Senin, 22 Juni 2009

Setengah Hati

Akhir 2004, pertamakali gw ketemu dan mengenal Tezar. Hmmmhhh… biasalah perkenalan klasik kaum gay. Yup! dari chatting. Gw dan Tezar sama-sama chatting di daerah Buahbatu-Bandung, tapi beda warnet. Setelah ada kecocokan kami janjian untuk langsung ketemu malam itu.

Malam sudah larut… (kaya gula diseduh air aja ya he he he…). Jarum jam tangan gw menunjukkan pukul 11.18. hmmmhhh memang sudah terlalu malam untuk ketemuan. Gw menunggu, ditempat yang kami janjikan sambil duduk di jok sepeda motor kesayangan gw. Setelah 10 menit nunggu, dari jauh terlihat sesosok tubuh tinggi berbalut pakaian serba hitam (loe pikir yang datang ninja ya? he he he…). Akhirnya sosok itu mendekat, dan terlihatlah seorang pemuda tampan berpostur sedang. Gw mengulurkan tangan, sambil memperkenalkan diri:
“Farrel.”
“Tezar.” Sahutnya mantap.
“Lama nunggunya ya?” tanyanya.
“Lumayanlah…” jawab gw.
“Ngobrolnya jangan disini ya, ga enak dilihat orang” sahut Tezar
“Sekarang sudah malam, kita mau kemana gitu?” tanya gw.
“Gimana kalo ke kost-an aku aja?” Tezar menawarkan.
“Oke”. Jawab gw.

Gw dan Tezar berboncengan menuju kost-an Tezar di daerah Jl. Logam, lumayan agak jauh dari pusat kota.
Setelah di kost-an Tezar kami ngobrol ngalor ngidul. Menceritakan tentang latar belakang dan kegiatan kami sehari-hari. Dari obrolan itu, gw jadi tau kalo ternyata Tezar adalah seorang model. Gw juga sempet melihat koleksi beberapa majalah remaja milik Tezar, dengan cover bergambar Tezar. Malam itu aku menginap di tempat kost Tezar. Sudah bisa ditebak, malam itu kami ngapain kan? he he he…

Dari awal pertemuan itu, secara rutin dan terus menerus terjadi pertemuan-pertemuan berikutnya.
Secara fisik Tezar itu cakep, sifatnya juga baik, ramah, dan perhatian. Tapi anehnya gw ga punya perasaan cinta sedikitpun sama dia. Padahal dia sudah beberapa kali ngomong, kalo dia jatuh cinta sama gw. Pada dasarnya gw emang typical orang yang ga mudah jatuh cinta. Gw memerlukan proses dan waktu untuk mencintai seseorang. Gw hanya bilang sama Tezar, untuk saat ini gw ga bisa janji apa-apa, kita jalani dulu aja apa adanya. Gw ga mau terpaksa, dipaksa, atau pun memaksakan diri untuk jatuh cinta sama seseorang. Gw juga ga mau menjalin suatu hubungan hanya karena perasaan ‘kasihan’.

Peribahasa mengatakan: “cinta itu tumbuh karena sering bertemu” yang dalam Bahasa Jerman-nya : “witing trisno jalaran soko kulino” he he he… Tapi anehnya, tetap saja gw ga menemukan juga chemistry hubungan gw dengan Tezar. Sebenernya gw kasihan sama Tezar. Tapi gw ga mau pura-pura. Gw ga mau terjebak dalam cinta semu.

Suatu hari, setelah berkeliling mengantarkan Tezar menemui clientnya di daerah kompleks TKI III. Gw dan Tezar mampir di sebuah rumah makan. Setelah menghajar ayam goreng dan kroni kroninya he he he… Tezar membuka obrolan.
“Farrel, ga kerasa ya kita udah kenal hampir 3 bulan”.
“O ya? masa sih?” tanya gw.
“Iya, aku inget banget lho semua detail pertemuan kita”. Sambung Tezar.
“Hmmmhhhh… O ya?” tanya gw lagi.
“Dari tadi O ya, o ya mulu… Oya Koya kali!!”
“Yeee… itu mah Uya Kuya atuh”. Kami pun tertawa.
Lalu Tezar mengeluarkan secarik kertas dari dalam tasnya.
“Ini buat kamu Farrel… sengaja aku tulis sendiri khusus buat kamu.”

