Senin, 16 Maret 2009

Kencan Ganda Di NAV Dago Plaza, Bandung.

Pertengahan Februari 2009
Hari beranjak sore… Gw diajak sama Daffa dan Ronald karaoke di NAV, Dago Plaza. Seperti biasanya gw memang sering jalan bareng sama mereka. Tapi hari ini ada yang beda, coz Daffa bilang, sekarang dia ngajak temen ketemuannya, yang janji bayarin karaoke. Tapi ada yang janggal, coz di telepon Daffa wanti-wanti ngomong:
”jangan ngetawain temen ketemuan aku ya…”. Maklum gw orangnya suka agak usil bin jahil he he he… Ada apa ya? Tanya gw dalam hati. Pasti ada yang ga beres dech he he he..

Mereka bertiga sudah standby di depan sebuah cafe, sebelah NAV. Sebelum menemui mereka, gw ke toilet dulu. Biasalah, panggilan alam he he he..
Pas keluar dari toilet, di lorong Daffa sudah nunggu gw, sambil ngomong;
“Bener ya jangan diketawain…” Sahut dia sambil cengengesan.
“Kenapa sich? Nyantai aja atuh…” kata gw.
“Abis takut diusilin sich.” Sambungnya.
“Ga lah, paling juga tar gw ngakak” gw senyum-senyum.
“Tuh kan…? Beneran ya…”
“Iya, iya, iya”. Gw meyakinkan Daffa.
Gw dan Daffa lalu berjalan menemui Ronald dan teman ketemuan Daffa. Lalu gw diperkenalkan Daffa dengan temannya itu.
“Farrel.” Sahut gw, mantap. Sambil menjabat tangannya.
“Paul” sahutnya.
Dia tersenyum menampakkan deretan gigi yang agak mancung he he he…
Oow… Paul umurnya sekitar 35 tahun, item, pendek, kurus, idup lagi ha ha ha… (maunya mendeskripsikan lebih detail tapi gw ga tega aaahh wakakakaka…).
Ah… dasar si Daffa lagi-lagi dia iseng, cuma mau ngerjain orang itu, kata gw dalam hati.
“Kamu dari …… ya? (gw nyebutin sebuah kota di wilayah Indonesia bagian timur).
“Iya, deket-deket situ”. tanya dia.
“Tau dari mana gitu?” Sambungnya.
“Dari logat ngomong kamu lah…” sahut gw

Lalu gw duduk di sebelah Ronald. Ronald tersenyum dan berbisik ke telinga gw;
“Tadi aku bilang sama si Paul kalo kita berdua pacaran, biar dia jaga jarak sana aku. Takut dia ngejar aku”. Sambil ketawa-ketawa.
“Iya dech, ngerti” gw meyakinkan Ronald, kalo gw bakal berakting total ha ha ha…

Kami harus menunggu lumayan lama, sekitar 1 jam lagi, coz hari itu NAV lagi ramai pengunjung (dengan orang-orang yang katanya punya hobby nyanyi… padahal suaranya???… he he he…).
Gw asyik main game PSP yang tadi sengaja gw bawa dari rumah. Gw lagi nafsu namatin salah game action horror. Gw ga tertarik ngobrol sama si Paul, maklum gw penggemar brondong, bukan jagung bakar afrika he he he…
“Aku ke mini market di bawah ya, mau beli minuman dulu.” Kata Daffa.
“Gw ikut.” Sahut gw.
“Kok pada pergi?” Tanya Paul.
“Mau sekalian beli plester buat kaki Ronald, kemaren kena knalpot motor” Jawab Daffa.
“Ga akan lama kok”. Timpal gw.
“PSP nya pinjem dong…” pinta Ronald ke gw.
Kemudian gw menyodorkan PSP ke tangan Ronald. Gw dan Daffa beranjak ke lantai bawah menuju sebuah mini market. Setelah mengambil beberapa barang yang kami butuhkan dan membayarnya di kassa, kami keluar mini market menuju eskalator.

Hp Daffa berdering, dia menjawabnya;
“Hallo!!! Bla bla bla…bla bla bla… bla bla bla…”
Gw ga begitu nyimak pembicaraannya. Tapi yang gw tangkap ada orang yang lagi nunggu dia di BIP.
Setelah beres telepon, Daffa bilang;
“Aku ke BIP dulu, bentar kok”.
“Hayo, mau ngapain lagi?” Gw pura-pura ga tau, padahal gw hafal banget gelagat dan kebiasaan Daffa (maklum kita udah sahabatan lama).
“Ada orang mau ketemu sama aku”. Katanya.
“Ya udah, tapi jangan lama-lama ya…” sahut gw.
“Tapi bilang apa ya sama si Paul” dia kelihatan bingung.
“Urusan itu mah serahin sama aku, udah sana cepetan pergi”. Jawab gw, yakin.

