Tampilkan postingan dengan label ciuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ciuman. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

Ilham VS Andro



Malam Jumat gw iseng chat. Asli beneran cuma iseng doang, ga ada tujuan buat melakukan yang orang lain sebut sebagai ‘Sunah Rosul’ lho. Coz buat gw, ML itu ga mesti dilakukan malam Jumat. Kapan pun juga bisa asalkan partnernya ada he he he... Lagian buat kita-kita, rasanya ga pantaslah menyebut ML di malam Jumat itu sebagai ‘Sunah Rosul’, karena kalo dilakukan bukan oleh pasangan yang tidak ‘berhak, pada dasarnya bukanlah ‘Sunah’ melainkan ‘Jinah’. Jadi gw sarankan agar teman-teman berhenti menyelewengkan makna dari Sunah Rosul. Okelah kita berbuat salah, tapi jangan menambah dosa lagi dengan memperolok-olok hal yang bersifat religi.

Back to chat. Gw tersambunglah dengan seorang pemuda berumur 24 tahun, sebut saja namanya Ilham. Dari chat itu gw jadi tahu, ternyata Ilham itu berasal dari Makasar, dan dia lagi berlibur di Bandung bersama 3 orang temannya untuk beberapa hari. Secara fisik Ilham cukup menarik. Kulitnya sawo matang, berhidung mancung, berambut lurus, dan berkacamata.

Karena malam itu kurang memungkinkan untuk kami bertemu, maka kami janjian untuk ketemu Jumat siang, setelah  urusan pribadi gw kelar. Dia merencanakan, sengaja akan diam di hotel sementara teman-temannya pada jalan-jalan dan hunting oleh-oleh khas Kota Bandung.

Sesuai dengan janji, gw sudah sampai di hotel sekitar pukul 11.30 WIB. Di depan kamar yang berada di lantai 6 itu gw kirim SMS, mengabarkan kalo gw sudah sampai. Gw emang ga pernah mau langsung mengetuk pintu kamar hotel, sekalipun sudah yakin nomor kamarnya sudah benar. Lebih baik berhati-hati daripada tar salah masuk ke kamar orang lain he he he... Apalagi kalo salah masuk ke kamar jenazah hiiiiyyyy... #Emang di hotel ada kamar jenazah?? ha ha ha....

Sesaat kemudian pintu kamar terbuka, lalu kami saling berjabatan tangan dan menyebutkan nama masing-masing. Lalu gw dipersilakan masuk ke kamar yang berisi 2 bed itu. Hotelnya memang hotel berbintang dan masih baru, jadi terasa sangat nyaman. Ternyata Ilham sekamar dengan salah satu temannya, yang lagi pergi jalan-jalan entah kemana.
Kami pun ngobrol ngalor-ngidul buat saling penjajakan dan saling mengenal.

Dan mulailah kami maju ke fase lebih lanjut, fase yang lebih panas he he he... waktu gw  akan merogoh isi celananya dia menghentikan aksi tangan gw.

“Jangan tertipu dengan hidung aku yang mancung ya, punya aku kecil, Kak....” kata Ilham dengan nada kurang percaya diri.
“It’s Okay!” bisik gw sambil tersenyum.
“Aku juga ga punya puting susu lho, kak....” tambahnya.
“O ya? coba aku lihat.” Sahut gw agak penasaran.

Gw langsung buka polo shirt hitamnya dengan cepat. Dan terlihatlah puting susu yang sangat kecil. diameter lingkaran berwarna gelapnya aja kayanya ga sampai 1cm. Bisa dibayangkan dong pentilnya segede apa? hihihi.... putingnya itu licin dan terlihat hampir rata dengan kulit disekitarnya.

Lalu gw berhasil merogoh isi celananya, dan tergenggamlah penis Ilham. Teksturnya kenyal dan hangat. Tapi indera peraba gw ngerasa ada yang ga beres dengan penisnya Ilham (insting sang petualang ha ha ha...). Yang tergenggam di tangan gw, pangkalnya terasa kecil banget tapi ujungnya membesar (tapi ga sebesar ukuran standar). Dan oow... Pas gw buka ternyata bentuknya memang seakurat perkiraan indera peraba gw ha ha ha... Sangat tidak seimbang antara ujung dan pangkalnya.