Gw menerima lipatan kertas itu…
“Ini lyric lagu yang ngegambarin perasaan gw saat ini…” Lanjut Tezar sambil tertunduk. Kelihatan banget kalo dia lagi menahan perasaan yang sedang berkecamuk di hatinya.
Lalu gw membuka lipatan kertas itu, Gw melihat rangkaian kata-kata yang ditulis dengan tinta hijau. Lalu gw membacanya.

SETENGAH HATI
Song By ADA Band

Tertegun ku memandangmu
Saat kau tinggalkanku menangis
Bodohnya ku mengharapmu
Jelas sudah tak kau pedulikan cintaku

Mestinya telah kusadari
Betapa perih cinta tanpa balasmu
Harusnya tak ku paksakan
Bila akhirnya kan melukaiku

Mungkin ku tak akan bisa
Jadikan dirimu
Kekasih yang seutuhnya mencinta
Namun kurelakan diri
Jika hanya setengah hati
Kau sejukkan jiwa ini

Ku hanya terus berharap
Satu hari kau mampu sadari
Tiada yang pernah mengerti
Sepertiku setulus hati mencintamu


With Love... Tezar

Rupanya lyric lagu dari Ada Band.
“Andai saja, kamu bisa mencintai aku… walau cuma dengan setengah hati kamu. Aku rela, dan pasti aku akan sangat bahagia, Farrel.” Suara Tezar tergetar. Dia memalingkan mukanya sambil menggigit bibirnya.
“Ehhmmmm…” Lidah gw kelu. Sumpah! gw ga tau harus ngomong apa.
“Ga perlu kamu jawab Farrel… Aku sudah tau jawabannya… Aku sudah tau perasaan kamu...”. Tezar tersenyum pahit.

Gw hanya menelan ludah, semua kata-kata gw tercekat di tenggorokan gw. Gw jadi merasa sangat berdosa sudah menggantung perasaan orang lain. Tapi gw ga berdaya.
Sejak itu, secara perlahan gw mulai mengurangi pertemuan gw dengan Tezar. Sampai akhirnya gw bener-bener lose contact dengan Tezar. Tapi secarik kertas bertuliskan lyric lagu ‘Setengah Hati’ itu masih gw simpan sampai sekarang… sampai kapan pun…

Malam minggu, 2 Mei 2009 di Amnesia. Ada seorang pemuda yang datang menghampiri gw.
“Hi, Farrel… masih ingat aku?” sapanya.
Mata gw melirik, dan terkunci pada sosok itu. Tezar.
“Eh Tezar… ya pasti ingetlah…” jawab gw yakin.
“Kamu masih cakep, masih sama kaya dulu”.
“Ah kamu bisa aja, aku udah tambah tua, Tezar…” jawab gw.

Lalu Gw dan Tezar larut dalam obrolan, ga peduli musik yang menghentak-hentak di sekeliling gw . Khayal gw seakan terbang lagi alam kenangan hampir 5 tahun yang lalu.
Ga banyak yang berubah dalam diri Tezar. Masih cakep, masih baik, masih ramah. Dia masih sama. Sama seperti perasaan gw padanya. Ga ada yang berubah.

Conclusions:
Biarkan cinta itu mengalir. Biarkan dia menemukan muaranya. Jangan pernah mencoba untuk memaksakan cinta. Karena cinta itu ikhlas tak menuntut balas…

Jumat, 19 Juni 2009

Suara Malaikat VS Suara Mak Lampir


Musik ga pernah bisa lepas dan jauh dari hidup gw. Even gw ga mahir memainkan alat musik, tapi sense of music gw sangat tajam. Telinga gw sangat peka terhadap nada. Makanya sejak jaman jebot, gw sudah jadi vokalis band. Baik yang amatiran alias gratisan, maupun yang seriusan dan pasang tarif . Eiittsss jangan mikir yang ngerez ya soal pasang tarif? he he he… walau ga bagus-bagus banget gw wedding singer lho he he he….

