Tampilkan postingan dengan label mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

Ilham VS Andro



Malam Jumat gw iseng chat. Asli beneran cuma iseng doang, ga ada tujuan buat melakukan yang orang lain sebut sebagai ‘Sunah Rosul’ lho. Coz buat gw, ML itu ga mesti dilakukan malam Jumat. Kapan pun juga bisa asalkan partnernya ada he he he... Lagian buat kita-kita, rasanya ga pantaslah menyebut ML di malam Jumat itu sebagai ‘Sunah Rosul’, karena kalo dilakukan bukan oleh pasangan yang tidak ‘berhak, pada dasarnya bukanlah ‘Sunah’ melainkan ‘Jinah’. Jadi gw sarankan agar teman-teman berhenti menyelewengkan makna dari Sunah Rosul. Okelah kita berbuat salah, tapi jangan menambah dosa lagi dengan memperolok-olok hal yang bersifat religi.

Back to chat. Gw tersambunglah dengan seorang pemuda berumur 24 tahun, sebut saja namanya Ilham. Dari chat itu gw jadi tahu, ternyata Ilham itu berasal dari Makasar, dan dia lagi berlibur di Bandung bersama 3 orang temannya untuk beberapa hari. Secara fisik Ilham cukup menarik. Kulitnya sawo matang, berhidung mancung, berambut lurus, dan berkacamata.

Karena malam itu kurang memungkinkan untuk kami bertemu, maka kami janjian untuk ketemu Jumat siang, setelah  urusan pribadi gw kelar. Dia merencanakan, sengaja akan diam di hotel sementara teman-temannya pada jalan-jalan dan hunting oleh-oleh khas Kota Bandung.

Sesuai dengan janji, gw sudah sampai di hotel sekitar pukul 11.30 WIB. Di depan kamar yang berada di lantai 6 itu gw kirim SMS, mengabarkan kalo gw sudah sampai. Gw emang ga pernah mau langsung mengetuk pintu kamar hotel, sekalipun sudah yakin nomor kamarnya sudah benar. Lebih baik berhati-hati daripada tar salah masuk ke kamar orang lain he he he... Apalagi kalo salah masuk ke kamar jenazah hiiiiyyyy... #Emang di hotel ada kamar jenazah?? ha ha ha....

Sesaat kemudian pintu kamar terbuka, lalu kami saling berjabatan tangan dan menyebutkan nama masing-masing. Lalu gw dipersilakan masuk ke kamar yang berisi 2 bed itu. Hotelnya memang hotel berbintang dan masih baru, jadi terasa sangat nyaman. Ternyata Ilham sekamar dengan salah satu temannya, yang lagi pergi jalan-jalan entah kemana.
Kami pun ngobrol ngalor-ngidul buat saling penjajakan dan saling mengenal.

Dan mulailah kami maju ke fase lebih lanjut, fase yang lebih panas he he he... waktu gw  akan merogoh isi celananya dia menghentikan aksi tangan gw.

“Jangan tertipu dengan hidung aku yang mancung ya, punya aku kecil, Kak....” kata Ilham dengan nada kurang percaya diri.
“It’s Okay!” bisik gw sambil tersenyum.
“Aku juga ga punya puting susu lho, kak....” tambahnya.
“O ya? coba aku lihat.” Sahut gw agak penasaran.

Gw langsung buka polo shirt hitamnya dengan cepat. Dan terlihatlah puting susu yang sangat kecil. diameter lingkaran berwarna gelapnya aja kayanya ga sampai 1cm. Bisa dibayangkan dong pentilnya segede apa? hihihi.... putingnya itu licin dan terlihat hampir rata dengan kulit disekitarnya.

Lalu gw berhasil merogoh isi celananya, dan tergenggamlah penis Ilham. Teksturnya kenyal dan hangat. Tapi indera peraba gw ngerasa ada yang ga beres dengan penisnya Ilham (insting sang petualang ha ha ha...). Yang tergenggam di tangan gw, pangkalnya terasa kecil banget tapi ujungnya membesar (tapi ga sebesar ukuran standar). Dan oow... Pas gw buka ternyata bentuknya memang seakurat perkiraan indera peraba gw ha ha ha... Sangat tidak seimbang antara ujung dan pangkalnya.

Ada keanehan lainnya, setelah sekian menit bercumbu kok kekenyalan penisnya segitu-segitu aja. Lalu gw tanya;

“Penis kamu pas ereksi maksimalnya sekeras gimana?”
“Ini udah poll, Kak....” jawabnya lemah.
“Yakin?!!” tanya gw.
“Aku ejakulasi dini, Kak....” Ilham nampak semakin tidak percaya diri.
“Ini mah bukan ejakulasi dini atuh, tapi disfungsi ereksi.” kata gw, menjelaskan.
“Trus, kalo pengen jadi lebih keras apa obatnya ya, Kak? Rutin makan telor bebek mentah gitu?” tanyanya.
“Aku juga ga tau, apa hubungannya antara telor bebek dengan ereksi. Kalo obat-obatan yang mengandung ginseng sih pernah dengar ada efeknya.” Jawab gw.

Kasian amat si Ilham, masih muda tapi punya masalah kaya gini. Bisa-bisa beberapa tahun kemudian dia totally impotent alias penisnya mati suri he he he.... Padahal selama bercumbu dia sangat bernafsu dan sangat panas. Sementara penisnya tetep aja menggelantung kaya balon kempes. Ujungnya besar, sementara pangkalnya sangat kecil.

Aduh, sekarang giliran gw yang jadi ngedrop. Tingkat ereksi gw jadi menurun. Penis gw yang awalnnya setegak tugu monas kini layu kaya terong kukus ha ha ha... Entah terbang kemana gairah gw ha ha ha... Ibarat makanan, tampilan warna dan garnish sangat menggoda tapi pas dicicip, eh rasanya ga seindah tampilannya? he he he... mungkin itulah yang bikin gw ilfeel.

Gw ingin menghentikan permainan itu, tapi gw ngerasa ga enak hati. Gw bingung, gw harus ngomong apa... Selagi berpikir keras mencari akal, yang ga akan bikin Ilham sakit hati. Tiba-tiba terdengar suara bell pintu berbunyi. Dilanjutkan dengan ketukan dan teriakan seorang laki-laki.

“Ilham! Buka pintunya dong.”

Gw dan Ilham saling berpandangan. Dan sama-sama menyadari kalo temannya Ilham sudah datang. Save by the bell!!! Gw menganggap temannya Ilham sebagai pahlawan penyelamat gw ha ha ha... Sementara Ilham nampak pucat, seperti tidak siap menghadapi situasi ini. Coz temannya bukanlah PLU juga. Ilham takut ke-gay-annya terbongkar.

Bunyi bel, ketukkan pintu, dan teriakan suara temannya Ilham semakin kencang. Mungkin dia menyangka Ilham sedang tidur.

“Ilham!! Ilham...!!! Ilham...!!! buka pintuuuuu!!!....”

Gw melompat dari tempat tidur. Menyambar pakaian gw. Dan langsung masuk kedalam toilet. Dan posisi gw sekarang sudah aman ha ha ha...

Di luar toliet terdengar percakapan antara Ilham dengan temannya. Rupanya temannya Ilham baru pulang Jumaatan, dan cuma mampir ke kamar untuk ngambil dompetnya yang ketinggalan. Terus mau lanjut kelilling Bandung. Setelah mengambil dompetnya, lalu dia pergi ke kamar sebelah, yang dihuni oleh  teman-temannya yang lain.

Gw keluar dari toilet dengan pakaian yang sudah rapi. Sebelum Ilham sempat bicara, gw langsung pamitan. Saatnya kabuuuuuuuuuur......!!!!  ha ha ha....

Setibanya di rumah, gw dapat SMS masuk dari Ilham:

Ilham: “Maaf ya, Kak. Acara kita berantakan.”
Farrel: “Gpp, juga kali. Nyantai aja he he he...”
(Gpp banget malah!!! ha ha ha....).
Ilham: “Kita lanjut di rumah kakak aja, yuk.”
Farrel: “Sorry uy, ga bisa. Di rumah aku mah banyak orang.”

