Tampilkan postingan dengan label rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rasa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2011

Rasisme Dan Pemikiran Gila Adolf Hitler

Cerita tentang kekejaman Nazi dibawah pimpinan Adolf Hitler, sebenernya udah gw tahu baik melalui film-film seperti film: Life is beautiful (La Vita รจ bella), Valkyrie, The Pianist, Schinder’s List, Hitler The Rise Of Evil dan beberapa buku seperti: The pianist, Kisah Yang terlewatkan Holocaust dan lain-lain. Juga beberapa referensi lainnya yang didapat dari internet.

Adolf Hitler, Sang pemimpin kharismatik

Holocaust adalah Pembunuhan dan pemusnahan secara sistematis warga Yahudi yang berjumlah lebih dari 6 juta jiwa. Peristiwa mengerikan yang berlangsung dari tahun 1933-1945 ini, dilakukan oleh pemerintahan dibawah komando Adolf Hitler.  Diperkirakan 2 dari 3 orang Yahudi di Eropa tewas, karena kerja paksa, kelaparan, kondisi alam, peluru, api, gas beracun, pemukulan, tiang gantungan, dan lain-lain.

Munurut sejarah, orang Yahudi sudah bermigrasi dan menetap di negara-negara Eropa lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Di Jerman sendiri populasi warga Yahudi kurang dari 1% . Mereka hidup, beranak cucu, berbaur, bahkan banyak yang menikah dengan orang Jerman.

Antisemit alias Anti Yahudi sebenarnya bermula pada tahun 70 SM, saat Kaisar Italia Pompeius Agung memaksa Yahudi untuk menyembah dewa-dewa Roma, sampai-sampai remaja menggambar lambang swastika di dinding Sinagoga (rumah ibadah Kaum Yahudi). Kebencian terhadap Yahudi mulai tersebar luas setelah kematian Yesus tahun 33 Masehi. Yahudi tidak percaya pada keyakinan orang Kristen bahwa Yesus adalah Putera Allah. Sekalipun kematian Yesus bukan oleh tangan kaum Yahudi, melainkan oleh Pemerintahan Romawi. Tapi banyak Orang Kristen yang masih percaya dan menganggap bahwa kaum Yahudi-lah bertanggung jawab atas penyaliban Yesus.
Kebencian inilah yang menimbulkan perundang-undangan  diskriminatif terhadap warga Yahudi  di wilayah Kristen Eropa.

Hitler dan Lambang Swastika

Pada tahun 1929 Jerman mengalami krisis moneter yang hebat, sehingga menimbulkan keterpurukan ekonomi yang dahsyat, kemiskinan, pengangguran dan lain-lain. Bulan Januari 1933, setelah didesak terus-menerus oleh anggota kabinet dan anaknya sendiri, Oscar, Presiden Hindenburg yang pikun, mengangkat Adolf Hitler  sebagai Kanselir Jerman. Dia pikir rakyat akan lebih hormat pada pempinan kharismatik ini.
Gayung bersambut, Hitler berjanji akan mengakhiri kelemahan Republik Weimar dan demokrasi di Jerman.

Adolf Hitler berpendapat kelemahan Jerman akibat ketidaksempurnaan dan pembauran ras. Menurut pemikirannya Bangsa Aria adalah Ras unggul, danYahudi adalah ras yang lebih rendah. Karena itu ras Yahudi dianggap dianggap parasit dan membuat Jerman menjadi menjadi bangsa yang lemah.
Maka dicetuskanlah ide pemurnian ras, dimana hanya Ras Bangsa Aria yang hanya boleh hidup dan tinggal di Jerman. Dan pemurnian ras ini berkaitan erat dengan harus dimusnahkannya ras Yahudi. Sebenarnya bukan Kaum Yahudi saja yang dibunuh dan dimusnahkan, orang Gipsy, Sinti, Roma, warga Polandia, dan Uni Soviet juga diperlakukan sama. Selain itu orang komunis, tawanan politik, Saksi Jehova orang-orang cacat, dan Kaum Homosekual juga mengalami kekejaman Nazi (karena dianggap parasit dan manusia gagal). Hanya ras unggul dengan fisik dan jiwa yang sempurna yang boleh tetap hidup di Jerman, untuk menghasilkan keturunan-keturunan yang sempurna.

