Tampilkan postingan dengan label dago. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dago. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Januari 2013

Cecak Ngibulin Dinosaurus


Dalam dunia gay, hubungan cinta satu malam atau kerap disebut sebagai ONS, bukan perkara yang asing lagi dan jamak dilakukan. Tapi ada juga hubungan yang setelah pertemuan pertama berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, sekalipun hubungannya tanpa status yang jelas. Dibilang pacar bukan, dibilang teman juga bukan coz suka ml he he he... Yupz hubungan kaya gini lebih populer dengan sebutan TTM teman tapi mesra (entah: teman tapi ml? he he he...). Orang-orang yang hanya dibutuhkan untuk melampiaskan hasrat. Gw menganggap hubungan seperti ini bukan satu hal yang harus dibesar-besarkan dan didramatisir sebagai hubungan yang ga jelas dan tak berujung. Ga ada masalah, selama dalam hubungan semacam ini tidak ada pihak manapun yang dirugikan.

Di kuartal pertama tahun 2012, gw mengenal Deddy via chatting. Deddy adalah pemuda berkulit putih, berperawakan kecil dengan tinggi sekitar 160cm. Pemuda 24 tahun ini berasal dari Tasikmalaya dan tinggal di kawasan Dago. Setelah melakukan cinta satu malam dengannya, kami masih intens berhubungan via sms maupun telepon. Seperti kebanyakan orang Sunda, tutur bahasa Deddy sangat halus dan sopan.

Dalam sms-nya beberapa kali Deddy mengajak gw melakukan 3sum dengannya. Sejujurnya buat gw 3sum bukan hal yang tabu untuk dilakukan, Ga munafik gw pernah mencicipinya beberapa kali. Gw hanya berprinsip asalkan 3sum jangan dilakukan sebagai habbit, apalagi sebagai hal yang adicted. Sesekali bolehlah, itu pun harus dilakukan dengan 3 orang yang secara fisik saling suka. Coz kalo ada salah satu yang kurang disukai, biasanya akan ditelantarkan he he he... Kalo ada pihak yang ditelantarkan kasian kan? akan timbul rasa tidak nyaman.

Beberapa kali Deddy menyodorkan pic orang yang akan dijadikan orang ketiga kami dalam melakukan 3sum. Beberapa kali juga gw tolak, karena tidak sesuai dengan kriteria gw. Sampai suatu ketika dia menyodorkan sebuah nama, yaitu Ardan, yang tinggal di daerah bukit Dago. Ternyata Deddy tidak memiliki alamat pic Ardan sebagai referensi. Tapi dia menjamin kalo Ardan cukup menarik, bahkan Deddy sampai bersumpah kalo Ardan memang sangat pantas diajak 3sum. Deddy menegaskan, Ardan bukanlah orang yang eksis di dunia maya. Ga biasanya gw mengiyakan tanpa melihat pic-nya terlebih dahulu. Entahlah, intuisi gw mengatakan kalo Ardan memang layak untuk dijajal he he he...

Sesuai perjanjian yang sudah disepakati, gw sudah nangkring di depan Grapari Telkomsel Dago tepat pukul 19:00 WIB. Waktu gw sms Deddy, dia tidak menjawab. Sampai sms ke-3 tidak ada jawaban juga. Akhirnya gw coba telepon dia, dan gw dapat jawaban yang menyebalkan kalo ternyata dia baru selesai mandi. Gw paling benci janjian dengan orang yang lelet, apalagi yang masih bisa bersantai-santai padahal  gw sudah datang on time. Berkali-kali gw sms dan telepon Deddy lagi, yang dijawab dengan lagi OTW dan OTW terus. Ga heran kalo gw jadi sedikit naik pitam (keluar dech sifat jutek gw he he he...). Via telepon gw hampir membatalkan acara ketemuan malam itu, tapi Deddy memohon-mohon agar gw jangan pulang dulu. Setelah menunggu dan menjedok selama 40 menit di pinggir jalan, barulah Deddy muncul dengan rambut kelimis, memakai setelan celana kanvas  warna khaki dengan jumper coklat tua.

