Tampilkan postingan dengan label cinderamata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinderamata. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Maret 2013

Catatan 4 Tahun Perjalanan Blog Ini



Waktu bergulir tanpa terasa begitu cepat berlalu. Banyak sudah moment-moment yang sudah gw lalui dalam hidup ini. Entah itu pengalaman indah, maupaun pengalaman buruk. Hidup memang tak selalu semulus paha Cherrybele he he he... Tak ada yang sempurna memang. Seperti yin dan yang, di dalam bidang putih ada titik hitam, dan di dalam bidang hitam ada titik putih. Artinya dalam setiap kelebihan pasti ada kekurangan, dan didalam setiap kekurangan pasti ada kelebihan. Selalu ada sisi jahat dari si baik, dan selalu ada sisi baik dalam diri si jahat.

Hari ini tanggal 11 Maret 2013, genap sudah umur blog ini 4 tahun. Ga ada ceremony khusus, boro-boroacara tiup lilin atau potong tumpeng mah he he he... Awalnya blog ini gw buat atas dasar iseng aja. Cuma ingin mempraktekkan cara membuat blog dari sebuah buku yang gw baca. Gw sendiri awalnya bingung soal menentukan thema dari materi blog milik gw ini. Akhirnya tercetuslah ide untuk menjadikan blog ini sebagai catatan ‘perjalanan hidup’ gw sebagai seorang gay.  Di  hari yang pertama  blog ini dipublish, gw langsung memposting 2 cerita. Lalu gw minta pendapat dari beberapa teman gw tentang blog gw saat itu. Ternyata responnya cukup positif, dan itu memicu semangat gw untuk terus menulis.

Dalam membuat postingan, gw type orang yang semau gw, dan ga suka dibatasi aturan ini itu. Gw hanya mau menulis apa yang gw mau tulis, dengan cara dan gaya gw sendiri. Begitu pun soal konsistensi menulis. Gw hanya menulis disaat mood menulis gw lagi datang. Jadi gw sendiri ga bisa memaksakan diri gw untuk menulis per jangka waktu tertentu atau dengan thema tertentu. Ada yang bilang tulisan kurang hot, tapi ada juga yang malah menilai blog ini adalah blog cabul he he he... lain orang lain selera dan lain pemikiran kali ya. Jadi sangat wajar kalo tiap kepala punya penilaiannya masing-masing. Gw sangat menyadari kalo gw ga bisa memuaskan semua pihak lewat tuliasan gw. So gw cuma mau jadi diri gw sendiri. Ini blog gw, semua cerita tentang gw, dengan bertutur cara gw sendiri. Jadi, kalo pembaca suka, gw sangat bersyukur. Kalo tidak suka, masa iya sih?? (maksa dot com) he he he...


Rentang perjalanan 4 tahun, bukanlah waktu yang sebentar. Tapi blog gw hanya baru memiliki 68 follower saja. Memang sih itu tidak menggambarkan jumlah pembaca sesungguhnya dari blog gw. Coz ada beberapa blogger juga yang enggan mem-follow blog gw dengan alasan blog gw terlalu frontal dan mereka takut ke-gay-an mereka diketahui orang lain. Jadi kebanyakan  pembaca blog gw berstatus sebagai silent reader. Dengan traffic pembaca antara 600-800an per hari, blog gw memang belum ada apa-apanya.

Lewat blog ini pula, gw jadi mempunyai banyak teman, dan ga bisa dipungkiri jadi punya musuh juga he he he... Salah satu kasusnya pernah gw bahas disini.

Trus kalo kalian bertanya, “Apa yang gw dapat dari ngeblog?” Jawabannya tentu saja banyak. Tapi yang terutama adalah ‘kepuasan bathin’, dimana gw bisa membagikan pengalaman hidup gw lewat tulisan. Entah itu yang baik, maupun yang buruk. Gw yakin setiap pembaca dikaruniai kecerdasan untuk mengambil hikmah dari setiap tulisan yang gw posting.

Gara-gara ngeblog, gw pernah ditawari  menjadi salah satu narasumber untuk sebuah seminar berthema ‘Gay Movie’, yang diadakan di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Seorang mahasiswa yang merupakan ketua panitianya, beberapa kali menghubungi gw lewat e-mail. Tapi dengan berat hati gw menolaknya. Coz, gw belom bisa seterbuka itu untuk  membeberkan ke-gay-an gw di depan umum.

Seorang dosen perguruan tinggi negeri di Bandung,  pernah menyarankan gw untuk membukukan tulisan-tulisan yang pernah gw posting di blog ini. Dia bersedia memperkenalkan gw dengan seseorang yang punya ‘posisi’ di sebuah percetakan. Tapi lagi-lagi gw belum mau seterbuka itu. Biarlah untuk sementara, gw hanya berkonsentrasi menulis di blog ini dulu.