Skip kisahnya ke malam harinya, ya.....
Gw baru sampai di rumah pukul 23.30 WIB, setelah sebelumnya lelah main badminton 4 game. Kegiatan gw setiap pulang badminton adalah: makan, mandi, dan nonton X-Factor he he he... Sambil nonton X-Factor, biasanya gw sambil online.

Acara X-Factor sudah usai. Tapi rasa kantuk belum juga datang. Begitulah gw, tiap habis olahraga dan mandi, tubuh gw malah berasa jadi segar. Mata pun susah terpejam.

Cling... cling... cling... terdengar bunyi dari laptop gw, rupanya ada mail masuk di akun situ pertemanan gay gw. Berikut ini obrolan lengkapnya:

Andro : Malam, Kak.... :)
Farrel  : Malam... Salam kenal ya. Aku Farrel di ************. kl km?
Andro :  Jauh jg ya Kak... Aku di *******
Farrel  : Iya lumayan. Tapi ketemunya kan ga mesti skr atuh, lagian masih di Bandung juga kan?  he he he….  kamu kost/rmh?
Andro : Aku kost… Pengen ditemenin tidur malam ini sama kakak...he he he….
Farrel  : Oya? *******nya dmn gt?
Andro : Di apartment xxxxxxx Kak... Sini Kak temenin akuuu :)
Farrel  : Kamu sendirian gitu?
Andro : Aku berdua sama Kakak perempuan aku. cuma dia udah seminggu ditugasin di luarkota. Jadi aku sendirian...
Farrel  : Iya, tar aku kesitu dech. No hp km berapa? Miscall-in aja ya ke no aku xxxxxxxxxxx
trus km di kamar berapa?
sebelumnya aku cuma mau mastiin; kamu suka yg lebih dewasa gitu?
Andro : Oke aku misscall.... Aku di kamar 10xxx.  Kalo aku sih suka sama yang dewasa... Kakak sendiri suka sama yang lebih muda terus berkulit coklat ga?
Farrel  : Wah, itu mah selera aku banget he he he…
Andro :  Kakak beneran jadi kesini?
Farrel  : Iya, aku off dulu ya, trus berangkat.
Andro : Siiip..... Aku tunggu ya, Kak

Tiba di apartemen gw langsung naik ke lantai 10, menuju kamarnya Andro. Lalu gw mengirim SMS sama Andro.

“Aku udah didepan pintu.”

Sesaat kemudian pintu kamar terbuka. Nampaklah Andro tersenyum ramah dengan lesung pipit di pipi kirinya. Senyumnya maniiiiiiiis banget he he he.... Andro brondonk 19 tahun, berkulit sawomatang. Untuk ukuran anak jaman sekarang, postur tubuhnya memang ga termasuk tinggi sih. Hidungnya pun biasa aja. Mancung ga, pesek juga ga. Sedang-sedang sajalah. Ketampanannya khas, brondonk keturunan campuran Manado dan Sunda. Cakep tapi tetep laki, ini yang gw suka ha ha ha...

Hari memang sudah sangat pagi. Tapi kami masih santai mengobrol di sofa merah berbahan kulit. Suasananya sangat cair, coz obrolan dan candaan antara gw dan Andro cukup nyambung. Dari obrolan yang lumayan panjang itu gw jadi tau, ternyata dia adalah mahasiswa semester 3 Sekolah Tinggi Perhotelan yang terkenal di Kota Bandung.

“Sudah pagi, Kak. Kita tidur aja yuk.” Ajak Andro.
Gw hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu mengikuti langkah Andro menuju kamarnya.

Di tempat tidur, awalnya terasa hening dengan lampu temaram. Ruangan hanya diterangi cahaya dari layar televisi yang masih menyala. Andro memegang dan meremas tangan gw.  Kemudian dia memeluk gw dan menyandarkan kepalanya di bahu kanan gw. Dia nampak nyaman sekali. Gw mencium rambut dan keningnya. Gw pikir biarlah untuk malam ini kami tidur dulu, ga usah terburu-buru. Lebih baik beristirahat dan menyiapkan tenaga buat esok hari he he he...

Tapi... Andro bukannya tidur nyenyak. Malah nafasnya terdengar memburu, tak kuasa menahan gairah mudanya. O ya, gw ada tips membedakan orang yang tidur beneran atau yang lagi pura-pura tidur. Kalo tarikan nafasnya panjang, teratur dan menggunakan pernafasan perut artinya dia beneran tertidur pulas. Tapi kalo nafasnya pendek, dan tersenggal-senggal, menggunakan pernafasan dada (apa lagi sambil ngos-ngosan) artinya dia pura-pura tidur. Kalo yang bunyi nafasnya memburu dan berat, artinya dia lagi horny ha ha ha...

Pelukan Andro terasa makin kuat. Gw membalas pelukan Andro. Sebegitu mengalirnya, tanpa disadari kami pun sudah saling melumat bibir kami dengan ciuman yang maha panas... Gw menciumi dan menjilat lehernya... dia merintih... lalu gw beralih menjilati  puting susunya yang berwarna coklat muda. Dia melenguh panjang dan menggelinjang-gelinjang... rupanya puting susu adalah salah satu titik G-spot dia. Andro pun beraksi melakukan hal yang sama ke gw. Good boy!! Jadilah kami saling memberi kenikmatan.

Tangan gw merayap merogoh celananya. Tangan gw menemukan sesuatu yang diluar dugaan gw. Penisnya terdeteksi tangan gw: besar dan panjang. Amazing!! Sama sekali ga mencerminkan dari postur tubuhnya. Waktu gw buka ternyata memang benar. Penis Andro salah satu penis brondonk terbesar yang pernah gw temui. Warnanya sedikit gelap, lurus, dan bentuknya proporsional, plus ereksinya yang terasa sangat kokoh. Diameternya sih sekitar 4,5 cm (sama kaya punya gw), tapi panjangnya 19cm!! Waktu gw genggam penisnya masih mencuat panjang, padahal telapak tangan gw termasuk besar lho. Gw melihat ternyata waktu dia berbaring, panjang penisnya melampaui pusarnya, Wow!!! I love it!!!

Model: Justin Elbo, Foto diambil dari http://idolofasia.blogspot.com/

Malam itu gw seperti ga ada puas-puasnya mengoral dia, dan mengerahkan semua kemampuan terbaik gw untuk merangsang kelelakiannya Andro. Disela-sela gw beraksi, Andro berkali-kali bilang: “Enak banget, kak!!!”. Berkali-kali dia memberi isyarat supaya gw mengerem aksi gw, supaya dia tidak cepat-cepat ejakulasi. Coz kami berdua masih ingin berlama-lama menikmati deburan gairah.

Semua aksi itu kami lakukan secara saling bergantian. Kami berdua sama-sama aktif. Dia memang nampak masih hijau, dan belum pandai mengoral. Coz waktu dioral, penis gw kadang terasa bergesekkan dengan giginya. But it’s okay!! Untuk soal itu bisa gw ajarkan sambil berjalan. Learning by doing lah he he he...

Permainan kami usai, dengan menyisakan rasa lelah, keringat bercucuran dan nafas terengah-engah. Saking asyiknya kami terbuai gelora nafsu. Sampai-sampai kami tak menyadari adzan subuh sudah berkumandang beberapa puluh menit yang lalu.

Setelah membersihkan badan, kami pun tertidur. Andro memeluk tubuh gw dan kepalanya bersandar di dada gw. Sementara tangan gw terus menggenggam penisnya... sampai pagi.... kami tertidur sangat pulas...

Kami baru terbangung pukul 9.30 pagi. Kami ngobrol sambil menonton tv diatas kasur ukuran king size miliknya. Waktu gw pamit mau pulang Andro menahan gw, dengan alasan dia ga ada teman. Ya udah kami pun larut lagi dalam obrolan, diselingi dengan sarapan mie instan racikan tangan Andro sendiri.