Waktu dia datang gw bersikap dingin dan memasang muka jutek,  karena kesal dibuat menunggu sekian lama. Deddy meminta maaf dan membujuk gw untuk melanjutkan rencana semula.
“Kak, kayanya rencana kita sedikit berubah....” kata Deddy sedikit ragu.
“Berubah gimana?!!” nada biacara gw sedikit meninggi.
“Kita sekarang ke kostan anak Setiabudi aja yuk.” Sahut Deddy.
“Kok, bisa gitu?!!” tanya gw dengan kesal.
“Anak Setiabudi lebih cakep lho daripada si Ardan, dan dia sekarang udah nungguin kita.” Deddy berkilah.
“Beneran Kak, anak setiabudi jauh lebih baik dari Ardan.” Lanjutnya.
“Ga mau!!! Lebih baik aku pulang aja.” jawab gw ketus.
“Tempat kostnya juga jauh lebih nyaman lho kak.” sambungnya.
“Gw ga peduli!! Mau lebih cakep, mau lebih keren!! Mau kostannya bagus!! Gw hanya mau sama rencana semula. Gw ga suka dipermainkan!!!” Jawab gw tegas dan lugas.
“Ya udah kalo gitu.... kita ke tempatnya Ardan aja....” Deddy akhirnya mengalah
“Tunggu dulu!! Sekarang kamu telepon dulu si Ardan. Jangan-jangan dia tidak siap dengan kedatangan kita!!” sahut gw memotong kalimat Deddy.
Akhirnya Deddy menghubungi Ardan dengan ponselnya. Ga terdengar jelas apa yang diomongkan diantara mereka. Setelah menutup pembicaraan, Deddy langsung duduk di jok motor gw.
“Ayo kak, kita jalan.” katanya.
“Yakin dia mau dan siap ketemu???” tanya gw ingin kepastian.
“Iya, Kak. Kan tadi udah ditelepon.” Sahut Deddy meyakinkan.

Cecak Tembok, gambar diambil dari Blog Naturality

Kami pun mluncur membelah daerah Dago atas,  menuju kawasan Bukit Dago. Jalannya berkelok-kelok dengan tanjakan disana-dini. Laju motor gw dihentikan oleh petunjuk Deddy, motor gw harus menuruni jalan kecil yang menurun tajam dan disisinya terdapat cekungan tanah yang curam. Akhirnya sampailah gw dan Deddy di jajaran rumah yang model dan warnanya sama. Sepertinya itu adalah rumah-rumah kontrakan (Belakangan gw tau kalo itu rumah kontrakan milik keluarganya Ardan). Tapi kami tidak masuk ke salah satu rumah kontrakan itu, melainkan masuk melalui sebuah pintu pagar yang terletak disebelah kontrakan paling kiri.

Deddy mengetuk sebuah pintu, sesaat kemudian dari balik tirai nampak seseorang mengintip, lalu membukakan pintu. Rupanya dia adalah Ardan, seorang brondonk berpostur tinggi dan slim, berkulit sawo matang, berwajah oval, hidung mancung, dengan deretan gigi geligi yang putih dan rapi. Wajahnya manis dengan karakter ketampanan khas brondonk Sunda. Ardan waktu itu masih berumur 20 tahun.

Kami pun dipersilakan masuk, rupanya itu adalah kamar Ardan. Sebuah ruangan yang dipenuhi dengan poster-poster pemain bola Liga Inggris. Tak banyak perabotan yang ada di dalam kamar Ardan. Sebuah lemari pakaian, sebuah rak tv lengkap dengan tv dan dvd player, dan dua buah kasur springbed yang digelar di bawah secara berdampingan.

Gw dan Deddy pun duduk di salah satu kasur itu, tapi anehnya kok Ardan seperti kurang senang dengan kedatangan kami. Nampak jelas di raut mukanya, kalo dia seperti merasa terganggu dengan kehadiran kami. Dia hanya diam meringkuk dan asyik menonton tv sambil berselimutkan bedcover bergambar Menchester United. Deddy, nampak lebih salah tingkah, dia seperti menyembunyikan sesuatu.

“Gpp, kan aku sambil tiduran gini... aku lagi kurang enak badan...” melihat kekakuan kami, Ardan membuka pembicaraan.
“Iya, gpp. Sorry ya kalo kedatangan kami mengganggu istirahat kamu.” Sahut gw.
“Ooooh ga masalah kok, cuma aku emang lagi kurang fit aja. Ini juga aku baru pulang gawe.” Ardan memberikan penjelasan.
“Jadi gimana dong?” Tanya Deddy, sambil melirik gw.
“Gimana apanya?” Ardan balik bertanya.
“ehhmm ehmm...” Deddy tidak melanjutkan kalimatnya, dia makin salah tingkah.

Untuk beberapa lama kami hanya terdiam,  dan berakting serius menonton film di salah satu channel televisi. Tak ada obrolan sedikitpun... Gw mengendus ini pasti ada masalah, setelah kejanggalan demi kejanggalan terlihat. Dan gw bermaksud segera hengkang dari tempat itu. Tapi gw pengen buang air kecil dulu.

