Tampilkan postingan dengan label persahabatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persahabatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

Nostalgia SMA



NOSTALGIA SMA 
Written by Dadang S. Manaf
Song by Paramitha Rusady

Kau bercanda lucunya
Yang lain pun tertawa
Seakan saja
Cerita dan canda kita
Tiada habisnya
 

Ada yang saling cinta
Bermesra di sekolah
Selalu berdua
Berjalan di sela-sela
Rumput sekolah kita
Oh indahnya....


Nostalgia SMA kita
Indah lucu banyak cerita
Masa-masa remaja ceria
Masa paling indah
Nostalgia SMA kita
Takkan hilang begitu saja
Walau kini kita berdua
Menyusuri cinta...


Kemaren malam gw iseng liat-liat video clip jadul di youtube, ketemulah lagu ini. Waktu mendengar lagu yang dinyanyikan Paramitha Rusady ini, gw seakan terbawa kembali kepada kenangan-kenangan lama sewaktu gw masih jadi siswa berseragam putih abu. Gw tau banget lagu ini, karena dulu sering dinyanyikan berulang-ulang oleh kakak cowok gw yang lagi belajar main gitar.

Benar kata orang kalo masa-masa SMA itu merupakan moment terbaik dan kenangan tak terlupakan. Kenapa bisa begitu? Mungkin karena di usia itu kita untuk pertamakalinya merasa menjadi orang gede dan mengenal rasa cinta. Berbeda dengan anak jaman sekarang yang udah mengenal pacaran di usia SD, atau bahkan pengalaman pertama melakukan ML di masa SMP.. wuiiihhhh.... Kalo gw mah boro-boro tau ML, melakukan onani aja merasa berdosaaaaaaa bangeeeet ha ha ha... (polos banget ya gw? wkwkwk...).

Setelah gw lulus dari sebuah SMP Negeri, gw melanjutkan ke sebuah SMA Negeri di daerah Kabupaten Bandung. Gw sebetulnya ogah bersekolah di situ. Sekalipun itu adalah sekolah favorit di kota tempat tinggal gw, coz gw pengennya sekolah di kodya Bandung. Tapi apa boleh buat, keputusan bokap ga bisa dibantah.. huh!!.
Secara prestasi akademik, gw ga terlalu istimewa-istimewa banget. Tapi ga bego-bego banget juga sih he he he...  Ya, kalo soal ranking mah gw selalu bisa masuk 5 besar, kok.

Karena letak sekolahnya berada dipinggiran, kami menyebutnya sebagai sekolah disko alias sekolah di sisi kota he he he... Sekolah gw emang di daerah pedesaan yang udaranya masih segar dan dekat dengan area persawahan. Untuk mencapai sekolah, setiap harinya gw harus berjalan kaki sekitar 500 M, kemudian dilanjutkan dengan naik delman. Saking seringnya gw naik delman, gw jadi kenal dengan para kusirnya. Dan gw pun dapat ilmu mengendalikan delman dari mereka. Beberapa kali gw pernah mencoba mengendarai delman lho he he he...
Caranya gampang kok:
1. Menghentakan kedua tali kekang untuk menyuruh kuda mulai maju dan berlari.
2. Kasih cambukkan untuk membuatknya berlari lebih kencang.
3. Menarik-narik tali kekang kanan berulang-ulang tapi pelan untuk membelokkan ke arah kanan.
4. Menarik-narik tali kekang kiri berulang-ulang tapi pelan untuk membelokkan delman ke arah kiri.
5. Menarik kedua tali kekang secara bersamaan dan bertenaga untuk menghentikan laju delman.

Simple kan? begitulah panduan singkat mengendalikan delman he he he... tak lupa bunyikan klakson tradisionalnya yang bunyinya sangat khas dan nyaring: ‘ting tong’.

Selain naik delman, kadang-kadang gw juga naik becak. Tarifnya 3 kali lipat dari ongkos naik delman. Untuk becak, gw punya langganan tetap. Dari kejauhan dia selalu melambai-lambaikan tangannya, kearah gw untuk menawarkan jasanya. Dia sangat bertenaga, sehingga laju becaknya jauh lebih cepat dari becak-becak lainnya. Abang becak itu masih muda, ramah, badannya berotot dan lumayan tampan he he he... Tapi yang bikin dia nampak hot adalah, dia selalu pakai celana super pendek, semacam hotpant (celana jeans yang sengaja dipotong pendek) he he he... Celana pendeknya itu mengekspose pahanya yang kekar berotot dan menonjolkan gundukan isi celana dalamnya ha ha ha...

Di kelas II dan III gw bersahabat dengan teman sebangku, sebut saja namanya Nurdin. Anaknya lucu, kulitnya sawomatang, badannya kekar, sedikit pendek tapi berpaha besar dan bokongnya berisi he he he... (dia hobby banget main sepak bola). Sekalipun dia berasal dari keluarga orang kaya dan muslim yang taat, tapi dia sangat toleran dengan gw yang punya kepercayaan yang berbeda dengannya.

Sejak bersahabat dengan Nurdin, gw jadi jarang naik delman, coz tiap hari gw diantar jemput oleh Nurdin. Perginya gw menunggu dia di tempat terminal delman, tapi pulangnya gw diantar sampai ke rumah. Sepulang sekolah gw sering menghabiskan waktu di rumah Nurdin yang luas banget tapi sepiiiii... Ngobrol, ngerjain PR, main nintendo dll. Begitu juga, Nurdin sering main ke rumah gw. Dia sangat care sama gw, setelah main dari rumahnya pasti dia mengantar gw pulang. Ppadahal gw sering menolaknya karena merasa sungkan. Dia selalu ingat dan memberikan kado waktu gw berulangtahun, begitupun juga gw. Kalo dipikir-pikir sekarang, kayanya agak ganjil ya kalo hubungan cowok seakrab/semesra itu? he he he...   