Ga tau sejak kapan, kepekaan terhadap nada ini gw miliki. Kayanya bawaan dari orok dech. Atau entah karena seringnya gw mendengarkan musik. Dulu, waktu gw les vocal di salah satu, studio musik milik musisi terkenal. Gw dapet nilai tertinggi untuk feeling dan hearing (aduh, maaf jadi sombong neh he he he… jangan protes ya… wakakaka). Mungkin gara-gara talenta ini juga, yang membuat gw pernah dipercaya jadi juri lomba menyanyi anak-anak dan remaja di beberapa event yang lumayan besar di Bandung.

Karaoke adalah kegiatan yang sometimes gw lakukan untuk mengisi waktu. Ga sering-sering banget kok. Ya kalo pas ada waktu luang dan ada teman yang mengajak aja, baru gw karaoke. Daffa dan Ronald adalah teman berkaraoke yang bisa bikin suasana fun. Suara Daffa yang keriting, sekeriting rambut orang nigeria hi hi hi… Pokoknya jenis suaranya dangdut bangetz dech…Kalo Daffa nyanyiin lagu pop juga tetep aja kedengeran cengkok dangdutnya he he he…. Tapi timbre suara Daffa sangat empuk dan enak ditelinga alias merdu lho (Hayo! Daffa jangan GR ya…!!! he he he…). Bersama Daffa gw sering diskusi dan tuker informasi soal musik.

Daffa pernah ngajak temannya karaoke bareng sama gank kami. Namanya Diandra. Suaranya ga kalah keren sama suara Daffa. Cengkoknya juga ga kalah keriting dari Daffa he he he… (maklum dia pernah jadi finalis salah satu kontestan lomba nyanyi dangdut di salah satu televisi swasta nasional).

Postur tubuh Diandra tinggi menjulang, dengan bentuk tulang rahang kotak. Hmmmhh… menurut mitos, katanya kalo orang yang bentuk tulang rahangnya kotak suaranya pasti bagus. Dari pengamatan gw juga banyak penyanyi yang bertulang rahang kotak, suaranya bagus-bagus. Sebut saja: Erni Johan, Dian Pisesha, Nia Daniaty, Benyamin S., Baby Joel, Ermy Kulit, Margie Siegers, Fadly Vokalis Padi, Judika, Rhoma Irama, Ridho Rhoma, Koes Hendratmo, Nining Meida, Sule he he he… Pokoknya banyaklah… Semuanya rata-rata bersuara emas.

Setelah menilai suara Diandra, gw ngomongin soal ‘fenomena’ ini sama Daffa, dan dia setuju banget dengan mitos ini. Malah dia menambah panjang daftar artis-artis berahang kotak yang bersuara indah. Hmmmhhh… Mitos yang sempurna karena didukung oleh fakta yang meyakinkan.

Hari Senin, tanggal 15 Juni kemaren. Ronald pulang ke Bandung, katanya dia ga betah tinggal di Jakarta. Dalam rangka merayakan ultah Raymond, pacarnya Daffa, sekalian menyambut kepulangan Ronald. Daffa mengajak kami berkumpul untuk karaoke bareng di NAV Dago. Kami sepakat untuk berkumpul di tempat kost Raymond dulu, sebelum berangkat bareng ke NAV Dago. Pukul 23.00 kami sudah berada di ruangan medium karaoke NAV Dago. Kami semuanya bertujuh: Gw, Ronald, Daffa, Raymond, Bobby, Andika, dan Zaky (temen Andika dari Jakarta, yang baru kami kenal malam itu). Kami duduk berderet dari kiri ke kanan: Bobby, Ronald, Gw, Zaky, Andika, Daffa, dan Raymond. Hmmmmhhh… Sejak dari tempat kost gw melihat kalo Zaky itu berahang kotak. Pasti suaranya baguslah… kata gw dalam hati. Apalagi dia duduk di bagian tengah kursi ruangan karaoke, pasti dia sudah terbiasa berkaraoke.

