Tampilkan postingan dengan label percaya diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label percaya diri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Juni 2013

Cermin Diri



Sudah berkali-kali kali gw bertemu dengan seorang brondonk berumur 20 tahun, sebut saja namanya Michael dalam beberapa kesempatan chatting di MIRC. Jujur aja, fotonya memang kurang menarik perhatian gw. Karena selain fotonya sengaja diblur dengan pencahayaan yang redup, brondonk berkacamata ituterlihat seperti acuh tak acuh. Makanya ga mengherankan kalo selalu tejadi kebuntuan komunikasi setelah saling tukar pic. Mungkin karena dia tidak tertarik dengan gw. Dan gw sendiri biasanya suka males kalo chatting dengan orang yang fotonya cuma ada satu dan ngeblur pula. Tapi dari fotonya yang agak-agak ga jelas itu, gw bisa menilai kalo Michael sebetulnya termasuk cakep tapi terlihat sedikit nerd he he he...

Memory gw emang cukup bagus, jadi sebelum chatting terlalu jauh, biasanya gw sudah hafal siapa orang yang sedang chatting dengan gw itu (saking seringnya ketemu di dunia maya). Dan sampailah pada sebuah moment gw ketemu lagi dengan Michael dalam suatu kesempatan chatting di MIRC, tapi belum saling tukar pic.

Michael: Kok diem?

Farrel   : Udah ya, kamu kan ga tertarik sama aku.

Michael : Emang pic kamu yang mana?

Farrel    : *************.jpg

Michael : Ooooohhh....

Farrel    : Benerkan, ga suka?

Michael : Sebenernya aku suka, tapi aku takut.

Farrel    : Takut kenapa?

Michael : Jujur aku jarang banget ketemuan, apalagi yang umurnya jauh diatas aku.

Farrel    : Artinya ga suka sama aku dong?

Michael : Ga gitu juga, kok. Aku malah suka yang umurnya lebih dewasa. Dan badannya kaya kakak.

Farrel    : O ya? Trus?

Michael : Aku takut kalo ketemuannya ternyata sama orang jahat. Kaya berita-berita di tv.

Farrel    : Emang tampang aku keliatannya jahat ya?

Michael : Ga lah. Manis kok. Tapi kan jahat atau baik itu ga bisa diliat dari wajahnya.

Farrel    : Iya sih. Ya nilai aja pake feeling kamu, apa aku ini orang baik atau bukan.

Michael : Btw,  maaf ya, kakak cut/uncut

Farrel    : Cut. Kalo kamu?

Michael : Cut juga.

Farrel    : Ok.

Dan percakapan di chatting pun berlanjut hingga saling tukar nomor HP.  Malam memang sudah sangat larut, jadi tidak memungkinkan untuk kami saling bertemu malam itu.

Dalam beberapa hari berikutnya, antara gw dan Michael sering berkomunikasi lewat sms. Saling menanyakan khabar atau hal-hal sepele lainnya. Dan kami pun akhirnya membuat janji untuk ketemuan. Michael kayanya anak rumahan banget dan jarang keluyuran jauh dari rumahnya. Dia nampak kurang hafal dengan jalur angkutan umum. Hingga gw harus memandunya naik angkutan umum jurusan tertentu untuk sampai ke tempat gw.

Siang itu memang lagi libur dan gw lagi sendirian aja di rumah. Hujan yang mengguyur dari pagi belum menampakkan tanda-tanda akan berhenti. Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 11.00 siang, padahal di jam itu Michael janji untuk datang. Melihat kondisi itu, gw akan cukup maklum kalo Michael datang terlambat atau jika membatalkan kedatangannya sekalipun. Ya mau gimana lagi, toh hujannya cukup deras dan pasti bikin orang-orang malas untuk keluar rumah.

Tapi syukurlah, detik-detik menjelang pukul 11.00 hujan mulai mereda dan menyisakan rintik-rintik. Ada sms masuk dari Michael, mengabarkan kalo dia sudah sampai di tempat ketemuan yang sudah disepakati sebelumnya. Gw sangat menghargai orang-orang yang menepati janjinya, sekalipun ada halangan.

Lalu dengan membawa payung bergambar Hello Kitty gw berangkat menjemput Michael... ha ha ha... #lebay.com (padahal mah, payung gw warnaya hijau daun dan ga ada gambar apapun. Sumpah!!! Wkwkwk...). Dari kejauhan nampak seorang brondonk berkacamata, berlindung dibawah payung merah bertuliskan salah satu Toko Perhiasan di Bandung. Dia memakai t-shirt putih dan celana pendek PDL warna khaki. Dari tampilannya gw menduga kalo sebenernya usia Michael belum mencapai 20 tahun, bahkan menurut feeling gw kayanya dia masih SMA. Wajah Michael pun jauh lebih tampan dan keliatan jauh lebih fresh dari fotonya. Setelah sedikit basa-basi, gw langsung mengajak Michael ke rumah gw.

Di dalam kamar gw, terjalin obrolan yang lumayan akrab. Michael memang keliatan cukup pendiam. Tapi karena gw orangnya suka bercanda, dia jadi merasa nyaman dan tidak terlihat kikuk lagi.

Setelah melihat secara face to face, nampak jelas kalo wajah Michael itu oriental. Padahal awalnya gw mengira dia orang Padang (maklum fotonya kan ga jelas he he he...).  Dia memang keturunan Chinese, sama kaya gw juga. Tapi kalo gw sih Chinese KW coz udah ada campuran pri dari nenek gw he he he... Setelah dia tau kalo kami sama-sama Chinese, dia pun mengganti panggilan gw dari kakak menjadi koko.

Michael yang tampan ala oriental dan berkulit putih mulus itu, ternyata sukanya sama orang yang bertubuh gempal dengan aroma tubuhnya yang lelaki banget (bukan ketek bau bawang busuk yang menyengat lho he he he...). Makanya sebelum ketemuan dia meminta gw jangan mandi ‘terlalu bersih’. Maksudnya gw jangan menggosok bagian ketek gw dengan sabun. Wah ada-ada aja ya, tapi tetap gw penuhi juga requestnya he he he...