Dia juga ga segan-segan bertelanjang di depan mata gw, waktu dia berganti pakaian. Sekalipun badannya pendek tapi burungnya cukup menggoda, dengan bulu-bulunya yang sudah sangat lebat he he he... Gw kadang memalingkan muka, antara malu sendiri dan takut horny ha ha ha...

Kami emang tumbuh bersama, begitupun waktu kami mulai mengenal cinta pertama. Dia berpacaran dengan tetangganya yang bernama Mutiara dan gw berpacaran dengan lydia. Tapi Nurdin seringkali lebih mengutamakan gw dibandingkan pacarnya. Secara waktu juga Nurdin lebih sering bersama dengan gw dibandingkan dengan pacarnya.

Setelah lulus SMA, Nurdin diterima di UGM sementara gw kuliah di salah satu PTS di Bandung. Perpisahanpun tak terelakkan. Tapi tiap kali libur panjang, Nurdin pasti menyempatkan berkunjung ke rumah gw. Sampai kami sama-sama lulus kuliah dia masih suka berkunjung ke rumah gw. Karena kesibukkan pekerjaan dan lain sebagainya, lama-kelamaan kami tidak berhubungan lagi.

Beberapa tahun lalu gw ketemu lagi dengan Nurdin di sebuah resepsi undangan pernikahan. Dia sudah menggandeng seorang perempuan, yaitu istrinya, tapi mereka belum punya anak.
Begitulah hubungan gw dengan Nurdin yang sangat gw nikmati sekalipun cuma sebagai sahabat... sangat... dekat... sekali... ha ha ha...


O ya, Nurdin lahir di bulan yang sama dengan gw tapi dia satu tahun lebih tua dari gw (dia lahir tanggal 5 dan gw tanggal 18).Hari ini tanggal 5 Juli, adalah hari ulang tahunnya Nurdin. “Selamat ulang tahun, sobat. Mungkin kamu ga akan pernah baca kisah yang aku tulis ini. Tapi percayalah, aku akan selalu mengingat kamu sebagai sahabat terbaik aku.”


Di sekolah itu gw juga jadi tau beberapa karakter teman yang berbeda-beda. Ada Agus Barkah yang ga pernah pake celana dalam. Burungnya suka keliatan gundal gandul. Malah sering nampak jembutnya nongol waktu ritzleting celananya rusak dan melorot terus ha ha ha...

Ada lagi teman yang menurut gw sih cenderung eksentrik, sebut saja namanya Chaidir. Waktu upacara bendera dia bertugas membacakan doa, tapi dia malah bedoa dengan cara berpuisi. Kami sampai-sampai kami semua dibuat ngakak terpingkal-pingkal he he he... Chaidir termasuk anak yang cerdas, sekalipun anak seorang tukang becak. Kadang pemikirannya beberapa langkah di depan kami. Ibu Hariani, seorang guru biologi yang masih sangat muda, sempat dibuat salah tingkah waktu Chaidir bertanya: “Apa bedanya organisme dengan orgasme??” he he he... padahal waktu itu kita masih kelas I. Gw mah boro-boro tau apa orgasme, masalah seks aja masih ngeblank ha ha ha... Di kelas III Chaidir dikeluarkan dari sekolah karena tertangkap sebagai salah satu gerombolan perampok. Beritanya pun sangat menghebohkan, karena dimuat di koran-koran.

Aisyah adalah salah satu teman perempuan di kelas gw yang termasuk paling alim. Rumah Aisyah letaknya tidak jauh dari sekolah gw. Dia berkerudung dan sikapnya sangat santun. Dia berpacaran dengan kakak kelas gw yang aktif di ekskul kepramukaan. Namanya Ridwan, orangnya alim juga. Suatu hari bapaknya Aisyah ngamuk sambil mengacung-ngacungkan golok mengusir Aisyah dari rumahnya, karena dia hamil diluar nikah. Mungkin bapaknya Aisyah merasa tercoreng nama baiknya oleh kelakuan anaknya sendiri. Padahal dia adalah seorang kepala sekolah sebuah SMP. Kejadian ini cukup menggemparkan sekolah gw.

Masih inget dengan teman gw Syarief? Ya dia adalah teman gw yang super ngondek dan suka dijadikan objek pemuas sex teman-teman paling bandel di kelas. Dia dengan sukarela dan bahagia mengoral penis para preman kelas he he he...  Kisah lengkapnya pernah gw tulis di Sejumput Kisah Indah Masa Kecil.

Di kelas III ada guru Bahasa Inggris yang galak banget, sebut saja namanya Ibu Aprilia. Ibu guru berkerudung ini sebenarnya cantik dan bermata bening tapi juteknya minta ampuuuun. Dia sangat tegas dan ga ada kata ampun. Aturannya ga bisa dibantah. Masuk kelas tidak boleh terlambat sekalipun cuma 1 menit, kalo terlambat tidak akan diperbolehkan masuk.  Begitulah karakter guru perempuan yang masih lajang, kadang suka berlagak galak.

