka diketahui orang lain. Jadi kebanyakan  pembaca blog gw berstatus sebagai silent reader. Dengan traffic pembaca antara 600-800an per hari, blog gw memang belum ada apa-apanya.

Lewat blog ini pula, gw jadi mempunyai banyak teman, dan ga bisa dipungkiri jadi punya musuh juga he he he... Salah satu kasusnya pernah gw bahas disini.

Trus kalo kalian bertanya, “Apa yang gw dapat dari ngeblog?” Jawabannya tentu saja banyak. Tapi yang terutama adalah ‘kepuasan bathin’, dimana gw bisa membagikan pengalaman hidup gw lewat tulisan. Entah itu yang baik, maupun yang buruk. Gw yakin setiap pembaca dikaruniai kecerdasan untuk mengambil hikmah dari setiap tulisan yang gw posting.

Gara-gara ngeblog, gw pernah ditawari  menjadi salah satu narasumber untuk sebuah seminar berthema ‘Gay Movie’, yang diadakan di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Seorang mahasiswa yang merupakan ketua panitianya, beberapa kali menghubungi gw lewat e-mail. Tapi dengan berat hati gw menolaknya. Coz, gw belom bisa seterbuka itu untuk  membeberkan ke-gay-an gw di depan umum.

Seorang dosen perguruan tinggi negeri di Bandung,  pernah menyarankan gw untuk membukukan tulisan-tulisan yang pernah gw posting di blog ini. Dia bersedia memperkenalkan gw dengan seseorang yang punya ‘posisi’ di sebuah percetakan. Tapi lagi-lagi gw belum mau seterbuka itu. Biarlah untuk sementara, gw hanya berkonsentrasi menulis di blog ini dulu.

Ada banyak  pembaca blog gw, yang penasaran dengan sosok gw aslinya kaya gimana. Ada yang googling atau searching akun facebook gw, tapi tentu saja ga akan menemukan FB gw. Coz gw meng-hidden akun facebook gw he he he... Malah ada pembaca luar kota yang sengaja chatting mencari-cari gw di MIRC (gw tau hal ini, dari salah satu teman fb gw. Jadi dia merekomendasikanya menjadi teman gw).
Gw merasa tersanjung bila ada yang ingin mengenal gw lebih jauh, setelah tertarik membaca postingan-posingan gw.

Trus bagaimana responnya setelah melihat foto diri gw? bermacam-macam sih. Ada yang jadi cuex (ilfeel kali ya he he he...), ada yang jadi teman chat aja, dan ada yang jadi berteman baik. Ada diantaranya juga yang  malah penasaran ingin mencoba having fun sama gw... he he he...  Ada-ada saja ya... Jujur ya, ada sih beberapa yang gw jabanin he he he...

Gw punya sebuah kisah nyata yang unik. Ada anak Jakarta yang menginginkan ‘pengalaman pertamanya’ dengan gw. Setelah sering intens chatting sama gw. Suatu hari dia bilang mau ke Bandung. Dia pulang kerja langsung berangkat  ke Bandung pake travel. Tiba di Bandung, hampir pukul 23.30. Gw jemput dia dan gw menemaninya makan di Nasi kalong. Setelah makan, kami having fun. Sesuai dengan janji gw, malam itu gw jadi personal trainner-nya dalam urusan esek esek he he he... Lalu pukul 04.00 WIB dia langsung cabut balik lagi pake travel ke Jakarta coz paginya dia harus masuk kerja lagi... he he he...

Bersahabat dan bisa saling curhat, bercertita tentang aktivitas masing-masin, dan berbagi pengalaman, buat gw sangatlah menyenangkan. Lewat blog ini gw jadi punya beberapa teman baik. Sekalipun beberapa diantaranya tinggal di luar kota. Teman-teman itu bisa sesama blogger maupun hanya pembaca aja. Ada beberapa sahabat yang sangat baik sama gw. Gw sampai takjub, coz mereka sangat baik sama gw. Gw ga menilai kebaikan orang itu dari pemberiannya. Tapi gw menganggapnya sebagai penghargaan terhadap diri gw. Coz mereka masih mengingat gw disela-sela kesibukan mereka. Gw pernah menerima paket dari teman-teman gw. Diantaranya: aneka keripik buah-buahan dari Malang, Satu shopping bag besar Mochi Lampion dari Sukabumi, nastar durian dari Makasar dan makanan-makanan khas dari berbagai daerah. Termasuk juga diantaranya aneka cemilan dari luar negeri, kaya: coklat, permen, biskuit, dan keripik gay (sayang gw ga sempet memotretnya). Macam-macam T-shirt, tanktop dan aneka cindera mata dari dalam dan luar negeri. O ya, waktu gw lagi seneng-senengnya ngikutin Piala Eropa 2012, gw dapet surprise dikasih 2 pcs T-shirt Euro 2012 asli dari Ukraine, lho!!

Aneka cinderamata dan buku fotografi

Sssstttt... Gw pernah dapet oleh-oleh lubrican dan kondom dari Jepang. Lubricannya sih ga masalah, even bentuk kemasannya kaya botol saus di tukang bakso he he he... Nah, soal kondomnya yang bermerk Benetton dan Okamoto,  pas gw pake kayanya ukurannya terlalu pendek dech,  coz hanya menutup ¾ bagian dari penis gw. Plus terasa ketat banget. Mungkin gara-gara ukuran standar penis orang Jepang lebih kecil dari ukuran standar orang Indonesia kali ya. Coba aja liat di film-film bokep Jepang, ukuran penisnya emang pada imut-imut kan? he he he...
Kalo Lubrican Ansell LifeStyles dan kondom keberuntungan alias Fortunate One, itu pemberian dari temen gw yang lain. Sebenernya masih ada beberapa jenis kondom lagi tapi udah habis dipake he he he...
Gw juga pernah dikasih beberapa pcs celana dalam dan celana renang dari teman baik gw.