Orang-orang giring untuk masuk ke kuburannya

Holocaust memakan korban lebih dari 6 juta jiwa kaum Yahudi, tapi bila ditotalkan jumlah keseluruhan korban Holocaust mencapai 9-11 juta jiwa.

Korban holocaust

Ratusan mayat korban kekejaman Nazi

 Pada 10 Mei 1933, Adolf Hitler memerintahkan para pelajar didampingi pasukan untuk melakukan pembakaran buku-buku yang ditulis oleh Orang Yahudi dan buku-buku memuat gagasan yang “bukan Jerman”.  Buku-buku karya Albert Einstein, Sigmund Freud, dan Ernest Hemingway termasuk buku yang harus dimusnahkan. Pelajaran Biologi ditiadakan di sekolah-sekolah.

Hukum Ras Nurenberg 1935 membatalkan kewarganegaraan Jerman keturunan Yahudi. Dan melarang seorang Yahudi menikah atau berhubungan seksual dengan orang Jerman non Yahudi.

Joseph Goebbels, Menteri Pencerahan dan Propaganda

Hukum ini juga mendefinisikan “Yahudi” adalah keturunan 3 atau 4 generasi sebelumnya. Yahudi atau Judaisme tidak dianggap sebagai agama, melainkan Ras. Dengan demikian seseorang tetap dianggap Yahudi, sekalipun dia sudah memeluk agama Kristen. Bahkan Pastor dan Biarawati keturunan Yahudi tetap dianggap sebagai Yahudi. Padahal Yahudi itu Agama, bukan ras ataupun suku bangsa.

Untuk menjalankan misi pemusnahan orang Yahudi ini, dibentuklah kesatuan pembunuh bergerak yang diberi nama Einsatzgruppen. Setiap unitnya terdiri dari 400-500 personel. Mereka ditugaskan melakukan sweeping, menangkap dan membunuh orang-orang Yahudi.

Segala bentuk tempat usaha, rumah, sinagoga (tempat ibadah Agama Yahudi) dan harta benda milik orang Yahudi disita. Kemudian mereka digiring dan dikumpulkan di kamp-kamp konsentrasi, untuk kemudian dibantai.

Setiap orang yahudi diwajibkan memakai tanda bintang daud dibajunya (kancing ataupun lencana), supaya mudah dibedakan.

Lambang Bintang Daud

Orang Yahudi dengan simbol Bintang Daud di dadanya

Awalnya pembunuhan itu dilakukan dengan cara ditembak dan digantung. Namun karena dianggap tidak efektif, maka dibuatlah ruangan besar yang terlihat seperti kamar mandi, tapi sesungguhnya merupakan tempat eksekusi. Dimana, jika para tahanan Yahudi itu sudah berkumpul disitu dan semua pintu ditutup, kemudian dilepaskanlah Gas Zyklon-B lewat lubang-lubang di lantai dan langit-langit. Hanya membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit, untuk membuat orang-orang di dalam ruangan itu meregang nyawa.

Tembakan eksekusi

Salah satu bentuk penyiksaan

Awalnya mayat para korban holocaust dikuburkan secara masal, namun karena memakan waktu dan tenaga selanjutnya mayat-mayat berikutnya dimusnahkan dengan cara di bakar dalam tungku-tungku krematorium.

Orang Yahudi yang ditahan di ghetto dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam gerbong kereta. 200 orang dijejalkan dalam satu gerbong ternak, yang akan mengangkut mereka. Mereka dipaksa berdiri berhari-hari, tanpa makanan, air, ataupun fasilitas kamar mandi. Banyak dari mereka yang fisiknya lemah, tewas sebelum sampai di kamp konsentrasi.

Kamp Konsentrasi Dachu

Setibanya di Kamp, pria dan wanita dipisahkan barisannya. Sebagian besar anak-anak, manula, dan orang-orang yang dianggap lemah langsung dibawa ke kamar gas untuk dieksekusi (mereka dianggap tidak ada gunanya untuk hidup). Ibu-ibu yang tidak mau menyerahkan anaknya, dipaksa turut masuk ke dalam kamar gas juga.

Anak-anak tak berdosa turut jadi korban

Para korban itu diperintahkan untuk membersihkan diri di ‘kamar mandi’ (padahal kamar gas). Setelah semua tewas, mayat-mayatnya dipindahkan dan dibakar di dalam tungku-tungku krematorium. Demikianlah mereka secara bergiliran memasuki kamar mandi jadi-jadian itu sebagai tempat mereka mati. Sebelum dikremasi barang-barang berharga dari mayat-mayat itu dilucuti, termasuk pakaian, perhiasan, kacamata dan gigi emas korban eksekusi itu.

