Tampilkan postingan dengan label tembang kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tembang kenangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

Nostalgia SMA



NOSTALGIA SMA 
Written by Dadang S. Manaf
Song by Paramitha Rusady

Kau bercanda lucunya
Yang lain pun tertawa
Seakan saja
Cerita dan canda kita
Tiada habisnya
 

Ada yang saling cinta
Bermesra di sekolah
Selalu berdua
Berjalan di sela-sela
Rumput sekolah kita
Oh indahnya....


Nostalgia SMA kita
Indah lucu banyak cerita
Masa-masa remaja ceria
Masa paling indah
Nostalgia SMA kita
Takkan hilang begitu saja
Walau kini kita berdua
Menyusuri cinta...


Kemaren malam gw iseng liat-liat video clip jadul di youtube, ketemulah lagu ini. Waktu mendengar lagu yang dinyanyikan Paramitha Rusady ini, gw seakan terbawa kembali kepada kenangan-kenangan lama sewaktu gw masih jadi siswa berseragam putih abu. Gw tau banget lagu ini, karena dulu sering dinyanyikan berulang-ulang oleh kakak cowok gw yang lagi belajar main gitar.

Benar kata orang kalo masa-masa SMA itu merupakan moment terbaik dan kenangan tak terlupakan. Kenapa bisa begitu? Mungkin karena di usia itu kita untuk pertamakalinya merasa menjadi orang gede dan mengenal rasa cinta. Berbeda dengan anak jaman sekarang yang udah mengenal pacaran di usia SD, atau bahkan pengalaman pertama melakukan ML di masa SMP.. wuiiihhhh.... Kalo gw mah boro-boro tau ML, melakukan onani aja merasa berdosaaaaaaa bangeeeet ha ha ha... (polos banget ya gw? wkwkwk...).

Setelah gw lulus dari sebuah SMP Negeri, gw melanjutkan ke sebuah SMA Negeri di daerah Kabupaten Bandung. Gw sebetulnya ogah bersekolah di situ. Sekalipun itu adalah sekolah favorit di kota tempat tinggal gw, coz gw pengennya sekolah di kodya Bandung. Tapi apa boleh buat, keputusan bokap ga bisa dibantah.. huh!!.
Secara prestasi akademik, gw ga terlalu istimewa-istimewa banget. Tapi ga bego-bego banget juga sih he he he...  Ya, kalo soal ranking mah gw selalu bisa masuk 5 besar, kok.

Karena letak sekolahnya berada dipinggiran, kami menyebutnya sebagai sekolah disko alias sekolah di sisi kota he he he... Sekolah gw emang di daerah pedesaan yang udaranya masih segar dan dekat dengan area persawahan. Untuk mencapai sekolah, setiap harinya gw harus berjalan kaki sekitar 500 M, kemudian dilanjutkan dengan naik delman. Saking seringnya gw naik delman, gw jadi kenal dengan para kusirnya. Dan gw pun dapat ilmu mengendalikan delman dari mereka. Beberapa kali gw pernah mencoba mengendarai delman lho he he he...
Caranya gampang kok:
1. Menghentakan kedua tali kekang untuk menyuruh kuda mulai maju dan berlari.
2. Kasih cambukkan untuk membuatknya berlari lebih kencang.
3. Menarik-narik tali kekang kanan berulang-ulang tapi pelan untuk membelokkan ke arah kanan.
4. Menarik-narik tali kekang kiri berulang-ulang tapi pelan untuk membelokkan delman ke arah kiri.
5. Menarik kedua tali kekang secara bersamaan dan bertenaga untuk menghentikan laju delman.

Simple kan? begitulah panduan singkat mengendalikan delman he he he... tak lupa bunyikan klakson tradisionalnya yang bunyinya sangat khas dan nyaring: ‘ting tong’.

Selain naik delman, kadang-kadang gw juga naik becak. Tarifnya 3 kali lipat dari ongkos naik delman. Untuk becak, gw punya langganan tetap. Dari kejauhan dia selalu melambai-lambaikan tangannya, kearah gw untuk menawarkan jasanya. Dia sangat bertenaga, sehingga laju becaknya jauh lebih cepat dari becak-becak lainnya. Abang becak itu masih muda, ramah, badannya berotot dan lumayan tampan he he he... Tapi yang bikin dia nampak hot adalah, dia selalu pakai celana super pendek, semacam hotpant (celana jeans yang sengaja dipotong pendek) he he he... Celana pendeknya itu mengekspose pahanya yang kekar berotot dan menonjolkan gundukan isi celana dalamnya ha ha ha...