Celana dalam, kondom, dan lubrican

Dan dari sekian banyak teman itu, ada yang satu yang paling baik. Dia secara rutin mengirimi gw produk-produk perawatan tubuh yang harganya mahal-mahal dan barang-barang lainnya. Hey, kalo kamu lagi baca tulisan ini, gw hanya mau bilang: “I love you, bro... You’re a special gift from heaven for me...”.

Aneka produk perawatan tubuh

Gw ga pernah menyangka sama sekali, kalo blog ini sanggup memberi motivasi dan membangkitkan semangat hidup seseorang. Suatu hari ada seorang brondonk Jakarta yang ingin mengenal gw lebih jauh. Lalu gw sama dia berkomunikasi lewat sms, telpon, dan ym. Dia bilang merasa kagum sama gw, yang bisa begitu tegar dan bisa menerima ke-gay-an gw dengan ikhlas. Sampai satu titik, dia bercerita kalo dia merasa putus asa dan beberapa kali ingin mengakhiri hidupnya. Dia merasa hidupnya tidak punya arti lagi. Ibunya yang sudah mengetahui orientasi sex-nya, malah mengekang dan membatasi pergaulan dia. Dia merasa dibeda-bedakan dalam hal kasih sayang dan perhatian antara dirinya dan adiknya.

Dia berasal dari keluarga menegah atas dan kuliah jurusan psikologi di sebuah perguruan tinggi swasta terkemuka di Jakarta.
Alasan dia mengambil jurusan psikologi, katanya supaya dia bisa ‘mengobati’ sendiri masalah orientasi sex-nya. Tapi teori tetaplah sebagai teori. Pada prakteknya dia tetap tidak mampu keluar dari masalahnya itu.

Gw terus-menerus memberi semangat pada dia. Gw selalu bilang ‘berdamailah’ dengan diri sendiri. Dengan bisa menerima keadaan diri kita apa adanya, maka rasa tertekan itu akan berkurang. Kebahagiaan itu adalah pilihan. Jadi tinggal pilih saja: mau berbahagia dengan apa yang kita miliki atau mau berkutat terus dengan masalah yang tak berujung? Menyalahkan diri sendiri, keadaan, dan takdir tidak akan pernah menyelesaikan masalah.
Sekarang dia sudah lulus kuliah, dan bekerja di sebuah perusahaan dengan posisi dan gaji yang sangat bagus. Plus punya seorang BF yang sangat menyayangi dia. Gw selalu merasa senang kalo teman-teman gw menemukan kebahagiannya.

Di negeri ini, tanggal 11 Maret diperingati sebagai hari yang bersejarah. Yaitu memperingati saat-saat Bung Karno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Supersemar.
Waktu gw masih kecil, pernah ada pertanyaan bodoh di benak gw: Kok mesti disebut ‘SUPERSEMAR’? kenapa ga disebut ‘SUPERPETRUK’, ‘SUPERGARENG’, atau ‘SUPERBAGONG’ he he he... maklum jaman itu, tiap hari minggu anak-anak jaman itu dicekoki dengan acara lawak Ria Jenaka di TVRI he he he... buat yang ga tau acara ini gara-gara roamming beda generasi, silahkan googling aja ya wkwkwk...

Tapi buat gw sekarang ini: Mau SUPERSEMAR kek, mau SUPERPETRUK kek, mau SUPERGARENG kek, atau SUPERBAGONG kek, gw ga mempermasalahkannya lagi. Yang jelas hari ini gw cuma mau ngurusin Blog  gw: MY SUPERNOVA BLAST yang udah berumur  4 tahun he he he...


Conclusion:
Rentang waktu yang panjang bukanlah ukuran seberapa berartinya hidup kita buat orang lain. Tapi berusahalah terus untuk membuat hidup kita bermakna, setidaknya buat diri sendiri dan orang-orang terdekat kita.

Minggu, 02 Desember 2012

Dunia Gay Memang Sedaun Kelor



Bulan puasa 1 tahunan yang lalu gw kenal dengan Raisal, yang lagi-lagi dari MIRC he he he... Anaknya cakep, dengan tinggi 180cm dan berat badan ideal.  Waktu itu umurnya Raisal baru menginjak 19 tahun. Secara penampilan tentu saja sangat terjaga coz dia bekerja sebagai SPB di salah satu deptstore terkemuka di Bandung. Ga mengherankan juga kalo dia sempat menjadi cemceman seorang artis sinetron, yang sangat tergila-gila memelihara reptil (hal ini gw tau setelah gw dan Raisal lebih akrab).

Dia mengundang gw untuk datang ke rumahnya. Awalnya gw ragu coz gw merasa kurang nyaman kalo harus melakukan aktivitas seksual di rumah yang seorang cowok yang tinggal dengan keluarganya. Tapi dia meyakinkan kalo rumahnya cukup aman, karena disamping semua anggota keluarganya sudah pulas, letak kamarnya pun tersendiri di lantai 3. Ya sudah gw pun berangkat dengan tralala trilili... he he he...

Dari kejauhan nampak Raisal lagi berdiri di depan sebuah apotik, seperti kesepakatan sebelumnya. Dia tersenyum sumringah menyambut kedatangan gw yang masih duduk di jok sepeda motor. Setelah berkenalan singkat, dia langsung ngajak gw ke rumahnya. Gw harus memasuki sebuah gang yang sedikit berkelok-kelok, tapi tidak terlalu jauh dari jalan utama. Kebiasaan gw kalo memasuki TKP yang berada di dalam gang adalah menghitung jumlah belokan, misalnya: kanan-kiri-kanan-kanan-kiri-kiri-kiri-kanan dan waktu pulang kita tinggal menggantinya dengan arah kebalikannya: kiri-kanan-kiri-kiri-kanan-kanan-kanan-kiri. Usahakan juga sambil mengingat-ingat beberapa bangunan atau apapun yang eye catching sebagai penanda jalan. Kenapa harus mengingat-ingat jalan? Coz ada kemungkinan pulangnnya tidak diantar. Ya namanya juga sudah larut malam, jadi kasihan juga kalo kita menyusahkan tuan rumah. Makanya mengingat jalan pulang itu hal yang sangat penting buat gw.