“Boleh ikut ke toilet ga?” tanya gw sama Ardan.
“Iya boleh, ayo aku antar.” Jawab Ardan.

Lalu gw diantar Ardan ke toilet yang terletak di dalam rumahnya. Setelah gw selesai buang air kecil. Gw ditahan Ardan dengan beberapa pertanyaan.

“Boleh tanya ga Kak, Si Deddy ngajak kakak kesini mau apa?” tanya  Ardan.
“Lho, masa ga tau? katanya kalian mau ngajak aku 3sum.” Jawab gw.
“Kurang ajar!! dia ga pernah bilang-bilang gitu lho kak. Boro-boro minta ijin, dia cuma bilang mau main aja kesini.” Sahut Ardan dengan wajah kesal.
“Oh gitu... Pantesan kamu kaya bete gitu.” kata gw.
“Ya iyalah, dia memang menyebalkan!!” sahut Ardan dengan ekspresi geram.
“Kak, boleh minta no hp kakak?” Tanya Ardan. Lalu gw pun menyebutkan deretan angka nomor hp gw, yang langsung Ardan save di hp-nya
 Tapi percakapan gw dan Ardan tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba Deddy muncul. Katanya dia juga ingin kencing. Kemudian kami pun kembali ke kamarnya Ardan. Kekakuan tadi berlanjut lagi...

Hp gw bergetar, ada sms masuk. Terlihat ada 2 sms masuk hampir berbarengan di inbox hp gw.

SMS ke-1:
“Kak, ajak pulang si Deddy tar kakak balik lagi kesini. Aku pengen ngobrol panjang sama kakak.”
Rupanya itu sms dari Ardan.

SMS ke-2
“Kak, kita pulang aja yuk. Si Ardan kayanya ga suka sama kakak. Kita lanjut aja 3sum dengan anak Setiabudi.”


Dan itu adalah sms dari Deddy.

Tanpa menungu lebih lama akhirnya gw ajak Deddy pulang. Di jalan dia ngoceh kalo gw bukan tipenya si Ardan dan bla bla bla.... dia ngajakin gw langsung meluncur ke daerah Setiabudi. Gw hanya diam saja.

Setelah sampai di depan Grapari Telkomsel, gw menghentikan laju sepeda motor gw.
“Aku mau langsung pulang.” Kata gw singkat.
“Lho, bukannya kita mau ke Setiabudi.” Sahut Deddy keukeuh.
“Ga, aku udah ga mood.” Jawab gw.
Lalu gw meluncur ke bawah, meninggalkan Deddy dipinggir jalan, yang nampak kecewa acara 3sum-nya gagal. Di perempatan Simpang Dago, gw memutar balik arah motor gw kembali menuju rumahnya Ardan lagi he he he...

Dan singkat cerita gw udah ada di kamarnya Ardan, dan kami pun bisa ngobrol dengan leluasa. Ga ada kekakuan dan kebuntuan topik pembicaraan lagi. Suasananya mencair, seperti es yang kena sinar matahari.

Hp gw bergetar ada sms masuk dari Deddy.
“Kakak jangan berhubungan lagi dengan si Ardan ya. Dia ga suka sama kakak.”


Hp Ardan menyusul bergetar karena sms dar Deddy Juga.
“Si Bang Farrel orangnya ga bener, mendingan kamu ga usah berhubungan sama dia.”


Gw dan Ardan saling memperlihatkan isi sms dari Deddy, dan kami hanya ketawa-ketawa aja.

Hp gw bergetar lagi ada sms masuk dari Deddy.
“Kak, hapus aja nomor si Ardan. Dia udah punya pacar, takutnya jadi masalah.”

Hp Ardan bergetar menerima sms lagi dari Deddy.
“Nomor si Bang Farrel kamu hapus aja, dia orang yang ga penting banget!!”

Disusul oleh sms-sms lainnya dari Deddy yang bernada menghasut, yang masuk bergantian ke hp gw dan Ardan. Kami malah ngakak mentertawakan kelakuan Deddy. Dari situ gw dan Ardan jadi tau belangnya si Deddy. Dia mau mengadu domba gw dan Ardan tapi dia kalah cerdik ha ha ha... Cecak mau ngibulin dinosaurus!! Mana bisa??? Wkwkwk...