Makan sudah, ngobrol sudah juga, trus ngapain lagi ya. Waktu Andro mencuci mangkuk bekas sarapan kami. Gw nongkrong di atas balkon, melihat beberapa orang yang sedang asyik berenang jauh di bawah sana. Tak seberapa lama kemudian Andro datang menghampiri gw.

“Kamu suka berenang?” tanya gw.
“Kadang-kadang sih, Kak. Kalo ada teman aja. Kalo berenang sendiri suka males.” Jawabnya ringan.
“Kalo tujuannya serius berenang, aku malah lebih suka sendirian, lho. Kalo berenang bareng sama teman biasanya malahan waktunya habis buat ngobrol he he he...” sahut gw.
Betul tuh, Kak. Anehnya kalo kolamnya deket gini, malah akunya yang males-malesan he he he... kapan-kapan temenin aku berenang ya, Kak.” ajaknya.
“Wah dengan senang hati he he he...”. Jawab gw.
“Udah jam 12 siang neh, aku pulang aja ya?” lanjut gw.
“Kok buru-buru? Mau kemana gitu, Kak? Nanti aja atuh pulangnya.” Andro masih juga menahan kepulangan gw.
“Ga akan kemana-kemana sih. Biar kamu bisa istirahat aja.” Jawab gw.
“Tuh kan, kalo ga ada acara apa-apa, ya udah temenin aku aja disini...” pintanya.
“Iya deeeeech....” kata gw sambil tersenyum. Disambut senyuman manis Andro, yang berlesung pipit.

Bosan melihat orang yang lagi berenang, kami pun masuk ke dalam lagi. Gw dan Andro duduk bersebelahan di sofa merahnya. Andro menyandarkan kepalanya di dada gw.  Gw memeluknya dengan tangan kanan gw, sambil mencium keningnya. Tak seberapa lama kemudian kami berdua sudah sama-sama melepaskan pakaian kami masing-masing. Babak  ke-dua pun segera dimainkan he he he... Permainan siang itu tak kalah panasnya dengan yang kami mainkan subuh tadi. Rupanya inilah alasan Andro menahan-nahan gw pulang... Dia menginginkan babak tambahan, mengulang permainan subuh tadi he he he...

Gw baru bisa pulang  pukul 13.30 siang, dengan tagihan tiket parkir Rp 12.000,- he he he... wah lama juga ya gw disitu. Tapi gw sangat puas. Melelahkan memang, tapi sangat worthed-lah. Anggap saja ini sebagai penebus kekecewaan kejadian dengan Ilham di Jumat siang he he he... Ilham VS Andro. Jelas gw pilih Andro lah  ha ha ha...

Conclusion:
Orang bijak bilang; hidup itu pilihan. Dan tentu saja selektif itu wajib hukumnya dalam acara pilih memilih.

Minggu, 24 Juni 2012

The Mysterious Boy, Faris...


Semua PLU tau kalo sekolah pariwisata itu mahasiswanya identik dengan gay, even ga semuanya lho. Ada beberapa sekolah tinggi ilmu pariwisata di Bandung yang cukup terkenal, mulai dari yang negeri sampai yang swasta. Dan sudah jadi rahasia umum, kalo sekolah pariwisata yang ada di daerah Setia Budi – Bandung, dihuni oleh mahasiswa-mahasiswa yang sebagian besarnya termasuk kategori good looking.
Karena itu, sudah barang tentu  sangat sayang kalo gw lewatkan begitu saja.‘Pengalaman’ gw dengan anak pariwisata boleh dibilang lumayan banyak juga lho he he he... Dan ini salah satu kisahnya...

Dari sekian mahasiswa pariwisata yang pernah gw kenal, salah satunya adalah Faris. Awal perkenalannya, suatu hari di kwartal pertama tahun 2011 dia mengirim message di akun Planet***** gw. Dari profilenya gw membaca kalo dia baru berumur 19 tahun. Dan rupanya dia hanya memasang 1 foto saja di profile Planet*****nya. Tapi dari satu foto itu gw bisa menilai, Faris anaknya termasuk handsome, maklum dia blasteran Padang, Arab dan Belanda. Diawali dengan saling kirim message, dan saling tuker ID yahoo messenger. Perkenalan antara gw dan Faris pun makin intens.

Satu hal yang agak janggal, dia ga pernah mau kasih nomor hp, akun fb dan memperlihatkan foto-foto dia yang lainnya. Dia bilang masih discreet, dan gw menghargai keputusannya. Buat gw sih ga terlalu jadi masalah selama apa yang dia omongin dan foto yang dia pajang itu bukan palsu.

Janjian untuk ketemu pun berkali-kali dibuat dan batal, entah itu gara-gara kemaleman, hujan, dia banyak tugas, gw berhalangan dan lain sebagainya. Dan suatu malam, akhirnya pertemuan itu pun terjadi. Sabtu malam pukul 21:00 WIB, sesuai dengan kesepakatan gw datang ke tempat kost-nya Faris. Sebuah tempat kost yang cukup bagus di kawasan Karang Setra. Design bangunannya mirip sebuah Villa. Sepanjang perjalanan (setelah memasuki kompleks) ke tempat kostnya, gw dipandu Faris melalui YM. Sampai akhirnya gw tiba di tempat parkir kost-an, dan gw melihat seseorang mengintip dari balik tirai sebuah kaca jendela di lantai 2. Kemudian masuk message di YM gw; “Tunggu ya kak, aku turun sekarang.”dan gw jawab: “OK”.

Sesosok pemuda berkaus singlet Hings putih, dengan tinggi 178 dan dengan berat badan ideal, menghampiri gw.
“Hai, Kak...!!!" kata Faris sambil mengulurkan tangannya, dan kami saling bersalaman.
“Kita masuk aja, yuk.” Lanjut Faris.

Gw berjalan mengikuti langkah Faris menyusuri ruang tamu, lorong dan tangga menuju lantai 2. Tempat kostnya memang unik, dengan interior dan lantainya didominasi oleh kayu. Kamar kost Faris cukup luas, dilengkapi dengan sebuah kamar mandi di dalamnya. Penataan furniturenya simple tapi rapih dan elegan. Seperangkat home theater bercokol di  Tapi yang mencuri perhatian gw adalah sebuah kamera SLR Canon model baru tersimpan di lemari kaca, dengan 3 jenis lensa kamera yang berjejer di sebelahnya. Owh, rupanya gw dan Faris punya hobby yang sama.

Di dalam kamar kami ngobrol ngalor ngidul. Obrolan kami santai dan akrab nampak seperti orang yang sudah kenal lama. Even ga cerewet tapi terlihat kalo Faris antusias menyimak obrolan kami. Menurut gw, Faris termasuk sosok yang  sempurna. Hidungnya yang mancung, giginya yang putih, bersih dan rapi, bermata coklat, dan warna kulitnya yang sawo matang. Sungguh kombinasi yang unik dari ras melayu, timur tengah, dan eropa.

Foto diambil dari: http://homotography.blogspot.com

Setelah sekian lama larut dalam obrolan, dan gw hampir menghabiskan segelas cappuchino racikan Faris. Faris kemudian bilang;
“Kak, aku mandi dulu ya. Bentar kok.”
“Iya.” Jawab gw singkat dan memberinya sebuah senyuman (orang-orang yang pernah melihat senyuman gw baik dari foto maupun melihat langsung. Rata-rata bilang kalo senyuman gw itu senyuman manis tapi nakal... huft!).

Terdengar gemericik air dari shower di kamar mandi tak berpintu itu. Faris asyik membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi yang hanya dibatasi oleh tirai berbahan polyvinylchloride motif garis-garis berwarna broken white. 
Sambil menunggu Faris mandi, gw memainkan remote control mengeksplorasi channel-channel tv cable, di layar tv plasma milik Faris.

