Tampilkan postingan dengan label dugem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dugem. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Maret 2010

Fashion & Me 4

The next episode... Y-neck lagi, Y-neck lagiiii... apa boleh buat, permintaan masih kenceng neh he he he... makanya jangan bosen ya liatnya he he he... setelah perjuangan yang cukup lama, akhirnya beres juga koleksi terbaru baju-baju gw. jadi inget pas pertama kali bikin, orang-orang memandang sebelah mata, menganggap modelnya aneh, banci bgt (emang iya sih he he he...). Tapi makin lama kok makin banyak yang pake ya? he he he... O ya, buat yang mau pesen harganya rata-rata Rp 60.000,-. yang serius mo pesen, kirim e-mail aja ke farrel_fortunatus@yahoo.com. tar bakal gw jelasin cara pesennya.... met belanja!!!


































Sabtu, 21 November 2009

Gaydar Alert

Suatu malam, waktu gw hangout clubbing di Amnesia bareng temen-temen gw. Mata gw tertuju sama satu sosok pemuda berkulit sawo matang, rambut cepak, dengan postur badan tinggi dan sangat tegap. Dari t-shirtnya yang ketat terlihat tonjolan-tonjolan otot seperti yang sering gw lihat pada keindahan patung pualam. Otot bicep dan tricepnya seakan menyeruak dari lengan kaosnya yang ketat. Gw sangat yakin dia juga punya perut sixpack yang sexy. Gw emang penyuka brondong, tapi gw juga suka merinding kalo ketemu sama pemuda yang body nya ga nahan kaya gitu he he he… Otot-ototnya yang kering dan urat-urat ditangannya menunujukkan garis-garis tegas kejantanannya. Terlihat banget kalo dia sudah berjuang keras di gym demi memahat keindahan tubuhnya. Jeans belel dan t-shirt putih, sangat pas di badannya. Serta kalung butiran kayu menggantung dengan ketat di lehernya.
“Hussshyy!!! matanya jangan belanja aja. Dia straight tau!! Nyari yang laen aja he he he…”. Ronald membuyarkan khayalan gw yang lagi melambung tinggi.
“Straight?? yakin loe?” kata gw. Coz radar gw menangkap sinyal ‘gay’ dari pemuda itu, walau lemah tapi gw sangat yakin.
“Banget!!! Dia tuh kalo clubbing selalu datang sama cewek, tau!” lanjut Ronald
“Jangankan cuma datang clubbing bareng cewek, orang yang udah punya anak bini aja banyak yang gay kok!” timpal gw sambil tertawa ringan.
“Benerlah, dia itu cowok banget!!” Ronald mempertahankan pendapatnya.
“Gw berani bertaruh, dia gay! Atau seenggaknya dia bisex-lah!” kata gw keukeuh.
“No no no…” kata Ronald sambil menggelengkan kepala.
Gw hanya tersenyum, dan kami pun berlalu menuju ke area depan. Beberapakali gw masih melihat dia lagi joget bareng cewek di dancefloor, dengan gerakannya yang sekaku robot. Terlihat dia mengumbar kemesraan dengan cewek itu.
Waktu gw bilang sama Daffa tentang masalah ini, dia cuma bilang:
“Mungkin aja, tapi kemungkinannya sangat kecil”.

Berkali-kali gw clubbing lagi, gw masih sering melihat pemuda itu, selalu dengan daya tarik yang sama, dan mengumbar kemesraan dengan cewek-cewek yang selalu berbeda. Dan dengan gerakan jogetnya yang kaya robot. Tapi gw tetep yakin kalo pemuda itu penyuka sesama jenis he he he… Gw sangat yakin akan ketajaman radar gay gw.
Dan tibalah masa-masa pembuktian itu. Sebulan yang lalu, waktu gw clubbing cuma sama Ronald dan Raka. Gw melihat dengan mata kepala sendiri. Di atas dancefloor, si pemuda berbody baja itu sedang asyik memeluk seorang… cowok!!! And then dia menciumnya… French kiss pula!!! Gw mencolek punggung Ronald, sambil ngomong:
“Lihat tuh di depan, bener kan kata gw? Dia homo juga he he he…”
“Ohhh… iya ya…” Ronald sempat terbengong sebentar, lalu tertawa ringan.
“Soal status, bentuk body, kejantanan dll, ga jaminan tuh dia itu straight”
“Iya dech…” sahutnya.