Gambar diambil dari http://idolofasia.blogspot.com

Setelah makin akrab. Michael bertanya sambil malu-malu;

“Ko, boleh cium koko ga?”
“Hhhmmm gimana yaaaa... ya boleh banget atuh!! ha ha ha...” jawab gw menggodanya.
“Aaahh kokooo... kirain koko ga mau.” Sahutnya dengan muka sedikit merona merah.
“Ayo mendekat sini...” kata gw.

Dia mendekat, lalu gw memeluk tubuhnya. Michael pun membalas pelukan gw dengan pelukan yang lebih erat. Kemudian bibir kami saling berpagutan dalam ciuman yang awalnya pelan dan sopan, namun kemudian berubah menjadi liar, memanas dan kemudian membara membangkitkan gairah libido kami.

Kulit tubuh Michael yang putih mulus terlihat jelas waktu gw melucuti pakaiannya. Begitu gw membuka celana dalamnya, nampaklah penisnya yang bersunat dengan bulu-bulunya yang sangat lebat. Penis Michael nampak tegang dan basah oleh precum. Nampaknya dia sudah dari tadi menahan diri untuk menyerang gw he he he...

Lalu dia juga melakukan hal yang sama. Dia melucuti semua pakaian yang menempel di tubuh gw. Dia membaui dan menciumi seluruh bagian tubuh gw.

“Baunya enak banget, ko....” katanya.
“Suka ya?” tanya gw.
“Iya... suka banget...” jawabnya, sambil terus melancarkan aksinya.
Permainan pun berlanjut lebih panas

Punya koko gede juga ya...” lanjutnya, sambil memegang benda kelelakian gw.
“he he he... biasa aja kok. Mau dimasukkin?” tanya gw.
“Iya, mau. Tapi pelan-pelan ya, Ko. Takut sakit.” Pintanya.
Gw hanya membalaskan dengan senyuman dan anggukan tanda setuju.

Benar saja, ternyata Michael sedikit kesakitan waktu gw mencoba melakukan penetrasi. Gw harus beberapa kali menahan diri untuk tidak terburu-buru. Gw harus melakukannya secara bertahap dan perlahan. Michael nampaknya memang belum terlalu berpengalaman, makanya dibutuhkan kesabaran ekstra untuk membobolnya he he he... Setelah sekian lama, akhirnya Michael bisa menikmati permainan itu. Rasa sakitnya lalu berubah menjadi kenikmatan yang luar biasa. Gw memandunya untuk bisa saling memberi kenikmatan.

Ko, aku mau dua kali. Boleh ga?” tanyanya. Padahal permainan pertama pun masih berlangsung he he he...
“Hmmm.... boleh bangeeet...” bisik gw di telinganya. Michaelpun menyambut jawaban gw dengan senyuman.

Jadilah siang itu kami bermain 2 ronde. Melelahkan tapi sekaligus sangat menyenangkan he he he...

Dari obrolan-obrolan dengannya gw jadi tau, ternyata Michael adalah seorang yang aktif pelayanan di gereja. Dia dan keluarganya  adalah aktivis di salah satu  gereja yang ada di Bandung. Makanya tidak mengherankan kalo sikap Michael itu seperti acuh tak acuh. Keinginannya kuat tapi terhalang dengan keyakinan imannya. Dia seperti mencoba menyalakan api, dan berusaha memadamkannya sendiri. Diantara hasrat yang kuat dan rasa takut akan dosa.

Waktu gw melihat Michael, gw seperti bercermin pada diri gw beberapa tahun yang silam. Dulu, sosok gw sangat alim tapi jauh dilubuk hati gw yang terdalam, menyimpan bara hasrat terlarang. Belasan tahun gw masih bisa bertahan, tapi pertahanan itu akhirnya runtuh juga. Seperti istana pasir yang luluh lantak diterjang ombak.
Masalahnya mungkin sedikit berbeda, gw termasuk terlambat memasuki dunia gay, sementara Michael mengenal dunia gay-nya jauh lebih awal.

Dibalik keluguan dan kesederhanaan sikapnya, ternyata Micahel termasuk sosok yang kuat. Karena dia berani coming out pada keluarganya. Yang tentu saja pada awalnya  dia mengalami penolakan dari keluarganya. Dia pun menerima konsekuensi pengekangan dalam bergaul. Ibunya berubah menjadi lebih protektif. Waktu di rumah gw pun, beberapa kali Michael menerima telepon dari ibunya.

Michael juga berani curhat tentang masalah orientasi seksualnya pada pembimbingnya di gereja, yang kemudian bukannya memberikan solusi tapi malah menjauhinya. Gw hanya memberinya nasehat supaya jangan terlalu terbuka bicara masalah orientasi seks kepada orang lain. Coz kalo bicara kepada orang yang salah, bisa-bisa malah mendatangkan masalah yang baru. Kalo ingin menyelesaikan masalah tanpa masalah, ya ke pegadaian aja he he he...

Conclusion:
Dengan coming out, mungkin kita berharap diri kita bisa diterima apa adanya. Tapi yang harus dipertimbangkan adalah seberapa toleran lingkungan bisa menerima perbedaan itu. Jangan sampai masalah kita, mendatangkan masalah baru hanya karena sebuah kata: ‘pengakuan’.

Jumat, 19 November 2010

Evergreen Love Songs

Sudah seminggu ini gw ‘riweuh’ (B. Sunda = sibuk) membantu sahabat gw Alvin merancang dan menyiapkan sebuah surprise party, untuk merayakan ulang tahun pacarnya, Viona. Mulai dari pemilihan cafe, pesan kue tart, ngundang teman-teman, format acara, dan tentu saja plus jadi fotografer amatiran juga he he he...