Raisal membuka pintu pagar sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun tertata rapi. Gw memarkirkan sepeda motor gw, sementara dia membuka pintu rumahnya dengan sebuah anak kunci. Lalu dia mempersilahkan gw masuk.
“Ayo, kak masuk...” bisiknya....
Dia dan gw sedikit mengendap-endap memasuki rumah itu, maklum jam sudah lewat tengah malam. Gw sedikit kaget waktu di ruang keluarga ternyata ada seorang anak kecil tertidur di sofa dikelonin oleh ibunya. Melihat muka gw yang berubah jadi pucat, Raisal cengengesan.
Nyantai aja, Kak...  mereka tidurnya kaya kebo kok...”
Kata-kata Raisal itu sedikit membuat hati gw lega.

Lalu gw ngikutin Raisal menuju Kamarnya di lantai 3. Fuiihh.... akhirnya sampe juga he he he...
“Duduk Kak, aku ambilin minum dulu.”
“Iya, tapi GPL ya...” bisik gw sambil tersenyum.
“Ok.” Jawabnya’.

Waktu Raisal kembali, dia membawakan air mineral dan  2 toples kue kering khas lebaran.
Setelah ngobrol ngalor ngidul sambil minum dan mencicipi kue kering.
Beberapa saat kemudian Raisal beranjak keluar kamar, rupanya dia kebelet pipis. Tak lama kemudian dia kembali lagi dan kini pakaiannya sudah tidak lengkap lagi. Tubuhnya hanya ditutupi selembar celana dalam super sexy, dengan kombinasi warna merah dan hitam. Celana dalam Raisal tertutup hanya bagian depannya saja, sementara bagian belakangnya hanya berupa tali yang super kecil. Darah gw berdesir dan denyut jantung gw berdegup kencang. Raisal yang ganteng, sekarang berubah menjadi Ganteng dan sexy he he he... Gw lalu berdiri (dan dede gw juga ikutan berdiri he he he...) menghampiri Raisal. Dia lalu memeluk dan mencium bibir gw dengan sangat ganas. Tanpa terasa tubuh gw pun sudah dilucuti olehnya. Dan kini kami sudah sama-sama berada di atas tempat tidur.

Raisal berbaring disamping gw, kemudian memeluk tubuh gw. Erat banget. Sampe-sampe gw bisa mendengar detak jantung dan deru nafasnya yang memburu. Maka permainan ranjang yang panas pun dimulai... Dalam satu sesi dia mengangkat tubuh gw  sambil menjilati puting, menciumi leher dan mencium bibir gw. Jujur itu pengalaman pertama kali gw, ml sambil digendong-gendong, sama brondonk pula. Tapi seru juga he he he...  Kalo brondonknya slim, biasanya kan gw yang suka gendong. Posisi favorit gw waktu menggendong brondonk adalah mendudukannya di bahu gw. Dengan arah tungkai ke belakang dan menghadapkan penisnya tepat di mulut gw untuk dioral. Dijamin si brondonk mengalami sensasi yang luar biasa (disamping keenakan, mungkin juga sambil takut jatuh ha ha ah...).

Singkat cerita gw dan Raisal menghabiskan malam itu dengan 2 ronde full set wkwkwk... Karena hampir makan sahur, gw pun pamit pulang. Takutnya keluarga Raisal keburu pada bangun. Sebelum gw pulang, Raisal mencium bibir dan memeluk tubuh gw seperti tidak ingin lepas.

Setelah malam itu kami masih beberapa kali ketemu. Dan dari pertemuan itu, gw jadi tau kalo setelah lebaran nanti, Raisal akan dimutasi ke deptsore di Jakarta. Ya mau gimana lagi... sejak saat itu komunikasi kami pun mulai berkurang dan akhirnya ga ada kontak sama sekali....


Pada suatu ketika, dalam perburuan brondonk di MIRC berikutanya, gw bertemu dengan seorang brondong 20 tahun bernama Fahri. Anaknya sederhana berbobot 60 kg dengan tinggi badan170 cm. Kulitnya sawo matang dengan tatapan mata yang teduh. Dia berasal dari Garut, maka ga mengherankan kalo tata bahasa Sundanya sangat halus dan sopan. Pokoknya dia paket lengkap brondonk original dari daerah pasundan dengan segala keeksotisannya he he he... Dia bekerja di sebuah mall, tidak jauh dari tempat kostnya.

Malam pertemuan gw dan Fahri bertepatan dengan Malam Idul Adha... Aduh lagi-lagi gw ketemuan di hari yang kurang tepat (mohon maaf buat pembaca blog bila kurang berkenan). Fahri memohon-mohon sama gw buat nemenin dia di tempat kostnya, coz katanya semua teman-teman kostnya lagi pada mudik.

Pukul 23:00 WIB gw pun meluncur ke tempat kost Fahri dengan sepeda motor gw. Waktu gw tiba di sebuah mini market, seperti yang sebelumnya dijanjikan. Gw menelpon Fahri, coz  gw ga melihat ada seorangpun yang lagi nongkrong di depan mini market itu. Waktu gw telpon, Fahri menjawab dengan suara kurang jelas diantara backsound takbir yang cukup keras. Tak lama kemudian dia pun muncul.
“Maaf Kak, tadi aku ikut takbiran dulu. Aku kira kakak ga jadi datang. Makanya aku ke mesjid aja daripada di kostan bete sendirian.” Sahut Fahri, memohon maaf.           
“Gpp, kalo gitu kamu lanjutin takbiran aja atuh. Aku pulang aja ya.” kata gw
“Jangan pulang dong, Kak. Ke kostan aku aja yuk.” Ajak Fahri.
“Trus takbirannya gimana?” tanya gw.
“Ya udahanlah, Kak. Sekarang kan ada kakak yang nemenin aku di tempat kost jadi ga akan bete lagi.” jawabnya sambil tersenyum.

