Benarkah Bandung Kota Paling Gay Se-Indonesia? Banyak orang yang bilang begitu. Tentu saja pendapat itu tidak keluar begitu saja, pasti ada alasan kuat hingga berkesimpulan seperti itu.

Dari cerita brondonk-brondonk mahasiswa perantauan yang pernah gw temui, banyak yang bilang: Bandung merupakan tempat dimana mereka meletek menjadi seorang gay. Bandung adalah tempat dimana mereka belajar, mengenal, dan masuk ke dunia gay. Udara yang dingin, tinggal di tempat kost seorang diri, dan jauh dari pengawasan orang tua, adalah kondisi yang sangat mendukung untuk mereka mulai tau dunia gay khususnya tentang sex. Padahal menurut gw sih kondisi itu berlaku juga buar kaum hetero. Coz banyak kost-kostan yang jadi ajang tempat mesum mereka juga.

Mahasiswa yang berkuliah di universitas dengan embel-embel agama pun, seringkali mahasiswanya tidak menggambarkan dari citra agama itu. Kegiatan ibadah aktif, bermesum ria pun jalan terus. Ini kenyataan yang ga bisa dipungkiri.

Ada cerita, seseorang yang berniat ingin melupakan dunia gay di daerahnya, dan merantau ke Bandung supaya ‘sembuh’. Tapi di Bandung dia malah lebih ‘menggila’ he he he... Karena di Bandung semua tersedia dengan mudah.

Untuk urusan mencari partner cinta satu malam pun, di Bandung ga terlalu sulit. Tinggal buka internet, chatting, lalu ketemuan. Buat orang yang punya kelebihan wajah tampan, body keren dan bigsize tentu saja punya peluang yang lebih besar untuk memilih. Semua serba mudah karena Bandung Kotanya ga terlalu besar sehingga jarak kemana-mana ga terlalu jauh, hingga mudah mengaksesnya, coz jarak yang jauh seringkali membuat orang-orang yang mau ketemuan keburu malas.

Menurut pengalaman gw dalam dunia chatting, Bandung punya beberapa spot lokasi tempat gay tinggal. Nomor 1 tentu saja Dago dan sekitarnya ( Mulai dari Simpang Dago sampai Dago atas, Dipatiukur, Sekeloa, dan Tubagus Ismail dll.). Spot-spot berikutnya adalah; Daerah Setiabudi, Pasteur, Cikutra, Sukajadi, Tamansari, Cihampelas, Buahbatu, Lengkong dan Gatot Subroto dll. Kenapa tempat-tempat itu jadi spot-spot gay di Bandung? Jawabannya simple; karena disitu terdapat banyak kampus-kampus atau mall tempat mereka bekerja.

Dalam keseharian pun kita bisa temui, di Bandung banyak terlihat binan-binan tanpa canggung berjalan-jalan di mall dengan fashion yang mutakhir. Udah bukan rahasia lagi Bandung adalah trendsetter dunia fashion di Indonesia, dan tentu saja kaum gay Bandung merupakan pasukan terdepan yang mempopulerkan fashion terkini (tau sendiri kan binan-binan paling suka berani tampil beda).

Dalam segi pergaulan pun, secara berkelompok mereka sering nongkrong di cafe atau cofee shop. Di keramaian, kaum gay Bandung berani bicara keras-keras dengan bahasa binan plus ngondek-ngondekan. Buat gw sih seru-seru aja, even gw sendiri ga nyaman kalo berlama-lama berkelompok seperti itu.

Menurut desas-desus ada beberapa lokasi tempat ngumpulnya kaum gay di Bandung. Beberapa lokasi sudah gw buktikan sendiri kebenarannya he he he... Ini dia lokasi-lokasinya;
  1. Amnesia, sebuah tempat clubbing yang terletak di Pasirkaliki Hyper Square, Jl Pasirkaliki, yang selalu ramai Setiap Malam minggu.
  2. Caesar Palace, tempat clubbing yanga ada di Jl. Braga, setiap Minggu malam.
  3. Kalo bicara soal mall BIP alias Bandung Indah Plaza adalah tempat favorite ngumpulnya kaum gay. Peringkat berikutnya Ciwalk dan PVJ alias Paris Van Java.
  4. KFC di Jl. Merdeka, konon katanya kalo malam-malam kebanyakan pengunjungnya kaum gay. Dan tentu saja malam minggu adalah yang saat-saat paling ramai.
  5. Alun - alun Bandung di sekitar taman dan pelataran mesjid Agung.
  6. Plaza Dago, tempat kongkow yang cozy menghabiskan malam minggu.
  7. Lapangan Gasibu, di depan Gedung Sate. di sekitar lapangannya terutama di depan Jl. Surapati di sebuah warung Kopi.
  8. Kolam renang Cipaku, di daerah Setiabudi atas dekat UPI setiap Rabu sore sampai kolam tutup.
  9. Fitnes centre di Hotel Imperium. Jl Dr. Cipto No 30-32, Bandung. Katanya sih mayoritas yg datang, ya kaum gay.
  10. Lapangan Volley Ball di GOR Saparua setiap Minggu malam dan Rabu malam mulai Jam 9 malam.
  11. Lapangan Volley Ball di Tegalega (belakang kolam renang Tirtalega) setiap Minggu dan hari libur ramainya mulai jam 3 sore.
  12. Lapangan Bulutangkis di jl Badaksinga (GOR PDAM) setiap minggu malam mulai jam 7 malam.
Kalo pengen lebih yakin sih silahkan membuktikan sendiri he he he…