Dan kemaren malam terlaksanalah sudah surprise party itu. Semua acara berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Seneng juga liat ekspresi wajah Viona yang campur aduk antara senang, kaget, bingung, terharu, dan bahagia. Bibirnya tersenyum tapi matanya berkaca-kaca, dan dipertengahan hingga akhir acara, dia nampak tertawa lepas. Tak ketinggalan, Alvin juga ngerasa puas dengan hasil jerih payah gw.

Yang hadir lumayan banyak mulai dari teman-teman dekat sampai dengan keluarga Viona dan keluarga Alvin, komplit. Dan diantara tamu-tamu dewasa terseliplah 1 orang brondonk cakep 17 tahun yang menarik perhatian gw, namanya Daniel (sayangnya dia pacar adik perempuan Viona he he he...). Sebetulnya gw sudah kenal sama Daniel lebaran kemarin, waktu kami sama-sama gabung wisata bareng Alvin dan keluarga Viona. Di sana gw jadi tau banyak hal tentang Daniel, termasuk tau kalo ternyata sejak umur 2 tahun dia sudah kehilangan figur ayah, karena ayahnya meninggal akibat sebuah kecelakaan lalulintas. Kulit putih, tinggi 178cm, cakep, pokoknya tipe gw bangetlah he he he... Gaydar gw sih menangkap signal (walau lemah), kalo Danie tuh ada kemungkinan PLU (people like us) juga. Even ternyata dia gay sekalipun, gw akan tetep memegang teguh prinsip gw, kalo gw ga akan pernah membuka diri sama orang-orang yang berasal dari lingkungan teman-teman straight gw. Hanya mengagumi, hanya memuji he he he...

Eh, kok ceritanya jadi ngelantur ya? he he he... Back to the party. Setelah acara ultah dan makan-makan kelar. Kami semua berkaraoke ria (memanfaatkan fasilitas cafe he he he...). Walau CD lagu-lagunya terbatas dan didominasi sama lagu-lagu tembang kenangan alias jadul, ga ngurangin kegembiraan kami semua. Dan anak-anak mudanya sedikit tersegarkan dengan lagu-lagu baru dari CD-CD karaoke yang sengaja gw bawa dari rumah. Disana, jadilah gw sebagai ‘pemandu lagu’ dadakan he he he... Coz gw lumayan banyak tau soal lagu-lagu oldies dan juga masih suka update lagu-lagu baru.

Acara karaoke dibuka dengan lagu Mengenangmu – Kerispatih, yang dengan senang hati gw nyanyiin he he he... (setelah sebelumnya ga ada yang mau nyanyi duluan). Dan seperti biasanya setelah ada yang memulai barulah yang laen pada berani unjuk gigi (unjuk gigi? Emang giginya pada tonggos gt? he he he.. huft!) dan meluncurlah lagu demi lagu dibawah ini:
-Tonight I Celebrate My Love For You – Peabo Bryson And Roberta Flack
-Eternal Flame – The Bangles
-Tears In Heaven – Eric Clapton
-How Deep Is Your Love – The Bee Gees
-Love Story – Andy Williams
-Boulevard – Dan Byrd
-Smoke Get In Your Eyes – The Platters
-Goodbye – Air Supply
-Saving All My Love For You – Whitney Houston
-Right Here Waiting – Richard Marx
-Nothing’s gonna Change My Love For You – George Benson
-Hotel California – Eagles
-Speak Softly Love – Andy Williams
-I Just Called To Say I Love You – Stevie Wonder
-It Might Be You – Stephen Bishop
-Feelings – Morris Albert
-Trully – Lionel Richie
-Can’t Take My Eyes Off You – Frankie Valli
-When You Tell Me That You Love Me – Diana Ross
-Endles Love - Diana Ross and Lionel Richie
-My Way – Frank Sinatra
-You Needed Me – Boyzone
-L.O.V.E. – Nat King Cole
-Yesterday – The Beatles
-Paint My Love - MLTR
-Benang Biru – Megy Z (dangdut)
-Menunggu – Ridho Rhoma (dangdut lagi he he he...)
-Sumpah I Love You - Mahadewi
-Tapi Bukan Aku – Kerispatih
-Camelia – Irwansyah
-Biarkan Jatuh Cinta – ST12
-Pelan-Pelan Saja – Kotak
-Geisha – Jika Cinta Dia
-Hampa Hatiku – Ungu
-Matahariku – Agnes Monica
-Sepanjang Usia – Kerispatih
-Dll.

Itu Cuma sebagian lagu-lagu yang gw inget he he he... Btw, lagu Sepanjang Usia – Kerispatih dinyanyiin sama Daniel si brondonk cakep lho he he he (catatan yang ga penting ya? hi hi hi...). Dia nanyi sambil malu-malu dan minta bantuan gw wk wk wk... Btw, sayang banget gw ga nemuin CD lagu House For Sale, jadi gw ga bisa nyanyi sambil curcol dech wkwkwk... (baca postingan sebelumnya).

Dengan nyanyiin lagu-lagu lawas gw seakan-akan dibawa memasuki labirin masa lalu (padahal banyak lagu-lagu yang sudah ada jauh sebelum gw lahir he he he...). Lagu-lagu tembang kenangan seolah menjadi mesin waktu, untuk menembus ke dalam era musik puluhan tahun yang lalu.

Gw jadi inget, beberapa tahun yang lalu gw pernah iseng-iseng merekam suara gw sendiri menyanyikan lagu-lagu jadul. Lagu-lagu yang cukup gw sukai dan punya kenangan tersendiri. Gw sudah upload 3 buah lagu yang gw nyanyiin di Youtube lho. Lagu Angin Malam baru banget gw upload (ih niat banget ya? heu heu heu...). Jadi yang buat penasaran pengen tau suara gw atau yang lagi ga ada kerjaan, tinggal dengerin aja langsung. Yang mo ikutan nyanyi juga boleh kok, tuh udah gw tulis lengkap lirik lagunya. Tapi ga boleh protes ya, kalo hasilnya ga memuaskan he he he... Coz pada dasarnya emang suara gw biasa aja, ditambah ga diedit pula. Jadilah ini suara gw apa adanya he he he... PERINGATAN!!!: Jika setelah mendengar suara gw ada efek samping pusing-pusing, mual dan muntah-muntah itu diluar tanggung jawab gw wkwkwk...