Di kelas II dan III gw bersahabat dengan teman sebangku, sebut saja namanya Nurdin. Anaknya lucu, kulitnya sawomatang, badannya kekar, sedikit pendek tapi berpaha besar dan bokongnya berisi he he he... (dia hobby banget main sepak bola). Sekalipun dia berasal dari keluarga orang kaya dan muslim yang taat, tapi dia sangat toleran dengan gw yang punya kepercayaan yang berbeda dengannya.

Sejak bersahabat dengan Nurdin, gw jadi jarang naik delman, coz tiap hari gw diantar jemput oleh Nurdin. Perginya gw menunggu dia di tempat terminal delman, tapi pulangnya gw diantar sampai ke rumah. Sepulang sekolah gw sering menghabiskan waktu di rumah Nurdin yang luas banget tapi sepiiiii... Ngobrol, ngerjain PR, main nintendo dll. Begitu juga, Nurdin sering main ke rumah gw. Dia sangat care sama gw, setelah main dari rumahnya pasti dia mengantar gw pulang. Ppadahal gw sering menolaknya karena merasa sungkan. Dia selalu ingat dan memberikan kado waktu gw berulangtahun, begitupun juga gw. Kalo dipikir-pikir sekarang, kayanya agak ganjil ya kalo hubungan cowok seakrab/semesra itu? he he he...   

Dia juga ga segan-segan bertelanjang di depan mata gw, waktu dia berganti pakaian. Sekalipun badannya pendek tapi burungnya cukup menggoda, dengan bulu-bulunya yang sudah sangat lebat he he he... Gw kadang memalingkan muka, antara malu sendiri dan takut horny ha ha ha...

Kami emang tumbuh bersama, begitupun waktu kami mulai mengenal cinta pertama. Dia berpacaran dengan tetangganya yang bernama Mutiara dan gw berpacaran dengan lydia. Tapi Nurdin seringkali lebih mengutamakan gw dibandingkan pacarnya. Secara waktu juga Nurdin lebih sering bersama dengan gw dibandingkan dengan pacarnya.

Setelah lulus SMA, Nurdin diterima di UGM sementara gw kuliah di salah satu PTS di Bandung. Perpisahanpun tak terelakkan. Tapi tiap kali libur panjang, Nurdin pasti menyempatkan berkunjung ke rumah gw. Sampai kami sama-sama lulus kuliah dia masih suka berkunjung ke rumah gw. Karena kesibukkan pekerjaan dan lain sebagainya, lama-kelamaan kami tidak berhubungan lagi.

Beberapa tahun lalu gw ketemu lagi dengan Nurdin di sebuah resepsi undangan pernikahan. Dia sudah menggandeng seorang perempuan, yaitu istrinya, tapi mereka belum punya anak.
Begitulah hubungan gw dengan Nurdin yang sangat gw nikmati sekalipun cuma sebagai sahabat... sangat... dekat... sekali... ha ha ha...


O ya, Nurdin lahir di bulan yang sama dengan gw tapi dia satu tahun lebih tua dari gw (dia lahir tanggal 5 dan gw tanggal 18).Hari ini tanggal 5 Juli, adalah hari ulang tahunnya Nurdin. “Selamat ulang tahun, sobat. Mungkin kamu ga akan pernah baca kisah yang aku tulis ini. Tapi percayalah, aku akan selalu mengingat kamu sebagai sahabat terbaik aku.”


Di sekolah itu gw juga jadi tau beberapa karakter teman yang berbeda-beda. Ada Agus Barkah yang ga pernah pake celana dalam. Burungnya suka keliatan gundal gandul. Malah sering nampak jembutnya nongol waktu ritzleting celananya rusak dan melorot terus ha ha ha...