Tumpukan mayat korban kekejaman Nazi

Tungku krematorium tempat membakar mayat

Mereka yang dirasa cukup kuat digiring dan di tempatkan di gedung-gedung lain untuk kemudian dijadikan sebagai pekerja paksa. Identitas mereka dirampas, kepala mereka digunduli,  lalu dipaksa memakai seragam tahanan dengan nomor yang dijahitkan atau tatoo-kan di lengan (tatoo hanya dibuat di kamp-kamp Auschwitz).

Barak-barak tempat mereka tinggal, sebagian besar tidak ada toiletnya. Untuk kebutuhan buang hajat, hanya disediakan sebaris ember tanpa privacy. Tempat tidur mereka pun hanya berupa dipan bertingkat 4 (lebih pantas disebut rak), berderet-deret, dengan jarak tiap tingkatnya sangat pendek. Tiap dipan itu dihuni 3-4 orang tahanan yang tidur berdesak-desakkan untuk berbagi tempat.

Dipan berusun tempat  istirahat orang Yahudi di kamp konsentrasi

Dipan bersusun yag lebih menyerupai rak

Sop encer dari sayuran busuk, sepotong roti kecil dan secangkir kecil kopi adalah menu santapan harian yang disediakan buat mereka. Banyak tahanan yang tewas akibat dehidrasi (akibat diare) dan gizi buruk.

Kekejaman Nazi terhadap orang-orang Yahudi tidak cuma sampai disitu. Selama kurun waktu tahun 1943-1945, para dokter Nazi diperintahkan untuk melakukan program percobaan medis untuk mengembangkan Ras Aria Murni, dengan mengabaikan tanggung jawab moral, rasa kemanusiaan dan etika kedokteran. Dokter Josef Mengele si sadis yang terkenal dengan julukan “Malaikat kematian”, adalah dokter ‘gila’ yang sangat berdarah dingin. Banyak anak-anak yang jadi korban percobaannya. Sebagai bagian dari penelitian rasnya, dia tak segan-segan menyuntikan zat pewarna untuk mengubah warna mata anak-anak itu. Akibatnya mata anak-anak itu menjadi buta, bahkan banyak yang tewas diantaranya. Pasangan anak-anak kembar ditransfusi dengan golongan darah berbeda, tentu saja mengakibatkan sakit kepala hebat dan demam tinggi. Anak-anak lain menjalani pembedahan organ reproduksi, amputasi, dan prosedur bedah menyakitkan dan mengerikan lainnya, tanpa pembiusan sama sekali. Semua hanya demi sebuah penelitian, dan pengembangan teori seleksi ras unggul.

Anak-anak korban percobaan medis dr. Josef Mengele

dr Josef Mengele, Sang Malaikat Kematian



Pembantaian itu tidak hanya terjadi di Jerman, tapi bahkan sampai ke Polandia. Kendaraan gas bergerak digunakan untuk membunuh populasi orang Yahudi dan Gipsy di Warsawa, Krakow, Lublin, Radom, dan Lvov.

Pada 27 Januari 1945, pasukan Soviet akhirnya berhasil membebaskan kamp Auschwitz-Birkenau. Pasukan Nazi yang kalah, terpaksa mundur.

Melihat betapa kurusnya orang-orang yang ada di dalam kamp konsentrasi itu. Para pembebas segera memberikan makanan kepada  para tahanan yang kelaparan itu. Tapi sayangnya banyak dari tahanan itu malah tewas tidak lama kemudian, karena makanan yang mereka makan terlalu mewah untuk sistem pencernaan mereka yang lemah.

Tahanan di Kamp Buchenwald saat ditemukan pasukan sekutu

Btw,  ada gosip mengatakan bahwa Hitler dan istrinya Eva Baun, menikmati hari tuanya dan meninggal di Indonesia. Dia  menyamar sebagai dr. Poch. Beberapa bulan lalu Harian Pikiran Rakyat juga mengulas tentang kisah dr Poch ini.