Tulisan di atas adalah cerita benerannya, sementara yang dibawah ini adalah hasil rekayasa dan investigasi gw sendiri, yang maksa banget nyambung-nyambungin biar cocok sama thema postingan kali ini wkwkwk…

Ada beberapa nama tempat yang ga ada unsur gay-nya, tapi menurut otak ngerez gw mengandung makna gay banget wkwkwk…

Rujak Banci
Sebuah gerobak berjualan rujak di Kompleks Kurdi. Kok ada sih rujak banci? Selidik punya selidik ternyata dinamai rujak banci bukan karena pedaganganya ngondek alias bencong lho, tapi rujaknya setengah becek. Alias ada dipertengahan antara rujak uleg dan rujak cuka (asinan).

Rujak Banci
Top Salon
Sebuah salon kecantikan sederhana di Jl. Mohamad Toha. Entah maksudnya salon itu buat kaum TOP atau pegawainya TOP semua he he he… Salon kok TOP? Bukannya seharusnya BOT? Top Lady kali ya..?!? qiqiqi...

Top Salon
Rumah Makan Padang ‘Batang Mas’
Di Jl. Kopo, depan RS Immanuel ada Warung Nasi Padang berjudul ‘Batang Mas’. Wuiiiihhh… Batang mas-mas siapakah gerangan? Wkwkwk…

RM Batang Mas

RM Batang Mas

Galeri Lelaki
Factory Outlet yang buka di Jl. Martadinata, Jl. Ir. H. Juanda, dan Jl. Dr. Setiabudi ini, mengkhususkan diri menjual pakaian pria. Pengambilan nama yang eyecathing buat binan he he he… Mungkin seharusnya namanya Galeri Pakaian Lelaki bukan Galeri Lelaki. Coz kalo Galeri Lelaki kan jadi bermakna; sebuah galeri yang isinya lelaki-lelaki yang siap dilelang ha ha ha…

Galeri Lelaki

Galeri lelaki
Graha Topindo
Wah mantab banget neh buat kamu bot, sebuah gedung dengan penghuni Top dan Indo pula ha ha ha… Gedung di Jl. Kopo Bihbul ini entah bergerak dibidang apa sih yang jelas namanya mengundang banget he he he...

Graha Topindo

Graha Topindo
Hotel Lingga
Sebuah hotel di Jl. Soekarno Hatta. Kata Lingga berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ”tanda padanan phalus atau kelamin laki-laki”. Di dalam buku Iconographic dictionary of the India religion Hinduism - Buddhism - Jainism diuraikan bahwa Lingga (linggam) antara lain berarti simbol atau lambang jenis kelamin laki-laki. So, kalo diterjemahkan bahasa binan Hotel Lingga = Hotel Kenti dong? Wkwkwk…

Hotel Lingga
Cong Motor
Sebuah bengkel motor di Jl. Lengkong Besar. Kok Cong alias bencong buka bengkel sih? Hihihi… Kebayang dong, kalo montirnya Cong semua; stylish, pada latah, ngondek, rempong wkwkwk… Ups!!! sebenernya Cong disini adalah nama salah satu nama marga Tionghoa lho.

Cong Motor

Cong Motor
Toko Helm
Tau sendiri dong kita juga pada punya helm he he he… Helm yang itu tuuuuhhh…. Tapi ada yang menarik perhatian gw. Di Jl. Pungkur ada Toko Aneka Helmet, terbayang helm-helm bergelimpangan disana he he he… ada juga Toko King Helmet, wuiiiihhh rajanya helm segede apa ya? wkwkwk… Sementara di Jl. Astana Anyar ada Toko Istana Helmet, istananya helm-helm berdarah biru ha ha ha…

King Helmet

Aneka Helm

Istana Helmet
Rumah Sosis
Rumah yang isinya sosiiiiiiiiis semua ha ha ha… tau dong sosis yang gw maksud? qiqiqi… tempat berkuliner khususnya sosis dan kolam renang yang terletak di Jl. Dr. Setiabudi.
Rumah Sosis
Huruf G di Taman Cikapayang
Di Taman Cikapayang Jl. Ir. H. Juanda, dibawah flyover pasupati, terdapat huruf-huruf D A G O berwarna merah dan besar-besar. Entah disengaja atau tidak tapi huruf G adalah tempat favorit para binan untuk berfoto. Apakah G adalah inisial dari Gay? He he he…

Taman Cikapayang

Huruf G Jumbo
Sebenarnya masih banyak nama-nama lain yang menurut gw mengandung makna gay banget. Tapi belom sempat gw abadikan dalam bentuk foto. Seperti sebuah mobil ber-plat nomor D 64 Y, Bakso Rudal Asmara (serius ini beneran ada wkwkwk...) di Rancaekek dll. Ada yang mau menambahkan? Silahkan-silahkan he he he…

Conclusion:
Bijaklah dalam mencari yang nyata dan khayal dalam tulisan ini. Jangan sampai disesatkan wkwkwk… Tapi soal Bandung, Gayest City In Indonesia, kayanya bener tuh he he he…