Perlakuan galak itu rupanya tidak berlaku sama gw. Gw diperlakukan sangat baik oleh dia. Sampai-sampai teman-teman sekelas menggosipkan kalo Ibu Aprilia itu naksir berat sama gw.  Ibu Aprilia emang ga segan-segan meminta tolong sama gw untuk memeriksa hasil ulangan teman-teman sekelas gw, atau menyuruh hal-hal lainnya; seperti memfotocopy-kan ktp-nya yang fotonya belum berjilbab (dia wanti-wanti jangan sampai orang lain melihat fotonya). Beberapa kali dia memberi gw sebatang coklat, sebagai tanda terimakasih he he he...

Perlakuan yang sangat jomplang antara kepada gw dan teman-teman gw sangat terlihat jelas. Waktu gw dan beberapa teman gw datang terlambat. Padahal mata pelajaran Bahasa Inggris sudah berlangsung lebih dari 10 menit yang lalu. Setelah kami mengetuk pintu kelas, kami pun diinterogasi.
“Kenapa kamu terlambat, Azis?” tanyanya.
“Tadi ga ada kendaraan, bu. Delman ga ada, becak juga ga ada...” Jawab Azis dengan suara sedikit bergetar ketakutan.
“Kenapa kamu tidak pergi lebih awal??, sana keluar!!!” Ibu Aprilia mengusir Azis.
“Ronny, alasan kamu apa?” lanjut Ibu Aprilia.
“Tadi ada buku yang ketinggalan, jadi saya harus pulang lagi ke rumah, bu.” Jawab Ronny.
“Makanya jangan ceroboh! Hukuman buat yang ceroboh, silahkan belajar di luar kelas!!” kata Ibu Aprilia tegas.
“Trus, kenapa kamu terlambat Farrel?” tanya Ibu Aprilia dengan nada yang lebih rendah.
“Hmmm... Maaf bu, tadi saya bangunnya kesiangan...”. jawab gw asal-asalan sambil senyum dan pasang muka innocence.
“Nah, itu baru alasan yang logis. Duduk sana di bangku kamu...” sahut Ibu Aprilia dengan lantang. Sontak keputusan Ibu Aprilia itu disambut tepuk tangan dan suara sangat riuh teman-teman sekelas. Sumpah!! Gw  maluuuuu bangeeeet... diperlakukan istimewa kaya gitu ha ha ha...
“Diaaam!!! Kita lanjutkan pelajaran, buka halaman 42!!!” hardik Ibu Aprilia.

Guru sejarah gw, namanya Pak Darsono. Dia adalah salah satu guru yang kalo gw inget suka bikin gw ketawa-ketawa sendiri. Perawakannya tinggi cungkring, berambut ikal dan berjanggut. Yang lucu dari dia adalah gaya dia waktu mengendarai sepeda motornya. Gayanya sangat khas, yaitu kaki kanannya ngangkang selebar-lebarnya. Sementara kaki kirinya posisinya merapat ke tengah. Gw suka bercanda khayalan tingkat tinggi dengan teman-teman gw, waktu  liat Pak Darsono lagi ngebut dengan sepeda motornya: “Coba kalo lagi ngebut gitu kaki kanannya nyangkut di tiang listrik, dia bisa muter-muter ditempat sampe maghrib kali ya? ha ha ha...”.

Ada seorang guru pria yang digosipkan para siswa sebagai penyuka sesama jenis. Sebut saja namanya Pak Kohar. Perawakannya gemuk, kulitnya hitam, berkacamata, dan berkumis tebal. Indikasinya terlihat kalo dia lebih memperhatikan murid cowok, sementara murid-murid cewek dicuekin. Apalagi sama siswa yang termasuk berwajah tampan, pasti dia memperlakukannya sangat baik. Waktu mengajar dia sering duduk di meja siswa yang disukainya. Di tiap kelas, dia mempunyai murid kesayangan. O ya, anak laki-laki Pak Kohar adalah salah satu teman sekelas gw juga. Tapi Pak Kohar sering memperlakukan dia dengan kasar dan galak.

Segala kisah pahit-manis di masa-masa SMA,  kini tinggal menjadi sebuah kenangan. Kenangan yang tak terlupakan... Seumur hidup gw.  Selamanya...

Conclusion:
Sebuah rangkaian kenangan indah yang membekas dihati, kadang bisa menjadi hiburan tersendiri. Karena bisa membuat kita tersenyum lepas tatkala mengingatnya, untuk sekedar bernostalgia.

Senin, 11 Maret 2013

Catatan 4 Tahun Perjalanan Blog Ini



Waktu bergulir tanpa terasa begitu cepat berlalu. Banyak sudah moment-moment yang sudah gw lalui dalam hidup ini. Entah itu pengalaman indah, maupaun pengalaman buruk. Hidup memang tak selalu semulus paha Cherrybele he he he... Tak ada yang sempurna memang. Seperti yin dan yang, di dalam bidang putih ada titik hitam, dan di dalam bidang hitam ada titik putih. Artinya dalam setiap kelebihan pasti ada kekurangan, dan didalam setiap kekurangan pasti ada kelebihan. Selalu ada sisi jahat dari si baik, dan selalu ada sisi baik dalam diri si jahat.

Hari ini tanggal 11 Maret 2013, genap sudah umur blog ini 4 tahun. Ga ada ceremony khusus, boro-boroacara tiup lilin atau potong tumpeng mah he he he... Awalnya blog ini gw buat atas dasar iseng aja. Cuma ingin mempraktekkan cara membuat blog dari sebuah buku yang gw baca. Gw sendiri awalnya bingung soal menentukan thema dari materi blog milik gw ini. Akhirnya tercetuslah ide untuk menjadikan blog ini sebagai catatan ‘perjalanan hidup’ gw sebagai seorang gay.  Di  hari yang pertama  blog ini dipublish, gw langsung memposting 2 cerita. Lalu gw minta pendapat dari beberapa teman gw tentang blog gw saat itu. Ternyata responnya cukup positif, dan itu memicu semangat gw untuk terus menulis.