Dengan tergesa-gesa Daffa keluar dari Dago Plaza mencari angkot menuju BIP.
Gw kembali, menuju Ronald dan Paul yang terlihat gelisah ditinggalin berdua he he he…
“Mana si Daffa?” Tanya Paul.
“Dia sakit perut, lagi di toilet”. Jawab gw, lempeng.
“Abis tadi dia makan yang pedes-pedes”. Paul terpengaruh dusta gw he he he…

Ronald mengerlingkan matanya sama gw, dia juga pasti sudah bisa menebak apa yang terjadi.
Tik-tak… tik-tak… tik-tak… waktu berjalan terus…
Gw melihat brondong cakep melintas… Lho kaya gw kenal ya? Tapi dimana? Bisik gw dalam hati… Ooo… kok dia mirip Kevin, mahasiswa kedokteran yang sering chat dengan gw di YM, tapi belum sempat ketemuan. Kalau di YM dan telepon sih kami sudah sangat akrab… malah sudah saling panggil chayank-chayank segala he he he…

Dia berlalu menuju eskalator turun. Gw dengan sigap langsung mengeluarkan Hp dan mengiriminya SMS.
“Kamu baru keluar dari NAV ya?”
Beberapa saat kemudian Hp gw bunyi. Telepon dari Kevin.
“Kok tau aku baru keluar dari NAV?” Tanyanya.
“Aku lagi di deket NAV lho” jawab gw.
“Aduh, jadi pengen ketemu neh, turun dong”. Pintanya.
“Ya udah aku turun dech. Kamu tungguin disitu ya”. Sahut gw, bersemangat.
“Iya.”. dia setuju.
Lalu gw turun, menuju lantai dasar. Terlihat Kevin sedang menunggu gw.
“Hey!!!” gw menyapa. Kami berjabatan tangan.
“Aduh, kaya mimpi ya…”. Kata dia sambil senyum-senyum.
“Ga nyangka ya, kita bisa ketemuan tanpa direncanain?”. Sahut gw.
“Iya, he he he…” dia tertawa.
Lalu terjadi perbincangan ngalor-ngidul….

Kemudian, dia bilang;
“Aku lagi buru-buru neh, ditungguin temen-temen di PVJ”.
“Ga apa-apa kan? Kita ga bisa ngobrol lama?” lanjutnya.
“Ya, ga apa-apa lah… lagian kita juga ketemuannya ga direncanain kok” jawab gw, tulus.
“Ya, udah aku berangkat sekarang ya… Kamu juga mau karaoke bareng temen-temennya kan?”
“Oke, tar teleponan lagi ya!” kata gw.
“pasti lah…”. Jawabnya.

Kemudian dia berlalu, memanggil sebuah taksi dan pergi dari hadapan gw. Tak lupa memberikan senyum termanisnya… cuma buat gw.. he he he.. (Kisah selanjutnya antara Gw dan Kevin tar gw ceritain secara terpisah dech…).

Gw dengan tergesa-gesa kembali ke lantai atas menuju Ronald dan Paul. Ternyata si Daffa belum balik juga.

“Kok si daffa lama ya”. Tanya Paul, penasaran.
“Ga tau, mungkin masih mules-mules kali”. Jawab gw, asal ngomong.
Terlihat Ronald tertawa mendengar jawaban gw. Waduh gara-gara si Daffa, gw jadi harus bohong sama si Paul… (maafin aku Paul.. he he he…).

Kemuadian Daffa muncul… dia datang dengan membawa seorang gadun lagi… Chinese, gendut, keringetan lagi… weeeksss ha ha ha... Kemudian dia memperkenalkan si engko-engko itu… Namanya Ko Siauw Lie. Setelah bersalaman dan menyebutkan nama masing-masing. Kami larut dalam obrolan basa-basi (yang bener-bener basi buat gw he he he…).

Beberapa saat kemudian, resepsionis memanggil kami karena ruangan yang kami pesan telah siap. Uupppps save by the bell!!! he he he…

Kami memasuki ruangan dan kemudian asyik nyanyi-nyanyi dengan lagu andalan masing-masing… Yang nyanyi sih cuma gw, Daffa dan Ronald coz Ko Siauw Lie dan Paul malah asyik makan dan minum. Yang katanya udah dari tadi kelaperan…

Daffa duduk diantara Paul dan Ko Siauw Lie… Gw dan Ronald hanya tertawa-tawa melihat Daffa beraksi. Tangan yang kanan di pegang Ko Siauw Lie, sementara punggungnya diusap-usap sama Paul… Aduh repotnya double date ha ha ha… (anehnya, baik Paul maupun Ko Siauw Lie ga nyadar… atau malah ga mau tau?).