Tak berapa lama kemudian Faris muncul dengan handuk putih melilit di pinggangnya. Badannya masih terlihat basah oleh butiran-butiran air, begitu juga dengan rambutnya, masih basah dan meneteskan air. Faris menghadap cermin yang ada di samping kiri gw. Posisinya kami saling berhadapan tapi tidak frontal. Kemudian Faris melepas handuknya, dan dengan handuk itu ia mengeringkan tubuhnya... Ups!!! Dia bertelanjang bulat dihadapan gw. Sesekali gw mencuri-curi pandang melihat tubuh polosnya itu, dan tentu saja termasuk melihat benda pribadi Faris yang menggelantung dengan indahnya. Benda itu nampak ranum, sexy, dan menggairahkan...  Dia melirik dan tersenyum. Jantung gw berdegup makin kencang, menyaksikan pemandangan indah itu he he he...

Lalu gw mendekat ke Faris. Meraih handuk yang ada ditangannya, lalu gw membantu mengeringkan setiap tetes air yang ada di kulit sawo matangnya dengan usapan handuk putih itu. Setiap bagian tubuh itu gw telusuri, tak ada yang terlewatkan. Hingga tubuh Faris benar-benar kering dan ada ada bagian tubuh milik Faris yang mengencang. Tanpa bicara, tanpa ada bahasa verbal... yang ada hanya bahasa gejolak naluri 2 lelaki... kami larut dalam sebuah pergumulan yang panas. Dinginnya udara malam yang sedari tadi menggigit di kulit kami, kini terkalahkan oleh panasnya gairah membara gw dan Faris. Butiran air di tubuh Faris yang sudah mengering, kini berganti menjadi butiran-butiran keringat, begitupun juga dengan tubuh gw,  kini nampak mengkilat oleh tetesan peluh... (ga perlu gw ceritain detailnya ya ha ha ha...).

Jujur, Faris adalah salah satu brondonk yang termasuk pandai dalam permainan di atas ranjang. Ditambah dia punya sex appeal yang kuat. Sungguh kombinasi yang sempurna!!

Setelah permainan usai, dia menyandarkan tubuh polosnya di dalam dekapan tangan gw. Memegang erat lengan gw sambil matanya terpejam, mungkin dia kelelahan. Diiringi obrolan ringan yang membuat kami bisa tersenyum atau bahkan sesekali tertawa terbahak-bahak.

 Lebih dari setengah jam kemudian, baru gw dan Faris membilas tubuh kami di kamar mandi. Gw yang selesai berbilas duluan, keluar dari kamar mandi. Sementara Faris masih asyik membersihkan diri (maklum yang jadi bott kan lebih ribet dalam urusan bersih-bersih he he he...).

Selagi gw mengeringkan diri, mata gw melihat jaket almamater milik Faris yang tergantung di hanger. Di jaket almamater itu terlihat sebuah emblem nama yang bertuliskan ‘Faris Akbar Koendraad’ (ini bukan nama sebenarnya yang tertulis di emblem itu lho...he he he... sengaja gw rahasiakan).

Sewaktu gw mau berpakaian, dan cuma celana dalam yang baru melekat di tubuh gw. Gw merasakan sebuah dekapan erat dari belakang. Rupanya Faris yang memeluk gw... Tangan Faris menelusuri tubuh gw dari belakang. Kemudian dia melepaskan dan melemparkan jauh-jauh celana dalam gw. Dasar nakal!!! he he he.... Gw membalikkan tubuh gw ke arah dia. Kini kami saling bertatapan dan sama-sama tersenyum. Tanpa kata-kata kami bisa saling membaca bahasa tubuh, tapi kami tau apa yang sama-sama kami inginkan lagi malam itu he he he... Ronde kedua pun terjadi, yang tak kalah hebatnya dari ronde pertama he he he...

Setelah saling mengenal dan ketemu, bukan berarti kemisteriusan Faris sudah tidak ada lagi. Dia masih tetap tidak memberitahukan nomor hp-nya. Dan gw tidak mau ambil pusing, toh gw dan Faris masih bisa berkomunikasi via YM (memang sih YM Faris tidak selalu aktif, tapi tidak masalah. Yang penting kami masih bisa saling berhubungan).

Tapi bukan gw dong namanya, kalo gw ga bisa melacak FB Faris. Berbekal nama yang tertera di emblem yang nempel di jas almamater Faris, gw bisa menemukan FB resmi Faris. Di FB itu gw melihat banyak foto Faris  dengan background pemandangan manca negara (Singapore, Thailand, Malaysia, China, Australia, New Zealand, Canada, Amerika, Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, Italy, Swiss, dll). Rupanya dia punya hobby traveling. Dari FB itu juga gw bisa tau rupanya Faris seorang aktivis, dan menjadi ‘duta ************’ di kampusnya.
Dari komunikasi via YM, gw juga jadi tau kalo Faris sering pulang malam karena kesibukkan di kampusnya.

Faris sosok yang kadang bisa membuat gw tertantang berbuat nekat he hehe... Ketemuan jam 3 pagi pernah gw jabanin (padahal kostan Faris melewati Jl. Bungur, yang menurut gw salah satu jalan yang termasuk paling seram di Bandung, dengan kanan kiri di pohon besar, sunyi, temaram, dan kadang berkabut). Loncat pagar kostan yang sudah digembok juga pernah gw lakukan he he he...

Pertemuan demi pertemuan kami terus jalani, dengan waktu yang benar-benar acak dan tak terduga. Sampai saat ini, buat gw dia masih tetap seorang yang misterius. Entahlah apa yang dia sembunyikan. Sampai sekarang pun gw masih belum tau nomor hp-nya. Gw bukan tipe pemaksa, jadi ya dibawa enjoy aja. Toh gw dan dia juga ga ada ikatan apa-apa. Hubungan kami cuma berdasarkan suka sama suka.

Dua  hari lalu, waktu gw browsing tentang male model photography, gw ketemu sebuah  website yang berisi galery hasil karya seorang fotografer. Seorang fotografer profesional yang karya-karyanya sangat bagus, dari segi originalitas thema, nilai seni, pose, lighting dan tekhnik-tekhnik fotografi lainnya. Galery-nya memuat foto-foto cowok keren topless dengan lekuk tubuhnya seperti pahatan patung pualamYunani. Kalo pun ada model yang perutnya tidak sixpack, tapi pasti wajahnya ganteng berkarakter. Dan... taraaaaa... salah seorang model di galery foto-foto keren itu adalah Faris!!! Makanya gw jadi terinspirasi menuliskan postingan tentang dia.

Sudah lama juga gw dan Faris ga saling ketemu. Faris tetap menjadi sosok misterius. Dibilang tidak ada, tapi nyata. Dibilang ada, tapi dia seperti ilusi... Faris oh Faris... The Mysterious Boy...

Conclusion:
Setiap orang berhak merahasiakan jati dirinya. Mau comming out, mau open minded, mau discreet, atau bahkan mau denial... Semua terserah diri masing-masing.

Rabu, 23 November 2011

Bandung, Gayest City In Indonesia

Benarkah Bandung Kota Paling Gay Se-Indonesia? Banyak orang yang bilang begitu. Tentu saja pendapat itu tidak keluar begitu saja, pasti ada alasan kuat hingga berkesimpulan seperti itu.

Dari cerita brondonk-brondonk mahasiswa perantauan yang pernah gw temui, banyak yang bilang: Bandung merupakan tempat dimana mereka meletek menjadi seorang gay. Bandung adalah tempat dimana mereka belajar, mengenal, dan masuk ke dunia gay. Udara yang dingin, tinggal di tempat kost seorang diri, dan jauh dari pengawasan orang tua, adalah kondisi yang sangat mendukung untuk mereka mulai tau dunia gay khususnya tentang sex. Padahal menurut gw sih kondisi itu berlaku juga buar kaum hetero. Coz banyak kost-kostan yang jadi ajang tempat mesum mereka juga.

Mahasiswa yang berkuliah di universitas dengan embel-embel agama pun, seringkali mahasiswanya tidak menggambarkan dari citra agama itu. Kegiatan ibadah aktif, bermesum ria pun jalan terus. Ini kenyataan yang ga bisa dipungkiri.