Ada keanehan lainnya, setelah sekian menit bercumbu kok kekenyalan penisnya segitu-segitu aja. Lalu gw tanya;

“Penis kamu pas ereksi maksimalnya sekeras gimana?”
“Ini udah poll, Kak....” jawabnya lemah.
“Yakin?!!” tanya gw.
“Aku ejakulasi dini, Kak....” Ilham nampak semakin tidak percaya diri.
“Ini mah bukan ejakulasi dini atuh, tapi disfungsi ereksi.” kata gw, menjelaskan.
“Trus, kalo pengen jadi lebih keras apa obatnya ya, Kak? Rutin makan telor bebek mentah gitu?” tanyanya.
“Aku juga ga tau, apa hubungannya antara telor bebek dengan ereksi. Kalo obat-obatan yang mengandung ginseng sih pernah dengar ada efeknya.” Jawab gw.

Kasian amat si Ilham, masih muda tapi punya masalah kaya gini. Bisa-bisa beberapa tahun kemudian dia totally impotent alias penisnya mati suri he he he.... Padahal selama bercumbu dia sangat bernafsu dan sangat panas. Sementara penisnya tetep aja menggelantung kaya balon kempes. Ujungnya besar, sementara pangkalnya sangat kecil.

Aduh, sekarang giliran gw yang jadi ngedrop. Tingkat ereksi gw jadi menurun. Penis gw yang awalnnya setegak tugu monas kini layu kaya terong kukus ha ha ha... Entah terbang kemana gairah gw ha ha ha... Ibarat makanan, tampilan warna dan garnish sangat menggoda tapi pas dicicip, eh rasanya ga seindah tampilannya? he he he... mungkin itulah yang bikin gw ilfeel.

Gw ingin menghentikan permainan itu, tapi gw ngerasa ga enak hati. Gw bingung, gw harus ngomong apa... Selagi berpikir keras mencari akal, yang ga akan bikin Ilham sakit hati. Tiba-tiba terdengar suara bell pintu berbunyi. Dilanjutkan dengan ketukan dan teriakan seorang laki-laki.

“Ilham! Buka pintunya dong.”

Gw dan Ilham saling berpandangan. Dan sama-sama menyadari kalo temannya Ilham sudah datang. Save by the bell!!! Gw menganggap temannya Ilham sebagai pahlawan penyelamat gw ha ha ha... Sementara Ilham nampak pucat, seperti tidak siap menghadapi situasi ini. Coz temannya bukanlah PLU juga. Ilham takut ke-gay-annya terbongkar.

Bunyi bel, ketukkan pintu, dan teriakan suara temannya Ilham semakin kencang. Mungkin dia menyangka Ilham sedang tidur.

“Ilham!! Ilham...!!! Ilham...!!! buka pintuuuuu!!!....”

Gw melompat dari tempat tidur. Menyambar pakaian gw. Dan langsung masuk kedalam toilet. Dan posisi gw sekarang sudah aman ha ha ha...

Di luar toliet terdengar percakapan antara Ilham dengan temannya. Rupanya temannya Ilham baru pulang Jumaatan, dan cuma mampir ke kamar untuk ngambil dompetnya yang ketinggalan. Terus mau lanjut kelilling Bandung. Setelah mengambil dompetnya, lalu dia pergi ke kamar sebelah, yang dihuni oleh  teman-temannya yang lain.

Gw keluar dari toilet dengan pakaian yang sudah rapi. Sebelum Ilham sempat bicara, gw langsung pamitan. Saatnya kabuuuuuuuuuur......!!!!  ha ha ha....

Setibanya di rumah, gw dapat SMS masuk dari Ilham:

Ilham: “Maaf ya, Kak. Acara kita berantakan.”
Farrel: “Gpp, juga kali. Nyantai aja he he he...”
(Gpp banget malah!!! ha ha ha....).
Ilham: “Kita lanjut di rumah kakak aja, yuk.”
Farrel: “Sorry uy, ga bisa. Di rumah aku mah banyak orang.”

Skip kisahnya ke malam harinya, ya.....
Gw baru sampai di rumah pukul 23.30 WIB, setelah sebelumnya lelah main badminton 4 game. Kegiatan gw setiap pulang badminton adalah: makan, mandi, dan nonton X-Factor he he he... Sambil nonton X-Factor, biasanya gw sambil online.