Ada lagi teman yang menurut gw sih cenderung eksentrik, sebut saja namanya Chaidir. Waktu upacara bendera dia bertugas membacakan doa, tapi dia malah bedoa dengan cara berpuisi. Kami sampai-sampai kami semua dibuat ngakak terpingkal-pingkal he he he... Chaidir termasuk anak yang cerdas, sekalipun anak seorang tukang becak. Kadang pemikirannya beberapa langkah di depan kami. Ibu Hariani, seorang guru biologi yang masih sangat muda, sempat dibuat salah tingkah waktu Chaidir bertanya: “Apa bedanya organisme dengan orgasme??” he he he... padahal waktu itu kita masih kelas I. Gw mah boro-boro tau apa orgasme, masalah seks aja masih ngeblank ha ha ha... Di kelas III Chaidir dikeluarkan dari sekolah karena tertangkap sebagai salah satu gerombolan perampok. Beritanya pun sangat menghebohkan, karena dimuat di koran-koran.

Aisyah adalah salah satu teman perempuan di kelas gw yang termasuk paling alim. Rumah Aisyah letaknya tidak jauh dari sekolah gw. Dia berkerudung dan sikapnya sangat santun. Dia berpacaran dengan kakak kelas gw yang aktif di ekskul kepramukaan. Namanya Ridwan, orangnya alim juga. Suatu hari bapaknya Aisyah ngamuk sambil mengacung-ngacungkan golok mengusir Aisyah dari rumahnya, karena dia hamil diluar nikah. Mungkin bapaknya Aisyah merasa tercoreng nama baiknya oleh kelakuan anaknya sendiri. Padahal dia adalah seorang kepala sekolah sebuah SMP. Kejadian ini cukup menggemparkan sekolah gw.

Masih inget dengan teman gw Syarief? Ya dia adalah teman gw yang super ngondek dan suka dijadikan objek pemuas sex teman-teman paling bandel di kelas. Dia dengan sukarela dan bahagia mengoral penis para preman kelas he he he...  Kisah lengkapnya pernah gw tulis di Sejumput Kisah Indah Masa Kecil.

Di kelas III ada guru Bahasa Inggris yang galak banget, sebut saja namanya Ibu Aprilia. Ibu guru berkerudung ini sebenarnya cantik dan bermata bening tapi juteknya minta ampuuuun. Dia sangat tegas dan ga ada kata ampun. Aturannya ga bisa dibantah. Masuk kelas tidak boleh terlambat sekalipun cuma 1 menit, kalo terlambat tidak akan diperbolehkan masuk.  Begitulah karakter guru perempuan yang masih lajang, kadang suka berlagak galak.

Perlakuan galak itu rupanya tidak berlaku sama gw. Gw diperlakukan sangat baik oleh dia. Sampai-sampai teman-teman sekelas menggosipkan kalo Ibu Aprilia itu naksir berat sama gw.  Ibu Aprilia emang ga segan-segan meminta tolong sama gw untuk memeriksa hasil ulangan teman-teman sekelas gw, atau menyuruh hal-hal lainnya; seperti memfotocopy-kan ktp-nya yang fotonya belum berjilbab (dia wanti-wanti jangan sampai orang lain melihat fotonya). Beberapa kali dia memberi gw sebatang coklat, sebagai tanda terimakasih he he he...

Perlakuan yang sangat jomplang antara kepada gw dan teman-teman gw sangat terlihat jelas. Waktu gw dan beberapa teman gw datang terlambat. Padahal mata pelajaran Bahasa Inggris sudah berlangsung lebih dari 10 menit yang lalu. Setelah kami mengetuk pintu kelas, kami pun diinterogasi.
“Kenapa kamu terlambat, Azis?” tanyanya.
“Tadi ga ada kendaraan, bu. Delman ga ada, becak juga ga ada...” Jawab Azis dengan suara sedikit bergetar ketakutan.
“Kenapa kamu tidak pergi lebih awal??, sana keluar!!!” Ibu Aprilia mengusir Azis.
“Ronny, alasan kamu apa?” lanjut Ibu Aprilia.
“Tadi ada buku yang ketinggalan, jadi saya harus pulang lagi ke rumah, bu.” Jawab Ronny.
“Makanya jangan ceroboh! Hukuman buat yang ceroboh, silahkan belajar di luar kelas!!” kata Ibu Aprilia tegas.
“Trus, kenapa kamu terlambat Farrel?” tanya Ibu Aprilia dengan nada yang lebih rendah.
“Hmmm... Maaf bu, tadi saya bangunnya kesiangan...”. jawab gw asal-asalan sambil senyum dan pasang muka innocence.
“Nah, itu baru alasan yang logis. Duduk sana di bangku kamu...” sahut Ibu Aprilia dengan lantang. Sontak keputusan Ibu Aprilia itu disambut tepuk tangan dan suara sangat riuh teman-teman sekelas. Sumpah!! Gw  maluuuuu bangeeeet... diperlakukan istimewa kaya gitu ha ha ha...
“Diaaam!!! Kita lanjutkan pelajaran, buka halaman 42!!!” hardik Ibu Aprilia.