Lagu demi lagu kami lalap habis. Akhirnya tiba giliran Zaky menyanyi lagu Agnes monica, Teruskanlah… Dia mulai menyanyi… Aduh!!! Gubrakkk… Kuping gw serasa dikagetkan suara klakson oplet si Mandra ha ha ha… Ternyata suara Zaky jauuuuuh dari bagus weeekkkksss… dari awal sampai akhir ga ada satu not pun yang masuk ke nada lagu aslinya alias fals banget.

Pada lagu-lagu awal dia menyanyi, kami hanya berpura-pura ngobrol, atau hanya saling mengerling dan berusaha ga mempedulikan suara Zaky yang kaya kaleng kerupuk dibanting he he he… Oh my God!!! Rupanya dia fans berat Agnes Monica, karena dia terus menerus menyanyikan lagu-lagu Agnes Monica. Waduh kasian banget Agnes Monica lagunya jadi ancur gini weeekkkksss…

Tibalah, Zaky menyanyikan lagu “Bukan Milikmu Lagi” dengan makin liar tak terkendali!!! Kuping kami makin panas… kami sudah ga tahan lagi menahan tawa… dan secara serempak kami ngakak sejadi-jadinya wakakaka…. Bukan maksud menghina, tapi sumpah!!! Beneran kami ga tahan untuk tidak tertawa. Mendengar kami tertawa, Zaky memencet tombol stop, dia menghentikan “lagu andalannya” he he he…
Thx God!!!. Zaky ga mau menyanyi lagi, sampai acara karaoke kami berakhir pukul 01.00.
Maafkan kami Zaky, Bukan maksud kami mentertawakan kamu… Abis suara kamu bikin geli sih ha ha ha…

Selesai karaoke, kami makan seafood di Jalan Gardujati. Di warung tenda itulah gw baru punya kesempatan ngobrol dengan Daffa.
Gw berbisik di telinga Daffa: “Ternyata teori rahang kotak salah ya…”.
Daffa hanya tertawa dan bilang: “Ya eyalaaaaahhh!!!” ha ha ha…

Conclusions:
Ternyata banyak orang yang ga sadar kalo suaranya buruk… sama kaya orang yang ga sadar kalo dia punya masalah: bau ketek, bau mulut, atau bau jempol, sampai ada orang yang bilang dan menyadarkannya he he he…

Minggu, 14 Juni 2009

Memberi Suara Pada Yang Bisu

Membaca judul diatas mungkin anda jadi teringat judul sebuah buku karya Dede Oetomo, “Bapak Kebangkitan Gay Indonesia” he he he… Sepengetahuan gw, dialah orang Indonesia yang pertama kali memproklamirkan dirinya seorang gay. Kita patut menghargainya, karena perlu keberanian yang luar biasa untuk coming out.

Dalam prinsip hidup gw, ga pernah ada niat untuk coming out, bahkan terlintas di pikiran pun tidak pernah. Bukan karena gw munafik atau tidak mau menerima takdir ke-gay-an gw. Tapi gw takut ada orang-orang yang akan ‘terluka’ kalo gw coming out, especially my Mom (I Love You Mom…). Sejujurnya, gw sudah ikhlas menerima takdir gw sebagai gay, dan menerima ‘jalan’ hidup gw yang seperti ini. Tapi bukan berarti gw harus mengumbar-umbar ke-gay-an gw.

Beberapa tahun terakhir ini, gay di Bandung memang lebih terbuka dan lebih berani tampil dengan jati dirinya. Apalagi, kalo malam minggu tiba, “malaikat juga tau” kalo di BIP, PVJ, Dago dan tempat-tempat clubbing dipenuhi kaum gay yang wara wiri (malam minggu adalah saatnya gay turun gunung neh he he he…).