Satu hal yang gw garis bawahi dari tragedi kemanusiaan itu. Semua itu terjadi karena ras yang satu menganggap rendah ras yang lain. Jujur gw benci rasisme. Gw melihat betapa masih banyak di lingkungan kita yang menganggap rendah seseorang karena dia keturunan suku bangsa tertentu. Bahkan sesama orang Indonesia.
Padahal kita tidak bisa memilih atau meminta dilahirkan sebagai ras tertentu, semua semata-mata hanyalah takdir. Jadi kalo kita masih rasis juga, artinya kita menyalahkan Sang Pemberi Takdir.

Selain kaum Yahudi ada kelompok-kelopmpok lain yang mengalami pembantaian mengerikan itu. Salah satunya adalah kaum gay. Adolf Hitler menganggap kaum Homoseksual sebagai penyakit dan makhluk gagal yang harus dimusnahkan. Kalo sekarang Hitler masih hidup, ingin rasanya menyuruh dia membuka mata lebar-lebar: “Hey Bapak berkumis irit!! Coba loe liat betapa banyaknya kaum homoseksual yang merupakan: ilmuan genius, seniman hebat, dokter yang cerdas, pengusaha sukses, atlet handal, dan lain-lainnya!!!.”

Kalo ukuran kesempurnaan itu adalah bentuk tubuh, banyak gay yang memiliki tubuh yang jauh lebih indah/ideal dari orang ‘normal’. Kalo kepintaran yang jadi ukuran kesempurnaan, tentu saja kaum gay juga banyak yang lebih cerdas dari orang biasa.

Ngomongin soal sejarah tentu saja ga bisa lari dari saksi dan fakta. Terlepas dari itu, sampai sekarang masih ada yang menganggap holocaust itu  sebagai bualan besar, dan merupakan propaganda Yahudi. Entahlah!!

Tapi satu hal yang perlu diingat: di mata Tuhan semua manusia adalah sama, jadi manusia yang satu tidak punya hak untuk menginjak-injak hak manusia lainnya. Hanya Yang Maha Adil yang berhak menghakimi.

Conclusions:
Jika semua orang benar-benar menyadari bahwa segala ciptaan Tuhan itu indah dan sempurna adanya, dan percaya semua yang terjadi semata-mata karena takdirNya. Maka tidak akan terjadi lagi: seseorang menganggap dirinya lebih hebat dan yang lainnya lebih rendah.

Rabu, 09 Maret 2011

Perjodohan Bodoh

Setiap orang punya impian untuk hidup bahagia. Salah satunya bahagia dalam membina rumah tangga. Ngomongin tentang berumah tangga tentu saja ga bisa lepas dari masalah jodoh. Jodoh memang gampang-gampang susah. Kelihatannya sesuatu yang simple tapi pada kenyataannya sangat rumit. Bagi seseorang mungkin mudah sekali mendapatkannya (hingga bisa kawin cerai berkali-kali), tapi bagi yang lain merupakan hal yang teramat sulit.

Kesulitan mendapatkan jodoh ga selalu karena kualitas kita dibawah standar (buruk rupa, miskin, cacat, penyakitan, ga berpendidikan, berwatak buruk dll). Tapi semua semata-mata karena kita belum menemukan pasangan jiwa kita. Entah cuma masalah waktu, atau sudah kehendak dan rahasia Ilahi.

Banyak cara untuk menemukan pasangan hidup kita. Salah satunya lewat perjodohan. Gw sendiri beberapa kali menolak untuk dijodohkan, dengan alasan gw mampu mencari sendiri. Padahal bukan perempuan-perempuan sembarangan dan buruk rupa yang rencananya dijodohkan dengan gw;  mulai dari pergawai kantoran, guru, anak pemilik toko mas, rohaniawan, pemilik bakery, pimpinan sebuah bank swasta, dosen, dokter, dokter gigi dll. Tapi semuanya ga gw tanggapi serius. Sampai-sampai orangtua, sodara-sodara dan temen-temen gw menyerah menjodohkan gw... Ya iya lah gw tolak mentah-mentah, kecuali kl gw dijodohkan sama cowok cute yang bisa bikin hati gw cenat-cenut he he he...

Tapi lain dengan adik perempuan gw, sebut saja namanya Angel. Beberapa tahun yang lalu, saat umurnya sudah menginjak angka 27 tahun dia ga mampu menolak skenario perjodohan kakak sepupu gw Renata. Renata mengatur semuanya secara elegan dan smooth. Berawal dari pertemuan yang direkayasa seolah-olah tak disengaja antara keluarga kami dengan keluarga Liem, waktu menghadiri sebuah resepsi pernikahan. Mama dihampiri oleh Ibu Liem, yang bercerita tentang putera sulungnya, Sammy, yang belum menikah. Dia telah dilangakahi menikah oleh 2 orang adik perempuannya. Ibu Liem sangat berharap bisa menyatukan 2 keluarga besar kami dalam ikatan pernikahan Sammy dan Angel.