Suhu udara diluar memang cukup dingin. Tapi di kamat kost Fahri suhunya berubah menjadi panas, sepanas pergumulan gw dan Fahri he he he...

Setelah malam itu, beberapa kali gw menyambangi tempat kost Fahri. Waktunya memang tidak menentu, walaupun jarang tapi sesekali masih ketemu lah. Fahri beberapa kali bilang kalo dia suka sama gw, tapi gw selalu bilang kalo gw ga lagi nyari pacar. Untunglah dia bisa mengerti dan ga mempermasalahkannya.

Lewat obrolan dengan dia, gw jadi tau kalo dia punya grup nasyid. Dia aktif berlatih dan bersosialisasi dengan grup-grup nasyid lainnya (baik yang ecek ecek maupun nasyid papan atas Indonesia). Dia pun sering terlibat event-event besar yang berhubungan dengan nasyid. Dan sssstttt.... dia juga membuka rahasia kalo dia pernah ml dengan beberapa orang personil grup-grup nasyid yang sangat terkenal, salah satu grupnya berinisial S. Fahri menambah referensi gw, kalo ternyata orang yang sangat agamis, berbaju koko, berpeci dan aktif bernyanyi mengumandangkan kebesaran Tuhan, masih teuteup jadi homo he he he... (ups jangan marah ya, gw juga yakin kok, di luar sana masih banyak anggota nasyid yang hidupnya lempeng-lempeng aja).


Next... Suatu malam, hujan sangat deras.  Gw chat lagi dan ketemulah seorang brondong bernama Azriel. Brondonk berumur 20 tahun, tidak terlalu tinggi memang tapi tegap dan kekar. Katanya malam itu dia pertama kali chat di MIRC, ya itu terlihat dari jawaban-jawaban dia yang kadang kurang nyambung, atau bahkan seperti kurang mengerti istilah-istilah chatting. Untunglah malam itu, katanya dia chatting bareng dengan temannya yang ada di room sebelahnya. Temannya itulah yang mengajari dia chatting, makanya jadi sedikit terbantu. Dan acara chatting, saling tukar pic dan no hp pun pun bisa terlaksana.

Malam sudah sangat larut, Azriel pamit pulang. Hujan deras membuat acara ketemuan sangat tidak memungkinkan dilakukan malam itu. Lagi pula ini adalah pengalaman pertama buat Azriel chatting berkenalan dengan cowok, makanya dia terlihat sangat hati-hati.

Malam itu komunikasi kami dilanjutkan dengan saling kirim sms. Komunikasi kami via sms sangat intens. Dan beberapa hari kemudian kami pun janjian untuk saling ketemu. Tapi masalahnya, gw ga bisa berkunjung ke tempat tinggal Azriel. Karena dia masih tinggal dengan orangtuanya. Ya apa boleh buat, gw akhirnya menyerah dan mengajak dia ke rumah gw, kebetulan di rumah lagi ga ada siapa-siapa. Tentu saja setelah terlebih dahulu ketemuan di tempat yang telah ditentukan.

Secara fisik, Azriel sangat cowok banget. Ga ada tanda-tanda yang mencolok kalo dia itu gay. Ga terlalu cakep tapi charming, ditambah punya senyuman yang manis menampakan gigi geliginya yang putih dan rapi.

Detail adegan panasnya ga perlu gw ceritain secara kali ya he he he... yang jelas Azriel adalah anak yang ‘belajar dengan cepat’. Apa yang gw lakukan, dia tiru dengan sempurna. Seperti biasa, dalam pertemuan itu having sex 1 kali takkan pernah cukup he he he...  Dia sendiri masih bingung role play dia itu T/B,  dan gw ga memaksa dia untuk mencoba melakukannya saat itu.

Dari obrolan dengan Azriel, gw jadi tau kalo gw adalah cowok kedua yang pernah kontak fisk dengannya. Yang pertama adalah seseorang yang mendekatinya di tempat ngegym. Lalu berkenalan dan cowok itu, yang kemudian mengajak Azriel ke rumahnya. Acaranya hanya satu arah, yaitu si cowok itu mengoral Ariel, coz Azriel masih bingung dengan apa yang harus dilakukan. Toh awalnya mau mencoba juga karena ada rasa penasaran dalam dirinya ada dorongan hasrat kepada cowok. Padahal di SMA dia terkenal sebagai playboy yang suka merawanin cewek-ceweknya.

Dalam obrolan di pertemuan berikutnya, Azriel memperlihatkan foto teman yang mengajarinya chatting. Dan ya ampuuuun!!! ternyata dia adalah Raisal!! he he he....
“Kok kakak diem aja? Suka sama dia ya? Cakep kan?” tanya Azriel waktu melihat gw yang terdiam.
“Dia memang cakep....” Jawab gw singkat.
“Dia ikutan modeling, Kak.” Azriel menjelaskan.
“Oooh... pantesan...!!” kata gw menggumam.
“Apa Kak? Jangan-jangan kakak udah kenal sama dia ya??” tanya Azriel.
“Hmmhh... ga kok.” Sahut gw berdusta.
“Dia namanya Raisal. Kami tetanggaan. Aku sama dia udah sahabatan sejak SMA, Kak. Tapi makin deketnya sih setelah kita sama-sama saling terbuka kalo diri kita itu gay” lanjut Azriel.
“O ya?” jawab gw singkat dan asal.
“Jadi dia yang ngajarin kamu chatting? Trus dia liat pic aku ga?” tanya aku penasaran.
“Iya, dia malah yang kasih support aku untuk ketemuan sama kakak. Kata Raisal, kayanya kakak orangnya baik.” Terang Azriel.
Ah Raisal!! ya iyalah kamu pasti tau kalo aku ini baik he he he... gumam gw dalam hati.
“Selain Raisal aku juga punya dua sahabat lagi, lho. ini fotonya Kak.” Kata Azriel sambil menunjukkan foto di hpnya. Di foto itu nampak 4 orang brondonk: Azriel, Raisal, satu brondonk lain, dan.... Fahri!!! Gubrax!!! Ha ha ha... Ya ampun ternyata gw bercinta dengan 3 orang sahabat karib he he he...