Malam itu ditutup dengan permainan panas antara gw dan Ardan. Kami saling memberi kepuasan. Ardan yang secara fisik dan tingkah laku tak sedikitpun menampakkan ciri-ciri gay pada umumnya, rupanya adalah seorang versatile bot. Dia meminta gw untuk melakukan intercourse ke lubang pribadinya. Kami sama-sama menikmati malam itu, 2 ronde kami lalui. Hanya gw dan Ardan.

Di hari-hari berikutnya gw dan Ardan masih saling berhubungan, baik via sms maupun ketemu langsung di rumahnya. Kadang gw yang duluan menghubungi dia, atau sebaliknya dia yang mengajak gw datang ke rumahnya.

Rupanya Deddy tak bosan-bosan mengirimkan sms-sms berisi menjelek-jelekkan gw dan Ardan. Tapi gw ga hiraukan, begitu juga Ardan. Kami hanya saling mengabarkan tiap menerima sms-sms itu (yang biasanya diterima hampir bersamaan waktunya).

Deddy masih suka mengajak gw untuk 3sum dengan brondonk-brondonk lain. Tapi ga pernah gw tanggapi lagi. Gw sudah muak berhubungan dengan orang kaya gitu. di depan berkata semanis madu tapi dibelakang ternyata menghujat-hujat. Males aja punya teman bermuka dua. Dasar manusia ular!! Kata-katanya berbisa dan siap menebarkan racun.

Beberapa bulan kemudian, pada akhirnya kesabaran gw habis juga. Sewaktu dia sms lagi yang berisi menjelek-jelekkan Ardan, akhirnya gw buka suara, kalo gw sudah lama tahu belangnya dia. Karena gw dan Ardan selalu saling bertukar informasi. Lalu dia minta maaf dan merasa malu sudah memfitnah gw dan Ardan.

Beberapa saat kemudian...

Sms masuk dari Deddy:
“Jadi kalian suka sms-an?”

Sms dari gw:      
“ya”

Sms masuk dari Deddy:
“Jadi kalian suka ketemuan di belakang aku?”


Sms dari gw:      
“ya”

Sms masuk dari Deddy:
“Kalian suka ml?”

Sms dari gw:
“iya, kenapa? Masalah buat loe?!?”

Sms masuk dari Deddy:
“ml-nya sering ga?”

Sms dari gw:
“lumayan”

Sms masuk dari Deddy:
“Kok ga ngajak-ngajak aku?”

Sms dari gw:
“What?!? Ogah!!!”

Sejak itu Deddy ga pernah menghubungi gw lagi. Orang muka tembok dan mental badak kaya gitu, emang harus diperlakukan seperti itu. Dia masih nampak sering berkeliaran chatting di mirc dengan nickname yang mengajak 3sum. Beberapa kali gw ketemu chat dengan dia. Tapi begitu tau kalo itu dia setelah liat picnya, langsung gw ignore he he he... Selamat tinggal cecak!!!

Conclusion:
Pertemanan akan berharga bila tidak ada fitnah, penghianatan dan kecurangan di dalamnya.

Senin, 30 Januari 2012

Minggu Pagi Di Car Free Day Dago


Baru Hari Minggu kemaren, tanggal 29 Januari 2012 akhirnya gw jadi berangkat ke Car Free Day alias CFD di daerah Dago. Setelah sebelumnya batal dan batal. Entah itu gara-gara bangun kesiangan, hujan, ga ada teman, mendadak males dan lain sebagainya he he he… Dibutuhkan niat yang kuat untuk berangkat pagi-pagi coz kudu keluar dari hangatnya selimut dan menembus dinginnya udara pagi Bandung (yang lagi hujan mulu).

Car Free Day, berlangsung tiap Hari Minggu, pukul 07:00-10:00 WIB. Di Bandung sebenernya ada di 3 lokasi CFD, yaitu;
  1. CFD Dago; sekitar Ir. H. Djuanda mulai dari Taman Cikapayang sampai ke Simpang Dago.
  2. CFD Merdeka;  sekitar di Jl. Merdeka mulai dari BIP sampai dengan jalan rel kereta api.
  3. CFD Buahbatu: sekitar di Jl. Buahbatu Bandung, mulai dari perempatan Jl. Pelajar Pejuang sampai ke Jl. Gurame.
Sabtu pagi gw baca iklan di koran, ada event peluncuran game buat hp android dengan thema capung-capung alias dragon fly bertempat di Taman Cikapayang, CFD Dago. Mumpung ada special event, trus pengen menikmati suasana pagi hari di kawasan Dago tanpa adanya kendaraan bermotor. Tekad gw makin bulat untuk berangkat ke CFD.