Dalam membuat postingan, gw type orang yang semau gw, dan ga suka dibatasi aturan ini itu. Gw hanya mau menulis apa yang gw mau tulis, dengan cara dan gaya gw sendiri. Begitu pun soal konsistensi menulis. Gw hanya menulis disaat mood menulis gw lagi datang. Jadi gw sendiri ga bisa memaksakan diri gw untuk menulis per jangka waktu tertentu atau dengan thema tertentu. Ada yang bilang tulisan kurang hot, tapi ada juga yang malah menilai blog ini adalah blog cabul he he he... lain orang lain selera dan lain pemikiran kali ya. Jadi sangat wajar kalo tiap kepala punya penilaiannya masing-masing. Gw sangat menyadari kalo gw ga bisa memuaskan semua pihak lewat tuliasan gw. So gw cuma mau jadi diri gw sendiri. Ini blog gw, semua cerita tentang gw, dengan bertutur cara gw sendiri. Jadi, kalo pembaca suka, gw sangat bersyukur. Kalo tidak suka, masa iya sih?? (maksa dot com) he he he...


Rentang perjalanan 4 tahun, bukanlah waktu yang sebentar. Tapi blog gw hanya baru memiliki 68 follower saja. Memang sih itu tidak menggambarkan jumlah pembaca sesungguhnya dari blog gw. Coz ada beberapa blogger juga yang enggan mem-follow blog gw dengan alasan blog gw terlalu frontal dan mereka takut ke-gay-an mereka diketahui orang lain. Jadi kebanyakan  pembaca blog gw berstatus sebagai silent reader. Dengan traffic pembaca antara 600-800an per hari, blog gw memang belum ada apa-apanya.

Lewat blog ini pula, gw jadi mempunyai banyak teman, dan ga bisa dipungkiri jadi punya musuh juga he he he... Salah satu kasusnya pernah gw bahas disini.

Trus kalo kalian bertanya, “Apa yang gw dapat dari ngeblog?” Jawabannya tentu saja banyak. Tapi yang terutama adalah ‘kepuasan bathin’, dimana gw bisa membagikan pengalaman hidup gw lewat tulisan. Entah itu yang baik, maupun yang buruk. Gw yakin setiap pembaca dikaruniai kecerdasan untuk mengambil hikmah dari setiap tulisan yang gw posting.

Gara-gara ngeblog, gw pernah ditawari  menjadi salah satu narasumber untuk sebuah seminar berthema ‘Gay Movie’, yang diadakan di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Seorang mahasiswa yang merupakan ketua panitianya, beberapa kali menghubungi gw lewat e-mail. Tapi dengan berat hati gw menolaknya. Coz, gw belom bisa seterbuka itu untuk  membeberkan ke-gay-an gw di depan umum.

Seorang dosen perguruan tinggi negeri di Bandung,  pernah menyarankan gw untuk membukukan tulisan-tulisan yang pernah gw posting di blog ini. Dia bersedia memperkenalkan gw dengan seseorang yang punya ‘posisi’ di sebuah percetakan. Tapi lagi-lagi gw belum mau seterbuka itu. Biarlah untuk sementara, gw hanya berkonsentrasi menulis di blog ini dulu.

Ada banyak  pembaca blog gw, yang penasaran dengan sosok gw aslinya kaya gimana. Ada yang googling atau searching akun facebook gw, tapi tentu saja ga akan menemukan FB gw. Coz gw meng-hidden akun facebook gw he he he... Malah ada pembaca luar kota yang sengaja chatting mencari-cari gw di MIRC (gw tau hal ini, dari salah satu teman fb gw. Jadi dia merekomendasikanya menjadi teman gw).
Gw merasa tersanjung bila ada yang ingin mengenal gw lebih jauh, setelah tertarik membaca postingan-posingan gw.

Trus bagaimana responnya setelah melihat foto diri gw? bermacam-macam sih. Ada yang jadi cuex (ilfeel kali ya he he he...), ada yang jadi teman chat aja, dan ada yang jadi berteman baik. Ada diantaranya juga yang  malah penasaran ingin mencoba having fun sama gw... he he he...  Ada-ada saja ya... Jujur ya, ada sih beberapa yang gw jabanin he he he...

Gw punya sebuah kisah nyata yang unik. Ada anak Jakarta yang menginginkan ‘pengalaman pertamanya’ dengan gw. Setelah sering intens chatting sama gw. Suatu hari dia bilang mau ke Bandung. Dia pulang kerja langsung berangkat  ke Bandung pake travel. Tiba di Bandung, hampir pukul 23.30. Gw jemput dia dan gw menemaninya makan di Nasi kalong. Setelah makan, kami having fun. Sesuai dengan janji gw, malam itu gw jadi personal trainner-nya dalam urusan esek esek he he he... Lalu pukul 04.00 WIB dia langsung cabut balik lagi pake travel ke Jakarta coz paginya dia harus masuk kerja lagi... he he he...