FEELINGS
Original Song By Morris Albert / Written By Louis ‘Loulou’ Gaste

Feelings, nothing more than feelings,
trying to forget my feelings of love.
Teardrops rolling down on my face,
trying to forget my feelings of love.
Feelings, for all my life I'll feel it.
I wish I've never met you, girl; you'll never come again.
Feelings, wo-o-o feelings,
wo-o-o, feelings again in my arms.
Feelings, feelings like I've never lost you
and feelings like I've never have you again in my heart.
Feelings, for all my life I'll feel it.
I wish I've never met you, girl; you'll never come again.
Feelings, feelings like I've never lost you
and feelings like I've never have you again in my life.
Feelings, wo-o-o feelings,
wo-o-o, feelings again in my arms.
Feelings...(repeat & fade)



BIRU
Original Song By Vina Panduwinata / Written By Dodo Zakaria

Tiada pernah aku bahagia
Sebahagia kini oh kasih
Sepertinya 'ku bermimpi
Dan hampir tak percaya
Hadapi kenyataan ini

Belai manja serta kecup sayang
Kau curahkan penuh kepastian
Hingga mampu menghapuskan
Luka goresan cinta
Yang sekian lama sudah menyakitkan

Kau terangkan gelap mataku
Kau hilangkan resah hatiku
Kau hidupkan lagi cintaku
Yang t'lah beku dan membiru

Kini tetes air mata haru
Menghiasi janji yang terpadu
Tuhan jangan kau pisahkan
Apapun yang terjadi
'Ku ingin s'lalu dekat kekasihku



ANGIN MALAM
Original Song By Broery Marantika / Written By A. Rianto

Berhembus angin malam, mencekam
Menghempas membelai wajah ayu
Itulah kenangan yang terakhir denganmu

Ku dekati dirimu, kau diam
Tersungging senyuman di bibirmu
Itulah senyuman yang terakhir darimu

Diiring gemuruh angin
Meniup daun-daun
Alam yang jadi saksi
Kau serahkan jiwa raga

Angin tetap berhembus tak henti
Walaupun sampai akhir hidupku
oh, angin malam bawa daku kepadanya

Sekarang gw ngambil ancang-ancang buat lari... Kabuuuurr!!! sambil nutup muka takut ditimpukin tomat busuk he he he....

Conclusions:
Lagu kenangan bisa membuat kita senyum-senyum bahagia, membangkitkan semangat, atau malah bisa pula mengorek luka lama. Semua tergantung cara kita menyikapinya.

Senin, 07 Juni 2010

Pokis

Sebagian besar gay, punya interest lebih (bahkan banyak yang terobsesi) terhadap seseorang yang profesinya laki banget. Seseorang yang bergelut dengan pekerjaan yang menunjukkan kejantanan, dan dianggap punya something special dibandingkan cowok-cowok gay kebanyakan. Profesi yang sering jadi incaran itu diantaranya adalah: tentara, polisi dan satpam. Mungkin orang-orang berprofesi seperti yang gw sebutin diatas, dianggap lebih macho, bisa melindungi dan memberikan rasa aman.

Gw pernah chat dengan seseorang, sebut saja namanya Ghandi, umurnya 27 tahun. Dia sangat susah untuk memperlihatkan pic-nya. Seperti biasanya gw juga ga mau kalo harus duluan memperlihatkan pic gw. Ujung-ujungnya chat waktu itu diakhiri dengan ketidakjelasan.

Tapi gw sempat saling tuker no hp sama dia. Yang bikin gw jengkel, dia sering sms dengan nada memerintah seakan-akan dia yang berkuasa, contohnya:
Inbox: “loe sekarang ke tempat gw!!!” tanpa nanya gw bisa atau ga terlebih dahulu.
Smsnya gw cuex-in. Trus dia sms lagi.
Inbox: “cepetan loe kesini. Gw sudah sange!!” huh apa urusannya sama gw?
Inbox: “Jangan suka jual mahallah sama gw!!

Dan sms-sms beruntun lainnya yang masih dengan nada memerintah seorang boss kepada bawahannya. Gw ga terlalu menanggapi. Gw ga suka tipikal orang yang merasa superior.
Minggu depannya gw ketemu online lagi dengan Ghandi, malam itu akhirnya dia menyerah dan bilang tentang profesinya:
Ghandi : “Gw pokis...”
Gw : “Apaan tuh pokis?”
Ghandi: “Gw polisi”
Gw : “So... what?”
Ghandi : “Ya malu aja, masa seorang aparat kepolisian homo...”
Gw : “Ah loe ada-ada aja. Polisi itu kan cuma profesi dan homo itu soal orientasi sex. Jadi ga ada hubungannya dong? So, kenapa harus malu?” jawab gw datar.


Mungkin terhasut omongan gw, akhirnya dia memperlihatkan picnya tapi dengan catatan: dia wanti-wanti gw harus bisa menjaga rahasia (aduh gitu aja kok repot he he he...). Mungkin karena Ghandi berprofesi sebagai polisi dan terikat dengan korps-nya. Makanya dia sangat berhati-hati pikir gw dalam hati. Tapi malam itu acara ketemuan kami tertunda lagi.

Gw bingung, antara pengen nyoba sama polisi (salah satu profesi yang jadi incaran banyak kaum gay) dan segan, coz Ghandi sekalipun tampan tapi ga masuk kriteria gw (dia bukan brondonk lagi he he he...).
Beberapa hari kemudian gw chat lagi sama dia dan kami sepakat untuk ketemu malam itu. Gw diminta menemui dia di asrama polisi. Gila! It’s real gw harus masuk ke lingkungan yang sebelumnya ga pernah terpikirkan sama gw.