Malam harinya, alarm di HP sengaja gw set di angka pukul 05:45 WIB, biar gw ga bangun kesiangan. Ternyata alarm ga berfungsi coz gw ternyata udah bangun pukul 05:00 WIB, jadi malah alarm-nya yang gw bangunin he he he… Karena masih pagi gw sempet YM-an dengn 2 teman gw; yang satunya  udah bangun karena emang mau olahraga bersepeda. Dan yang satunya lagi terbangun dari tidur gara-gara pengen pipis he he he…

Pukul 05:30 WIB hujan turun dengan derasnya... Wah gw jadi mikir, alamat batal lagi neh acara ke CFD gw. Ya udah gw tarik lagi selimut dan peluk bantal guling untuk menghangatkan diri. Coz dari ventilasi kamar kerasa banget tiupan angin dingin yang cukup kencang dari luar rumah. Untunglah hujan cuma berlangsung sekitar 20 menit. Kemudian gw turun dari tempat tidur untuk mandi dan bersiap-siap, trus meluncur dengan sepeda motor ke arah daerah Dago.

Gw, sengaja parkir sepeda motor di sekitar Jl. Ganeca, di seberang kampus ITB. Selain lokasinya juga teduh, juga aman coz ada tukang parkirnya. Gw berjalan kaki menyusuri Jl. Ganeca. Di samping kiri-kanan Jl. Ganeca banyak pedagang aneka jajanan, mulai dari bubur ayam, kupat tahu, nasi kuning, batagor, aneka gorengan, aneka kopi (café pake mobil) dll. Perut gw sih jadi laper melihat pemandangan itu semua. Tapi ge menahan diri coz gw mau jajanan yang laen yang ada di sekitar CFD.

Jalan Dago alias Jl. Ir. H. Djuanda sudah di penuhi oleh orang-orang yang berolahraga. Entah itu cuma jalan kaki, jogging, bersepeda, main skateboard dan inline skates. Udara pagi memang enak banget buat jalan-jalan, apalagi di Dago yang udaranya masih sejuk dan bersih tanpa asap knalpot.

Orang-orang yang datang ke CFD rata-rata datang bersama keluarga, pacar atau pun teman-teman. Tapi gw mah datang sorangan wae alias sendirian he he he... Gw emang lagi pengen menikmatinya sendiri aja, biar bisa bebas motret-motret tanpa ada orang yang bete gara-gara bosen nungguin gw.

Kendati masih pagi, tukang balon sudah setia menanti pembeli
Jalanan lengang mulai dipenuhi warga
View ke arah Dago atas
View ke arah Taman Cikapayang
Jalan Dago dipenuhi ribuan manusia

Untuk mendapatkan hasil foto dengan view dari atas, gw harus naik ke jembatan penyebrangan yang ada di depan SMAK Dago. Padahal mah tangga spiralnya yang sempit itu tidak dilengkapi railing buat berpegangan. Jadilah gw naik turun jembatan penyebrangan itu dengan perasaan sedikit was was he he he…

Ngintip dari lampu jalan
Ini dia jembatan penyebrangan yang tangganya tanpa railing
Di sepanjang Jl. Dago, banyak yang berjualan jajanan yang menggiurkan dan bikin nafsu makan tak terkendali he he he… Ada mie baso, soto, lontong padang, kebab, aneka gorengan, susu murni, yoghurt, keripik ma icih, keripik karuhun, keripik pisang aneka rasa, tahu gejrot, pisang ijo, kue cubit, kue ape, bandros, cireng, kerak telor, sosis panggang, kentang spring dan lain-lain. Tapi gw kemaren hanya beli sosis bakar rasa black pepper seharga Rp 10.000,-/pcs, kentang spring rasa balado seharga Rp 8.000,-/pcs dan minumnya Teh Poci rasa sirsak Rp 4.000,-/cup. Gw sengaja cuma makan cemilan ringan, coz tar mau dilanjut makanan berat.

Aneka jajanan
Kentang spring yang gurih dan renyah
Kedai sosis bakar

Selain makanan, banyak juga yang berjualan benda-benda lain, kaya; T-shirt, tas, sepatu, handycraft, mainan anak-anak, sticker nama, batik, lukisan, accessories dll. Dan lagi-lagi gw jadi tertarik membeli handycraft origami khas jepang.