Ada banyak  pembaca blog gw, yang penasaran dengan sosok gw aslinya kaya gimana. Ada yang googling atau searching akun facebook gw, tapi tentu saja ga akan menemukan FB gw. Coz gw meng-hidden akun facebook gw he he he... Malah ada pembaca luar kota yang sengaja chatting mencari-cari gw di MIRC (gw tau hal ini, dari salah satu teman fb gw. Jadi dia merekomendasikanya menjadi teman gw).
Gw merasa tersanjung bila ada yang ingin mengenal gw lebih jauh, setelah tertarik membaca postingan-posingan gw.

Trus bagaimana responnya setelah melihat foto diri gw? bermacam-macam sih. Ada yang jadi cuex (ilfeel kali ya he he he...), ada yang jadi teman chat aja, dan ada yang jadi berteman baik. Ada diantaranya juga yang  malah penasaran ingin mencoba having fun sama gw... he he he...  Ada-ada saja ya... Jujur ya, ada sih beberapa yang gw jabanin he he he...

Gw punya sebuah kisah nyata yang unik. Ada anak Jakarta yang menginginkan ‘pengalaman pertamanya’ dengan gw. Setelah sering intens chatting sama gw. Suatu hari dia bilang mau ke Bandung. Dia pulang kerja langsung berangkat  ke Bandung pake travel. Tiba di Bandung, hampir pukul 23.30. Gw jemput dia dan gw menemaninya makan di Nasi kalong. Setelah makan, kami having fun. Sesuai dengan janji gw, malam itu gw jadi personal trainner-nya dalam urusan esek esek he he he... Lalu pukul 04.00 WIB dia langsung cabut balik lagi pake travel ke Jakarta coz paginya dia harus masuk kerja lagi... he he he...

Bersahabat dan bisa saling curhat, bercertita tentang aktivitas masing-masin, dan berbagi pengalaman, buat gw sangatlah menyenangkan. Lewat blog ini gw jadi punya beberapa teman baik. Sekalipun beberapa diantaranya tinggal di luar kota. Teman-teman itu bisa sesama blogger maupun hanya pembaca aja. Ada beberapa sahabat yang sangat baik sama gw. Gw sampai takjub, coz mereka sangat baik sama gw. Gw ga menilai kebaikan orang itu dari pemberiannya. Tapi gw menganggapnya sebagai penghargaan terhadap diri gw. Coz mereka masih mengingat gw disela-sela kesibukan mereka. Gw pernah menerima paket dari teman-teman gw. Diantaranya: aneka keripik buah-buahan dari Malang, Satu shopping bag besar Mochi Lampion dari Sukabumi, nastar durian dari Makasar dan makanan-makanan khas dari berbagai daerah. Termasuk juga diantaranya aneka cemilan dari luar negeri, kaya: coklat, permen, biskuit, dan keripik gay (sayang gw ga sempet memotretnya). Macam-macam T-shirt, tanktop dan aneka cindera mata dari dalam dan luar negeri. O ya, waktu gw lagi seneng-senengnya ngikutin Piala Eropa 2012, gw dapet surprise dikasih 2 pcs T-shirt Euro 2012 asli dari Ukraine, lho!!

Aneka cinderamata dan buku fotografi

Sssstttt... Gw pernah dapet oleh-oleh lubrican dan kondom dari Jepang. Lubricannya sih ga masalah, even bentuk kemasannya kaya botol saus di tukang bakso he he he... Nah, soal kondomnya yang bermerk Benetton dan Okamoto,  pas gw pake kayanya ukurannya terlalu pendek dech,  coz hanya menutup ¾ bagian dari penis gw. Plus terasa ketat banget. Mungkin gara-gara ukuran standar penis orang Jepang lebih kecil dari ukuran standar orang Indonesia kali ya. Coba aja liat di film-film bokep Jepang, ukuran penisnya emang pada imut-imut kan? he he he...
Kalo Lubrican Ansell LifeStyles dan kondom keberuntungan alias Fortunate One, itu pemberian dari temen gw yang lain. Sebenernya masih ada beberapa jenis kondom lagi tapi udah habis dipake he he he...
Gw juga pernah dikasih beberapa pcs celana dalam dan celana renang dari teman baik gw.

Celana dalam, kondom, dan lubrican

Dan dari sekian banyak teman itu, ada yang satu yang paling baik. Dia secara rutin mengirimi gw produk-produk perawatan tubuh yang harganya mahal-mahal dan barang-barang lainnya. Hey, kalo kamu lagi baca tulisan ini, gw hanya mau bilang: “I love you, bro... You’re a special gift from heaven for me...”.