Bersahabat dan bisa saling curhat, bercertita tentang aktivitas masing-masin, dan berbagi pengalaman, buat gw sangatlah menyenangkan. Lewat blog ini gw jadi punya beberapa teman baik. Sekalipun beberapa diantaranya tinggal di luar kota. Teman-teman itu bisa sesama blogger maupun hanya pembaca aja. Ada beberapa sahabat yang sangat baik sama gw. Gw sampai takjub, coz mereka sangat baik sama gw. Gw ga menilai kebaikan orang itu dari pemberiannya. Tapi gw menganggapnya sebagai penghargaan terhadap diri gw. Coz mereka masih mengingat gw disela-sela kesibukan mereka. Gw pernah menerima paket dari teman-teman gw. Diantaranya: aneka keripik buah-buahan dari Malang, Satu shopping bag besar Mochi Lampion dari Sukabumi, nastar durian dari Makasar dan makanan-makanan khas dari berbagai daerah. Termasuk juga diantaranya aneka cemilan dari luar negeri, kaya: coklat, permen, biskuit, dan keripik gay (sayang gw ga sempet memotretnya). Macam-macam T-shirt, tanktop dan aneka cindera mata dari dalam dan luar negeri. O ya, waktu gw lagi seneng-senengnya ngikutin Piala Eropa 2012, gw dapet surprise dikasih 2 pcs T-shirt Euro 2012 asli dari Ukraine, lho!!

Aneka cinderamata dan buku fotografi

Sssstttt... Gw pernah dapet oleh-oleh lubrican dan kondom dari Jepang. Lubricannya sih ga masalah, even bentuk kemasannya kaya botol saus di tukang bakso he he he... Nah, soal kondomnya yang bermerk Benetton dan Okamoto,  pas gw pake kayanya ukurannya terlalu pendek dech,  coz hanya menutup ¾ bagian dari penis gw. Plus terasa ketat banget. Mungkin gara-gara ukuran standar penis orang Jepang lebih kecil dari ukuran standar orang Indonesia kali ya. Coba aja liat di film-film bokep Jepang, ukuran penisnya emang pada imut-imut kan? he he he...
Kalo Lubrican Ansell LifeStyles dan kondom keberuntungan alias Fortunate One, itu pemberian dari temen gw yang lain. Sebenernya masih ada beberapa jenis kondom lagi tapi udah habis dipake he he he...
Gw juga pernah dikasih beberapa pcs celana dalam dan celana renang dari teman baik gw.

Celana dalam, kondom, dan lubrican

Dan dari sekian banyak teman itu, ada yang satu yang paling baik. Dia secara rutin mengirimi gw produk-produk perawatan tubuh yang harganya mahal-mahal dan barang-barang lainnya. Hey, kalo kamu lagi baca tulisan ini, gw hanya mau bilang: “I love you, bro... You’re a special gift from heaven for me...”.

Aneka produk perawatan tubuh

Gw ga pernah menyangka sama sekali, kalo blog ini sanggup memberi motivasi dan membangkitkan semangat hidup seseorang. Suatu hari ada seorang brondonk Jakarta yang ingin mengenal gw lebih jauh. Lalu gw sama dia berkomunikasi lewat sms, telpon, dan ym. Dia bilang merasa kagum sama gw, yang bisa begitu tegar dan bisa menerima ke-gay-an gw dengan ikhlas. Sampai satu titik, dia bercerita kalo dia merasa putus asa dan beberapa kali ingin mengakhiri hidupnya. Dia merasa hidupnya tidak punya arti lagi. Ibunya yang sudah mengetahui orientasi sex-nya, malah mengekang dan membatasi pergaulan dia. Dia merasa dibeda-bedakan dalam hal kasih sayang dan perhatian antara dirinya dan adiknya.

Dia berasal dari keluarga menegah atas dan kuliah jurusan psikologi di sebuah perguruan tinggi swasta terkemuka di Jakarta.
Alasan dia mengambil jurusan psikologi, katanya supaya dia bisa ‘mengobati’ sendiri masalah orientasi sex-nya. Tapi teori tetaplah sebagai teori. Pada prakteknya dia tetap tidak mampu keluar dari masalahnya itu.

Gw terus-menerus memberi semangat pada dia. Gw selalu bilang ‘berdamailah’ dengan diri sendiri. Dengan bisa menerima keadaan diri kita apa adanya, maka rasa tertekan itu akan berkurang. Kebahagiaan itu adalah pilihan. Jadi tinggal pilih saja: mau berbahagia dengan apa yang kita miliki atau mau berkutat terus dengan masalah yang tak berujung? Menyalahkan diri sendiri, keadaan, dan takdir tidak akan pernah menyelesaikan masalah.
Sekarang dia sudah lulus kuliah, dan bekerja di sebuah perusahaan dengan posisi dan gaji yang sangat bagus. Plus punya seorang BF yang sangat menyayangi dia. Gw selalu merasa senang kalo teman-teman gw menemukan kebahagiannya.

Di negeri ini, tanggal 11 Maret diperingati sebagai hari yang bersejarah. Yaitu memperingati saat-saat Bung Karno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Supersemar.
Waktu gw masih kecil, pernah ada pertanyaan bodoh di benak gw: Kok mesti disebut ‘SUPERSEMAR’? kenapa ga disebut ‘SUPERPETRUK’, ‘SUPERGARENG’, atau ‘SUPERBAGONG’ he he he... maklum jaman itu, tiap hari minggu anak-anak jaman itu dicekoki dengan acara lawak Ria Jenaka di TVRI he he he... buat yang ga tau acara ini gara-gara roamming beda generasi, silahkan googling aja ya wkwkwk...

Tapi buat gw sekarang ini: Mau SUPERSEMAR kek, mau SUPERPETRUK kek, mau SUPERGARENG kek, atau SUPERBAGONG kek, gw ga mempermasalahkannya lagi. Yang jelas hari ini gw cuma mau ngurusin Blog  gw: MY SUPERNOVA BLAST yang udah berumur  4 tahun he he he...