Mobil tempat jualan aneka tas
Aneka gambar
Handycraft khas Jepang

Gw menyusuri Jl. Dago menuju Taman Cikapayang tempat dilaksanakannya special event, peluncuran game ‘Catch My Dragon Fly’. Sebuah game yang diluncurkan oleh Samsung untuk HP berbasis Android.
Karena themanya tentang dragon fly alias capung, disana terlihat berseliweran anak-anak muda berpakaian ala capung. Ada capung hijau, capung biru, capung orange, capung loreng dan capung batik. Capungnya ada yang cakep ada juga yang ga he he he… dan pastinya ada capung binan-nya juga lho wkwkwk… Capung ah… eh capcus… mari kita tengok he he he…

Capung biru
Capung hijau
Capung batik
Capung orange
Capung army
O ya acara peluncuran game ‘Catch My Dragon Fly’ dipandu oleh sepasang MC. Yaitu seorang cewek ber-hotpants sexy dan seorang cowok gempal berwajah kearab-araban.

Pasangan MC
Raja capung
Game seru
Capungers menonton game seru 1
Capungers menonton game seru  2
Capung SPG
Pasukan capung  Army
Wah kayanya gw dan dia saling potret neh he he he...
Tentu saja dari sekian ribu orang yang berkerumun di CFD Dago, banyak juga gaynya. Gaydar alert gw bunyi terus-menerus ha ha ha… Ada gay yang bener-bener keliatan ada juga yang gay sunyi senyap alias silent gay he he he… Sssttt... foto orang-orang yang terdetect gaydar gw, sengaja ga gw tampilin disini he he he....

Di CFD kemarin ada beberapa pertunjukkan mulai dari band beraliran blues, musik akustik, atraksi juggling bola, skateboard dll. Tapi yang paling menyedot perhatian adalah pertunjukkan seorang gadis cilik, bernama Cantika menari jaipongan. Dia dengan lincah dan lentur  menarikan tariannya. Gerakannya mirip Grup Rumingkang, finalis ‘Indonesia Mencari Bakat’ di salah satu stasiun tv swasta. Biarpun masih sangat kecil, dia menari penuh energy, pokoknya benar-benar  menggemaskan, hingga mengundang riuhnya tepuk tangan dari penonton, sepanjang dia melakukan gerakan tariannya. Sugguh anak kecil yang sangat berbakat! Saluuutt!!!
Atraksi juggling bola 
Kolaborasi 2 gitar dan pianika
Cantika in action 1
Cantika in action 2
Cantika in action 3
Cantika in action 4
Penonton yang terpukau menyaksikan Cantika menari Jaipongan
Waktu beranjak siang, gw pun meninggalkan kawasan CFD Dago menuju tempat lain yang nanti akan gw ceritakan di postingan berikutnya.

Begitulah keramaian Minggu pagi di Car Free Day Dago. Lain kali gw akan coba CFD di lokasi-lokasi lainnya…

Conclusion:
Olahraga, jalan-jalan, cuci mata, wisata kuliner, nonton pertunjukan seni dan bersosialisasi… Hmmmhhh… paket lengkap di Car Free Day Dago.


Rabu, 23 November 2011

Bandung, Gayest City In Indonesia

Benarkah Bandung Kota Paling Gay Se-Indonesia? Banyak orang yang bilang begitu. Tentu saja pendapat itu tidak keluar begitu saja, pasti ada alasan kuat hingga berkesimpulan seperti itu.

Dari cerita brondonk-brondonk mahasiswa perantauan yang pernah gw temui, banyak yang bilang: Bandung merupakan tempat dimana mereka meletek menjadi seorang gay. Bandung adalah tempat dimana mereka belajar, mengenal, dan masuk ke dunia gay. Udara yang dingin, tinggal di tempat kost seorang diri, dan jauh dari pengawasan orang tua, adalah kondisi yang sangat mendukung untuk mereka mulai tau dunia gay khususnya tentang sex. Padahal menurut gw sih kondisi itu berlaku juga buar kaum hetero. Coz banyak kost-kostan yang jadi ajang tempat mesum mereka juga.

Mahasiswa yang berkuliah di universitas dengan embel-embel agama pun, seringkali mahasiswanya tidak menggambarkan dari citra agama itu. Kegiatan ibadah aktif, bermesum ria pun jalan terus. Ini kenyataan yang ga bisa dipungkiri.

Ada cerita, seseorang yang berniat ingin melupakan dunia gay di daerahnya, dan merantau ke Bandung supaya ‘sembuh’. Tapi di Bandung dia malah lebih ‘menggila’ he he he... Karena di Bandung semua tersedia dengan mudah.