Semua gay memang dikaruniai (cie… kok kaya sejenis anugerah gitu ya? he he he) gaydar, radar untuk mengetahui siapa aja gay lain yang disekitarnya. Tapi ketajaman radar gw kayanya diatas rata-rata he he he… malah waktu jalan bareng, temen-temen gw suka iseng-iseng bercanda nanyain ‘mana yang gay’ diantara orang yang berseliweran di hadapan kami qiqiqi…
Setahun yang lalu, Daffa pernah curhat sama gw kalo dia lagi suka sama temen kuliahnya, sebut saja namanya Fahmi. Tapi dia bingung karena Fahmi cowok straight yang punya cewek. Bahkan ceweknya sering ‘tidur’ di kostan Fahmi. Gw hanya bilang sama Daffa:
“Coba lihat Fotonya, gw pengen tau tampang Fahmi kaya gimana” siapa tau gw bisa membantu dengan ketajaman radar gw.
“Ini, ada beberapa” jawabnya.
Lalu Daffa nunjukkin foto Fahmi yang ada di hpnya. Fahmi yang keturunan Arab itu memang ganteng banget.
“Dia bisex!!!” kata gw mantap.
“Ah mana mungkin?” Daffa ragu.
“Percaya sama gw.” Gw meyakinkan.
“Hmmmmhhh kok kaya ga mungkin banget ya…” Daffa tampak bingung, mungkin dia nyangka gw bilang gitu cuma buat nyenengin hatinya.
“Iya gw yakin banget” gw makin mantap.
“Tapi gimana cara ngebuktiinnya?” tanya Daffa.
“Gampang kok, coba kamu ajak dia berenang. Trus kondisikan kamu pake ruang ganti bareng dia, soal muslihatnya terserah kamu. Trus coba kamu buka semua pakaian kamu di dihadapan dia…”
“Gila!!! Masa harus gitu sih?” Daffa memotong pembicaraan.
“Sabar bu… he he he… Kalo dia ngeliat kamu ga malu-malu bugil di depan dia, gw yakin dia juga akan melakukan hal yang sama. Even dia bukan gay juga seenggaknya kamu udah dapet bonus liat ‘barangnya’ yang ukuran orang Arab he he he…” gw sengaja ngomong sambil bercanda.
“Truuus…?” Daffa mulai nampak penasaran.
“Coba kamu colek ‘burung’ dia… trus liat reaksinya…”
“Trus gimana lagi?” Kening Daffa mngernyit, nampak sedang mencerna tips and trick dari gw.
“Udah, itu aja. Setelah itu kasih laporan sama gw he he he…”
“O.K. aku coba ya….” sahut Daffa.

Beberapa hari kemudian Daffa ngasih laporan, ternyata waktu dia mencolek ‘burung’ Fahmi, dia membalas. Jadi terjadilah saling colek mencolek… keliatan cuma saling bercanda, tapi nampak kalo kedua burung di ruang ganti itu sama-sama membesar he he he… Tapi ga terjadi sesuatu yang lebih dari itu.
“Harapan kamu hampir menjadi kenyataan, Daffa” sahut gw, berkesimpulan.
“Maksudnya…? Dia juga penyuka sesama jenis?” Daffa balik bertanya.
“Yup 100%” gw meyakinkan.
“Asyiiiikkk… Tapi, aku bingung. Gimana caranya supaya bisa deket sama Fahmi, dia kan punya cewek.” Kata Daffa.
“Kamu pura-pura aja, belom ngerjain tugas. Trus minta tolong dibantuin sama dia. Tentu saja kamu minta ngerjainnya di tempat kost dia. Kalo perlu kamu harus bisa nginep di tempat dia. Soal cara ngomongnya gimana, gw yakin kamu pandai mencari-cari kata yang tepat”. Saran gw.
“Trus gimana lagi?” tanya Daffa.
“Kamu hanya tinggal nunggu aja, apa yang bakal terjadi…”