Guru sejarah gw, namanya Pak Darsono. Dia adalah salah satu guru yang kalo gw inget suka bikin gw ketawa-ketawa sendiri. Perawakannya tinggi cungkring, berambut ikal dan berjanggut. Yang lucu dari dia adalah gaya dia waktu mengendarai sepeda motornya. Gayanya sangat khas, yaitu kaki kanannya ngangkang selebar-lebarnya. Sementara kaki kirinya posisinya merapat ke tengah. Gw suka bercanda khayalan tingkat tinggi dengan teman-teman gw, waktu  liat Pak Darsono lagi ngebut dengan sepeda motornya: “Coba kalo lagi ngebut gitu kaki kanannya nyangkut di tiang listrik, dia bisa muter-muter ditempat sampe maghrib kali ya? ha ha ha...”.

Ada seorang guru pria yang digosipkan para siswa sebagai penyuka sesama jenis. Sebut saja namanya Pak Kohar. Perawakannya gemuk, kulitnya hitam, berkacamata, dan berkumis tebal. Indikasinya terlihat kalo dia lebih memperhatikan murid cowok, sementara murid-murid cewek dicuekin. Apalagi sama siswa yang termasuk berwajah tampan, pasti dia memperlakukannya sangat baik. Waktu mengajar dia sering duduk di meja siswa yang disukainya. Di tiap kelas, dia mempunyai murid kesayangan. O ya, anak laki-laki Pak Kohar adalah salah satu teman sekelas gw juga. Tapi Pak Kohar sering memperlakukan dia dengan kasar dan galak.

Segala kisah pahit-manis di masa-masa SMA,  kini tinggal menjadi sebuah kenangan. Kenangan yang tak terlupakan... Seumur hidup gw.  Selamanya...

Conclusion:
Sebuah rangkaian kenangan indah yang membekas dihati, kadang bisa menjadi hiburan tersendiri. Karena bisa membuat kita tersenyum lepas tatkala mengingatnya, untuk sekedar bernostalgia.

Sabtu, 14 Mei 2011

Zona Memory: Julius Sitanggang

Terinspirasi dari acara musik di Metrotv berjudul ‘Zona Memory’, acara yang jadi ajang nostalgia buat penikmat musik tahun 1980-1990an. Sekarang, Gw mencoba  berbagi tentang penyanyi favorite gw berserta lagu-lagunya di zaman itu.

Gw yang dibesarkan di era itu, tentu punya kenangan tersendiri dengan lagu-lagu eighties dan nineties. Bermula waktu kakak-kakak gw sering muter bolak-balik lagu-lagu di kaset ‘Balada Anak Nelayan’, gw jadi turut teracuni menyukai suara bening penyanyinya. Orang-orang seangkatan gw pasti tau banget dech siapa penyanyi yang gw maksud. Yupz! Julius Sitanggang.


BALADA ANAK NELAYAN
Ciptaan: Louise Komala
Vocal: Julius Sitanggang

Di ruang kecil dan berdinding bambu
kududuk sendiri bertemankan sepi
seharian kini telah kulewati
dengan bubu dan kail di tanganku

Kupandang ombak bergulung di pantai
dan tiang sampan yang timbul tenggelam
burung-burung camar yang tak bosan beterbangan 
menemani para nelayan….

Reff.
Anak-anak nelayan
Sambil menjinjing keranjang
Menyambut kedatangan saudaranya
Dengan wajah yang ceria

Mentari kini tlah hampir tenggelam
Ombak di laut pun tetap bergelombang
Kudengar nyanyian anak nelayan
Mereka yang selalu bergembira

Back to reff 

Sejak itu, gw jadi ‘diperalat’ oleh kakak-kakak gw, buat merengek-rengek sama mama, minta dibelin kaset-kaset Julius Sitanggang, setiap kali dia meluncurkan album baru. Tapi gpp-lah, gw-nya juga suka kok he he he...