Acara X-Factor sudah usai. Tapi rasa kantuk belum juga datang. Begitulah gw, tiap habis olahraga dan mandi, tubuh gw malah berasa jadi segar. Mata pun susah terpejam.

Cling... cling... cling... terdengar bunyi dari laptop gw, rupanya ada mail masuk di akun situ pertemanan gay gw. Berikut ini obrolan lengkapnya:

Andro : Malam, Kak.... :)
Farrel  : Malam... Salam kenal ya. Aku Farrel di ************. kl km?
Andro :  Jauh jg ya Kak... Aku di *******
Farrel  : Iya lumayan. Tapi ketemunya kan ga mesti skr atuh, lagian masih di Bandung juga kan?  he he he….  kamu kost/rmh?
Andro : Aku kost… Pengen ditemenin tidur malam ini sama kakak...he he he….
Farrel  : Oya? *******nya dmn gt?
Andro : Di apartment xxxxxxx Kak... Sini Kak temenin akuuu :)
Farrel  : Kamu sendirian gitu?
Andro : Aku berdua sama Kakak perempuan aku. cuma dia udah seminggu ditugasin di luarkota. Jadi aku sendirian...
Farrel  : Iya, tar aku kesitu dech. No hp km berapa? Miscall-in aja ya ke no aku xxxxxxxxxxx
trus km di kamar berapa?
sebelumnya aku cuma mau mastiin; kamu suka yg lebih dewasa gitu?
Andro : Oke aku misscall.... Aku di kamar 10xxx.  Kalo aku sih suka sama yang dewasa... Kakak sendiri suka sama yang lebih muda terus berkulit coklat ga?
Farrel  : Wah, itu mah selera aku banget he he he…
Andro :  Kakak beneran jadi kesini?
Farrel  : Iya, aku off dulu ya, trus berangkat.
Andro : Siiip..... Aku tunggu ya, Kak

Tiba di apartemen gw langsung naik ke lantai 10, menuju kamarnya Andro. Lalu gw mengirim SMS sama Andro.

“Aku udah didepan pintu.”

Sesaat kemudian pintu kamar terbuka. Nampaklah Andro tersenyum ramah dengan lesung pipit di pipi kirinya. Senyumnya maniiiiiiiis banget he he he.... Andro brondonk 19 tahun, berkulit sawomatang. Untuk ukuran anak jaman sekarang, postur tubuhnya memang ga termasuk tinggi sih. Hidungnya pun biasa aja. Mancung ga, pesek juga ga. Sedang-sedang sajalah. Ketampanannya khas, brondonk keturunan campuran Manado dan Sunda. Cakep tapi tetep laki, ini yang gw suka ha ha ha...

Hari memang sudah sangat pagi. Tapi kami masih santai mengobrol di sofa merah berbahan kulit. Suasananya sangat cair, coz obrolan dan candaan antara gw dan Andro cukup nyambung. Dari obrolan yang lumayan panjang itu gw jadi tau, ternyata dia adalah mahasiswa semester 3 Sekolah Tinggi Perhotelan yang terkenal di Kota Bandung.

“Sudah pagi, Kak. Kita tidur aja yuk.” Ajak Andro.
Gw hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu mengikuti langkah Andro menuju kamarnya.

Di tempat tidur, awalnya terasa hening dengan lampu temaram. Ruangan hanya diterangi cahaya dari layar televisi yang masih menyala. Andro memegang dan meremas tangan gw.  Kemudian dia memeluk gw dan menyandarkan kepalanya di bahu kanan gw. Dia nampak nyaman sekali. Gw mencium rambut dan keningnya. Gw pikir biarlah untuk malam ini kami tidur dulu, ga usah terburu-buru. Lebih baik beristirahat dan menyiapkan tenaga buat esok hari he he he...

Tapi... Andro bukannya tidur nyenyak. Malah nafasnya terdengar memburu, tak kuasa menahan gairah mudanya. O ya, gw ada tips membedakan orang yang tidur beneran atau yang lagi pura-pura tidur. Kalo tarikan nafasnya panjang, teratur dan menggunakan pernafasan perut artinya dia beneran tertidur pulas. Tapi kalo nafasnya pendek, dan tersenggal-senggal, menggunakan pernafasan dada (apa lagi sambil ngos-ngosan) artinya dia pura-pura tidur. Kalo yang bunyi nafasnya memburu dan berat, artinya dia lagi horny ha ha ha...