Conclusion:
Rentang waktu yang panjang bukanlah ukuran seberapa berartinya hidup kita buat orang lain. Tapi berusahalah terus untuk membuat hidup kita bermakna, setidaknya buat diri sendiri dan orang-orang terdekat kita.

Kamis, 24 Januari 2013

Cecak Ngibulin Dinosaurus


Dalam dunia gay, hubungan cinta satu malam atau kerap disebut sebagai ONS, bukan perkara yang asing lagi dan jamak dilakukan. Tapi ada juga hubungan yang setelah pertemuan pertama berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, sekalipun hubungannya tanpa status yang jelas. Dibilang pacar bukan, dibilang teman juga bukan coz suka ml he he he... Yupz hubungan kaya gini lebih populer dengan sebutan TTM teman tapi mesra (entah: teman tapi ml? he he he...). Orang-orang yang hanya dibutuhkan untuk melampiaskan hasrat. Gw menganggap hubungan seperti ini bukan satu hal yang harus dibesar-besarkan dan didramatisir sebagai hubungan yang ga jelas dan tak berujung. Ga ada masalah, selama dalam hubungan semacam ini tidak ada pihak manapun yang dirugikan.

Di kuartal pertama tahun 2012, gw mengenal Deddy via chatting. Deddy adalah pemuda berkulit putih, berperawakan kecil dengan tinggi sekitar 160cm. Pemuda 24 tahun ini berasal dari Tasikmalaya dan tinggal di kawasan Dago. Setelah melakukan cinta satu malam dengannya, kami masih intens berhubungan via sms maupun telepon. Seperti kebanyakan orang Sunda, tutur bahasa Deddy sangat halus dan sopan.

Dalam sms-nya beberapa kali Deddy mengajak gw melakukan 3sum dengannya. Sejujurnya buat gw 3sum bukan hal yang tabu untuk dilakukan, Ga munafik gw pernah mencicipinya beberapa kali. Gw hanya berprinsip asalkan 3sum jangan dilakukan sebagai habbit, apalagi sebagai hal yang adicted. Sesekali bolehlah, itu pun harus dilakukan dengan 3 orang yang secara fisik saling suka. Coz kalo ada salah satu yang kurang disukai, biasanya akan ditelantarkan he he he... Kalo ada pihak yang ditelantarkan kasian kan? akan timbul rasa tidak nyaman.

Beberapa kali Deddy menyodorkan pic orang yang akan dijadikan orang ketiga kami dalam melakukan 3sum. Beberapa kali juga gw tolak, karena tidak sesuai dengan kriteria gw. Sampai suatu ketika dia menyodorkan sebuah nama, yaitu Ardan, yang tinggal di daerah bukit Dago. Ternyata Deddy tidak memiliki alamat pic Ardan sebagai referensi. Tapi dia menjamin kalo Ardan cukup menarik, bahkan Deddy sampai bersumpah kalo Ardan memang sangat pantas diajak 3sum. Deddy menegaskan, Ardan bukanlah orang yang eksis di dunia maya. Ga biasanya gw mengiyakan tanpa melihat pic-nya terlebih dahulu. Entahlah, intuisi gw mengatakan kalo Ardan memang layak untuk dijajal he he he...

Sesuai perjanjian yang sudah disepakati, gw sudah nangkring di depan Grapari Telkomsel Dago tepat pukul 19:00 WIB. Waktu gw sms Deddy, dia tidak menjawab. Sampai sms ke-3 tidak ada jawaban juga. Akhirnya gw coba telepon dia, dan gw dapat jawaban yang menyebalkan kalo ternyata dia baru selesai mandi. Gw paling benci janjian dengan orang yang lelet, apalagi yang masih bisa bersantai-santai padahal  gw sudah datang on time. Berkali-kali gw sms dan telepon Deddy lagi, yang dijawab dengan lagi OTW dan OTW terus. Ga heran kalo gw jadi sedikit naik pitam (keluar dech sifat jutek gw he he he...). Via telepon gw hampir membatalkan acara ketemuan malam itu, tapi Deddy memohon-mohon agar gw jangan pulang dulu. Setelah menunggu dan menjedok selama 40 menit di pinggir jalan, barulah Deddy muncul dengan rambut kelimis, memakai setelan celana kanvas  warna khaki dengan jumper coklat tua.

Waktu dia datang gw bersikap dingin dan memasang muka jutek,  karena kesal dibuat menunggu sekian lama. Deddy meminta maaf dan membujuk gw untuk melanjutkan rencana semula.
“Kak, kayanya rencana kita sedikit berubah....” kata Deddy sedikit ragu.
“Berubah gimana?!!” nada biacara gw sedikit meninggi.
“Kita sekarang ke kostan anak Setiabudi aja yuk.” Sahut Deddy.
“Kok, bisa gitu?!!” tanya gw dengan kesal.
“Anak Setiabudi lebih cakep lho daripada si Ardan, dan dia sekarang udah nungguin kita.” Deddy berkilah.
“Beneran Kak, anak setiabudi jauh lebih baik dari Ardan.” Lanjutnya.
“Ga mau!!! Lebih baik aku pulang aja.” jawab gw ketus.
“Tempat kostnya juga jauh lebih nyaman lho kak.” sambungnya.
“Gw ga peduli!! Mau lebih cakep, mau lebih keren!! Mau kostannya bagus!! Gw hanya mau sama rencana semula. Gw ga suka dipermainkan!!!” Jawab gw tegas dan lugas.
“Ya udah kalo gitu.... kita ke tempatnya Ardan aja....” Deddy akhirnya mengalah
“Tunggu dulu!! Sekarang kamu telepon dulu si Ardan. Jangan-jangan dia tidak siap dengan kedatangan kita!!” sahut gw memotong kalimat Deddy.
Akhirnya Deddy menghubungi Ardan dengan ponselnya. Ga terdengar jelas apa yang diomongkan diantara mereka. Setelah menutup pembicaraan, Deddy langsung duduk di jok motor gw.
“Ayo kak, kita jalan.” katanya.
“Yakin dia mau dan siap ketemu???” tanya gw ingin kepastian.
“Iya, Kak. Kan tadi udah ditelepon.” Sahut Deddy meyakinkan.