Ko Siauw Lie pamit pulang duluan (setelah terlihat menyelipkan beberapa lembar uang seratus ribuan ke tangan Daffa. Hanya gw yang menangkap moment ini ha ha ha…). Kami tinggal berempat. Paul mulai berani, memeluk Daffa… hah!!! Daffa menyandarkan kepalanya ke dada paul (akting? he he he..).
“Ayo cium, Bang!” kata Ronald menggoda. Mata Daffa terlihat melotot ke arah Ronald, nyadar lagi dikerjain temennya.
“Malu dong.. masa disini?” jawab Paul sambil cengengesan menampakkan gigi mancungnya.
“Ga apa-apa… nyantai aja… wajar kok namanya juga saling suka”. Kata gw, jahil.
“ha ha ha…” Ronald tertawa.
Daffa keliatan jadi salah tingkah…
Gw dan Ronald tambah bersemangat ngerjain Daffa…
“Ciuman dong… kaya gini nih…” kata gw, sambil pura-pura berciuman sama Ronald.
“Apaan sih!?!” Wajah Daffa keliatan bete, tapi harus menahan diri… (rasain dech ‘wahai dirimu pemain cinta’ he he he...).
Daffa akhirnya dengan terpaksa harus pura-pura bermanja-manjaan dengan Paul sampai karaoke-an selesai… Gw dan Ronald merasa puas ngerjain Daffa ha ha ha…

Ada SMS masuk di Hp gw yang isinya…
“Please, miscall ke Hp aku beberapa kali. Di phonebook aku no kamu, namanya udah diganti jadi mama aku”
Rupanya SMS dari Daffa. Signal S.O.S, tanda dia perlu pertolongan gw he he he… Gw coba miscall berulang-ulang ke Hp Daffa (tanpa kelihatan sama Paul lho). Kemudian Daffa pura-pura mengangkat teleponnya. Dia berakting mama nya nelpon nyuruh dia pulang. Biar lebih meyakinkan gw kirim SMS ke no Daffa;
“Mama ga mau tau, kamu harus pulang. Ga boleh nginep-nginep di rumah orang lain”. Ha ha ha… lagi-lagi, demi menolong Daffa gw melakukan ini he he he…
Kemudian Daffa ngomong sama Paul sambil memperlihatkan SMS di Hpnya;
“Mama, nyuruh aku pulang…”
“Ya… si ade. Kan udah janji nginep di rumah abang…” wajah Paul nampak kecewa.
“Mau gimana lagi dong, mama ga ngijinin aku nginep, bang…”
“Malah sekarang, aku harus buru-buru pulang nih bang. kalau ga, pasti diomelin dech…” lanjut Daffa.
“Hmmmmhhhh…” Paul hanya menggumam.
“Beneran, aku janji. Tar pasti nginep dech di rumah abang” Sahut Daffa, berjanji (janji palsu? he he he…).
“Ya udah… Tapi beneran ya…tar kapan-kapan nginep di rumah abang?”. Jawab Paul, dengan berat hati.
“Iya…” Jawab Daffa.

Jatah waktu karaoke kami telah habis. Paul membayarkan billing kami. Lalu kami beringsut keluar menuju tempat parkir di basement. Meninggalkan Paul yang harus pulang sendirian, dengan perasaan kecewa.
Padahal… sumpah!!! Kami ga pulang he he he.. Kami malah makan dulu di Hyper Square. Sambil ketawa-ketawa membahas kejadian tadi.
Sejak itu Paul ga pernah kontak lagi sama Daffa, mungkin dia nyadar telah diperdaya he he he…
Daffa oh Daffa… si penggemar gadun… dia kapok ga ya, bikin double date lagi??? ha ha ha…


Conclusion:
Laku sich laku… tapi jangan ngerjain orang dong. Inget ada hukum karma lho… ha ha ha…

2 komentar:

  1. Lebayyyyyyyyyyyyyyyyy......

    gmn ya ???mungkin dah hukum alam kali ya di dunia gay tuch ga sedikit yg kaya gitu..... iya sich emang qta harus tau karma tp apalah daya kalo situasi seperti itu harus terjadi.....so selagi ada kesempetan knp engga hehhehehehhe..... lanjut

    BalasHapus
  2. acungkan jempol buat daffa..
    ga semua orang loh bisa bikin kencan ganda kaya gitu.. gw yang secara fisik.. cute, sweeet nice (he he narsis dikit ya) belom bisa bikin kaya si daffa.. kasian buat farrel.. he he

    BalasHapus