Untuk urusan mencari partner cinta satu malam pun, di Bandung ga terlalu sulit. Tinggal buka internet, chatting, lalu ketemuan. Buat orang yang punya kelebihan wajah tampan, body keren dan bigsize tentu saja punya peluang yang lebih besar untuk memilih. Semua serba mudah karena Bandung Kotanya ga terlalu besar sehingga jarak kemana-mana ga terlalu jauh, hingga mudah mengaksesnya, coz jarak yang jauh seringkali membuat orang-orang yang mau ketemuan keburu malas.

Menurut pengalaman gw dalam dunia chatting, Bandung punya beberapa spot lokasi tempat gay tinggal. Nomor 1 tentu saja Dago dan sekitarnya ( Mulai dari Simpang Dago sampai Dago atas, Dipatiukur, Sekeloa, dan Tubagus Ismail dll.). Spot-spot berikutnya adalah; Daerah Setiabudi, Pasteur, Cikutra, Sukajadi, Tamansari, Cihampelas, Buahbatu, Lengkong dan Gatot Subroto dll. Kenapa tempat-tempat itu jadi spot-spot gay di Bandung? Jawabannya simple; karena disitu terdapat banyak kampus-kampus atau mall tempat mereka bekerja.

Dalam keseharian pun kita bisa temui, di Bandung banyak terlihat binan-binan tanpa canggung berjalan-jalan di mall dengan fashion yang mutakhir. Udah bukan rahasia lagi Bandung adalah trendsetter dunia fashion di Indonesia, dan tentu saja kaum gay Bandung merupakan pasukan terdepan yang mempopulerkan fashion terkini (tau sendiri kan binan-binan paling suka berani tampil beda).

Dalam segi pergaulan pun, secara berkelompok mereka sering nongkrong di cafe atau cofee shop. Di keramaian, kaum gay Bandung berani bicara keras-keras dengan bahasa binan plus ngondek-ngondekan. Buat gw sih seru-seru aja, even gw sendiri ga nyaman kalo berlama-lama berkelompok seperti itu.

Menurut desas-desus ada beberapa lokasi tempat ngumpulnya kaum gay di Bandung. Beberapa lokasi sudah gw buktikan sendiri kebenarannya he he he... Ini dia lokasi-lokasinya;
  1. Amnesia, sebuah tempat clubbing yang terletak di Pasirkaliki Hyper Square, Jl Pasirkaliki, yang selalu ramai Setiap Malam minggu.
  2. Caesar Palace, tempat clubbing yanga ada di Jl. Braga, setiap Minggu malam.
  3. Kalo bicara soal mall BIP alias Bandung Indah Plaza adalah tempat favorite ngumpulnya kaum gay. Peringkat berikutnya Ciwalk dan PVJ alias Paris Van Java.
  4. KFC di Jl. Merdeka, konon katanya kalo malam-malam kebanyakan pengunjungnya kaum gay. Dan tentu saja malam minggu adalah yang saat-saat paling ramai.
  5. Alun - alun Bandung di sekitar taman dan pelataran mesjid Agung.
  6. Plaza Dago, tempat kongkow yang cozy menghabiskan malam minggu.
  7. Lapangan Gasibu, di depan Gedung Sate. di sekitar lapangannya terutama di depan Jl. Surapati di sebuah warung Kopi.
  8. Kolam renang Cipaku, di daerah Setiabudi atas dekat UPI setiap Rabu sore sampai kolam tutup.
  9. Fitnes centre di Hotel Imperium. Jl Dr. Cipto No 30-32, Bandung. Katanya sih mayoritas yg datang, ya kaum gay.
  10. Lapangan Volley Ball di GOR Saparua setiap Minggu malam dan Rabu malam mulai Jam 9 malam.
  11. Lapangan Volley Ball di Tegalega (belakang kolam renang Tirtalega) setiap Minggu dan hari libur ramainya mulai jam 3 sore.
  12. Lapangan Bulutangkis di jl Badaksinga (GOR PDAM) setiap minggu malam mulai jam 7 malam.
Kalo pengen lebih yakin sih silahkan membuktikan sendiri he he he…

Tulisan di atas adalah cerita benerannya, sementara yang dibawah ini adalah hasil rekayasa dan investigasi gw sendiri, yang maksa banget nyambung-nyambungin biar cocok sama thema postingan kali ini wkwkwk…

Ada beberapa nama tempat yang ga ada unsur gay-nya, tapi menurut otak ngerez gw mengandung makna gay banget wkwkwk…

Rujak Banci
Sebuah gerobak berjualan rujak di Kompleks Kurdi. Kok ada sih rujak banci? Selidik punya selidik ternyata dinamai rujak banci bukan karena pedaganganya ngondek alias bencong lho, tapi rujaknya setengah becek. Alias ada dipertengahan antara rujak uleg dan rujak cuka (asinan).