Ada cerita, seseorang yang berniat ingin melupakan dunia gay di daerahnya, dan merantau ke Bandung supaya ‘sembuh’. Tapi di Bandung dia malah lebih ‘menggila’ he he he... Karena di Bandung semua tersedia dengan mudah.

Untuk urusan mencari partner cinta satu malam pun, di Bandung ga terlalu sulit. Tinggal buka internet, chatting, lalu ketemuan. Buat orang yang punya kelebihan wajah tampan, body keren dan bigsize tentu saja punya peluang yang lebih besar untuk memilih. Semua serba mudah karena Bandung Kotanya ga terlalu besar sehingga jarak kemana-mana ga terlalu jauh, hingga mudah mengaksesnya, coz jarak yang jauh seringkali membuat orang-orang yang mau ketemuan keburu malas.

Menurut pengalaman gw dalam dunia chatting, Bandung punya beberapa spot lokasi tempat gay tinggal. Nomor 1 tentu saja Dago dan sekitarnya ( Mulai dari Simpang Dago sampai Dago atas, Dipatiukur, Sekeloa, dan Tubagus Ismail dll.). Spot-spot berikutnya adalah; Daerah Setiabudi, Pasteur, Cikutra, Sukajadi, Tamansari, Cihampelas, Buahbatu, Lengkong dan Gatot Subroto dll. Kenapa tempat-tempat itu jadi spot-spot gay di Bandung? Jawabannya simple; karena disitu terdapat banyak kampus-kampus atau mall tempat mereka bekerja.

Dalam keseharian pun kita bisa temui, di Bandung banyak terlihat binan-binan tanpa canggung berjalan-jalan di mall dengan fashion yang mutakhir. Udah bukan rahasia lagi Bandung adalah trendsetter dunia fashion di Indonesia, dan tentu saja kaum gay Bandung merupakan pasukan terdepan yang mempopulerkan fashion terkini (tau sendiri kan binan-binan paling suka berani tampil beda).

Dalam segi pergaulan pun, secara berkelompok mereka sering nongkrong di cafe atau cofee shop. Di keramaian, kaum gay Bandung berani bicara keras-keras dengan bahasa binan plus ngondek-ngondekan. Buat gw sih seru-seru aja, even gw sendiri ga nyaman kalo berlama-lama berkelompok seperti itu.

Menurut desas-desus ada beberapa lokasi tempat ngumpulnya kaum gay di Bandung. Beberapa lokasi sudah gw buktikan sendiri kebenarannya he he he... Ini dia lokasi-lokasinya;
  1. Amnesia, sebuah tempat clubbing yang terletak di Pasirkaliki Hyper Square, Jl Pasirkaliki, yang selalu ramai Setiap Malam minggu.
  2. Caesar Palace, tempat clubbing yanga ada di Jl. Braga, setiap Minggu malam.
  3. Kalo bicara soal mall BIP alias Bandung Indah Plaza adalah tempat favorite ngumpulnya kaum gay. Peringkat berikutnya Ciwalk dan PVJ alias Paris Van Java.
  4. KFC di Jl. Merdeka, konon katanya kalo malam-malam kebanyakan pengunjungnya kaum gay. Dan tentu saja malam minggu adalah yang saat-saat paling ramai.
  5. Alun - alun Bandung di sekitar taman dan pelataran mesjid Agung.
  6. Plaza Dago, tempat kongkow yang cozy menghabiskan malam minggu.
  7. Lapangan Gasibu, di depan Gedung Sate. di sekitar lapangannya terutama di depan Jl. Surapati di sebuah warung Kopi.
  8. Kolam renang Cipaku, di daerah Setiabudi atas dekat UPI setiap Rabu sore sampai kolam tutup.
  9. Fitnes centre di Hotel Imperium. Jl Dr. Cipto No 30-32, Bandung. Katanya sih mayoritas yg datang, ya kaum gay.
  10. Lapangan Volley Ball di GOR Saparua setiap Minggu malam dan Rabu malam mulai Jam 9 malam.
  11. Lapangan Volley Ball di Tegalega (belakang kolam renang Tirtalega) setiap Minggu dan hari libur ramainya mulai jam 3 sore.
  12. Lapangan Bulutangkis di jl Badaksinga (GOR PDAM) setiap minggu malam mulai jam 7 malam.
Kalo pengen lebih yakin sih silahkan membuktikan sendiri he he he…

Tulisan di atas adalah cerita benerannya, sementara yang dibawah ini adalah hasil rekayasa dan investigasi gw sendiri, yang maksa banget nyambung-nyambungin biar cocok sama thema postingan kali ini wkwkwk…

Ada beberapa nama tempat yang ga ada unsur gay-nya, tapi menurut otak ngerez gw mengandung makna gay banget wkwkwk…

Rujak Banci
Sebuah gerobak berjualan rujak di Kompleks Kurdi. Kok ada sih rujak banci? Selidik punya selidik ternyata dinamai rujak banci bukan karena pedaganganya ngondek alias bencong lho, tapi rujaknya setengah becek. Alias ada dipertengahan antara rujak uleg dan rujak cuka (asinan).

Rujak Banci
Top Salon
Sebuah salon kecantikan sederhana di Jl. Mohamad Toha. Entah maksudnya salon itu buat kaum TOP atau pegawainya TOP semua he he he… Salon kok TOP? Bukannya seharusnya BOT? Top Lady kali ya..?!? qiqiqi...

Top Salon
Rumah Makan Padang ‘Batang Mas’
Di Jl. Kopo, depan RS Immanuel ada Warung Nasi Padang berjudul ‘Batang Mas’. Wuiiiihhh… Batang mas-mas siapakah gerangan? Wkwkwk…

RM Batang Mas

RM Batang Mas

Galeri Lelaki
Factory Outlet yang buka di Jl. Martadinata, Jl. Ir. H. Juanda, dan Jl. Dr. Setiabudi ini, mengkhususkan diri menjual pakaian pria. Pengambilan nama yang eyecathing buat binan he he he… Mungkin seharusnya namanya Galeri Pakaian Lelaki bukan Galeri Lelaki. Coz kalo Galeri Lelaki kan jadi bermakna; sebuah galeri yang isinya lelaki-lelaki yang siap dilelang ha ha ha…

Galeri Lelaki

Galeri lelaki
Graha Topindo
Wah mantab banget neh buat kamu bot, sebuah gedung dengan penghuni Top dan Indo pula ha ha ha… Gedung di Jl. Kopo Bihbul ini entah bergerak dibidang apa sih yang jelas namanya mengundang banget he he he...

Graha Topindo

Graha Topindo
Hotel Lingga
Sebuah hotel di Jl. Soekarno Hatta. Kata Lingga berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ”tanda padanan phalus atau kelamin laki-laki”. Di dalam buku Iconographic dictionary of the India religion Hinduism - Buddhism - Jainism diuraikan bahwa Lingga (linggam) antara lain berarti simbol atau lambang jenis kelamin laki-laki. So, kalo diterjemahkan bahasa binan Hotel Lingga = Hotel Kenti dong? Wkwkwk…

Hotel Lingga
Cong Motor
Sebuah bengkel motor di Jl. Lengkong Besar. Kok Cong alias bencong buka bengkel sih? Hihihi… Kebayang dong, kalo montirnya Cong semua; stylish, pada latah, ngondek, rempong wkwkwk… Ups!!! sebenernya Cong disini adalah nama salah satu nama marga Tionghoa lho.