Aneka produk perawatan tubuh

Gw ga pernah menyangka sama sekali, kalo blog ini sanggup memberi motivasi dan membangkitkan semangat hidup seseorang. Suatu hari ada seorang brondonk Jakarta yang ingin mengenal gw lebih jauh. Lalu gw sama dia berkomunikasi lewat sms, telpon, dan ym. Dia bilang merasa kagum sama gw, yang bisa begitu tegar dan bisa menerima ke-gay-an gw dengan ikhlas. Sampai satu titik, dia bercerita kalo dia merasa putus asa dan beberapa kali ingin mengakhiri hidupnya. Dia merasa hidupnya tidak punya arti lagi. Ibunya yang sudah mengetahui orientasi sex-nya, malah mengekang dan membatasi pergaulan dia. Dia merasa dibeda-bedakan dalam hal kasih sayang dan perhatian antara dirinya dan adiknya.

Dia berasal dari keluarga menegah atas dan kuliah jurusan psikologi di sebuah perguruan tinggi swasta terkemuka di Jakarta.
Alasan dia mengambil jurusan psikologi, katanya supaya dia bisa ‘mengobati’ sendiri masalah orientasi sex-nya. Tapi teori tetaplah sebagai teori. Pada prakteknya dia tetap tidak mampu keluar dari masalahnya itu.

Gw terus-menerus memberi semangat pada dia. Gw selalu bilang ‘berdamailah’ dengan diri sendiri. Dengan bisa menerima keadaan diri kita apa adanya, maka rasa tertekan itu akan berkurang. Kebahagiaan itu adalah pilihan. Jadi tinggal pilih saja: mau berbahagia dengan apa yang kita miliki atau mau berkutat terus dengan masalah yang tak berujung? Menyalahkan diri sendiri, keadaan, dan takdir tidak akan pernah menyelesaikan masalah.
Sekarang dia sudah lulus kuliah, dan bekerja di sebuah perusahaan dengan posisi dan gaji yang sangat bagus. Plus punya seorang BF yang sangat menyayangi dia. Gw selalu merasa senang kalo teman-teman gw menemukan kebahagiannya.

Di negeri ini, tanggal 11 Maret diperingati sebagai hari yang bersejarah. Yaitu memperingati saat-saat Bung Karno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Supersemar.
Waktu gw masih kecil, pernah ada pertanyaan bodoh di benak gw: Kok mesti disebut ‘SUPERSEMAR’? kenapa ga disebut ‘SUPERPETRUK’, ‘SUPERGARENG’, atau ‘SUPERBAGONG’ he he he... maklum jaman itu, tiap hari minggu anak-anak jaman itu dicekoki dengan acara lawak Ria Jenaka di TVRI he he he... buat yang ga tau acara ini gara-gara roamming beda generasi, silahkan googling aja ya wkwkwk...

Tapi buat gw sekarang ini: Mau SUPERSEMAR kek, mau SUPERPETRUK kek, mau SUPERGARENG kek, atau SUPERBAGONG kek, gw ga mempermasalahkannya lagi. Yang jelas hari ini gw cuma mau ngurusin Blog  gw: MY SUPERNOVA BLAST yang udah berumur  4 tahun he he he...


Conclusion:
Rentang waktu yang panjang bukanlah ukuran seberapa berartinya hidup kita buat orang lain. Tapi berusahalah terus untuk membuat hidup kita bermakna, setidaknya buat diri sendiri dan orang-orang terdekat kita.

Minggu, 04 Desember 2011

Ngelayap Ke Saung Angklung Udjo


Siapa sih yang ga tau Udjo Ngalagena? Dia adalah salah satu seniman besar Indonesia, yang namanya sudah terkenal ke mancanegara. Almarhum Udjo Ngalagena atau lebih akrab dengan sebutan Mang Udjo adalah maestro angklung Indonesia. Dia belajar angklung bernada diatonis (do, re, mi, fa so, la, si, do) langsung dari sang pencipta angkung diatonis Bapak Daeng Soetigna. O ya, perlu diketahui kalo sebenernya alat musik angklung itu sudah ada sejak dulu dan merupakan warisan budaya secara turun-temurun. Namun angklung yang asli masih berlaras pelog dan salendro.

Udjo Ngalagena

Mang Udjo adalah seniman serba bisa, itu ga mengherankan karena dia belajar seni dan budaya langsung dari para ahlinya. Seperti Gamelan, dia belajar dari Raden Machjar Angga Koesoemadinata. Belajar main kecapi dan lagu-lagu daerah dari Mang Koko. Dan seperti gw sebut diatas, Mang Udjo belajar angklung dari Daeng Soetigna.