Setelah menimbang-nimbang bibit, bebet, bobot. Didapatlah kesimpulan kalo Sammy berasal keluarga baik-baik dan keluarga yang cukup terpandang  di kota S. Gw hanya menilai Sammy itu terlalu pendiam. Menurut gw orang pendiam seringkali ga ketahuan apa maunya. Angel hanya bilang: ingin saling mengenal dulu. Dan keluarga setuju dengan keputusan Angel. Mulai sejak saat itu, Sammy jadi sering berkunjung ke rumah kami. Sammy dan Angela memasuki masa-masa perkenalan dan yang bisa disebut pacaran selama lebih dari 6 bulan. Seminggu sekali Sammy datang dan mengajak Angel jalan. Angel yang pada awalnya merasa ga sreg dengan Sammy, akhirnya luluh juga melihat keseriusan, usaha dan kerja keras Sammy unutk merebut hatinya.

Setelah dirasa ada kecocokan, lamaran pun akhirnya dilakukan oleh keluarga Liem, dan 6 bulan kemudian diputuskan pernikahan Sammy dan Angel akan dilaksanakan.

Gw sendiri yang merancang detail acara pernikahan adik gw tersayang itu. Mulai dari pemilihan kartu undangan, acara, pengisi acara, dan segala tetek bengeknya. Hanya soal make up, gaun, dan catering yang gw ga terlibat langsung.

Pesta pernikahan pun akhirnya digelar juga di sebuah hotel berbintang di Bandung. Dengan pesta bertema dunia bawah laut, warna biru sebagai warna dasar. mulai dari dekorasi, kue pengantin, acara, sampai dengan cindera mata semuanya berhubungan dengan dunia bawah laut. Kerja keras gw selama berbulan-bulan menjadi Wedding Organizer dadakan terbayar sudah dengan kepuasan bathin gw, melihat pesta pernikahan Sammy dan Angel berjalan dengan sukses dan lancar. Kesuksesan acara itu tidak gw pungkiri salah satunya karena kepiawaian MC-nya. O ya, MC yang memandu acara pernikahan adik gw itu sekarang sudah jadi celebrities terkenal yang honornya selangit. Untunglah saat itu gw bisa meloby dia dengan harga yang sangat ‘bersahabat dan kekeluargaan’ ( karena memang dia masih termasuk kerabat jauh kami he he he...).

Setelah menikah Angel kemudian menetap di kota S bersama keluarga suaminya. Baru beberapa bulan pernikahan, gw  mulai melihat kejanggalan. Angel lebih sering pulang meninggalkan suaminya dan betah berlama-lama tinggal di Bandung, di rumah kami. Lebih dari 1 tahun Angel tinggal di Kota S, disana dia merintis membuka Toko Pakaian.

Ibu Liem kemudian menugaskan Sammy dan Angel untuk memegang salah satu cabang perusahaannya di kota K. Hal itu otomatis mengharuskan Angel tinggal di Kota K. Angel dengan terpaksa menutup Toko Pakaian yang sedang dirintisnya di Kota S. Hampir 2 tahun Angel tinggal di kota K. 2 minggu sekali dia masih suka pulang ke Bandung (lagi-lagi tanpa suaminya) untuk tinggal 2-3 hari di rumah kami.

Semakin lama Angel semakin sering pulang dan bisa berminggu-minggu tinggal di Bandung. Tadinya gw ga mau mencampuri urusan rumah tangga Angel. Dalam satu kesempatan gw mengajak Angel ngobrol dari hati ke hati. Dari situ terungkap semuanya. Ternyata setiap harinya di kota K, Sammy selalu pulang larut malam, tak ada komunikasi, bahkan tidak pernah ‘menyentuh’ tubuh Angel. Angel menyadari kalo dirinya ternyata hanya dijadikan objek penderita oleh Sammy demi menutupi kebobrokannya. Berkali-kali Angel menemukan sms-sms mesra dari orang lain di hp Sammy. Angel juga sempat diteror sms dari nomor-nomor yang tak dikenal, yang mengatakan kalo Sammy itu miliknya, dan Angel telah merusak hubungan dia dan Sammy. Tapi anehnya Sammy keukeuh ga mau bercerai. Dia malah menggantung nasib adik gw dalam ketidak-menentuan.