Malam itu jam baru menunjukkan angka 21.09 pada jam digital yang melingkari tangan gw. Diiringi rintik hujan gw memasuki area asrama kepolisian di Jl. N**s. Ga seperti dalam bayangan gw tentang sebuah asrama, apalagi ini asrama polisi sebagai abdi negara. Ternyata tempatnya suram dan kumuh. Belasan tikus-tikus got yang nampak montok (qi qi qi...) berseliweran di sepanjang lorong yang gw lalui. Lorong itu hanya diterangi oleh lampu-lampu temaram ala kadarnya. Lalu gw mengetuk sebuah pintu tripleks, pintu yang menurut gw terlalu rendah, sehingga orang yang masuk melalui pintu itu harus sedikit menundukkan kepalanya kalo tidak mau benjol kejedot kusen he he he... pintu yang rendah itu mungkin diakibatkan renovasi peninggian ubin berkali-kali. Malam itu membuka mata gw, ternyata pengabdian aparat polisi tidak berbanding lurus dengan fasilitas yang dia dapatkan. Mungkin itulah yang membuat banyak aparat menjadi gelap mata menghalalkan segala cara untuk memperoleh ‘kesejahteraan lebih’.

Ghandi membukakan pintu sambil tersenyum dan mempersilakan gw masuk. Ghandi seorang pemuda sunda berkulit kuning dengan kumis tipisnya. Kumisnya mirip kumis perancang busana terkenal, yang teuteup ngondeeeek sekalipun piara kumis hueeekkksss!!! he he he...

Pemandangan di dalam ternyata tidak seseram di luar. Lumayan bersih dan terawat walau kecil dan sederhana. Ruangan berlantai keramik hijau itu diisi benda-benda elektronik standard (tv, dvd player, kipas angin dll... ) tanpa ada kursi untuk duduk.
Lalu gw dan Ghandi larut dalam obrolan ngalor-ngidul ga jelas, obrolan ga penting khas orang-orang yang lagi ketemuan he he he...

Dari obrolannya baru gw tau ternyata dia jadi polisi, bukan karena keinginannya, tapi karena dorongan dan tekanan bapak dan kakak-kakaknya, yang semuanya berprofesi sebagai polisi. Secara psikologis dia pasti tertekan, mengalami dilema dan rapuh (karena harus menjalani 2 kehidupan yang berbeda).

Dibalik profesinya yang keras ternyata dia seorang lelaki manja (tapi tidak ngondek wkwkwk...). Dia merasa nyaman dalam pelukan gw. Malam itu gw lah yang pegang kendali, gw yang jadi superior. Ghandi pasrah menerima semua perlakuan gw (yang lagi balas dendam ) he he he... Ghandi tidak pandai bercinta dan staminanya juga dibawah rata-rata. Dia tumbang, jauh sebelum gw mencapai puncak. Malam itu selesai tanpa gw mengalami orgasme. Tapi gpp, yang penting gw sudah mencoba, even gw ga bisa menikmatinya. Kesimpulannya: buat gw brondonk is the best!!! he he he...

Soal profesi jantan lainnya, teman gw pernah cerita, dia pernah ketemuan dengan seorang tentara dan dibawa ke asrama seskoad di Bandung. Ternyata di kamarnya, tentara itu memiliki koleksi kosmetik dan bahan perawatan tubuh yang super duper lengkap!!! wuiiihhh suka dengdong ya pak? wkwkwkwk... Beberapa gw kali ketemu chat dengan tentara gay, tapi gw memutuskan untuk tidak ketemuan.
Kalo satpam gay? Banyak kale.!!!..he he he.. gw pernah beberapa kali chatting dengan satpam, bahkan ada satpam yang dengan terang-terangan memajang foto-foto seksiya (foto dan video bugil huft!) di sebuah situs gay.
Satpam gay... Polisi gay... Tentara gay... Apa kata dunia...!?! Dan dunia binan menjawab: SANTAI AJA KALEEEEEE... wkwkwkwk...

Conclusions:
Banyak sisi kehidupan yang terlewatkan oleh mata jasmani kita, hanya mata hati yang sanggup memahami kekosongan jiwa seseorang. Profesi ga menjamin soal kejantanan seseorang, dan profesi ga ada hubungannya sama sekali dengan masalah orientasi seksual. Di luar sana banyak banget bertebaran satpam, polisi bahkan tentara gay. So what gitu lho!!! he he he...

Kamis, 25 Maret 2010

Fashion & Me 4

The next episode... Y-neck lagi, Y-neck lagiiii... apa boleh buat, permintaan masih kenceng neh he he he... makanya jangan bosen ya liatnya he he he... setelah perjuangan yang cukup lama, akhirnya beres juga koleksi terbaru baju-baju gw. jadi inget pas pertama kali bikin, orang-orang memandang sebelah mata, menganggap modelnya aneh, banci bgt (emang iya sih he he he...). Tapi makin lama kok makin banyak yang pake ya? he he he... O ya, buat yang mau pesen harganya rata-rata Rp 60.000,-. yang serius mo pesen, kirim e-mail aja ke farrel_fortunatus@yahoo.com. tar bakal gw jelasin cara pesennya.... met belanja!!!


