Cong Motor

Cong Motor
Toko Helm
Tau sendiri dong kita juga pada punya helm he he he… Helm yang itu tuuuuhhh…. Tapi ada yang menarik perhatian gw. Di Jl. Pungkur ada Toko Aneka Helmet, terbayang helm-helm bergelimpangan disana he he he… ada juga Toko King Helmet, wuiiiihhh rajanya helm segede apa ya? wkwkwk… Sementara di Jl. Astana Anyar ada Toko Istana Helmet, istananya helm-helm berdarah biru ha ha ha…

King Helmet

Aneka Helm

Istana Helmet
Rumah Sosis
Rumah yang isinya sosiiiiiiiiis semua ha ha ha… tau dong sosis yang gw maksud? qiqiqi… tempat berkuliner khususnya sosis dan kolam renang yang terletak di Jl. Dr. Setiabudi.
Rumah Sosis
Huruf G di Taman Cikapayang
Di Taman Cikapayang Jl. Ir. H. Juanda, dibawah flyover pasupati, terdapat huruf-huruf D A G O berwarna merah dan besar-besar. Entah disengaja atau tidak tapi huruf G adalah tempat favorit para binan untuk berfoto. Apakah G adalah inisial dari Gay? He he he…

Taman Cikapayang

Huruf G Jumbo
Sebenarnya masih banyak nama-nama lain yang menurut gw mengandung makna gay banget. Tapi belom sempat gw abadikan dalam bentuk foto. Seperti sebuah mobil ber-plat nomor D 64 Y, Bakso Rudal Asmara (serius ini beneran ada wkwkwk...) di Rancaekek dll. Ada yang mau menambahkan? Silahkan-silahkan he he he…

Conclusion:
Bijaklah dalam mencari yang nyata dan khayal dalam tulisan ini. Jangan sampai disesatkan wkwkwk… Tapi soal Bandung, Gayest City In Indonesia, kayanya bener tuh he he he…

Jumat, 01 Oktober 2010

Love Comes In Mysterious Ways

Awal tahun 2005 lalu, gw pernah chat di sebuah warnet dan ketemu dengan seseorang, sebut saja namanya Arman. Orangnya nice, 23 tahun, tinggi, slim, berkulit sawo matang, bulu mata lentik, dan berbola mata besar. Karena hari udah larut, dan sama-sama merasa ‘cocok’ maka kami ga nunda waktu lagi untuk bertemu. Maksudnya cuma ketemu aja ga lebih. Gw ngajak dia makan di sebuah rumah makan yang buka 24 jam. Setelah makan, gw ga ada ide mau kemana, lagian hari sudah terlalu malam. Terus terang semuanya terjadi begitu saja tanpa direncanakan, jadi gw ga prepare apa-apa. Arman ga nolak waktu gw ajak dia ke tempat gw. Kami hanya bertemu sekali dan cuma menumpahkan semua hasrat itu dalam semalam saja (tapi 3 ronde lho he he he…). Istilah populernya ONS: one night stand, but triple orgasm he he he.... Hari-hari berikutnya kami masih berkirim sms dan telponan.
19 Februari 2005, ada sms masuk di hp gw:
Inbox: “Boleh kenalan ga? aku Mario 21/175/60”
Oubox:”Iya boleh….”

Bla bla bla…
Dan berlanjut dengan sms-sms lainnya. Yang berujung kami bikin janji untuk ketemuan dengan acara berenang bareng.

Besoknya tanggal 20 Februari 2005, akhirnya kami ketemuan ditempat yang dijanjikan. Seperti biasa gw datang lebih awal... Tidak begitu lama kemudian, muncullah seorang remaja tampan memakai jumper biru navy bertulisan ‘UCLA” menghampiri gw.
“Hi, aku Mario!” remaja itu menghampiri gw.
“Farrel!!” jawab gw sambil menjabat tangannya.
“Kak, ngobrolnya jangan disini ya. Takut kelihatan papa aku. Dia lagi service mobilnya di bengkel itu” sahut Mario, sambil menunjuk ke sebuah bengkel di seberang tempat kami ketmuan.
“Ya udah, so kita mau kemana neh? Langsung ke kolam renang aja?” lanjut gw.
“Iya, mumpung belom terlalu sore.” Mario setuju.
Kami pun meluncur ke sebuah kolam renang di daerah setiabudi. Di kolam renang itu gw dan Mario banyak bercerita soal kehidupan masing-masing.
“Kak, jangan marah ya. aku mau berterus-terang” Mario membuka obrolan.
“Kenapa gitu?” Tanya gw penasaran.
“Pertama: umur aku bukan 21 tahun, tapi 18 tahun.” Papar Mario.
“Ooohh... ga masalah, aku malah lebih suka.” Sahut gw sambil senyum.
“Kedua: aku mencuri no hp kakak dari phonebook temen aku, Arman. Waktu dia cerita dan memperlihatkan pic kakak. Dia sendiri ga tahu kalo aku mencatat no hp kakak.” lanjut Mario.
“Iya gpp. Lagian aku sama Arnan kan ga ada hubungan apa-apa.” Jawab gw tulus.

Sejak pertemuan pertama itu, berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya. Kami merasa cocok satu sama lain, hingga gw dan Mario sepakat untuk menjalin hubungan lebih serius, kami berpacaran.
Gw sering main dan bermalam di rumah Mario, karena di rumahnya dia hanya tinggal sendirian (kedua orangtuanya dan kakak-kakaknya tinggal di luar kota).
Setelah beberapa bulan berhubungan, gw makin mengenal karakter Mario. Dia baik, smart, tulus, childish, sok mandiri, manja, dan cemburuan...
Kadang gw ngerasa rasa cemburu dia terlalu besar. Gw sering bilang sama dia: cemburu memang tandanya cinta, tapi rasa percaya juga ada lah bagian dari cinta.

Mario meminta gw untuk tidak berhubungan lagi dengan temen-temen gay gw , termasuk Arman. Sejak gw dan Mario pacaran, hubungan Mario dengan Arman jadi renggang. Bahkan sahabat gw Daffa juga pernah kena getahnya, suatu hari Daffa sms ke hp gw, dan yang jawab Mario (gw kebetulan lagi di kamar mandi). Mario menjawab sms dengan kalimat seakan-akan gw ga mau berhubungan dan ga mau kenal lagi dengan Daffa. Untunglah Daffa sangat mengenal gw, makanya dia ga percaya sms itu gw yg kirim. Ujung-ujungnya Daffa dan Mario terlibat perang sms. Mario ga percaya kalo Daffa itu memang sahabat gw, dia menyangka kalo semua gay pasti selalu melibatkan unsur sex dalam setiap bentuk hubungannya, even itu persahabatan. Diluar sepengatahuan Mario, gw masih suka berhubungan dengan Daffa via YM, sms, telpon bahkan ketemuan. Daffa sangat mendukung hubungan gw dengan Mario, begitupun juga gw sangat mendukung hubungan Mario dengan pacarnya. Gw dan Daffa sering saling curhat, mengenai kisah asmara kami.

Kalo lagi jalan-jalan bareng di mall, Mario selalu wanti-wanti agar mata gw jangan belanja he he he... Tiap kali ada brondonk berpapasan dengan kami, pasti dia langsung memegang tangan gw, seakan-akan dia ingin menunjukkan kalo gw itu miliknya.

Pernah suatu kali, kasus ‘pegangan tangan’ itu berbuntut panjang. Coz pas mario memegang tangan gw ternyata di mall itu ada 2 pasang mata yang memperhatikan gerak gerik kami. Yupz, mereka yang melihat kami bergandengan tangan itu adalah kakak laki-laki Mario dan pacarnya. Insiden itu berubah menjadi mimpi buruk!!! Mario diinterogasi oleh Mama dan kakak-kakaknya. Dia didesak untuk mengaku tentang orientasi seksualnya. Mario akhirnya mengaku kalo dia seorang gay. Diiringi dengan derai air mata dan tangisan pilu seluruh anggota keluarga, Mario mengungkapkan rahasia terbesar dalam hidupnya. Pengakuan itu melukai hati Keluarganya juga Mario. Namun apa hendak dikata, itulah kenyataan hidup. Sekalipun pahit dan getir, harus bisa dengan lapang dada mereka hadapi. Mario hanya meminta kepada Mama dan kakak-kakaknya agar rahasia dirinya tidak diceritakan kepada Papanya.