Kami pun berunding dengan Ibu Liem tentang apa yang terjadi. Demi kebaikan Sammy dan Angel, Ibu Liem menutup perusahaannya di kota K. Maksud hati supaya Sammy tinggal di S dan bisa dikendalikannya, alih-alih malah Sammy menghilang berbulan-bulan pergi entah kemana. Lalu kami memutuskan kalo Angel untuk sementara kami tarik tinggal di Bandung. Tapi sesekali Angel masih boleh ke kota S untuk menengok mertuanya.


Berkali-kali Sammy datang ke rumah ibunya dan kemudian menghilang lagi. Beberapa bulan menghilang kemudian datang lagi untuk meminta uang. Hal yang sama terjadi berulang-ulang selama kurun waktu lebih dari satu tahun.

Gw sering memergoki adik kesayangan gw sedang menangis di kamarnya. Tak terhitung sudah curahan air mata dan doa-doa yang dia panjatkan dalam menghadapi kemelut rumah tangganya. Hal itu semakin menyesakkan dada keluarga kami. Satu titik kesimpulan: semua ini harus diakhiri!

Tanggal 25 Februari 2011 kemarin, setelah sebelumnya mendengar kabar kalo Sammy sedang ada di rumah ibunya. Secara mendadak kami sekeluarga berangkat ke kota S. Dengan didampingi oleh beberapa kerabat yang kami anggap bijaksana, kami pun berembuk.

Awalnya Sammy menolak menemui kami, dia malah menuduh ibunya yang merekayasa kedatangan kami. Akhirnya setelah menunggu sekian lama, kami memaksakan diri masuk ke ruangan tempat Sammy berada. Disana kami meminta kejelasan dan apa yang dikehendaki oleh Sammy. Setelah kami desak akhirnya Sammy mau bicara. Dan gw masih ingat dengan jelas, kata-kata Sammy terekam dalam benak gw:

Sammy : “Saya yang salah!!, saya yang berengsek, saya yang bajingan!! pernikahan ini ga mungkin  dilanjutkan!! Kalo diteruskan Angel yang bakal terus-menerus menderita!!! Kasihan dia.”
Disambung oleh derai tangis menyayat hati ibunya.
Ibu Liem: “Maafkan saya yang tidak bisa mendidik anak ini... Dia jadi kurang ajar gara-gara saya...”
Sammy  : “Sudahlah Mami!! Pokoknya saya mau cerai!!! Sekalipun Mami tidak menganggap lagi saya        sebagai anak, dan mencoret saya dari daftar ahli waris!! Saya tidak peduli!!!
Ibu Liem: “Mami sudah mencoba berkali-kali membawa kamu ke psikiater, tapi kamu tidak mau makan obatnya. Makanya kamu tidak sembuh-sembuh!!!”

Mama, Angel dan kakak-kakak gw terhenyak mendengar perkataan Ibu Liem, yang lagi menahan emosi. Penyakit kejiwaan apa yang ibu Liem maksud??? Semua jadi tanda tanya besar bagi keluarga kami. Tapi buat gw itu adalah masalah yang simple, gw yakin banget kalo Sammy itu PLU alias gay. Sebenarnya gaydar gw sudah menangkapnya dari dulu. Keliatan dari sifat childish-nya, bahasa tubuhnya dan selalu dibawah kontrol ibunya. Dan sekarang yang lebih meyakinkan gw adalah selama 4 tahun lebih dia tidak pernah mau ‘tidur bareng’ dengan Angel.

Setelah berunding, keluarga kami memutuskan: Sammy dan Angel untuk bercerai, dan memberi waktu kepada Sammy untuk segera mengajukan gugatan cerai. Kalo dalam jangka waktu 1 bulan Sammy belum menggugat cerai, maka keluarga kami yang akan mengajukan gugatan.

Perceraian memang sesuatu yang dilarang dalam agama Kristen; “Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia.” Tapi apa boleh buat? Semoga kasus ini adalah sebuah pengecualian...

Ironis memang, maksud baik untuk ‘sembuh’ dengan menikah melalui perjodohan ternyata malah menggiring orang lain menjadi ‘korban’ keegoisan. Dan korbannya itu adalah Angel, adik gw. Perjodohan bodoh, yang berujung tangis penyesalan dan perceraian. Perjodohan bodoh melukai kami semua. Pernikahan semu dan penuh kepura-puraan merusak hubungan harmonis 2 keluarga besar. Semoga tidak akan ada Angel-Angel lainnya... Semoga!!!