Malam harinya gw telpon Raisal. Dan dari obrolan di telpon itu, gw jadi tau kalo ternyata dia itu udah beberapa bulan kembali lagi Ke Bandung. Trus menyinggung juga tentang bagaimana dia ngajarin Azriel chatting. Termasuk waktu dia dengan berat hati mensupport Azriel untuk menemui gw.  Ceritanya berkorban demi sahabat kali he he he...
“Kakak masih mau ketemu sama aku ga?” tanya Raisal.
“Ya tentu saja! masa nolak ketemuan sama anak secakep kamu?” jawab aku nyeplos he he he...
“Ah, kakak bisa aja...”  Kedengeran dari nada suaranya kalo Raisal lagi tersipu.
“Jadi kapan mau ketemunya, Kak?” tantang Raisal.
Anytime!!” jawab gw.

Sejak itu yang lebih sering ketemu dengan gw adalah Raisal, tapi bukan berarti komunikasi gw dengan Azriel dan Fahri terputus lho. Dari Raisal pula gw jadi tau kalo sahabatnya yang satu lagi bernama Andika. Tapi sayang menurut info dari Raisal, Andika itu penyuka brondonk juga jadi ga bisa gw embat dech wkwkwk... Ah dasar ya otak gw emang mesum!!! Ha ha ha... Gw juga hanya berterus terang soal Azriel aja, sementara tentang Fahri ga pernah gw bahas dengan Raisal. Biarkan saja begini adanya.

Lucunya kadang waktu tiga sahabat ini lagi jalan bareng atau karaokean. Mereka kirim sms atau ym-an sama gw. Ah dasar gw ini playboy cap terong!!! ha ha ha...

Peribahasa mengatakan: dunia ga selebar daun kelor. Tapi gw merasa dunia gay di Bandung serasa sempit. Sesempit daun kelor ha ha ha... apalagi kalo masalah urusan yang ada di dalam kolor wkwkwk...

Kalo gw jalan ke mall atau tempat makan, ada aja ketemu dengan satu dua orang yang pernah gw kenal, dalam arti pernah having fun. Apalagi kalo di tempat clubbing, udah pasti berserakan dong ha ha ha...

Dunia gay memang selebar daun kelor. Mengapa gw bisa bilang begitu? karena gw mengalaminya beberapa kali. Jadi kasus Raisal, Fahri dan Azriel itu bukan satu-satunya. Ada beberapa kisah lainnya dimana dalam pertemanan mereka, terselip gw sebagai sosok rahasia dalam dirinya masing-masing he he he... Kalo lagi iseng, gw suka buka koleksi foto temen-temen FB gw, dan ga mengherankan kalo di dalam album-albumnya terdapat foto-foto orang  lain yang gw kenal he he he.... Dan ssssstttt..!!!. Pernah kejadian ada 2 orang yang gw kenal,  ternyata mereka bukan hanya sahabatan tapi mereka pacaran!!! Gubrak lagi!!! Kebanyakan ngegubrak bisa-bisa gw gegar otak neh ha ha ha...

Conclusion:
Dunia gay memang seuprit, karena itu kita harus pandai-pandai membawa diri, menjaga rahasia, dan bermain cantik. And the last but not least, safe sex is a must!!! Selamat Hari Aids Sedunia, brotha he he he...!!!

Senin, 04 Juni 2012

Hajar Jahanam


Kalo bicara soal ejakulasi dini, mungkin langsung kepikiran kalo kita lagi ngomongin seorang pria yang beranjak tua dengan vitalitas seksualnya yang mulai menurun. Tapi itu tidak sepenuhnya benar, coz masalah ejakulasi dini banyak juga dialami orang-orang muda, bahkan brondonk sekalipun.

Gw pernah beberapa kali menemui kasus kaya gini. Salah satunya, sebut saja namanya Akhsan seorang brondonk yang kost di kawasan Jl. Sersan Badjuri. Waktu forplay memasuki sessi gw mengoral dia, hanya dalam hitungan 1, 2, 3... ya cuma 3 hisapan saja!!! di sudah mengalami ejakulasi. Dia ga sanggup menahan laju semburan spermanya. Dan permainan pun berakhir sampai disitu. Bete juga sih, sudah jauh-jauh datang kesitu eh cuma berakhir kaya gitu, hanya buang-buang tissue aja he he he... dan gw hanya mendapat permohonan maaf dari dia.

Beberapa hari kemudian gw ketemu chatting lagi sama dia, trus dia tanya apa dialaminya itu sesuatu yang normal? Lalu gw balik tanya sama dia; apa kejadian itu selalu terjadi? Dia jawab ya. Trus gw tanya lagi; apa waktu masturbasi juga mengalami kejadian yang serupa? Dia jawab ya. Wah heran juga ya, padahal dia baru berumur 20 tahun lho... Tadinya gw berfikir mungkin dia terlalu excited atau terlalu fokus makanya dia cepat ‘tumbang’. Padahal menurut yang gw tau dalam kondisi normal ejakulasi seharusnya terjadi 3-15 menit setelah penetrasi/intercourse (bukan waktu dioral). Oral sex sebenarnya kan cuma appetizer (forplay), sedangkan main course buat pasangan gay ya penetrasi atau anal sex.

3 menit bukanlah waktu yang lama, tapi sudah bisa dikatakan normal. Tapi idealnya sih ejakulasi terjadi di rentang waktu 10-15 menit setelah penetrasi, supaya sama-sama puas he he he... Tapi jangan salah, lebih lama bukan artinya lebih bagus lho. Menurut sexolog;  jika ejakulai tidak tejadi setelah penetrasi  lebih dari 30 menit, ada kemungkinan mengalami ejakulasi tertunda (kebalikan dari ejakulasi dini), kesulitan mengalami ejakulasi, atau bahkan tidak bisa ejakulasi.