Keluarga Mario, adalah keluarga yang mengutamakan pendidikan, kedua orangtua dan kakak-kakaknya semua lulusan S-2 (Papanya malah lulusan S-3). Mereka bisa menerima dan mengerti ‘perbedaan’ yang Mario miliki. Mereka hanya meminta Mario agar jangan kebablasan dan tetap berusaha untuk bisa kembali ke jalan yang ‘benar’.

Sejak kejadian itu, gw ga bisa dengan leluasa ke rumah Mario lagi. Padahal sebelumnya gw bisa kapan aja berkunjung dan bermalam di rumah Mario, bahkan bisa berkomunikasi dengan orangtua dan kakak-kakaknya, kalo kebetulan berpapasan. Gw diblacklist!! Mulai saat itu hanya Mario yang kerap berkunjung ke rumah gw. Mario merasa nyaman dengan sambutan dari keluarga gw.

Pada awalnya pengawasan keluarganya terhadap Mario lebih diperketat. Mario selalu dikontrol keberadaannya via telpon, bahkan hp Mario sering diperiksa secara diam-diam oleh keluarganya, untuk dibaca setiap sms yang masuk maupun keluar. Tapi lama kelamaan akhirnya semua bisa berjalan secara normal kembali. Gw dan Mario secara sembunyi-sembunyi masih tetap bisa berpacaran sekalipun ‘tanpa restu’ dari keluarganya hihihi...

Sejak berhubungan dengan gw, Mario banyak mengalami perubahan. Mario yang awalnya anak rumahan dan manja, berubah menjadi anak yang menyukai petualangan dan menikmati keindahan pemandangan alam. Gw sering mengajak dia untuk menjelajahi keindahan alam. Banyak banget tempat-tempat yang sempat kami jelajahi bedua; gunung, kawah, hutan, perkampungan, perkebunan, sawah, sungai, air terjun, danau, pantai, empang (he he he...), dll sudah kami jelajahi bersama. Mario yang penakut juga berubah menjadi lebih pemberani.

Lebih dari 5 tahun gw dan Mario berpacaran. Banyak peristiwa yang mewarnai hubungan kami. Suka dan duka, tawa dan air mata kami hadapi bersama. Mario sangat mengenal gw, begitupun juga gw sangat mengenal Mario. Kami berdua sama-sama keras kepala, maka tak jarang kami saling beradu argumen. Pertengkaran kecil sampai petengkaran besar, riak kecil sampai badai, bahkan putus sambung juga pernah kami lalui... Sampai akhirnya 7 bulan yang lalu, kami berdua memutuskan untuk hanya berteman saja.

5 tahun bukanlah waktu yang singkat. Banyak hal yang terlalu indah untuk dilupakan... Tapi apa mau dikata, keputusan sudah diambil. Kami lebih enjoy dengan status hubungan kami yang sekarang. Tidak ada lagi pertengkaran dan tidak ada lagi cemburu. Jujur, kami masih sering bertemu, bahkan masih sering melakukan ‘kontak fisik’ he he he... entah apa namanya: HTS (hubungan tanpa status)?, TTM (teman tapi ml he he he...)?, atau HUTAPEA (hubungan tanpa perasaan apa-apa)?

Mungkin bagi sebagian orang bentuk hubungan kami ini aneh bin ajaib. Tapi sudahlah, kami ga peduli pendapat orang lain, karena cuma kami berdua yang paling tahu dan paling mengerti apa yang telah, sedang, dan akan kami jalani... Toh kami juga punya kesepakatan kalo hubungan kami akan benar-benar berhenti, disaat salah satu atau masing-masing dari kami telah menemukan pasangan yang lebih tepat.

Conclusions:
Kita baru bisa memiliki cinta yang besar, disaat kita sanggup dan ikhlas melihat orang yang kita cintai lebih berbahagia dengan pilihan hidupnya. Cinta oh cinta... terkadang memang complicated!! huft!!!

Selasa, 07 September 2010

Herpes Zoster

Sisi lain tragedi menjelang Lebaran 2007.... Selain mengalami patah tulang selangka, Penderitaan gw ternyata ga cuma sampe disitu saja. 2 hari kemudian karena kondisi gw drop, gw terjangkit cacar ular atau herpes zoster. Penyakit yang timbul ketika kondisi kesehatan tubuh menurun drastis. Herpes jenis ini, tidak sama dengan herpes simplex (penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin). Herpes zoster penyebabnya adalah virus varicella zoster, yang sama dengan virus penyebab cacar air. Jadi setiap orang yang pernah mengalami cacar air, kalo kondisi tubuhnya menurun tajam, sangat mungkin terjangkit cacar ular atau herpes zoster.

Awalnya gw nyangka rasa perih dan panas di badan gw karena lecet-lecet akibat kecelakaan yang gw alami, tapi rasa perih itu berubah menjadi memerah dan kemudian menjadi seperti luka bakar, menggelembung berisi cairan (seperti kena knalpot motor). Trus dibarengi dengan demam pula.

Gw baru bisa memeriksakan diri ke dokter setelah lebaran hari ke-2 (karena saat lebaran semua dokter pada tutup). Gw berobat ke dokter Rachmat, dan gw mendapat obat 3 jenis pil dan salep acyclovir. Gw sudah meminum obat dan memakai salep tapi luka di badan gw malah bertambah. 2 hari kemudian gw memutuskan untuk ke dokter specialis kulit, dr. Dewi.
“Wah, kenapa telat berobat?” tanya dokter Dewi.
“Udah berobat kok bu, ke dokter Rachmat, tapi ga ada perubahan.” Jawab gw.
“Emang dikasih obat apa sama dokter Rachmat?” dokter Dewi bertanya lagi.
“Dikasih ini, dok.” Sahut gw sambil menunjukkan obat-obatan yang gw dapatkan dari dokter Rachmat.
“Ya gimana mau sembuh, kamu ga dikasih obat oralnya...” kata dokter Dewi.
“Karena pengobatannya terlambat, mungkin lukanya akan meninggalkan bekas lho.” Lanjut dokter Dewi.
“Ya udah gpp dok, yang penting cepet sembuh ajalah.” Jawab gw.
Lalu gw mendapatkan obat oral, salep dan cairan kompres. setelah beberapa hari dan sekali lagi kontrol. Cacar ular gw pun sembuh, tapi meninggalkan bekas luka di bagian perut gw, sama seperti yang dikatakan dokter Dewi.

Pertengahan Bulan Juni kemaren, gw merasakan panas dan perih di bagian belakang leher gw. dalam tempo satu hari kemudian lukanya menggelembung berisi cairan. Mirip banget dengan gejala yang gw alami waktu kena cacar ular. Gw langsung ke dokter specialis kulit, dr. Anita.
“Ini bukan herpes zoster, kamu dermatitis alergica” Sahut dokter Anita.
“Saya kira herpes dok, karena gejalanya mirip waktu 3 tahun yang lalu saya kena herpes zoster.” Kata gw.
“Kalo pernah kena herpes zoster ga akan kena lagi. Sama kalo kita pernah kena cacar air, kita ga akan kena cacar air lagi.” dokter Anita menjelaskan.
“Kemarin-kemarin kamu makan apa gitu?” lanjut dokter Anita.
“Makan udang sama kepiting, dok. Tapi biasanya sih ga alergi, paling banter juga Cuma gatal-gatal dan bentol-bentol doang, dok. Lagian kejadiannya juga jarang banget.” Jawab gw.
“Tingkat keparahan alergi, sangat bergantung sama seberapa banyak seafood yang kamu makan dan seberapa fit kondisi badan kamu.” Dokter Anita melanjutkan penjelasannya.
“Gimana caranya supaya saya tidak kena alergi lagi?” tanya gw.
“Hindari penyebab alergi, jangan makan seafood!” jawab dokter Anita.
“Wah padahal saya doyan banget dok he he he... Boleh ga dok, kalo sesekali saya pengen seafood, sebelum makan seafood saya minum obat anti alergi kaya incidal?” sahut gw.
“Boleh-boleh aja, tapi ga menjamin alergi itu ga akan muncul sama sekali. Masih mungkin muncul, tapi ga akan terlalu parah.” Papar dokter Anita.