And then, beberapa hari kemudian dengan cerianya Daffa laporan sama gw, kalo dia telah sukses ‘menikmati malam membara’ bersama Fahmi he he he…
Radar gay gw sering mengeluarkan alert, kalo ketemu dengan sosok gay lainnya. Ga peduli yang ketemu langsung atau sekedar lihat fotonya, hampir bisa gw tebak dengan jitu he he he...
Coba perhatikan acara Take Me Out / Take Him Out di Indosiar, gw berani bertaruh sebagian besar cowoknya gay!!! Mereka bukan nyari pasangan tapi pengen nampang di tv doang he he he…
Gay memang bertebaran dimana-mana… and I love it!!!

Conclusions:
Bakat, pengalaman dan ketajaman analisis adalah kombinasi sempurna untuk memiliki gaydar yang akurat. Dan gw bersyukur gw memiliki semuanya he he he… Let’s Turn It On Your Gaydar!!!

Selasa, 13 Oktober 2009

Antara Gender Dan Harga Diri

Malam Minggu, 10 Oktober 2008 kemaren. Gw dan Ronald clubbing di Amnesia, Ga seperti biasanya malam itu kami pergi cuma berdua aja, tanpa Daffa. Coz malam itu Daffa membatalkan pergi clubbing, padahal dia yang ngajak duluan hmmmmhhhh… maklum bf-nya ga bisa ikut karena dia harus kerja masuk pagi. Ditambah mereka lagi dibawah ‘pengaruh’ sate kambing yang baru mereka makan he he he…

Daffa ga tergoyahkan oleh bujukan, rayuan, permohonan, maupun ancaman kami qiqiqi… Yo wess, karena gw kasihan sama Ronald yang lagi ngebet dugem, akhirnya gw putusin buat pergi berdua saja. Untunglah Ronald berhasil membujuk Raka untung bergabung malam itu.

Alunan musik, lagu Hush Hush Hush milik Pussycat Dolls menghentak, terdengar saat kami memasuki ruangan, seakan menyambut kedatangan kami.
“Pokoknya kita harus fun!!! Ga boleh bete!!! Biarin Daffa ga ada juga!” Seru Ronald.
Gw hanya tersenyum dan mengangguk saja tanda setuju.
Hmmmhhhh… sudah hampir 2 bulan gw ga menginjakkan kaki di Amnesia, tapi magnetnya tetap saja terasa kuat.

Gw, Ronald, dan Raka menyeruak masuk menuju ke area depan, melalui kerumunan banyak orang yang sedang ‘have fun’. Di dalam kami juga bertemu dengan Calvin, yang menenteng botol air mineral.
“tumben minumnya air gituan?” tanya gw.
“Iya, aku lagi ga mau minum. Bukan takut mabuk, tapi lagi bokek he he he…” jawabnya.

Perjalanan malam panjang baru mulai… Ronald terlihat larut dalam alunan musik, dia asyik bergoyang dibawah pengaruh minuman yang diminumnya. Terlihat dia sangat menikmati malam itu.
Seperti biasanya, gw dugem selalu dalam kesadaran penuh he he he… mata gw asyik belanja memperhatikan orang-orang di sekitar gw he he he…

Tiba-tiba gw dikagetkan oleh suara ribut. Gw melihat ada orang lagi memukul bertubi-tubi sambil mendorong lawannya, sambil mengeluarkan sumpah serapah. Ya ampuuuunn… ternyata orang yang sedang tidak berdaya dipukul dan terjatuh itu adalah Ronald!!! Dia sedang menghadapi serangan bertubi-tubi seorang cewek ber-body segede bagong (qiqiqi…).

Gw sigap menarik Ronald ke belakang badan gw. Tapi cewek itu seakan belom puas terhadap Ronald, dia merangsak, menerobos, dan berusaha menyarangkan tinjunya. Dengan refleks gw melindungi Ronald dengan tangkisan tangan gw (ga sia-sia dulu gw pernah ikut ekskul beladiri he he he…). Setelah tangan cewek itu beradu dengan tangan gw, dia terlihat meringis kesakitan. Cewek itu melotot menatap tajam ke arah gw, gw ga kalah sengit memelototi cewek itu. Merasa mendapat lawan yang ga seimbang, cewek itu ngeloyor pergi.
“Kamu ngapain sih? kok sampe cewek itu kalap?” tanya gw sama Ronald.
“Aku ga tau, aku lagi joget eh… tiba-tiba di mukulin aku. Dasar pecun!!!” Jawab Ronald, dengan wajah yang masih pucat pasi.