Cover Album "Balada Anak Nelayan"

Cover Album "Tabahlah Mama"

Yang gw tau, sebelum bersolo karier, Julius Sitanggang tergabung dalam satu kelompok vokal De Joli’s, bersama 3 sodara kandungnya. De Joli’s terdiri dari Ranto Sitanggang, Fernando Sitanggang, Julius Sitanggang, dan David Sitanggang.

Cover Album "Balada Si Tua"

Karier menyanyi Julius Sitanggang makin melesat, sementara saudara-saudara kandungnya meredup dan ga pernah terdengar lagi kabarnya (kecuali David Sitanggang, adiknya yang sempat mengeluarkan beberapa album).


Julius Sitanggang meluncurkan banyak album, gw sendiri ga begitu hafal berapa album yang telah dia hasilkan (coz banyak juga, termasuk ada album berbahasa Batak). Yang gw inget pasti sih, di setiap album barunya pasti selalu diselipin lagu-lagu lawas dari album sebelumnya.

Cover Album "Dia & Dia"

Sebagai penyanyi cilik beraliran musik balada, lagu-lagu Julius Sitanggang memang didominasi thema-thema kesedihan dan kemuraman (kehilangan orang yang dicintai, kerinduan terhadap orangtua, kemiskinan, yatim piatu, meratapi kecacatan dan lain-lain), ada juga beberapa lagu yang berthema religi dan kecintaannya terhadap sosok mama. Sementara lagu-lagu yang bernada ceria hanya sedikit saja.

Cover Album "Balada Ibu dan Anak"

Walau masih kecil Julius Sitanggang sudah menyanyi dengan tekhnik vocal yang baik. Buat gw, lagu-lagu Julius Sitanggang itu indah dan berkualitas. Jujur, dari dulu sampai sekarang, gw ga begitu suka sama penyanyi-penyanyi cilik yang cuma mengandalkan tampang ‘imut-imut’ dan ‘lucu’ tapi suaranya amburadul.

Cover Album "10 Lagu hits Julius Sitanggang"
Dalam setiap album ciliknya, nyaris hampir semua lagunya nge-hits. Itu ga mengherankan coz lagu-lagunya bagus-bagus dan enak didengar. O ya, sepanjang ingatan gw, kebanyakan lagu-lagu balada yang dinyanyikan Julius Sitanggang adalah karya-karya dari Louise Komala.

Cover Album "Maria"

Cover Album "Selonong Boy"
Gw inget banget, gw pernah ngirim surat sama idola gw itu. Trus nerima balasan yang dilampiri foto poscard Julius Sitanggang. dia memakai kemeja dan celana panjang warna silver metalic, dan dibubuhi tanda-tangannya. Wuiiih senengnya gw waktu itu....

Cover Album "Esok Jumpa Lagi"

Cover Album "20 Lagu Terbaik Yulius Sitanggang"

Beranjak remaja dengan suaranya yang mulai berubah, Julius Sitanggang tetap berkarya menghasilkan beberapa album lagi. thema lagunya pun mulai meluas ke thema percintaan, tapi tetap tanpa meninggalkan ‘benang merah’ kariernya sebagai penyanyi balada. Mungkin lagu-lagu album remajanya ga sehebat lagu-lagu di album ciliknya. Tapi whatever-lah, gw tetap suka he he he...


Cover Album "Hey Nona"

Cover Album "Untukmu Armenia"

 Album-album Julius Sitanggang yang pernah gw miliki:
-Album: Balada Anak Nelayan
-Album: Tabahlah Mama
-Album: Balada Si Tua
-Album: Balada Ibu dan Anak
-Album: Dia & Dia
-Album: Mama Theresia
-Album: Balada Putra Surga (Album Rohani)
-Album: Kucari Pintu Surga (Album Rohani)
-Album: Maria
-Album: Esok Jumpa Lagi
-Album: 20 Lagu Terbaik Yulius Sitanggang

Cover Album Rohani "Kucari Pintu Surga"
Kesemua kaset-kaset yag pernah gw miliki itu sekarang sudah entah kemana he he he... Syukurlah gw sudah mendownload sebagian besar lagu-lagu Julius Sitanggang. Tapi sampai sekarang gw ga menemukan lagu-lagu di album 'Balada Putra Surga', 'Kucari pintu Surga' dan lagu berjudul 'Mama Theresia' (lagu Mama Theresia ada linknya, tapi setelah didownload ternyata isi lagunya lain). Ada yang bisa bantu gw nemuin lagu-lagu itu??? Kalo ada, please kasih info link-nya ya...

