Filately
Kemarin malam gw iseng membuka-buka kembali album perangko koleksi gw. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar gw memang sudah menjadi seorang filatelis. Berbagai cara gw lakukan untuk melengkapi koleksi perangko gw: mulai dari korespondensi dengan sahabat pena, barter dengan teman, mengirim surat ke kedutaan besar, beli di kantor pos, atau membeli ke toko khusus yang menjual benda-benda filately.
Setelah sekian tahun melalui perjalanan panjang, terkumpulah ribuan helai perangko koleksi kebanggan gw. Mulai dari jenis perangko yang biasa milik sejuta umat sampai dengan jenis perangko langka, gw miliki.
Melalui hobby itu gw jadi banyak tahu tentang seluk beluk cara menyimpan dan merawat perangko koleksi. Dulu cara gw melepaskan perangko dari amplop sangat ceroboh yaitu dengan menarik paksa yang tentu saja sering berakibat perangkonya jd tipis terkelupas tertinggal di kertas amplop, menjadi tebal karena sebagian kertas amplop terbawa, atau malah sobek. Padahal syarat dari sebuah untuk layak dikoleksi adalah ‘no scratch, no bend’.
Bersama berjalannya waktu gw jadi tahu 2 cara efektif melepaskan perangko dari amplopnya: yaitu dengan cara mendekatkan perangko yang masih menempel di amplop ke semprotan uap panas dari ceret yang berisi air mendidih, setelah kena panas perangko akan mudah terlepas, kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Atau cara ke-dua, yaitu merendam perangko yang masih menempel di amplop dengan air panas kurang dari 1 menit, kemudian keringkan dengan cara diangin-anginkan.
Perangko menarik perhatian gw karena gambar indahnya, warna-warni, dan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Jujur, awalnya gw lebih suka mengumpulkan perangko dari luar negeri daripada perangko dalam negeri. Coz perangko di negeri tercinta ini, selama puluhan tahun objek gambarnya hanya sang presiden memakai peci dengan senyuman khasnya he he he... Tapi setelah menjadi anggota organisasi filatelis gw jadi lebih rajin mengumpulkan perangko dalam negeri.
Gw memang tipikal orang yang kalo sudah suka sesuatu pasti gw akan serius menjalaninya. Selama bertahun-tahun, akhirnya ketelatenan gw membuahkan 5 album besar berisi ribuan perangko. Yang tentu saja hanya perangko-perangko pilihan yang designya gw sukai. Gw paling berkesan waktu mendapatkan album koleksi perangko memperingati 100 tahun Bung Karno, karena gw dapatkan secara gratis, sebagai hadiah undian di pameran perangko di salah satu mal di Bandung.
Album koleksi perangko gw |
Selama ini, orang-orang mungkin hanya mengira bentuk perangko itu persegi panjang, padahal masih banyak bentuk-bentuk lainnya, seperti: bujur sangkar, segitiga, belah ketupat dan lingkaran. Ada yang berperforasi (pinggirannya bergerigi) ada juga yang polos.
Gw sangat menyukai perangko dengan objek gambar kupu-kupu, ikan hias dan burung (hayo jangan berasumsi burung yang laen lho… he he he…), karena itu gw lebih serius mengumpulkan perangko-perangko bergambar tersebut. Baik yang diterbitkan dari dalam negeri maupun manca negara. Tapi ada satu design gambar perangko yang secara diam-diam gw kumpulkan, mudah ditebak!! Yup, perangko bergambar lelaki telanjang he he he... Memburu perangko jenis ini memang sedikit lebih sulit, tapi bukan gw namanya kalo menyerah begitu saja. Perjuangan gw membuahkan hasil, puluhan helai perangko bergambar cowok bugil bisa gw kumpulkan wkwkwk... Tentu saja perangko-perangko bergambar lelaki tanpa busana itu bukanlah terbitan dari dalam negeri (kalo diterbitkan disini bisa-bisa Kantor Pos didemo FPI he he he…). Bermacam-macam karakter dan pose lelaki telanjang di perangko-perangko melengkapi koleksi gw. Mulai dari: gambar dewa-dewa mythology Yunani, patung David, lukisan, sampai dengan foto telanjang atlet (perangko edisi olympiade Sidney-Australia tahun 2000) dll.
Orang-orang luar sana menghargai prestasi orang tanpa menghubung-hubungkan dengan orientasi sexualnya. Lihat saja, Matthew Mitcham atlet gay yang karena prestasinya fotonya dijadikan gambar perangko.
Kalo ngomongin perangko, gw ga akan ada habisnya dech he he he...
![]() |
Matthew Mitcham |
Uang Coin Dan Uang Kertas
koleksi jenis ini dinamakan numismatik, mengumpulkan uang-uang dari zaman baheula dan dari negara nun jauh disana dengan berbagai bentuk dan warna yang unik, buat gw punya keasyikan tersendiri. Seru aja masih bisa memegang uang yang dulu pernah kita pakai sehari-hari dan sekarang sudah tidak berlaku lagi.
Sebagian dari koleksi uang coin gw |
Bentuk uang coin ternyata tidak hanya lingkaran pipih biasa. Banyak bentuk lainnya, seperti: yg sisinya bergelombang, bentuknya persegi, lingkaran berlubang, segi lima, dan lain-lain.
Begitu juga dengan uang kertas punya bentuk design, keunikan dan historis tersendiri.