Gw hanya menduga-duga dalam hati, mungkin cewek itu merasa Ronald telah menyentuh bagian sensitif tubuhnya. Jadi dia merasa telah dilecehkan. Padahal, mana mungkin? Jangankan cuma cewek berwajah dibawah rata-rata dengan body segede bagong kaya gitu, Cewek secantik Luna Maya pun ga akan bikin Ronald horny he he he…
“Bete ah!!! Masa baru mulai kita harus pulang?!” Ronald merajuk
“Kenapa harus pulang?” tanya gw.
“Aku takuuut… tar cewek itu datang lagi bawa temennya.” Sahutnya.
“Ngapain takut?, enjoy aja!” Kata gw, meyakinkan.
“Tapi aku takut, tar ada orang yang nusuk pake pisau dari belakang.” Ronald masih terlihat ragu.
“Tenang aja, aku yang akan jagain kamu.” Kata gw mantap.
“Bener ya... gpp…?”
Gw mengangguk meyakinkan Ronald.

Malam itu, kami tetep bisa fun. Kejadian itu ga terlalu mempengaruhi kesenangan malam panjang kami. Gw menganggap kejadian itu ‘hanyalah riak kecil di tengah samudera’ he he he… (meminjam istilah Bung Karno neh…).

Sesekali gw masih melihat cewek itu berseliweran dihadapan gw. Tapi apa yang Ronald takutkan, ga terjadi.
Gw, ga bangga bisa mengalahkan seorang cewek. Yang patut digarisbawahi dalam kejadian ini adalah; ini bukan soal menang atau kalah, tapi ini masalah ‘HARGA DIRI’. Siapapun yang mengusik harga diri kita, dengan membuat kita merasa terhina di depan umum. Tanpa memandang dia itu cowok, cewek atau banci (he he he…) Hanya satu kata LAWAN!!!

Conclusions:
Musuh pantang dicari, Ada pantang mengelak.

Rabu, 16 September 2009

Fashion And Me

Gw ga punya latar belakang belajar design baju atau pun jahit menjahit. Tapi ga tau kenapa semuanya ngalir gitu aja. Gw emang lagi ngerintis konveksi kecil-kecilan, ya cuma sebatas nerima makloon jahitan dari garment.

Awalnya Daffa dan Ronald minta dibikinin kaos, nembak dari model t-shirt Y-neck produksi TOPMEN. Kita janjian bikin 4 warna, dan setelah jadi masing-masing bakal ngambil semua warnanya.
Mulai dari nyari bahan sampai motong gw lakukan sendiri, cuma menjahit yang gw serahin sama pegawai. Dari sekedar coba-coba itu, ternyata hasilnya ga ngecewain, malah t-shirt Y-neck warna-warni itu, sempet kami pake buat closing clubbing di Amnesia bulan kemaren lho.

Setelah lihat produk pertama buatan gw, banyak yang minat dan minta dibikinin model yang sama maupun model-model lainnya. Hmmhhh... lumayanlah, gw jd bisa bereksperimen plus dapet duit pula he he he... Gw jd semakin berani mencoba membuat model-model lainnya, hanya dengan modal nekad. Truly, gw hanya mengandalkan feeling, coz gw ga punya basic pengetahuan tentang teknik mendesign pakaian sama sekali.

Design-design yang gw buat lumayan disukai binan-binan modis yang suka tampil beda he he he... gw sengaja bikinnya agak-agak limited editions. Gw baru menjualnya secara terbatas, Ada beberapa temen gw yang ngebantuin ngejualin t-shirt - t-shirt gw, tentu saja dijualnya ke binan-binan juga.
Biar ga penasaran, nih gw tampilin foto-foto t-shirt buatan gw.