Jujur lagu-lagu di album ‘Kucari Pintu Surga’ punya kenangan tersendiri buat gw, coz gw pernah membawakan lagu-lagu itu di event-event acara kerohanian yang lumayan besar di Bandung. Malah gw sempat nyanyi lagu-lagu itu diiringin sama musisi jazz terkenal, almarhum Eddy Karamoy lho...( bangga dikit he he he...).
Cover VCD Karaoke "Parade Artis Top Hits Sumatera Utara"
Buat yang ingin bernostalgia dengan lagu-lagu Julius Sitanggang, gw kasih linknya dech buat kalian download. Ga komplet-komplet banget sih, tapi sepengetahuan gw kayanya yang di blog gw ini paling komplet isinya kalo dibandingin sama yang laen he he he... (promosi dikit euy!!). Jadi  lumayanlah buat membangkitkan kenangan.

MP-3 Lagu-lagu Julius Sitanggang Cilik
Julius Sitanggang - Angan dan Kerinduan
Julius Sitanggang - Balada Anak Nelayan
Julius Sitanggang - Balada Ibu dan Anak
Julius Sitanggang - Balada Si Tua
Julius Sitanggang - Boby
Julius Sitanggang - Buka Pintu
Julius Sitanggang - Cita-Cita Anak Petani
Julius Sitanggang - Danau Toba I
Julius Sitanggang - Danau Toba II
Julius Sitanggang - Dengan Tuhan
Julius Sitanggang - Derita Anak Pengemis
Julius Sitanggang - Derita Yatim Piatu
Julius Sitanggang - Dia & Dia
Julius Sitanggang - Dirimu Satu
Julius Sitanggang - Doa Ibu Pengemis
Julius Sitanggang - Doa Penyemir Sepatu
Julius Sitanggang - Doa Untukmu Kawan
Julius Sitanggang - Elegi Kedamaian
Julius Sitanggang - Gadis Kecil Yang Malang
Julius Sitanggang - Hari Libur
Julius Sitanggang - Indonesia Jaya
Julius Sitanggang - Kabulkanlah
Julius Sitanggang - KaruniaMu Tuhan
Julius Sitanggang - Kenyataan Hidup
Julius Sitanggang - Laguku Untuk Mama
Julius Sitanggang - Legenda Lama
Julius Sitanggang - Lisna
Julius Sitanggang - Mama dan Papa
Julius Sitanggang - Mama
Julius Sitanggang - Nasib Si Buyung
Julius Sitanggang - Panggilan Rindu
Julius Sitanggang - Pulau Bali
Julius Sitanggang - RestuMu Tuhan
Julius Sitanggang - Rona Hidupku
Julius Sitanggang - Rumput Liar
Julius Sitanggang - Sebuah Penantian
Julius Sitanggang - Seniman Kecil
Julius Sitanggang - Seredup Sinar Lilin
Julius Sitanggang - Tabahlah Mama
Julius Sitanggang - Tiada Lagi Senandung
Julius Sitanggang - Tuna Netra
Julius Sitanggang - Ulurkan TanganMu

MP-3 Lagu-lagu Julius Sitanggang Remaja
Selamat memasuki Zona Memory lagu-lagu Julius Sitanggang...

Conclusions:
Kalau kita mulai suka mengenang masa lalu, baik lewat lagu lawas, film jadul, barang antik, maupun hal-hal lain yang mengandung kenangan. Artinya kita mulai suka romantisme nostalgia. Dengan kata lain: kita sudah beranjak tua ha ha ha...

Jumat, 19 November 2010

Evergreen Love Songs

Sudah seminggu ini gw ‘riweuh’ (B. Sunda = sibuk) membantu sahabat gw Alvin merancang dan menyiapkan sebuah surprise party, untuk merayakan ulang tahun pacarnya, Viona. Mulai dari pemilihan cafe, pesan kue tart, ngundang teman-teman, format acara, dan tentu saja plus jadi fotografer amatiran juga he he he...