Cecak Tembok, gambar diambil dari Blog Naturality

Kami pun mluncur membelah daerah Dago atas,  menuju kawasan Bukit Dago. Jalannya berkelok-kelok dengan tanjakan disana-dini. Laju motor gw dihentikan oleh petunjuk Deddy, motor gw harus menuruni jalan kecil yang menurun tajam dan disisinya terdapat cekungan tanah yang curam. Akhirnya sampailah gw dan Deddy di jajaran rumah yang model dan warnanya sama. Sepertinya itu adalah rumah-rumah kontrakan (Belakangan gw tau kalo itu rumah kontrakan milik keluarganya Ardan). Tapi kami tidak masuk ke salah satu rumah kontrakan itu, melainkan masuk melalui sebuah pintu pagar yang terletak disebelah kontrakan paling kiri.

Deddy mengetuk sebuah pintu, sesaat kemudian dari balik tirai nampak seseorang mengintip, lalu membukakan pintu. Rupanya dia adalah Ardan, seorang brondonk berpostur tinggi dan slim, berkulit sawo matang, berwajah oval, hidung mancung, dengan deretan gigi geligi yang putih dan rapi. Wajahnya manis dengan karakter ketampanan khas brondonk Sunda. Ardan waktu itu masih berumur 20 tahun.

Kami pun dipersilakan masuk, rupanya itu adalah kamar Ardan. Sebuah ruangan yang dipenuhi dengan poster-poster pemain bola Liga Inggris. Tak banyak perabotan yang ada di dalam kamar Ardan. Sebuah lemari pakaian, sebuah rak tv lengkap dengan tv dan dvd player, dan dua buah kasur springbed yang digelar di bawah secara berdampingan.

Gw dan Deddy pun duduk di salah satu kasur itu, tapi anehnya kok Ardan seperti kurang senang dengan kedatangan kami. Nampak jelas di raut mukanya, kalo dia seperti merasa terganggu dengan kehadiran kami. Dia hanya diam meringkuk dan asyik menonton tv sambil berselimutkan bedcover bergambar Menchester United. Deddy, nampak lebih salah tingkah, dia seperti menyembunyikan sesuatu.

“Gpp, kan aku sambil tiduran gini... aku lagi kurang enak badan...” melihat kekakuan kami, Ardan membuka pembicaraan.
“Iya, gpp. Sorry ya kalo kedatangan kami mengganggu istirahat kamu.” Sahut gw.
“Ooooh ga masalah kok, cuma aku emang lagi kurang fit aja. Ini juga aku baru pulang gawe.” Ardan memberikan penjelasan.
“Jadi gimana dong?” Tanya Deddy, sambil melirik gw.
“Gimana apanya?” Ardan balik bertanya.
“ehhmm ehmm...” Deddy tidak melanjutkan kalimatnya, dia makin salah tingkah.

Untuk beberapa lama kami hanya terdiam,  dan berakting serius menonton film di salah satu channel televisi. Tak ada obrolan sedikitpun... Gw mengendus ini pasti ada masalah, setelah kejanggalan demi kejanggalan terlihat. Dan gw bermaksud segera hengkang dari tempat itu. Tapi gw pengen buang air kecil dulu.

“Boleh ikut ke toilet ga?” tanya gw sama Ardan.
“Iya boleh, ayo aku antar.” Jawab Ardan.

Lalu gw diantar Ardan ke toilet yang terletak di dalam rumahnya. Setelah gw selesai buang air kecil. Gw ditahan Ardan dengan beberapa pertanyaan.

“Boleh tanya ga Kak, Si Deddy ngajak kakak kesini mau apa?” tanya  Ardan.
“Lho, masa ga tau? katanya kalian mau ngajak aku 3sum.” Jawab gw.
“Kurang ajar!! dia ga pernah bilang-bilang gitu lho kak. Boro-boro minta ijin, dia cuma bilang mau main aja kesini.” Sahut Ardan dengan wajah kesal.
“Oh gitu... Pantesan kamu kaya bete gitu.” kata gw.
“Ya iyalah, dia memang menyebalkan!!” sahut Ardan dengan ekspresi geram.
“Kak, boleh minta no hp kakak?” Tanya Ardan. Lalu gw pun menyebutkan deretan angka nomor hp gw, yang langsung Ardan save di hp-nya
 Tapi percakapan gw dan Ardan tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba Deddy muncul. Katanya dia juga ingin kencing. Kemudian kami pun kembali ke kamarnya Ardan. Kekakuan tadi berlanjut lagi...

Hp gw bergetar, ada sms masuk. Terlihat ada 2 sms masuk hampir berbarengan di inbox hp gw.

SMS ke-1:
“Kak, ajak pulang si Deddy tar kakak balik lagi kesini. Aku pengen ngobrol panjang sama kakak.”
Rupanya itu sms dari Ardan.