Fenomena makin banyaknya kaum gay “terbuka”, tidak berbanding lurus dengan “penerimaan” masyarakat terhadap makhluk Tuhan Paling Sexy, penyuka sesama jenis ini he he he... Masih banyak cibiran-cibiran terlontar, dari orang orang yang merasa dirinya normal. Baik secara verbal maupun lewat tulisan-tulisan di media massa. Tadi siang gw membaca postingan blog seorang perempuan bernama: Ratna Siti Respati. Yang mengeluarkan teori ngawurnya tentang ciri-ciri kaum gay. Isinya sangat tendensius, melecehkan dan memojokkan kaum gay. Dengan analisis dangkalnya, dia menilai pukul rata semua kaum gay itu bla bla bla…

Berikut ini sengaja gw copy paste isi blognya:
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ciri-Ciri Gay
Posted on Februari 22nd, 2009 in Iseng, OON (out of niche)
Beberapa hari terakhir ini, sepertinya banyak berita tentang kaum gay di TV ya? Apa mungkin gara-gara buku ‘The Untold Story’-nya Ryan si penjagal manusia dari Jombang itu jadi pelengkap pemicu ya? Apalagi setelah terkuak kalau Indra L. Bruggman juga pernah jadi pacarnya Ryan… Hwaduh! Maaf nih jadi ngegosip begini.
Ternyata banyak juga ya kaum gay di persada nusantara ini. Bukan hanya para selebriti, teman dekat saya pun ternyata seorang gay. Sama sekali tidak menyangka. Saya jadi penasaran juga. Apa ada ciri-ciri khusus seorang gay? Apakah tiap lelaki yang kemayu itu gay? Iseng cari-cari di google, akhirnya ketemu juga beberapa. Meski kurang bisa memuaskan hasrat kuriositas saya.
Ciri-ciri lelaki gay:
- Gay lebih suka mengenakan pakaian ketat, karena dapat memperlihatkan lekuk tubuh si pemakai. Bagi gay, lekukan tubuh merupakan daya jual tersendiri.
- Gay lebih senang memakai warna mencolok. Dalam berkomunikasi gaya bicaranya pun lebih feminim dan perhiasan yang dikenakannya pun cenderung “ramai”. Bahkan itu merupakan alat komunikasi sesama gay.
- Ciri lainnya adalah selalu tertarik pada aktivitas yang biasanya dilakukan wanita.
Ada juga yang bilang, ciri-ciri lelaki gay itu begini:
1. Berpenampilan rapi
2. Tidak banyak bicara (kecenderungan pendiam)
3. Selalu memakai pengharum tubuh dengan Bebauan yang Agak Norak
4. Berbicara Seadanya, dan cenderung lembut.
5. Tidak suka bergaul dengan banyak orang
6. Bertindak kehati-hatian dalam segala hal pekerjaan yang sedang dia kerjakan.
7. Pakaian yang digunakan biasanya agak berbeda dari yang lain, sehingga cenderung menarik perhatian banyak orang.
Terus, ada juga yang berkata… Untuk setiap gay nggak ada perbedaan dari tatapan mereka. Mereka ya biasa aja. Mereka cenderung pendiam atau cenderung cerewet. Gaya hidup mereka terkadang terlalu normal atau terlalu tidak wajar. Mereka bisa mendapat tekanan batin dan bisa pula mereka terlalu terbiasa dengan kondisi mereka sebagai gay. Biasanya sih para gay, cenderung tempramental. Nggak tau kenapa, mungkin penyebabnya karena mereka mengalami gangguan psikis.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dan gw memberikan komentar ini di blognya:
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
farrel fortunatus
Juni 14th, 2009
analisisnya sangat dangkal dan cenderung underestimate. punya pengalaman sejauh mana atau sedalam apa tentang dunia gay? ke-7 penilaian anda tentang ciri-ciri gay kayanya salah kaprah…
1. tidak semua gay berpenampilan rapi, coz gay bisa berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda: pendidikan, suku, profesi dsb.
2. anda salah, soal pendiam atau cerewet itu tergantung karakter masing masing. gw sudah gaul banyak dg gay.
3. soal pengharum sangat individual, dan tergantung selera… mlah kaum gay biasanya berani bayar mahal untuk urusan parfum. soal norak apa ga, kayanya selera anda buruk ttg wangi-wangian.
4. belum tentu, banyak juga yang kasar kok.
5. wah menurut gw, justru kaum gay itu pergaulannya lebih luas, apalagi yg bekerja di bidang jasa ataupun entertainment.
6. ga juga, banyak juga gay yang sembrono. semua tergantung sifat dan kebiasaan. ga ada yang mutlak
7. harap dibedain antara gay dan waria. kebanyakan gay malah cenderung tidak terlihat secara fisik ke-gay-annya. kayanya anda harus lebih banyak belajar menilai orang secara objektif. coba anda buka website khusus gay apa orang-orangnya sesuai dengan ciri-ciri yang anda sebutkan? http://www.allfreegay.com http://www.gaybeef.com http://www.edengay.com http://www.bananaguide.com dll. thx… semoga masukan saya berguna…
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sebagai orang yang ber-intelektualitas tinggi, sudah seharusnya punya rasa toleransi lebih tinggi terhadap adanya ‘perbedaan’. Mampu bersimpati dan berempati terhadap kaum gay (yang ditakdirkan terlahir dengan ‘berbeda’). Tapi gw ga bisa memaksakan, karena lain orang pasti lain prinsipnya. Tapi Minimal janganlah memojokkan dan melecehkan kaum gay dengan kata-kata yang menyakitkan.