Ada satu kejadian lagi antara gw dengan seorang mahasiswa, yang kost di daerah Gegerkalong, sebut saja namanya Fikar. Gw dan Fikar sebenarnya udah kenal lama di dunia maya, yaitu sejak dia baru menetap di Bandung di semester-semester awal dia kuliah, tapi kami belum pernah saling bertemu secara face to face. Sampai pada suatu ketika, gw dan dia ketemu online lagi dan sepakat untuk kopi darat malam itu. Fikar sudah berumur 22 tahun dan lagi nyusun skripsi.  

Gw memang sering ngelihat Fikar online di mirc dengan nickname yang mudah ditebak dan selalu memakai nickname yang ada ada unsur kata ‘long’ atau ‘panjang’, contohnya: Bdg_Slim_Long, Bdg_Long_Kost, Bdg_Muda_Panjang, Bdg_Senjata_Panjang, dll. Di akun manjam-nya dia juga pernah memasang foto ‘senjata tempur’ kebanggaannya.

Singkat cerita malam itu gw menyambangi tempat kostnya. Dalam suasana temaram dan  sunyi gw menunggu di tempat yang sudah dijanjikan. Tak berapa lama setelah gw telepon dia muncul. Tanpa banyak basa-basi, dia mengajak gw ke tempat kostnya. Sebuah tempat kost standar, dengan sebuah kasur yang digelar di lantai dan dan sebuah lemari pakaian berukuran sedang. Disana nampak sebuah laptop yang masih terkoneksi dengan internet, dan memutar playlist lagu-lagu Adelle di winamp-nya.

Cukup lama gw dan Fikar ngobrol ngalor ngidul, kemudian dia pamit mau ke toilet dulu.  Setelah balik dari toilet dia duduk  disebelah gw, dia merangkul badan gw, dan dimulailah pergumuluan dua lelaki.... he he he... Waktu gw membuka celana boxer hijaunya nampaklah tugu monas yang panjang, tapi slim dan sedikit melengkung ke kiri (kaya buah pisang). Menurut gw antara panjang dan diameternya kurang seimbang sih. tapi gpp, toh dia ga berbohong dengan nicknamenya Bdg_Slim_Long, padahal tadinya gw kira yang slim itu cuma badannya doang, bukan burungnya he he he... Kalo liat di pic manjam-nya sih burungnya kaya gede, mungkin gara-gara angle jepretannya aja, jadi si burung pipit terlihat lebih gede, tebal, dan berisi plus garang kaya burung rajawali wkwkwk...

Dia yang lebih dahulu mengoral punya gw (yang tentu saja lebih gede dari punya dia, sekalipun ga sepanjang miliknya). Giliran gw menyentuh si slim long dan menggenggamnya, kemudian gw coba mengoralnya. 1, 2, 3... ada yang aneh di lidah gw. Kok penis Fikar rasanya pahit? Gw sangat percaya keakuratan indera perasa gw, yang sudah menjajal aneka rasa makanan dalam rangka berwisata kuliner. Lidah gw sensornya bisa diandalkan untuk memvonis makanan itu enak atau ga enak. Gw coba sekali lagi, dan masih berasa pahit!! Kemudian gw tanya sama Fikar.

“Diolesin apa penis kamu?”
“Ga diolesin apa-apa kok, Bang.” Jawab Fikar, tergagap.
“Jangan bohong, kok pahit??” sahut gw.
“Bukan apa-apa kok, cuma biar lebih hot aja.”
“Obat kuat???” tanya gw sambil melongo.
“Hmmmhhm... “ dia hanya menggumam, mungkin perasaannya bercampur baur, antara malu, salah tingkah, dan ketakutan  rahasianya terbongkar.
“Rasanya pahit tau!!!, sana cuci dulu pake sabun!!!”  Kata gw dengan nada agak jutek.
Kemudian dia beranjak menuju toilet untuk membersihkan penisnya dari obat sialan itu.

Waktu Fikar kembali dan kami melanjutkan permainan, gw merasakan keganjilan lagi di mulut gw. Kok sekarang lidah dan mulut gw berasa tebal dan hilang rasa. Rasanya kaya habis disuntik anestesi waktu dicabut gigi. Mulut gw berasa baal dan tidak nyaman. Boro-boro bisa menikmati acara oral mengoral si slim long itu. Gw kehilangan mood untuk melanjutkan pertempuran malam itu. Lalu gw hanya mengocok si slim long sampai dia menyemburkan cairan kental berwarna putih. Dan gw segera mengenakan pakaian gw.  Selesai!!!

“Kamu tadi pake apa? bibir aku kok jadi berasa tebal??” tanya gw dengan emosi tertahan.
“Pake obat, biar tambah hot. Tapi aku salah, ga dicuci dulu. Menurut petunjuknya sih harus dicuci dulu. Tapi aku pikir kalo ga dicuci mungkin akan lebih hebat khasiatnya.” Terang Fikar.
“Gila aja! Mulut aku jadi mati rasa, tau!!! Sahut gw ketus.
“Maaf ya, Bang. Abang jadi ga nyaman...” kata Fikar dengan wajah menyesal.
“Tadi bukan obat biar hot, tapi obat supaya kamu ga cepet keluar kan???” tanya gw, menyelidik.
“Mmmm... iya Bang...” jawab Fikar.
“Emang kamu cepet keluar? Kamu kan masih muda. Baru 22 tahun kan?” tanya gw
“Iya, Bang. Aku suka malu kalo ML, belom apa-apa udah keluar." Sahut Fikar sambil menundukkan mukanya.
“Harusnya kamu jangan pake obat-obat gituan, kamu perbanyak olahraga aja, atau latihan masturbasi aja dengan mengatur ritme kocokkan.” Nasehat gw.
“Iya Bang. Lagian tadi itu,  aku baru coba-coba pertama kali pake obat kuat kok.” Jawab Fikar, lirih.
“Jadi, aku dijadiin objek percobaan kamu?!?!??” kata gw, pelan tapi tegas. ‘Sialan!!!’ Sumpah serapah gw dalam hati.
“Bu... bukan gitu, Kak... Beneran aku minta maaf...” sesal Fikar.
“Emang obat apa yang tadi kamu pake?” tanya gw.