Dan kemaren malam terlaksanalah sudah surprise party itu. Semua acara berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Seneng juga liat ekspresi wajah Viona yang campur aduk antara senang, kaget, bingung, terharu, dan bahagia. Bibirnya tersenyum tapi matanya berkaca-kaca, dan dipertengahan hingga akhir acara, dia nampak tertawa lepas. Tak ketinggalan, Alvin juga ngerasa puas dengan hasil jerih payah gw.

Yang hadir lumayan banyak mulai dari teman-teman dekat sampai dengan keluarga Viona dan keluarga Alvin, komplit. Dan diantara tamu-tamu dewasa terseliplah 1 orang brondonk cakep 17 tahun yang menarik perhatian gw, namanya Daniel (sayangnya dia pacar adik perempuan Viona he he he...). Sebetulnya gw sudah kenal sama Daniel lebaran kemarin, waktu kami sama-sama gabung wisata bareng Alvin dan keluarga Viona. Di sana gw jadi tau banyak hal tentang Daniel, termasuk tau kalo ternyata sejak umur 2 tahun dia sudah kehilangan figur ayah, karena ayahnya meninggal akibat sebuah kecelakaan lalulintas. Kulit putih, tinggi 178cm, cakep, pokoknya tipe gw bangetlah he he he... Gaydar gw sih menangkap signal (walau lemah), kalo Danie tuh ada kemungkinan PLU (people like us) juga. Even ternyata dia gay sekalipun, gw akan tetep memegang teguh prinsip gw, kalo gw ga akan pernah membuka diri sama orang-orang yang berasal dari lingkungan teman-teman straight gw. Hanya mengagumi, hanya memuji he he he...

Eh, kok ceritanya jadi ngelantur ya? he he he... Back to the party. Setelah acara ultah dan makan-makan kelar. Kami semua berkaraoke ria (memanfaatkan fasilitas cafe he he he...). Walau CD lagu-lagunya terbatas dan didominasi sama lagu-lagu tembang kenangan alias jadul, ga ngurangin kegembiraan kami semua. Dan anak-anak mudanya sedikit tersegarkan dengan lagu-lagu baru dari CD-CD karaoke yang sengaja gw bawa dari rumah. Disana, jadilah gw sebagai ‘pemandu lagu’ dadakan he he he... Coz gw lumayan banyak tau soal lagu-lagu oldies dan juga masih suka update lagu-lagu baru.

Acara karaoke dibuka dengan lagu Mengenangmu – Kerispatih, yang dengan senang hati gw nyanyiin he he he... (setelah sebelumnya ga ada yang mau nyanyi duluan). Dan seperti biasanya setelah ada yang memulai barulah yang laen pada berani unjuk gigi (unjuk gigi? Emang giginya pada tonggos gt? he he he.. huft!) dan meluncurlah lagu demi lagu dibawah ini:
-Tonight I Celebrate My Love For You – Peabo Bryson And Roberta Flack
-Eternal Flame – The Bangles
-Tears In Heaven – Eric Clapton
-How Deep Is Your Love – The Bee Gees
-Love Story – Andy Williams
-Boulevard – Dan Byrd
-Smoke Get In Your Eyes – The Platters
-Goodbye – Air Supply
-Saving All My Love For You – Whitney Houston
-Right Here Waiting – Richard Marx
-Nothing’s gonna Change My Love For You – George Benson
-Hotel California – Eagles
-Speak Softly Love – Andy Williams
-I Just Called To Say I Love You – Stevie Wonder
-It Might Be You – Stephen Bishop
-Feelings – Morris Albert
-Trully – Lionel Richie
-Can’t Take My Eyes Off You – Frankie Valli
-When You Tell Me That You Love Me – Diana Ross
-Endles Love - Diana Ross and Lionel Richie
-My Way – Frank Sinatra
-You Needed Me – Boyzone
-L.O.V.E. – Nat King Cole
-Yesterday – The Beatles
-Paint My Love - MLTR
-Benang Biru – Megy Z (dangdut)
-Menunggu – Ridho Rhoma (dangdut lagi he he he...)
-Sumpah I Love You - Mahadewi
-Tapi Bukan Aku – Kerispatih
-Camelia – Irwansyah
-Biarkan Jatuh Cinta – ST12
-Pelan-Pelan Saja – Kotak
-Geisha – Jika Cinta Dia
-Hampa Hatiku – Ungu
-Matahariku – Agnes Monica
-Sepanjang Usia – Kerispatih
-Dll.