Sabtu, 21 November 2009

Gaydar Alert

Suatu malam, waktu gw hangout clubbing di Amnesia bareng temen-temen gw. Mata gw tertuju sama satu sosok pemuda berkulit sawo matang, rambut cepak, dengan postur badan tinggi dan sangat tegap. Dari t-shirtnya yang ketat terlihat tonjolan-tonjolan otot seperti yang sering gw lihat pada keindahan patung pualam. Otot bicep dan tricepnya seakan menyeruak dari lengan kaosnya yang ketat. Gw sangat yakin dia juga punya perut sixpack yang sexy. Gw emang penyuka brondong, tapi gw juga suka merinding kalo ketemu sama pemuda yang body nya ga nahan kaya gitu he he he… Otot-ototnya yang kering dan urat-urat ditangannya menunujukkan garis-garis tegas kejantanannya. Terlihat banget kalo dia sudah berjuang keras di gym demi memahat keindahan tubuhnya. Jeans belel dan t-shirt putih, sangat pas di badannya. Serta kalung butiran kayu menggantung dengan ketat di lehernya.
“Hussshyy!!! matanya jangan belanja aja. Dia straight tau!! Nyari yang laen aja he he he…”. Ronald membuyarkan khayalan gw yang lagi melambung tinggi.
“Straight?? yakin loe?” kata gw. Coz radar gw menangkap sinyal ‘gay’ dari pemuda itu, walau lemah tapi gw sangat yakin.
“Banget!!! Dia tuh kalo clubbing selalu datang sama cewek, tau!” lanjut Ronald
“Jangankan cuma datang clubbing bareng cewek, orang yang udah punya anak bini aja banyak yang gay kok!” timpal gw sambil tertawa ringan.
“Benerlah, dia itu cowok banget!!” Ronald mempertahankan pendapatnya.
“Gw berani bertaruh, dia gay! Atau seenggaknya dia bisex-lah!” kata gw keukeuh.
“No no no…” kata Ronald sambil menggelengkan kepala.
Gw hanya tersenyum, dan kami pun berlalu menuju ke area depan. Beberapakali gw masih melihat dia lagi joget bareng cewek di dancefloor, dengan gerakannya yang sekaku robot. Terlihat dia mengumbar kemesraan dengan cewek itu.
Waktu gw bilang sama Daffa tentang masalah ini, dia cuma bilang:
“Mungkin aja, tapi kemungkinannya sangat kecil”.

Berkali-kali gw clubbing lagi, gw masih sering melihat pemuda itu, selalu dengan daya tarik yang sama, dan mengumbar kemesraan dengan cewek-cewek yang selalu berbeda. Dan dengan gerakan jogetnya yang kaya robot. Tapi gw tetep yakin kalo pemuda itu penyuka sesama jenis he he he… Gw sangat yakin akan ketajaman radar gay gw.
Dan tibalah masa-masa pembuktian itu. Sebulan yang lalu, waktu gw clubbing cuma sama Ronald dan Raka. Gw melihat dengan mata kepala sendiri. Di atas dancefloor, si pemuda berbody baja itu sedang asyik memeluk seorang… cowok!!! And then dia menciumnya… French kiss pula!!! Gw mencolek punggung Ronald, sambil ngomong:
“Lihat tuh di depan, bener kan kata gw? Dia homo juga he he he…”
“Ohhh… iya ya…” Ronald sempat terbengong sebentar, lalu tertawa ringan.
“Soal status, bentuk body, kejantanan dll, ga jaminan tuh dia itu straight”
“Iya dech…” sahutnya.

Semua gay memang dikaruniai (cie… kok kaya sejenis anugerah gitu ya? he he he) gaydar, radar untuk mengetahui siapa aja gay lain yang disekitarnya. Tapi ketajaman radar gw kayanya diatas rata-rata he he he… malah waktu jalan bareng, temen-temen gw suka iseng-iseng bercanda nanyain ‘mana yang gay’ diantara orang yang berseliweran di hadapan kami qiqiqi…
Setahun yang lalu, Daffa pernah curhat sama gw kalo dia lagi suka sama temen kuliahnya, sebut saja namanya Fahmi. Tapi dia bingung karena Fahmi cowok straight yang punya cewek. Bahkan ceweknya sering ‘tidur’ di kostan Fahmi. Gw hanya bilang sama Daffa:
“Coba lihat Fotonya, gw pengen tau tampang Fahmi kaya gimana” siapa tau gw bisa membantu dengan ketajaman radar gw.
“Ini, ada beberapa” jawabnya.
Lalu Daffa nunjukkin foto Fahmi yang ada di hpnya. Fahmi yang keturunan Arab itu memang ganteng banget.
“Dia bisex!!!” kata gw mantap.
“Ah mana mungkin?” Daffa ragu.
“Percaya sama gw.” Gw meyakinkan.
“Hmmmmhhh kok kaya ga mungkin banget ya…” Daffa tampak bingung, mungkin dia nyangka gw bilang gitu cuma buat nyenengin hatinya.
“Iya gw yakin banget” gw makin mantap.
“Tapi gimana cara ngebuktiinnya?” tanya Daffa.
“Gampang kok, coba kamu ajak dia berenang. Trus kondisikan kamu pake ruang ganti bareng dia, soal muslihatnya terserah kamu. Trus coba kamu buka semua pakaian kamu di dihadapan dia…”
“Gila!!! Masa harus gitu sih?” Daffa memotong pembicaraan.
“Sabar bu… he he he… Kalo dia ngeliat kamu ga malu-malu bugil di depan dia, gw yakin dia juga akan melakukan hal yang sama. Even dia bukan gay juga seenggaknya kamu udah dapet bonus liat ‘barangnya’ yang ukuran orang Arab he he he…” gw sengaja ngomong sambil bercanda.
“Truuus…?” Daffa mulai nampak penasaran.
“Coba kamu colek ‘burung’ dia… trus liat reaksinya…”
“Trus gimana lagi?” Kening Daffa mngernyit, nampak sedang mencerna tips and trick dari gw.
“Udah, itu aja. Setelah itu kasih laporan sama gw he he he…”
“O.K. aku coba ya….” sahut Daffa.