Sebagian dari koleksi uang kertas gw |
Kartu Telepon Magnetic
Masih ingat zamannya telepon umum kartu? yang setiap kali dipakai kartunya akan berlubang? Gw ngumpulin benda yang satu ini. Sayang sekali, kartu telepon magnetic ini sekarang sudah tidak ada, koleksi gw jadi ga nambah-nambah dech he he he...
Sebagian dari koleksi kartu telepon magnetic gw |
Voucher Pulsa Fisik
Sejak awal gw punya handphone sekitar tahun 1999, secara iseng gw kumpulin satu demi satu kartu voucher fisik yang gw beli. Pada awal kemunculannya voucher pulsa fisik dibuat dari bahan plastik dengan bentuk dan design exclusive, tapi sekarang hanya dibuat dari kertas yang makin tipis dan bahkan dengan ukuran yang makin mengecil. Jujur, menurut gw hanya simpati yang serius mengeluarkan design-design gambar yang paling menarik. Bersama berjalannya waktu kehadiran voucher fisik pun sedikit demi sedikit mulai tergantikan oleh voucher elektrik yang kini makin mendominasi.
Sebagian dari koleksi kartu voucher pulsa fisik gw |
Buku
Gw jg suka banget baca buku, sejak zaman bacaan karya-karya Enyd Blyton kaya: Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu, Mallory Towers, Sapta Siaga dll. Berlanjut ke buku-buku lainnya yang masih berbau detektif remaja seperti: Trio Detektif , Hardy Boys, Nancy Drews, Komik Tintin dan lain-lain (itulah buku-buku masa remaja Gw). Di masa SMA gw juga mulai suka novel karya-karya: Mira W, Marga T, Eddy D. Iskandar, Sydney Sheldon, John Grisham, Agatha Christie, Gola Gong, Hilman Hariwijaya (dengan serial Lupus-nya) dll. Bahkan novel-novel picisan semacam karya: Fredy S, Abdullah Harahap, Motinggo Busye dll, gw lahap habis. Tidak ketinggalan gw juga tak melewatkan buku-buku serial kung fu, karya Asmaraman Kho Ping Ho heu heu heu... Pokoknya buku apapun gw baca tuntas. Bahkan spanduk di jalan pun gw baca wkwkwkwk...
Lama-lama tanpa gw rencanain, buku-buku gw makin banyak dan gw jadiin koleksi. Jujur gw lebih menyukai novel walaupun gw tetap membaca buku-buku jenis lainnya. Kalo ditanya siapa pengarang favorit, gw suka bingung sendiri, coz banyak banget penulis yang gw suka: Dewi Lestari, Andrei Aksana, Andrea Hirata, J.K. Rowling, Dan Brown dll. Pokoknya kalo gw suka pengarangnya pasti seri bukunya lengkap gw miliki.
Sssstttt... gw juga koleksi buku-buku bertema gay (atau ada tokoh gaynya) lho he he he... Mau tau apa aja? Ini dia judul-judulnya:
Cermin Merah – N. Riantiarno
Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh – Dewi Lestari
Lelaki Terindah – Andrei Aksana
Tryst – Elmo
Rahasia Bulan – Kumpulan Cerpen dari banyak penulis, salah satunya Indra Herlambang.
Macho Man Ngomong Cong – Fa
Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek – Djenar Maesa Ayu
Hetero Phobia – Fa
Cinta Tak Berkelamin – Andy Stevanio
Percintaan Di Antara 4 Lelaki – Andy Stevanio
Coklat Stroberi – Christian Simamora
Biarkan Aku Memilih – Hartoyo & Titiana Adinda
Beauty For Sale – Fradhyt Fahrenheit
Beauty For Killing – Fradhyt Fahrenheit
Nel – Dalih Sembiring
Dan ada beberapa lagi yang lainnya... sampai lupa neh, huft!.
Sebagian dari koleksi buku-buku gw |
Mobil-Mobilan
Even koleksi mobil-mobilan gw belom terlalu banyak, tapi gw sangat suka. Cara mendapatkannya juga lumayan perlu perjuangan he he he... Gw sangat interest dengan mobil-mobilan model kuno, terutama replika dari merk volkswagon alias mobil VW.
Sebagian dari koleksi mobil-mobilan gw |
DVD & VCD Film
Nonton film adalah salah satu hobby gw. Ga semua film diputar di bioskop. Yup, terutama film-film bertema gay. Makanya gw mengkoleksi sendiri dvd film gay, baik yang cerita lepas maupun film seri. Koleksi gw lumayan banyak. Mengumpulkannya emang butuh kesabaran, tapi bukan gw namanya kalo gw cepet menyerah. Cara memperolehnya? Beli dvd bajakan or download he he he... Pasti dech ada pertanyaan koleksi film bokep juga? Ssssstttts... gw punya banyak lho ha ha ha... tapi gw ga pernah beli, cuma modal nge-backup doanglah he he he... Plus puluhan Gigabyte video & pic gay barat, asia dan lokal dll. he he he...
Selain benda-benda diatas gw juga punya koleksi lain, parfum, gantungan kunci dll, even jumlahnya masih sedikit.
Bagi anda yang mau menghibahkan benda-benda koleksi yang sudah terabaikan, silahkan menghubungi gw wkwkwkwk... (ngarep dot com heu heu heu...).
Conclusions:
Satu pelajaran yang bisa dipetik dari hobby mengkoleksi barang adalah: ketekunan. Tanpa ketekunan, ga mungkin bisa mengumpulkan barang-barang yang kita suka, karena mengkoleksi benda-benda itu banyak menghabiskan waktu, pikiran, tenaga, dan biaya.