Conclusions:
Berusaha untuk ‘sembuh’ itu baik, bahkan sangat baik!! Tapi kalo merasa ‘tidak mampu’ menjalaninya, lebih baik jangan lakukan. Jangan libatkan orang lain untuk menjadi ‘korban’ pelengkap keegoisan kita.

Selasa, 06 Juli 2010

Kevin

Masih ingat sosok cameo yang muncul dalam episode ‘Kencan Ganda Di NAV Dago Plaza’? gw pernah janji mau menceritakan tentang dia secara khusus dalam satu postingan. And the story goes...

Kevin adalah salah satu high quality brondonk yang pernah mengisi hidup gw. Kevin seorang brondonk keturunan manado yang tumbuh dan besar di kota P. Postur tubuhnya tidak terlalu tinggi, badannya slim, dengan wajah tampan. Namun yang selalu gw ingat adalah senyum ramahnya.

Even dia sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya yang menumpuk, tapi dia juga seorang yang sangat menikmati hidup. Dia tergila-gila maen game online, dia bisa menghabiskan waktu semalaman di tempat game online untuk memuaskan hobby nya. Kevin juga suka banget ke timezone, tujuannya cuma satu: berjingkrak-jingkrat diatas dance pad main dance dance revolution alias DDR.

Seminggu setelah pertemuan tidak sengaja antara gw dan Kevin di Dago Plaza, kami janjian untuk ketemuan. Sekitar pukul 23.00 malam gw menjemput Kevin di sebuah tempat game online, di daerah Dipatiukur. Setelah gw telepon memberi tahu kalo gw sudah ada di tempat sesuai dengan janjian. Kevin muncul dari bangunan lantai 2 tempat game online dengan senyum yang mengembang. Dia segera turun menghampiri gw.
“Apa kabar Kak? Akhirnya ketemuan juga ya...” sahutnya, sambil tersenyum.
“Baek.” Jawab gw singkat.
“Kita mau kemana neh?” lanjut gw.
“Kak, kita makan aja yuk!” Kevin mengajukan usul.
“Emang kamu pengen makan apa?” Tanya gw.
“Makan siomay malam-malam gini enak kali ya... Tapi kayanya yang jualannya udah pada ga ada...” Gumam Kevin.
“Kayanya di daerah Cibadak atau Gardujati masih ada dech” kata gw mantap.
“Beneran neh Kak?” Tanya Kevin bersemangat.
“Ya udah kita coba cari aja” sahut gw.

Lalu kami meluncur ke daerah Gardujati, emang bener sesuai denga perkiraan gw. Di sana masih ada yang berjualan siomay. Gardujadi memang salah satu spot tempat wisata kuliner malam hari di Bandung.
Sambil menikmati kelezatan siomay, kami pun larut dalam obrolan tentang kegiatan kami masing-masing.
“Kamu mau makan ronde jahe ga?” Tanya gw.
“Apaan tuh?” Tanya Kevin.
“Bola-bola dari ketan berwarna warni, yang dalamnya diisi racikan kacang tanah dan gula merah, disiram air campuran gula dan jahe. Enak lho buat ngangetin badan”. Jawab gw berpromosi.
“wah mau, mau, mau...” jawabnya bersemangat.
Kami pun akhirnya memesan ronde jahe untuk dibawa ke kostan Kevin.

Tiba di kostan, kami melanjutkan obrolan sambil makan ronde jahe. Setelah ngobrol ngalor ngidul, gw pamit pulang coz jam sudah menunjukkan pukul 01.10.
“Kevin kakak pulang ya, udah terlalu malam neh” pamit gw.
“Ya... kok pulang...?” sahut Kevin sambil memegang tangan gw menahan kepergian gw.
“Trus mau ngapain lagi? he he he..” Tanya gw, sambil melempar senyum.
Secara perlahan namun pasti di menarik tangan gw, lalu dia memeluk tubuh gw, melumat bibir gw dan.... (selanjutnya pasti tau kan? he he he).
Malam itu gw dan Kevin bergumul dalam panasnya gelora nafsu. Kemudian gw pulang dengan perasaan puas diiring senyuman termanis Kevin.
Setelah malam itu, pertemuan gw dan Kevin terjadi lagi dan lagi. Gw dan Kevin sangat menikmat pertemuan demi pertemuan kami.