Beberapa hari kemudian Daffa ngasih laporan, ternyata waktu dia mencolek ‘burung’ Fahmi, dia membalas. Jadi terjadilah saling colek mencolek… keliatan cuma saling bercanda, tapi nampak kalo kedua burung di ruang ganti itu sama-sama membesar he he he… Tapi ga terjadi sesuatu yang lebih dari itu.
“Harapan kamu hampir menjadi kenyataan, Daffa” sahut gw, berkesimpulan.
“Maksudnya…? Dia juga penyuka sesama jenis?” Daffa balik bertanya.
“Yup 100%” gw meyakinkan.
“Asyiiiikkk… Tapi, aku bingung. Gimana caranya supaya bisa deket sama Fahmi, dia kan punya cewek.” Kata Daffa.
“Kamu pura-pura aja, belom ngerjain tugas. Trus minta tolong dibantuin sama dia. Tentu saja kamu minta ngerjainnya di tempat kost dia. Kalo perlu kamu harus bisa nginep di tempat dia. Soal cara ngomongnya gimana, gw yakin kamu pandai mencari-cari kata yang tepat”. Saran gw.
“Trus gimana lagi?” tanya Daffa.
“Kamu hanya tinggal nunggu aja, apa yang bakal terjadi…”

And then, beberapa hari kemudian dengan cerianya Daffa laporan sama gw, kalo dia telah sukses ‘menikmati malam membara’ bersama Fahmi he he he…
Radar gay gw sering mengeluarkan alert, kalo ketemu dengan sosok gay lainnya. Ga peduli yang ketemu langsung atau sekedar lihat fotonya, hampir bisa gw tebak dengan jitu he he he...
Coba perhatikan acara Take Me Out / Take Him Out di Indosiar, gw berani bertaruh sebagian besar cowoknya gay!!! Mereka bukan nyari pasangan tapi pengen nampang di tv doang he he he…
Gay memang bertebaran dimana-mana… and I love it!!!

Conclusions:
Bakat, pengalaman dan ketajaman analisis adalah kombinasi sempurna untuk memiliki gaydar yang akurat. Dan gw bersyukur gw memiliki semuanya he he he… Let’s Turn It On Your Gaydar!!!

Rabu, 04 November 2009

Buat Gay Menikah Itu Bisa jadi Ibadah Atau Musibah?

Menikah dan hidup berpasang-pasangan adalah fitrah semua manusia. Tapi tidak buat gw. Sampai usia gw yang sudah banyak ini, ga ada tanda-tanda gw bakal nikah. Bukan karena hidup gw tanpa target dan rencana, bukan juga karena gw mau melawan takdir. Tapi selama ini gw selalu berpegang pada prinsip: gw ga mau menipu diri sendiri. Apalagi harus melibatkan orang lain (istri) untuk menjadi korban. Gw cuma mencoba untuk jujur sama diri sendiri: gw gay, yang tidak mempunyai hasrat kepada perempuan. Itulah yang menjadi alasan kenapa gw memilih tidak menikah. That’s it!!! Dan gw harus siap menerima semua konsekuensi atas pilihan hidup gw itu. Sampai saat ini gw ga punya rencana untuk menikahi perempuan manapun (dan lelaki manapun jg he he he…).

Beberapa kali sodara-sodara gw, mencoba untuk nyombalingin gw sm beberapa perempuan: ada yang berprofesi sebagai pimpinan cabang sebuah bank swasta terbesar di Indonesia, pemilik butik, dokter gigi, dosen dan lain-lain. Gw hanya mengiyakan saja, tanpa mau ketemu dengan orang yang bersangkutan.

Syukurnya, yang rese dan mempermasalahkan kesendirian gw hanyalah orang-orang luar dan sodara jauh gw. Sementara ortu dan keluarga dekat gw, ga pernah membahasnya. Mereka cukup moderat, dan selalu mendukung setiap pilihan hidup gw. Mereka selalu bilang, mungkin belom ketemu jodohnya aja, jangan terlalu ngoyo. Gw sih happy-happy aja, mendapat kepercayaan kaya gitu he he he....

Banyak gay yang akhirnya memutuskan untuk menikah. Mereka memasuki lembaga pernikahan dengan alasan dan pertimbangan:
- ingin menuruti kehendak orangtua
- ingin punya masa depan
- ingin punya keturunan
- ingin di hari tua kelak ada orang yang mengurus.
- ingin berhenti bercinta dengan lelaki… weeekkksss!!! yang ini yang gw ga yakin he he he… coz yang gw tau banyak suami-suami “mantan gay” yang masih berkeliaran mencari kepuasan sex dengan PIL alias pria idaman lain.

Dulu banget, sebelum gw terjun ke dunia gay, gw pernah kenal dengan seorang pemilik salon, tempat gw biasa potong rambut. Dengan melihat gesture tubuhnya serta cara bicaranya, malaikat juga tau kalo dia itu binan sejati he he he… Yang mengagetkan gw, ternyata dia memutuskan menikah. Pestanya cukup besar-besaran. Tapi pernikahannya hanya berumur 2 minggu saja, lalu pisah ranjang dan bulan berikutnya bercerai. Ga tau apa penyebabnya, tapi gw yakin banget dia ga mampu ereksi waktu beradegan ranjang dengan istri sesaatnya he he he… tragis memang.

Beberapa hari yang lalu gw membaca postingan sebuah blog. Isinya tentang curhat seorang gay yang baru menikah dengan perempuan (maaf ya bro, gw bahas disini). Dia menulis tentang kehidupan pengantin barunya. Dia bilang dia bisa mencium bibir istrinya, dia mampu menjilati setiap sudut tubuh istrinya, dia juga bisa melakukan penetrasi. Tapi satu hal yang ga bisa dia lakukan: dia ga bisa menstimulsi dan menjilati daerah kemaluan istrinya. Dia merasa ga ada “sesuatu” yang “istimewa” untuk dia genggam dan dia hisap. Dia tidak menyukai bentuk dan aromanya… wkwkwkwk…. aroma seafood kale he he he…

Lantas gw berpikir, betapa egoisnya gw. Kalo gw berlindung menutupi ke-gay-an gw di balik sebuah rumah tangga yang semu. Gw hanya membayangkan, betapa sakitnya perasaan perempuan itu, saat dia tau telah mencintai orang yang “salah”. Cukuplah gw yang merasakan pahit dan getirnya menjadi seorang gay (huuffff… enaknya juga banyak kok he he he…), dan ga usah melibatkan orang lain dalam sandiwara rumah tangga yang penuh kepura-puraan. Gw bukan orang yang suci tapi gw ga mau jadi penipu.

Tapi kembali lagi, setiap orang pasti punya cara pandang yang berbeda atas hidupnya. Semua orang bebas menentukan langkah hidupnya.