Wah bahasan kali ini agak berat dan serius amat ya? he he he…
Untungnya tidak semua orang, ‘silent gay’ kaya gw. Banyak yang punya keberanian untuk mengemukakan pendapatnya. Salah satu contohnya adalah sahabat-sahabat gw, Daffa dan Ronald. Kejadiannya waktu kami bertiga jalan-jalan di BIP, waktu itu kami lagi di eskalator turun menuju lantai dasar. Mungkin karena mendengar celotehan Daffa dan Ronald (yang waktu itu memang ngomong dengan voulme agak keras).
Seorang perempuan muda, berceloteh kepada teman-temannya, dan celotehannya sangat jelas di telinga kami:
“Sekong…!!! Sekong…!!!” katanya. Sementara temannya hanya ha ha hi hi… ga jelas.

Mendengar kata-kata itu, Daffa langsung bereaksi.
“Kenapa kalo gw SEKONG..!!?? MASALAH…!!???!!” dengan nada dingin, jutek dan emosional he he he…

Mendengar reaksi ketidak-senangan Daffa, mereka semua terdiam dan tidak berani memalingkan mukanya lagi. Ada perasaan puas mengalir di hati gw. Huh!!! Daffa bisa membungkam mulut-mulut usil orang itu. Sungguh kejadian yang jarang terjadi.

Ah… seandainya semua orang seperti Daffa, yang mampu bicara terang-terangan membela haknya. Yang mampu memberi suara pada yang bisu.

Conclusions:
Ga ada seorangpun minta dilahirkan jadi gay, atau becita-cita menjadi gay. Tapi inilah jalan hidup. Mau tidak mau, suka tidak suka, ikhlas tidak ikhlas, kita harus menjalaninya. Wahai kaum yang merasa dirinya normal… Marilah kita belajar saling menghargai dan menghormati ‘perbedaan’.

Sabtu, 13 Juni 2009

Kucing Terselubung

Akhir-akhir ini gw males dan jenuh chatting di channel #gxx, MIRC… selain orangnya itu-itu aja, orang-orangnya sering menyebalkan, sex oriented atau malah money oriented, jual diri di dunia maya weeekkks!!! Swear!!!… ada yang terang-terangan pasang tarif ada juga yang terselubung… hmmmhh… Memang sih ga semuanya yang chat di #gxx kaya gitu… Tapi tetep gw lebih suka chat di YM, Skype atau FB aja.