SMS ke-2
“Kak, kita pulang aja yuk. Si Ardan kayanya ga suka sama kakak. Kita lanjut aja 3sum dengan anak Setiabudi.”


Dan itu adalah sms dari Deddy.

Tanpa menungu lebih lama akhirnya gw ajak Deddy pulang. Di jalan dia ngoceh kalo gw bukan tipenya si Ardan dan bla bla bla.... dia ngajakin gw langsung meluncur ke daerah Setiabudi. Gw hanya diam saja.

Setelah sampai di depan Grapari Telkomsel, gw menghentikan laju sepeda motor gw.
“Aku mau langsung pulang.” Kata gw singkat.
“Lho, bukannya kita mau ke Setiabudi.” Sahut Deddy keukeuh.
“Ga, aku udah ga mood.” Jawab gw.
Lalu gw meluncur ke bawah, meninggalkan Deddy dipinggir jalan, yang nampak kecewa acara 3sum-nya gagal. Di perempatan Simpang Dago, gw memutar balik arah motor gw kembali menuju rumahnya Ardan lagi he he he...

Dan singkat cerita gw udah ada di kamarnya Ardan, dan kami pun bisa ngobrol dengan leluasa. Ga ada kekakuan dan kebuntuan topik pembicaraan lagi. Suasananya mencair, seperti es yang kena sinar matahari.

Hp gw bergetar ada sms masuk dari Deddy.
“Kakak jangan berhubungan lagi dengan si Ardan ya. Dia ga suka sama kakak.”


Hp Ardan menyusul bergetar karena sms dar Deddy Juga.
“Si Bang Farrel orangnya ga bener, mendingan kamu ga usah berhubungan sama dia.”


Gw dan Ardan saling memperlihatkan isi sms dari Deddy, dan kami hanya ketawa-ketawa aja.

Hp gw bergetar lagi ada sms masuk dari Deddy.
“Kak, hapus aja nomor si Ardan. Dia udah punya pacar, takutnya jadi masalah.”

Hp Ardan bergetar menerima sms lagi dari Deddy.
“Nomor si Bang Farrel kamu hapus aja, dia orang yang ga penting banget!!”

Disusul oleh sms-sms lainnya dari Deddy yang bernada menghasut, yang masuk bergantian ke hp gw dan Ardan. Kami malah ngakak mentertawakan kelakuan Deddy. Dari situ gw dan Ardan jadi tau belangnya si Deddy. Dia mau mengadu domba gw dan Ardan tapi dia kalah cerdik ha ha ha... Cecak mau ngibulin dinosaurus!! Mana bisa??? Wkwkwk...

Malam itu ditutup dengan permainan panas antara gw dan Ardan. Kami saling memberi kepuasan. Ardan yang secara fisik dan tingkah laku tak sedikitpun menampakkan ciri-ciri gay pada umumnya, rupanya adalah seorang versatile bot. Dia meminta gw untuk melakukan intercourse ke lubang pribadinya. Kami sama-sama menikmati malam itu, 2 ronde kami lalui. Hanya gw dan Ardan.

Di hari-hari berikutnya gw dan Ardan masih saling berhubungan, baik via sms maupun ketemu langsung di rumahnya. Kadang gw yang duluan menghubungi dia, atau sebaliknya dia yang mengajak gw datang ke rumahnya.

Rupanya Deddy tak bosan-bosan mengirimkan sms-sms berisi menjelek-jelekkan gw dan Ardan. Tapi gw ga hiraukan, begitu juga Ardan. Kami hanya saling mengabarkan tiap menerima sms-sms itu (yang biasanya diterima hampir bersamaan waktunya).

Deddy masih suka mengajak gw untuk 3sum dengan brondonk-brondonk lain. Tapi ga pernah gw tanggapi lagi. Gw sudah muak berhubungan dengan orang kaya gitu. di depan berkata semanis madu tapi dibelakang ternyata menghujat-hujat. Males aja punya teman bermuka dua. Dasar manusia ular!! Kata-katanya berbisa dan siap menebarkan racun.

Beberapa bulan kemudian, pada akhirnya kesabaran gw habis juga. Sewaktu dia sms lagi yang berisi menjelek-jelekkan Ardan, akhirnya gw buka suara, kalo gw sudah lama tahu belangnya dia. Karena gw dan Ardan selalu saling bertukar informasi. Lalu dia minta maaf dan merasa malu sudah memfitnah gw dan Ardan.

Beberapa saat kemudian...

Sms masuk dari Deddy:
“Jadi kalian suka sms-an?”

Sms dari gw:      
“ya”

Sms masuk dari Deddy:
“Jadi kalian suka ketemuan di belakang aku?”


Sms dari gw:      
“ya”

Sms masuk dari Deddy:
“Kalian suka ml?”

Sms dari gw:
“iya, kenapa? Masalah buat loe?!?”

Sms masuk dari Deddy:
“ml-nya sering ga?”

Sms dari gw:
“lumayan”

Sms masuk dari Deddy:
“Kok ga ngajak-ngajak aku?”

Sms dari gw:
“What?!? Ogah!!!”

Sejak itu Deddy ga pernah menghubungi gw lagi. Orang muka tembok dan mental badak kaya gitu, emang harus diperlakukan seperti itu. Dia masih nampak sering berkeliaran chatting di mirc dengan nickname yang mengajak 3sum. Beberapa kali gw ketemu chat dengan dia. Tapi begitu tau kalo itu dia setelah liat picnya, langsung gw ignore he he he... Selamat tinggal cecak!!!

Conclusion:
Pertemanan akan berharga bila tidak ada fitnah, penghianatan dan kecurangan di dalamnya.