Ah syukurlah ternyata sesekali gw masih boleh menyantap salah satu makanan kesukaan gw he he he... (even gw harus belajar membatasinya). Dalam 3 hari sakit di leher gw sembuh total dan ga meninggalkan bekas sama sekali.

Awal bulan Juli 2010, gw ketemu lagi diYM dengan Jerry, seorang mahasiswa kedokteran, semester 5. Sebenernya gw sudah lama kenal, dan sering chatting dengan Jerry di Yahoo messenger. Tapi baru memutuskan untuk ketemu, setelah chatting malam itu.

Jerry : Aku jadi makin penasaran nih sama kakak, pengen ketemu.
Farrel: Kalo mau ketemu ya ayo aja. Emang mau ngapain gitu?
Jerry : Ya ketemu aja, ngobrol-ngobrol, sharing.
Jerry : Tapi, kalo aku ga suka ga usah ml gpp kan?
Farrel: Ya gpp lah, emang kalo setiap ketemuan harus diakhiri dengan ml? Kalo kamu ga suka tar kamu kan tinggal bilang.
Jerry : Takut ga enak lah kak.
Farrel: Gini aja, kalo kamu ga suka, kamu tinggal duduk jauh-jauh aja dari aku. Aku juga akan ngerti kok.
Jerry : Siiiiipp...
Farrel: Ya udah, mau ketemuan dimana gitu?
Jerry : Di rumah kakak aja, bisa ga?
Farrel: Boleh aja, kebetulan besok di rumah ga ada siapa-siapa
Jerry : O.K. dech sampe besok ya...

Keeseokan harinya sesuai janjinya, Jerry datang ke rumah gw dengan mengendarai mobilnya. Jerry ternyata lebih cakep aslinya dibanding dengan pic yang dia berikan waktu chatting. Chinese, bermata sipit, berkulit putih, berambut lurus dan hitam. Satu hal lagi, dia chinese tapi cut he he he... dari cara dia bicara dan sinar matanya gw tau dia orangnya smart.

Setelah larut dalam obrolan panjang lebar di kamar gw, gw sering menangkap mata Jerry sesekali menatap tajam sama gw. Tapi gw menahan diri, gw takut kalo dia ga suka sama gw. Gengsi gw sangat tinggi. Kalo gw menyerang duluan trus ditolak, mau ditaruh dimana neh muka? he he he...

“Kak aku sangat suka kissing... hmmhhh... boleh ga aku mencium kakak?”
sahut Jerry.
Gw hanya tersenyum dan mengangguk tanda setuju...
Lalu dia mendekat kearah gw, kami berciuman, saling melumat bibir, memainkan lidah kami... ciuman kami makin lama makin panas. Gw dan Jerry sangat menikmati setiap detik debaran di dada serta lumatan demi lumatan bibir dan lidah kami...
Berciuman... tertawa... ciuman lagi... saling lempar senyum... ciuman lagi... dan seterusnya.... berulang dan berulang... terus berulang terus...
Dalam 4 jam lebih kami saling bergumul, Gw dan Jerry masing-masing mengalami 2 kali orgasme. Dan tak terhitung berapa kali kami berciuman. Mulai dari kecupan sampai dengan ciuman berdurasi panjang dan panas menggelora. Selama 4 jam itu gw dan Jerry bermesraan diatas tempat tidur dalam keadaan polos, tanpa sehelai benangpun. Kami sangat menikmati moment-moment itu.

“Jujur kak, aku sangat menikmati permainan tadi. Kakak good kisser.” Sahut Jerry sambil tersenyum dan kembali melumat bibir gw.

Setelah kami usai melampiaskan hasrat kami berdua. Dan masih saling berpelukan.

“Kalo di perut itu luka bekas apa kak?” tanya Jerry.
“Cacar ular.” Jawab gw.
“Cacar ular?” Jerry mengulang kalimat gw tapi dengan intonasi kalimat pertanyaan.
“Iya nama lainnya herpes zoster, tapi bukan herpes penyakit kelamin lho...” jawab gw.
Jerry dan gw tersenyum.

Kemudian Jerry pamit pulang, gw mengantarkan dia sampai mobilnya lenyap dari pandangan di tikungan jalan.

Seminggu kemudian gw ketemu Jerry lagi di Yahoo Messenger. Berikut ini potongan percakapan kami.

Farrel : Hi, kemana aja?
Jerry : Ada kok kak, ga kemana-kemana...
Farrel: Emang kamu ngapain aja gitu?
Jerry : Dari kemaren maen terus sama temen-temen. Mumpung libur kuliah ha ha ha...
Jerry : Udah lama aku ga balik ke dunia ini
Farrel: Lagi asyik di dunia nyata ya? he he he...
Jerry : Ha ha ha...
Farrel: Kirain udah berubah jadi jutek & sombong...
Jerry : Ha ha ha...
Jerry : Enggak lah
Jerry : Dasar!
Jerry : Ha ha ha...
Farrel :Ga kapok kan ketemu sama kakak?
Jerry : Hmmm gimana yah...
Jerry : Ha ha ha
Jerry: Sebenernya, jujur iya.
Farrel:Wadoh!! Beneran??
Jerry: Aku rada kuatir juga euy sama herpes nya kakak
Jerry: Sorry banget...
Farrel: Herpes zoster kan ga akan nuler!!!
Jerry : Hmmm...
Farrel: Kamu pasti jauh lebih tau lah....
Jerry: Takut nya sih nuler.
Jerry : Soalnya itu kayanya herpes yg ke genital juga.
Jerry :Yang nulernya terutama dari sperma.
Farrel: Ga mungkinlah, kata dokter specialis kulit, ini bukan herpes genital dan sama sekali ga nuler.
Jerry : Berarti nularnya lewat apa dong?
Jerry :Wah jujur lebih nyeremin lagi kl gini...
Farrel: Kan aku udah bilang, ga nuler!!
Jerry: But still, bikin ngeri.
Farrel :Hmmm...
Farrel: Lagian waktu kakak kena herpes jg, kakak lagi punya bf lebih dr 2 tahun, ga pernah ml sama yang lain. Mantan bf kakak aja ga kena, padahal sering bersentuhan.
Jerry : Hmmm...
Jerry : Kadang-kadang onset-nya penyakit tuh ga langsung, kak.
Jerry : Ada yang bertaon-taon tunggu imun turun dll.
Jerry : Sorry bgt bukannya gimana... aku cuma cari ati-ati aja dech kayanya.
Farrel: Kalo pun ini penyakit kelamin, besar kemungkinan, kamu udah tertular dong?
Farrel: Ok gpp, kakak ga akan maksain. percuma ngomong panjang lebar jg. Kalo ujung-ujungnya km ga percaya juga
Farrel:Kakak juga bukan orang bodoh kok.
Jerry : Hmmm??
Farrel: Ada herpes genitalis ada yg bukan!
Jerry : O.K.
Farrel: Bagaimanapun juga, thx udah mau kenal sm kakak...
Jerry: sama-sama...

Lalu gw memberi link tentang herpes zooster

Farrel: Coba kamu buka link1 dan link2
Jerry : O.K thx for d’link

Beberapa saat kemudian....

Jerry: Iya aku salah...
Jerry : Ternyata bukan Herpes Simplex 2
Farrel: Dan perlu dicatat, kakak pernah dapat kesimpulan dari 2 dokter specialis kulit, kata mereka herpes zoster ga akan kambuh lagi.
Jerry: Oh great then
Jerry: He he he...


Ah... Kenapa juga ya namanya kudu sama-sama Herpes? Herpes Zoster dan Herpes Simplex!!! jadi bikin orang-orang salah ngerti dech!!

Masalah sudah clear!! Case closed! Dan cerita pun berlanjut... heu heu heu...

Conclusions:
Merasa lebih pintar dan merasa lebih tau, terkadang bisa menunjukkan betapa terbatasnya pengetahuan yang dimiliki seseorang. Lebih baik disangka bodoh, daripada disangka pinter he he he...