Sungguh membanggakan saat tanggal 16 November 2011 di Nairobi, Kenya, angklung disahkan menjadi warisan budaya tak benda asli Indonesia oleh UNESCO. Mengetahui keputusan UNESCO itu, kita bisa bernafas lega dan Mang Udjo pun nampaknya bisa tersenyum dalam tidur panjangnya.

1 Desember 2011 kemaren, gw nganter Mario, ngambil kameranya yang baru selesai diservice di BeMall Jl. Naripan - Bandung. Setelah keluar dari BeMall, dia ngajak gw lanjut untuk nyari cindera mata khas Bandung buat teman-temannya di luar negeri sana. Tapi dia masih bingung mau kemana dan beli apa. Secara spontan gw usul, gimana kalo  ke Saung Angklung Udjo  aja? Dan dia langsung setuju.

Saung Angklung Udjo atau SAU, letaknya emang agak jauh dari pusat kota Bandung. Lokasi SAU sendiri berada di Jl. Padasuka No. 118, Bandung, tidak begitu jauh dari Pusat Perbelanjaan dan Bisnis Surapati Core.

Ini adalah kali ke-2 gw berkunjung ke SAU. Suasana yang asri dan teduh langsung terlihat waktu gw memasuki area parkirnya yang lumayan luas. Disana nampak rumpun-rumpun pohon bambu yang menjulang tinggi. Dedaunannya mengeluarkan bunyi gemerisik setiap kali ditiup hembusan angin. Keindahan suatu suara alam yang sudah langka gw dapatkan dalam keseharian…

Parkir Di Bawah Rindangnya Rumpun Bambu

Rumpun Bambu

Area Parkir SAU

Memasuki galeri cindera mata SAU, kita langsung di suguhi pilihan aneka kerajinan tangan khas Jawa Barat. Saking banyaknya, gw sendiri sampai bingung he he he…
Berikut ini sebagian dari yang gw ingat;
1.Aneka Angklung dengan berbagai ukuran, mulai dari yang dibuat jadi kalung sampai alat musik benerannya.

Bros Angklung Mini

Seperangkat Angklung

Angklung & Aneka Cinderamata

2. Aneka Wayang dalam berbagai karakter, bentuk, ukuran, dan fungsinya.

Aneka Karakter Wayang 

5 Cepot, Bisa Dibikin Boysband wkwkwk...

Cepot, Dawala, & Gareng

Cepot Diantara Gareng Dan Buta (Raksasa)

Wayang Rama & Shinta Yang Eksklusif

Wayang Buat Gantungan Di Mobil

Ballpoin Wayang

Gantungan Kunci Kepala Wayang

3. Aneka Accessories seperti kalung, gelang dll, dari berbagai macam bahan dan bentuk.

Aneka Gelang Kayu 

Aneka Kalung

4. Aneka benda berbahan kain batik.

Kain Batik

Tas Batik

5. Aneka pajangan dengan berbagai macam model.

Topeng Batik

Miniatur Sepeda Onthel

6. Aneka mainan anak-anak tradisional, kaya: pepeletokan, panggal (gangsing), tik-tok dll.

Mainan Tradisionil Tik-Tok

7. Aneka T-shirt juga ada disana.
Dan masih banyak yang lainnya.

Aneka Cindera Mata

O ya di dalam galeri, pengunjung dihibur oleh 2 orang yang berkolaborasi memadukan gitar dan angklung, menyuguhkan lagu-lagu Evergreen Love Song (tapi kadang terselip lagu-lagu terkini kok).

Kolaborasi Gitar dan Angklung

Setiap harinya di Bale Karesmen (semacam aula), tiap petang digelar pertunjukkan seni, yang terdiri dari:
Pentas Wayang Golek, upacara Helaran, tari-tarian tradisional, Angklung orkestra, musik Arumba dan lain-lain. Yang unik dari SAU adalah, menjadikan kalung berbentuk angklung mini sebagai tanda tiket masuk.

Buat pengunjung yang perutnya lapar, di Warung SAU tersedia aneka makanan tradisionil khas Sunda. Bagi tamu luar kota yang ingin bermalam pun tersedia Guest House. Pokoknya mah di SAU komplit plit plit pliiiiit… he he he...

Karena pergi dadakan, gw hanya bisa mengabadikan foto-fotonya lewat kamera hp. Jadi ya maaf kalo hasilnya alakadarnya he he he…

Ah nampaknya akan lebih puas kalo kalian sendiri yang langsung berkunjung kesana.

Conclusion:
Kesenian tradisionil mempresentasikan keluhuran budaya bangsa, Kalo bukan kita yang melestarikannya, siapa lagi?