Malam itu gw lagi iseng chat di channel #gxx, seperti biasa gw langsung tertarik dengan nickname yang ‘eyecathing’ buat penyuka brondong kaya gw, bdg-first_time. Gw langsung membuka percakapan:
nickname_gw : “hi”
bdg-first_time :”hi 2”
bdg-first_time :”asl plz”

nickname_gw :”32/170/65
nickname_gw : “u”
bdg-first_time : “20/172/58”
bdg-first_time :nama/dmn?

nickname_gw : ……… di ……. (rahasia he he he…)
nickname_gw : “u”
bdg-first_time : “adit/dago” (di chatting banyak banget yang namanya Adit ya? he he he…).
nickname_gw : “beneran nih first time? belom pengalaman sama sekali?”
bdg-first_time : “iya beneran kok”
Dan bla bla bla…percakapan yang panjang dan standar dalam dunia chatting. Dari percakapan itu, gw dapat informasi kalo dia itu ngakunya: model, kuliah di bandung, B (first time kok tau kalo dirinya bot? he he he…) , dan lain sebagainya. Tak lupa kita pun trade pic. Kalo di lihat wajah sih ga terlalu istimewa… tapi lumayan bin biasa ajalah he he he…

Percakapan pun belanjut lebih panjang lagi…
bdg-first_time : “ketemuan aja yuk?”
nickname_gw : “ayo aja”
nickname_gw : “dimana?”
bdg-first_time : “simpang dago”
nickname_gw : “oke”
nickname_gw : “emang kita mau kemana dan ngapain?”
bdg-first_time : “ke kostan aku aja”
nickname_gw : “siiip”
nickname_gw : “tapi beneran kamu mau ‘nyoba’ untuk pertama kali sama gw?”
bdg-first_time : “ya tergantung”
nickname_gw : “tergantung apanya neh?”
bdg-first_time : “tergantung yang kamu kasih”
nickname_gw : “maksudnya… duit?”
bdg-first_time : “masa gitu aja ga ngerti”
nickname_gw : “ooohhh…”
nickname_gw : “berapa gitu?”
bdg-first_time : “500rb”
nickname_gw : “hmmmhhh…”
bdg-first_time: “ya udah 300rb aja”
nickname_gw : “sorry, gw ga biasa beli sex”
bdg-first_time : “kenapa?”
nickname_gw : “lagian yang merasakan enaknya juga bareng-bareng, bukan gw doang”
bdg-first_time : “keliatan kok dari tampang kamu juga, loe tuh suka yang gratisan”
nickname_gw : “maksudnya?”
bdg-first_time : “tampang loe tampang orang miskin” (mulai menghina)
nickname_gw : “o ya?”
nickname_gw : “gw lebih menyukai hubungan yang memakai perasaan dibandingkan transaksi sex doang”
bdg-first_time : “bilang aja ga mampu bayar!!!” (makin kurang ajar)
bdg-first_time : “orang miskin mau enaknya doang!!!”
nickname_gw : “kl gw mau, gw bisa bayar lebih dari yang loe minta, tapi gw ga sudi!!!”
bdg-first_time : “kalo miskin, ngaku aja miskin… kasian dech loe!!!” (makin melecehkan)
nickname_gw : “yang pengen dibayar tuh siapa? Jadi yang miskin itu siapa? secara logika juga loe dong yang jual diri!!!” (emosi gw terpancing)
bdg-first_time : “enak aja”
nickname_gw : “LOE TUH YANG MISKIN, GA PUNYA KERJAAN, MAKANYA LOE JADI PELACUR!!!
nickname_gw : “DARI FOTO-FOTO LOE JUGA GW TAU DARI KALANGAN MANA LOE BERASAL!!!”

Setelah itu dia diam, ga mampu berkata-kata lagi. Gw tau dia masih online tapi ga mampu membalas kata-kata gw yang tajam kena sasaran. Wuiiiihhh Yes !!! Yes!!! Yes!!! Rasain loe!!! Ha ha ha…


Conclusions:
Ah ternyata kucing. Ngakunya kucing anggora, padahal cuma kucing kampung, budukan lagi he he he… mendingan masukin ke karung aja trus bantingin ke tembok wakakakakaka… meoooookkkk!!!