Rujak Banci
Top Salon
Sebuah salon kecantikan sederhana di Jl. Mohamad Toha. Entah maksudnya salon itu buat kaum TOP atau pegawainya TOP semua he he he… Salon kok TOP? Bukannya seharusnya BOT? Top Lady kali ya..?!? qiqiqi...

Top Salon
Rumah Makan Padang ‘Batang Mas’
Di Jl. Kopo, depan RS Immanuel ada Warung Nasi Padang berjudul ‘Batang Mas’. Wuiiiihhh… Batang mas-mas siapakah gerangan? Wkwkwk…

RM Batang Mas

RM Batang Mas

Galeri Lelaki
Factory Outlet yang buka di Jl. Martadinata, Jl. Ir. H. Juanda, dan Jl. Dr. Setiabudi ini, mengkhususkan diri menjual pakaian pria. Pengambilan nama yang eyecathing buat binan he he he… Mungkin seharusnya namanya Galeri Pakaian Lelaki bukan Galeri Lelaki. Coz kalo Galeri Lelaki kan jadi bermakna; sebuah galeri yang isinya lelaki-lelaki yang siap dilelang ha ha ha…

Galeri Lelaki

Galeri lelaki
Graha Topindo
Wah mantab banget neh buat kamu bot, sebuah gedung dengan penghuni Top dan Indo pula ha ha ha… Gedung di Jl. Kopo Bihbul ini entah bergerak dibidang apa sih yang jelas namanya mengundang banget he he he...

Graha Topindo

Graha Topindo
Hotel Lingga
Sebuah hotel di Jl. Soekarno Hatta. Kata Lingga berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ”tanda padanan phalus atau kelamin laki-laki”. Di dalam buku Iconographic dictionary of the India religion Hinduism - Buddhism - Jainism diuraikan bahwa Lingga (linggam) antara lain berarti simbol atau lambang jenis kelamin laki-laki. So, kalo diterjemahkan bahasa binan Hotel Lingga = Hotel Kenti dong? Wkwkwk…

Hotel Lingga
Cong Motor
Sebuah bengkel motor di Jl. Lengkong Besar. Kok Cong alias bencong buka bengkel sih? Hihihi… Kebayang dong, kalo montirnya Cong semua; stylish, pada latah, ngondek, rempong wkwkwk… Ups!!! sebenernya Cong disini adalah nama salah satu nama marga Tionghoa lho.

Cong Motor

Cong Motor
Toko Helm
Tau sendiri dong kita juga pada punya helm he he he… Helm yang itu tuuuuhhh…. Tapi ada yang menarik perhatian gw. Di Jl. Pungkur ada Toko Aneka Helmet, terbayang helm-helm bergelimpangan disana he he he… ada juga Toko King Helmet, wuiiiihhh rajanya helm segede apa ya? wkwkwk… Sementara di Jl. Astana Anyar ada Toko Istana Helmet, istananya helm-helm berdarah biru ha ha ha…

King Helmet

Aneka Helm

Istana Helmet
Rumah Sosis
Rumah yang isinya sosiiiiiiiiis semua ha ha ha… tau dong sosis yang gw maksud? qiqiqi… tempat berkuliner khususnya sosis dan kolam renang yang terletak di Jl. Dr. Setiabudi.
Rumah Sosis
Huruf G di Taman Cikapayang
Di Taman Cikapayang Jl. Ir. H. Juanda, dibawah flyover pasupati, terdapat huruf-huruf D A G O berwarna merah dan besar-besar. Entah disengaja atau tidak tapi huruf G adalah tempat favorit para binan untuk berfoto. Apakah G adalah inisial dari Gay? He he he…

Taman Cikapayang

Huruf G Jumbo
Sebenarnya masih banyak nama-nama lain yang menurut gw mengandung makna gay banget. Tapi belom sempat gw abadikan dalam bentuk foto. Seperti sebuah mobil ber-plat nomor D 64 Y, Bakso Rudal Asmara (serius ini beneran ada wkwkwk...) di Rancaekek dll. Ada yang mau menambahkan? Silahkan-silahkan he he he…

Conclusion:
Bijaklah dalam mencari yang nyata dan khayal dalam tulisan ini. Jangan sampai disesatkan wkwkwk… Tapi soal Bandung, Gayest City In Indonesia, kayanya bener tuh he he he…