Itu Cuma sebagian lagu-lagu yang gw inget he he he... Btw, lagu Sepanjang Usia – Kerispatih dinyanyiin sama Daniel si brondonk cakep lho he he he (catatan yang ga penting ya? hi hi hi...). Dia nanyi sambil malu-malu dan minta bantuan gw wk wk wk... Btw, sayang banget gw ga nemuin CD lagu House For Sale, jadi gw ga bisa nyanyi sambil curcol dech wkwkwk... (baca postingan sebelumnya).

Dengan nyanyiin lagu-lagu lawas gw seakan-akan dibawa memasuki labirin masa lalu (padahal banyak lagu-lagu yang sudah ada jauh sebelum gw lahir he he he...). Lagu-lagu tembang kenangan seolah menjadi mesin waktu, untuk menembus ke dalam era musik puluhan tahun yang lalu.

Gw jadi inget, beberapa tahun yang lalu gw pernah iseng-iseng merekam suara gw sendiri menyanyikan lagu-lagu jadul. Lagu-lagu yang cukup gw sukai dan punya kenangan tersendiri. Gw sudah upload 3 buah lagu yang gw nyanyiin di Youtube lho. Lagu Angin Malam baru banget gw upload (ih niat banget ya? heu heu heu...). Jadi yang buat penasaran pengen tau suara gw atau yang lagi ga ada kerjaan, tinggal dengerin aja langsung. Yang mo ikutan nyanyi juga boleh kok, tuh udah gw tulis lengkap lirik lagunya. Tapi ga boleh protes ya, kalo hasilnya ga memuaskan he he he... Coz pada dasarnya emang suara gw biasa aja, ditambah ga diedit pula. Jadilah ini suara gw apa adanya he he he... PERINGATAN!!!: Jika setelah mendengar suara gw ada efek samping pusing-pusing, mual dan muntah-muntah itu diluar tanggung jawab gw wkwkwk...



FEELINGS
Original Song By Morris Albert / Written By Louis ‘Loulou’ Gaste

Feelings, nothing more than feelings,
trying to forget my feelings of love.
Teardrops rolling down on my face,
trying to forget my feelings of love.
Feelings, for all my life I'll feel it.
I wish I've never met you, girl; you'll never come again.
Feelings, wo-o-o feelings,
wo-o-o, feelings again in my arms.
Feelings, feelings like I've never lost you
and feelings like I've never have you again in my heart.
Feelings, for all my life I'll feel it.
I wish I've never met you, girl; you'll never come again.
Feelings, feelings like I've never lost you
and feelings like I've never have you again in my life.
Feelings, wo-o-o feelings,
wo-o-o, feelings again in my arms.
Feelings...(repeat & fade)



BIRU
Original Song By Vina Panduwinata / Written By Dodo Zakaria

Tiada pernah aku bahagia
Sebahagia kini oh kasih
Sepertinya 'ku bermimpi
Dan hampir tak percaya
Hadapi kenyataan ini

Belai manja serta kecup sayang
Kau curahkan penuh kepastian
Hingga mampu menghapuskan
Luka goresan cinta
Yang sekian lama sudah menyakitkan

Kau terangkan gelap mataku
Kau hilangkan resah hatiku
Kau hidupkan lagi cintaku
Yang t'lah beku dan membiru

Kini tetes air mata haru
Menghiasi janji yang terpadu
Tuhan jangan kau pisahkan
Apapun yang terjadi
'Ku ingin s'lalu dekat kekasihku



ANGIN MALAM
Original Song By Broery Marantika / Written By A. Rianto

Berhembus angin malam, mencekam
Menghempas membelai wajah ayu
Itulah kenangan yang terakhir denganmu

Ku dekati dirimu, kau diam
Tersungging senyuman di bibirmu
Itulah senyuman yang terakhir darimu

Diiring gemuruh angin
Meniup daun-daun
Alam yang jadi saksi
Kau serahkan jiwa raga

Angin tetap berhembus tak henti
Walaupun sampai akhir hidupku
oh, angin malam bawa daku kepadanya

Sekarang gw ngambil ancang-ancang buat lari... Kabuuuurr!!! sambil nutup muka takut ditimpukin tomat busuk he he he....

Conclusions:
Lagu kenangan bisa membuat kita senyum-senyum bahagia, membangkitkan semangat, atau malah bisa pula mengorek luka lama. Semua tergantung cara kita menyikapinya.