I Really Miss You Ronald

Perjalanan panjang persahabatan antara gw dan Ronald: sangat unik, complicated, tapi tulus, dan hangat. Mungkin buat orang awam hubungan persahabatan kami adalah persahabatan yang ‘aneh’, maklum umur antara gw dan Ronald terpaut sangat jauh. Ronald adalah salah satu sahabat terbaik yang gw temukan di dunia gay (selain Daffa). Ronald itu orangnya cute, ramah, murah senyum, supel, rame kalo ngomong, manja, cuex, easy going, sangat memperhatikan penampilan, kadang suka ga inget sama janji (gubrax!!!), miss telat he he he…

Hmmmhhhh banyak hal yang terjadi antara gw dengan Ronald. Ya, 4 tahun bukanlah waktu yang singkat buat saling mengenal. Gw sudah sangat hafal gelagat dan kebiasaan dia. Ga ada yang bisa dia sembunyikan dari gw tentang dirinya. Mungkin karena gw sudah sangat mengenal karakter dia (ditambah info-info dari informan terpercaya gw, Daffa he he he…).

Ronald anaknya asyik buat diajak jalan, karaoke, nongkrong, berenang, nonton film, wisata kuliner malam-malam, clubbing, dan begadang di warnet (even di rumah gw ada internet, tapi tetep aja ga bisa nolak ajakan Ronald he he he…).

Jarak rumah kami yang agak berdekatan membuat gw bisa sering jalan bareng dengan dia. Bukan hanya jalan di mall aja, kami pun suka bertualang jalan ke hutan, gunung dan objek wisata lainnya. Sekedar mencari udara segar dan foto-foto. Ya, Ronald sering jadi ‘model’ amatiran gw yang punya hobby fotografi he he he... Kalo di depan kamera dia ga pernah mati gaya, luwes, mudah diarahkan untuk bergaya, dan tentu saja fotogenic.

Ronald (dan Daffa he he he…) adalah orang yang meruntuhkan prinsip gw, yang ga suka dan ga pernah clubbing. Dia berhasil meyakinkan gw untuk mencoba dan akhirnya jadi suka he he he… Tapi akhirnya gw jadi menyesal… kenapa ga dari dulu ya tau clubbing? wakakakaka… Kenturan tubuh Ronald menari mengikuti dentuman irama musik, kadang membuat gw iri. Coz badan gw kalo dance kaku banget kaya robot weeeekkkkss!!!

Kehidupan asmara Ronald rupanya sering ga sesuai dengan harapannya. Cepat jatuh cinta, cepat punya pacar tapi cepat putus juga he he he… Ah.. maklum namanya juga brondong, masih mencari jati diri.
Sabtu 2 Mei 2009, adalah kepulangan Daffa dari Bali. Malamnya Ronald mengajak Gw dan Daffa clubbing di Amnesia. Katanya ini adalah clubbing bareng-bareng yang terakhir karena dia mau kerja di Jakarta. Sekalipun Daffa masih cape, tapi demi sahabat, dia maksain ikut juga. Jadilah malam itu kami clubbing dan have fun bareng.

Hari Senin, adalah hari keberangkatan Ronald ke Jakarta. Gw masih inget coz gw yang nganter dia ke tempat travel yang akan dia tumpangi. Ya jam 6 sore, gw antar dia… gw menemani dia sampai keberangkatannya jam 6.30. Dia bilang “aku sedih dan berat ninggalin Bandung dan teman-teman…” (suaranya serak, sedikit menahan tangis…hhmmm..). Dan mobil pun melaju membawa Ronald dari tatapan mata gw…

Ah, dasar Ronald…!!! Sabtu depannya, ternyata dia udah balik lagi dari Jakarta. Dia sengaja datang cuma untuk ngajak clubbing lagi ha ha ha… Dan keesokkan harinya dia balik lagi ke Jakarta… weleh weleh…
Sejak itu gw dan Ronald ga penah ketemu lagi, hanya sesekali telepon… Gw bener-bener kehilangan dia… Kangen candaannya, kangen jalan bareng, kangen karaoke bareng… hmmmmhhh…. I really miss you, Ronald…


Conclusions:
Benar kata orang bijak: Kita baru menyadari kalau kita memiliki seseorang yang berharga, setelah kita kehilangan orang tersebut… uhuk uhuk…