Fikar beranjak, mengambil sesuatu dari saku celananya yang tadi dia gantung di balik pintu. Kemudian dia menyerahkan sebuah botol kecil berisi cairan. Di label botol kecil itu ada tulisan nama obatnya: ‘HAJAR JAHANAM’. Sebuah nama obat yang menurut gw menyebalkan dan ga akan pernah gw lupakan. Obat yang sudah berhasil mengHAJAR mulut gw!!! Dasar JAHANAM!!!... Hey!!! Jangan pada ketawa!!! Berisik!!! Gw lagi kesel neh :(

Disini gw ga akan ngebahas tentang obat kuat yang JAHANAM  itu, tar dikira iklan terselubung lagi he he he... Yang jelas obat itu berfungsi mengurangi kesensitifan penis agar tidak cepat mengalami ‘Knock Out’. Kalo mau tahu mah googling aja sendiri. Yang jelas gw ga sudi pake obat gituan, coz gw yakin dengan berkurangnya sensitifitas tentu saja akan berkurang juga kenikmatannya. Wassalam!!!... (lho? kok jadi kaya pidato Pak RW ya? wkwkwkwk...).

Conclusion:
Ternyata, Edi Tansil (alias ejakulasi dini tanpa hasil) bukan miliknya orang yang sudah ‘berumur’ aja. Tapi bisa juga dialami oleh anak-anak muda.


Sabtu, 02 April 2011

Kembar

Sebenernya gw sudah kenal lama sama Ricky, mungkin lebih dari 3 tahun yang lalu. Tapi kami lebih akrab chatting via YM aja. Ricky seorang pemuda keturunan Chinese berumur 24 tahun. Selama 3 tahun kenal di dunia maya, tapi gw baru sekali ketemuan dengan dia dan.... tidak terjadi apa-apa diantara kami he he he... (pasti dech yang baca udah pada mikir ngerez wkwkwk...). Yupz,  gw dan Ricky cuma ngobrol-ngobrol ngalor ngidul di mess tempat dia kerja, yang waktu itu kebetulan sepi banget coz penghuninya lagi pada mudik. Waktu itu Ricky keliatan ‘pengen’ sih he he he... Tapi gw ga nafsu wkwkwk... secara fisik dia ga jelek sih, mungkin bukan type gw aja kali ya.  Singkat  cerita, jadilah kami teman akrab di dunia maya saja. Gw tau kegiatan dia apa aja, termasuk waktu tahun kemarin dia memutuskan berhenti kerja dan melanjutkan study-nya di sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung.

Sebetulnya dia jarang online di YM. Ga kaya gw, yang: Siang malam ku selalu, menatap layar terpaku, untuk online... online... online... online.... (lho kok malah nyanyi? he he he...). Minggu kemaren gw ketemua chat lagi sama dia di YM. Nih, sengaja gw copas petikan obrolannya.

Ricky: Malem ko
Farrel: Malam...
Ricky: Apa kabar ko?
Farrel: Baek. Km?
Ricky: Biasa aja, ko. Koko lagi apa?
Farrel: Lagi ngebalesin e-mail, sambil iseng chatting he he he...
Farrel: Btw, koko kaya pernah liat km di Festival Citylink, Bener kamu bukan ya?
Ricky: Mungkin sih, soalnya aku juga lumayan sering belanja ke Festival Citylink, kan deket kalo dari rumah aku mah.
Ricky: Waktu itu koko liat aku sama siapa?
Farrel: Lagi sama cowok pri. Hayoooo kamu lagi ketemuan ya? ha ha ha...
Ricky: Emang kapan gitu koko liat aku di Festival Citylink-nya?
Farrel: Hari minggu, kalo ga salah 2 minggu yang lalu, waktu ada ‘International Cat Festival’
Ricky: Oh... yang 2 minggu kemaren itu mah, kayanya koko ketemu sama adik aku dech.
Farrel: Swear, yang koko lihat beneran kamu kok!
Ricky: Ssssssttt... yang ketemu sama koko itu adik aku sama temannya ko, kami kembar lho...
Farrel: Wkwkwkwk...bisa aja. masa sih?
Ricky: Ah koko... ga percaya ya? swear, dia kembaran aku ko, namanya Ricko.
Ricky: Aku inget banget, hari itu mah aku nganter mama ke rumah sodara.
Farrel: Hmmmhhh...
Ricky: Kenap ako? bingung ya???
Farrel: Maksudnya yang kemaren ketemu sama koko itu teh bukan kamu?
Ricky: Iya ko, kalo aku sih yang ketemuan sama koko waktu di mess.
Ricky: Kembaran aku mirip aku ya? he he he...
Farrel: Owh... btw, kembaran kamu binan jg?
Ricky: Iya ko, kan kembar identik. Jadi pasti sama lah...
Farrel: Ow ow ow...
Farrel: Trus kamu pernah .... sm dia? Wkwkwkwk...
Ricky: Ga lah ko...
Farrel: Pantesan waktu ketemu di, Festival Citylink kko dan dia saling ketemu pandang tapi dia cuek-cuek aja.
Ricky: Jadi Koko sama Ricko sempet saling pandang ya ko?
Farrel: Iya lah.... Btw, kalian saling terbuka soal orientasi sex kalian sejak kapan?
Ricky: Kayaknya sejak SMA gitu deh,  pas sama-sama tau ga suka cewek.
Farrel: Oic...

Ternyata setelah kenal sekian lama, malam itu gw baru tau kalo Ricky itu punya kembaran namanya Ricko...