Sudah sejak lama, gw ga mau chat sama orang yang umurnya diatas 26 tahun. Gw pencinta brondong sejati he he he… Saat gw tau orang yang sedang chatting sama gw umurnya lebih dari kriteria gw. Biasanya gw langsung jelasin, kalo gw sukanya sama brondong. Dan selama ini fine fine saja, ga ada masalah.

Suatu hari… ketika kita duduk di tepi pantai… dan memandang, ombak di lautan yang kian menepi…(weeekkkss kok malah jadi nyanyi lagu “kemesraan” ya? he he he…). Suddenly, waktu gw chatting di YM, ada seseorang yg nge-add, sebut namanya wibisono. Setelah tanya ini itu taulah gw kl Wibisono itu seorang T yang sudah berumur 39 tahun. Jelas dia bukan kriteria gw bgt. Tapi demi manner, gw tetap melayani dia chatting, lagian dia bilang cuma butuh temen share aja. Berikut ini petikan percakapan gw dengan Wibisono.
Gw :”Udah lama di bandung mas?”
Wibisono:”4 tahunan, disini aku kerja”
Gw :”O ya?, emang mas asli mana?”
Wibisono:”Makasar”
Gw :“Trus, di Bandung tinggal sama keluarga?”
Wibisono:”Ga lah, istri dan anak aku tinggal di Makasar. Di Bandung aku tinggal sendiri. Makanya main kesini dong!!!”
Gw :”Mau ngapain gitu mas?”
Wibisono:”Kita fun aja”.
Gw :”Tapi aku pure top lho… lagian kan tadi aku bilang aku sukanya sama brondong.”
Wibisono:”Alaaaahh!!!... coba aja liat dulu ‘punya’ gw, pasti kamu ketagihan dech. Punya kamu berapa cm?”
Gw :”O ya?... lumayanlah 15 cm”
Wibisono:”Segitu mah kecil, dong”
Gw :”Emang punya mas seberapa gede?”
Wibisono:”Segede ukuran sebungkus oreo”
Gw :”wow, keren tuh!!!”
Wibisono:”Makanya kesini dong, karena punya aku yang lebih gede makanya aku yang berhak nembak kamu”
Gw :”Ga mas makasih. Jangankan harus jadi bot, jadi top juga kalo sama mas mah aku ga bisa.”
Wibisono:”Kenapa ga bisa? Kamu kan gay. Harus bisa dong!”
Gw :”Aku memang gay, tapi aku selektif kalo milih partner sex. Aku sukanya sama brondong. Trus, ngapain mas bilang aku ini gay? Mas sendiri juga kan gay!!”
Wibisono:”Enak aja!!! Gw bukan gay tau!!!”
Gw :”Lantas apa dong? Bisex?!! Sama aja kali! Yang jelas sama-sama suka lelaki kan?”
Wibisono:”Ga lah!!! Gw bukan gay dan bukan bisex!!! Gw straight!!!”
Gw :”O ya…?? kok straight suka ngesuck dan ngefuck laki-laki??? Ga salah tuh?!?”
Wibisono:”Gw normal!!! gw cuma ingin variasi aja! Aku malah sering 3sum atau orgy dengan campuran cewek dan cowok”
Gw :”Ha ha ha ha…!!! Lucu banget!”
Wibisono:”Apanya yang lucu?”
Gw :”Jelas-jelas mas suka ngentot cowok, masih mungkir dan ngaku-ngaku normal he he he…”
Wibisono:”Kamu sendiri gimana?”
Gw :”Kan dari tadi juga aku sudah bilang, aku ini emang gay dan ga suka cewek. Cukup jelas kan?”
Wibisono:”Harusnya kamu mencoba untuk sembuh dan menikah sama cewek.”
Gw :”Buat apa? Aku sudah merasa enjoy dengan kehidupan aku. Aku ga mau pura-pura mas. Aku ga mau bersandiwara dan jadi orang munafik. Aku ga mau membuat penjara buat diri aku sendiri”
Wibisono:”Tapi kamu harus tetap berusaha untuk sembuh”
Gw :”What??? Gay itu bukan penyakit mas! Bukan penyakit sejenis penyakit buduk dan koreng. Ga ada yang salah menjadi seorang gay. Gay itu cuma beda orientasi sex aja. Ini masalah selera, dan ga bisa dipaksakan.”
Wibisono:”Kan belom kamu coba!!”
Gw :”Aku sangat mengenal diri aku sendiri, dan ga ada yang perlu untuk dicoba-coba. Mas sendiri, kenapa masih mencari-cari cowok? Emangnya mas ga bisa menikmati hubungan sex dengan istri mas sendiri?”
Wibisono:”Hmmmhhhh…mmm menikmati siiiih… tapi kerasa longgar. Kalo sama cowok lebih berasa aja cengkramannya…”
Gw :”Ha ha ha ha…”
Wibisono:”Kok ketawa?”
Gw :”Gpp, enjoy aja lah dengan pilihan hidup mas yang ‘normal’ itu”
Wibisono:”Aku emang normal kok…!!!
Gw :”Whatever!!!


Lalu gw menutup YM gw, males banget kalo gw harus berurusan lagi dengan typical orang kaya gitu. Munafik banget dan sok normal!!! ML sama cowok dibilang cuma sekedar variasi? Hantu pohon jambu juga tau: LOE ITU HOMO YANG MERASA BUKAN HOMO qiqiqi… Lebih lucunya lagi, hidupnya aja belom BENER, pake nasihatin gw segala, buat sembuh dan menikah he he he…

Conclusions:
Kalo pernikahan itu membawa berkah dan membuat kita ga berpaling lagi ke dunia cinta sejenis, maka pernikahan itu bisa menjadi ibadah. Tapi kalo setelah menikah masih menjalani kehidupan ‘amfibi’ (hidup di dua alam), dan masih mencari-cari cowok selingkuhan. Tunggu aja, cepat atau lambat bom waktu itu akan meledak. Dan akan mengubah pernikahan itu menjadi sebuah musibah. Prikitiew!!! He he he….