Karena kesibukan kuliahnya yang sangat padat untuk meraih gelar dokter, ditambah lagi jadwal pekerjaannya di rumah sakit, membuat gw dan Kevin jarang ketemu. Hampir satu tahun berlalu gw dan Kevin ga pernah ketemu lagi. komunikasi yang terjalin tinggal via chat di YM, sms, atau sesekali telpon.

Pertengahan bulan Mei 2010, ada sms dari Kevin masuk ke hp gw:
Inbox: “Kak bisa ketemu sekarang ga? Lagi bete uy”
Outbox: “Ah kamu, giliran bete baru dech nyari aku he he he...”
Indox: ”Sebenernya sih aku lagi kangen sama kakak... mau ga kak?”
Outbox: “ ya udah sekarang aku kesitu”.

Setelah gw dapat informasi tentang alamat tempat kost baru Kevin, gw meluncur kesana dengan sepeda motor gw.

Tempat kost baru Kevin jauh lebih nyaman dari pada tempat kost yang sebelumnya. Kamarnya cukup luas dengan furniture bergaya minimalis. Buku-buku text kedokteran tertata rapi di rak kayu. Mata gw melihat hardcase sebuah biola tergeletak di lantai.
“Kamu bisa main biola juga?” Tanya gw. Setahu gw Kevin memang sangat menyukai seni musik. Dia tergabung dalam sebuah choir dan dia juga mahir memainkan tuts-tuts piano.
“Lumayan Kak, aku lagi mencoba ikutan audisi jadi anggota orkestra neh. Doain berhasil ya”. Jawab Kevin sambil menyunggingkan senyum manis.
“Kevin... Kevin... kamu ini udah sibuk kuliah, kerja, paduan suara, aktif main musik di gereja, eh mau ikutan orkestra pula? Apa ga takut kecapean? Ingat kondisi tubuh kamu lho...” gw mengingatkan. Coz pernah beberapa kali gw ditelpon Kevin malam-malam waktu kondisi badannya ngedrop.
“Gpp Kak, aku pasti bisa bagi waktu kok he he he...”. Sahut Kevin sambil mengerling nakal.

Kevin selain tampan, dia juga anak yang cerdas. Gelar S1 kedokteran telah diraihnya dalam waktu lumayan singkat. Ga akan mengherankan juga kalo dia akan bisa meraih gelar doker di usianya yang masih belia. Mungkin otak cerdas Kevin diturunkan dari kedua orangtuanya. Maklumlah, Papi dan Mami Kevin profesinya dokter juga.

Gw merebahkan tubuh gw di sebelah Kevin. Lalu gw memeluk tubuh Kevin dari belakang. Mata Kevin terpejam, nyaman dalam kehangatan pelukan gw. Udara Bandung malam itu sangat dingin, tapi ruangan tempat gw dan Kevin berubah menjadi hangat, bahkan membara!! terbakar percikan api permainan panas kami. Malam itu tubuh telanjang kami basah dan mengkilat dipenuhi bulir-bulir keringat. Kevin yang sekarang jauh lebih pandai bercinta dan bisa mengimbangi permainan gw. Gw tahu, Kevin dan gw bercinta menggunakan ‘rasa’ hingga menghasilkan sensasi yang luar biasa...
Gw tahu, kami sedang bermain api, bahkan berkali-kali. Tapi tak ada penyesalan, sekalipun kami harus hangus terbakar oleh gelora asmara.

Kevin memang beda, beberapa kali gw ketemuan dengan dokter atau calon dokter, dan gw berkesimpulan kalo kebanyakan dokter (dan calon dokter) yang gw temui rata-rata tidak pandai bercinta. Entah kenapa, mungkin karena dokter adalah orang yang ‘pintar’ jadi melakukannya lebih didasari teori dan logika, bukan dengan ‘rasa’... huft!! Jangan protes ya, ini bukan harga mati kok. Diluar sana gw yakin masih banyak dokter-dokter yang pandai bercinta he he he...

Conclusions:

Ada saatnya mengedepankan ‘logika’, ada saatnya pula menggunakan ‘rasa’. Ibarat makanan yang disajikan sempurna dan dengan garnish yang menggiurkan, ga akan berarti apa-apa kalo tidak memiliki rasa.