Orang-orang kembar, seringkali menarik perhatian kita. Mungkin karena kemiripian dan keunikannya. Waktu SMP gw punya temen kembar, 2 pasang malah. Yang satu pasang cowok Dena dan Deny, trus yang satunya pasangan kembar cewek Ella dan Elly. Gw 2 tahun sekelas sama Ella Nurlaela, tapi gw baru nyadar  kalo dia punya kembaran namanya Elly Nurlaeli, waktu gw dan temen-temen sekelas latihan kabaret di rumahnya Elly... Mereka mirip banget, gw sampe ga bisa ngebedain mereka he he he...

Btw, saudara kandung gw ada yang terlahir kembar juga lho, yaitu kakak-kakak perempuan gw, yang sayangnya tak berumur panjang (mereka meninggal selagi masih bayi).

Lain Ricky dan Ricko, lain pula dengan sahabat gw Daffa. Daffa juga mempunyai kembaran, namanya Daffy. Tapi uniknya even mereka kembar, sifat mereka jauuuuuuhhhh banget!!! yang satu lembut, koleksi boneka, fashionista, terobsesi film-film barbie, dan suka main masak-masakan he he he... sementara yang satunya lagi keras, cuek, laki banget, dan suka berantem. Pokoknya mereka beda banget lah, baik cara berpakaian maupun tingkah laku. Sekarang Daffy sudah punya istri dan seorang anak, sementara Daffa masih pacaran dengan cowok he he he... Ya gitu dech, bukan hanya berbeda secara fisik dan sifat, mereka juga sering ga akur. Yang gw tau mereka sering berantem karena beda pendapat. Gw ga heran sih mereka jadi pasangan kembar yang ga kompak, coz mereka bukan kembar identik.

Di Bandung ada pasangan kembar binan yang cukup terkenal dikalangan PLU lho. Sebut saja nama mereka Nando dan Nandy.  Banyak gosip beredar tentang mereka. Selain dua-duanya ganteng,  mereka juga sangat kompak. Bahkan saking kompaknya, mereka sering bareng-bareng mencari 1 cowok buat dinikmatin bersama... Yupz!! 3sum just for fun.  Menurut gw sih unik banget. Gw jadi inget film bokep G yang pemainnya kembar 3 wuiiiiihhhh...

Beberapa minggu yang lalu gw ketemuan dengan anak Jakarta, yang kebetulan lagi di Bandung. Sebut saja namanya Astra, dia ngebet banget pengen ketemu sama gw.  Katanya sih mumpung dia belom balik ke Jakarta. Gw  menemui Astra di sebuah tempat kost di daerah C. Sebuah kamar kost yang rapi, wangi dan girly banget. Dimana-mana terpampang foto-foto seorang gadis cantik dengan aneka pose mutakhir bak seorang model.

“Ini kostan siapa? Kostan pacar kamu ya?” kata gw sambil celingak-celinguk melihat suasana kamar (Gw nanya gitu coz Astra ngakunya seorang bisex).
“Hmmhhh... bukan kok, ini kostan temen aku.”

Di kostan itu gw dan Astra.... krik... krik... krik... taralala..!!! trilili...!!! cuma ngobrol doang ha ha ha... (pasti pada mikir ngerez lagi kan? jiakakakakak... Ga ada yang terjadi selain ngobrol dan ngemil bareng. Astra yang di foto sama aslinya beda banget!!! Sebenernya garis-garis cakepnya masih ada sih, tapi pipinya banyak jerawat dan lubang-lubang bekas jerawat. Itu yang bikin gw ilfeel he he he... Ga tau kenapa, gw cuma suka sama brondonk berpipi mulus dan licin, coz nyaman buat dicium dan dielus-elus he he he...

Seteleh ngobrol ngalor ngidul, sampailah gw dan Astra pada satu obrolan...

“Orang tua kakak, tau ga kalo kakak itu gay?” tanya Astra.
“Ga lah! sebenernya buat aku sih ga terlalu masalah kalo keluarga aku tau, aku itu gay. Tapi buat apa? Aku takut  kalo keterusterangan aku itu akan membuat mereka kecewa dan terluka.” jawab gw.
“Oh... emang kakak berapa bersodara gitu? Trus yang laen udah pada nikah?” tanya Astra menelisik.
“Empat. 2 kakak, 1 adik. Semuanya udah pada Married, kecuali aku.” Jawab gw, menjelaskan.
“Kalo kamu?” gw balik nanya sama Astra.
Dua bersodara, kak. Aku punya 1 kakak perempuan, namanya Astri. Dan kamar ini tempat kost-nya kakak aku.” sahut Astra.
“O ya? trus orang tua kamu tau kalo kamu itu gay?” tanya gw lagi.
“Aku bener-bener takut kalo orang tua aku tau, kak. Mereka pasti kecewa banget. Punya dua anak, dan dua-duanya ‘belok’....” kata Astra dengan nada suara lebih rendah, sambil menghela nafas.
“Hmmmmh maksudnya?  Kakak kamuitu lesbi...?” tanya gw penasaran, dan dengan nada bicara berhati-hati.
“Iya... Dia lesbi. Sebenernya Aku dan Astri kembar, kak....”
“Wow amazing!!” gw takjub.
“Mungkin roh aku dan Astri ketuker kali ya, kak? Astri meskipun tampilannya cantik dan  cewek banget, tapi dia orangnya pemberani dan nekat. Dulu di sekolah, malah aku yang sering dilindungi Astri dari gangguan temen-temen aku yang nakal... Astri-lah yang selalu berantem buat aku...” Sahut Astra sambil cengengesan.

Wah-wah... Dalam dua minggu, dii bulan maret 2011, gw mengetahui dua teman lagi dengan keunikan mereka sebagai pasangan kembar pencinta sejenis. What a wonderful world!?!...

Conclusions:
Gay yang terlahir sebagai kembar, mungkin punya keuntungan tersendiri. Coz bisa saling berbagi cerita, saling mendukung dan saling menguatkan tanpa malu dan takut,  karena mereka sehati, sepikir dan sejiwa...