Pelukan Andro terasa makin kuat. Gw membalas pelukan Andro. Sebegitu mengalirnya, tanpa disadari kami pun sudah saling melumat bibir kami dengan ciuman yang maha panas... Gw menciumi dan menjilat lehernya... dia merintih... lalu gw beralih menjilati  puting susunya yang berwarna coklat muda. Dia melenguh panjang dan menggelinjang-gelinjang... rupanya puting susu adalah salah satu titik G-spot dia. Andro pun beraksi melakukan hal yang sama ke gw. Good boy!! Jadilah kami saling memberi kenikmatan.

Tangan gw merayap merogoh celananya. Tangan gw menemukan sesuatu yang diluar dugaan gw. Penisnya terdeteksi tangan gw: besar dan panjang. Amazing!! Sama sekali ga mencerminkan dari postur tubuhnya. Waktu gw buka ternyata memang benar. Penis Andro salah satu penis brondonk terbesar yang pernah gw temui. Warnanya sedikit gelap, lurus, dan bentuknya proporsional, plus ereksinya yang terasa sangat kokoh. Diameternya sih sekitar 4,5 cm (sama kaya punya gw), tapi panjangnya 19cm!! Waktu gw genggam penisnya masih mencuat panjang, padahal telapak tangan gw termasuk besar lho. Gw melihat ternyata waktu dia berbaring, panjang penisnya melampaui pusarnya, Wow!!! I love it!!!

Model: Justin Elbo, Foto diambil dari http://idolofasia.blogspot.com/

Malam itu gw seperti ga ada puas-puasnya mengoral dia, dan mengerahkan semua kemampuan terbaik gw untuk merangsang kelelakiannya Andro. Disela-sela gw beraksi, Andro berkali-kali bilang: “Enak banget, kak!!!”. Berkali-kali dia memberi isyarat supaya gw mengerem aksi gw, supaya dia tidak cepat-cepat ejakulasi. Coz kami berdua masih ingin berlama-lama menikmati deburan gairah.

Semua aksi itu kami lakukan secara saling bergantian. Kami berdua sama-sama aktif. Dia memang nampak masih hijau, dan belum pandai mengoral. Coz waktu dioral, penis gw kadang terasa bergesekkan dengan giginya. But it’s okay!! Untuk soal itu bisa gw ajarkan sambil berjalan. Learning by doing lah he he he...

Permainan kami usai, dengan menyisakan rasa lelah, keringat bercucuran dan nafas terengah-engah. Saking asyiknya kami terbuai gelora nafsu. Sampai-sampai kami tak menyadari adzan subuh sudah berkumandang beberapa puluh menit yang lalu.

Setelah membersihkan badan, kami pun tertidur. Andro memeluk tubuh gw dan kepalanya bersandar di dada gw. Sementara tangan gw terus menggenggam penisnya... sampai pagi.... kami tertidur sangat pulas...

Kami baru terbangung pukul 9.30 pagi. Kami ngobrol sambil menonton tv diatas kasur ukuran king size miliknya. Waktu gw pamit mau pulang Andro menahan gw, dengan alasan dia ga ada teman. Ya udah kami pun larut lagi dalam obrolan, diselingi dengan sarapan mie instan racikan tangan Andro sendiri.

Makan sudah, ngobrol sudah juga, trus ngapain lagi ya. Waktu Andro mencuci mangkuk bekas sarapan kami. Gw nongkrong di atas balkon, melihat beberapa orang yang sedang asyik berenang jauh di bawah sana. Tak seberapa lama kemudian Andro datang menghampiri gw.

“Kamu suka berenang?” tanya gw.
“Kadang-kadang sih, Kak. Kalo ada teman aja. Kalo berenang sendiri suka males.” Jawabnya ringan.
“Kalo tujuannya serius berenang, aku malah lebih suka sendirian, lho. Kalo berenang bareng sama teman biasanya malahan waktunya habis buat ngobrol he he he...” sahut gw.
Betul tuh, Kak. Anehnya kalo kolamnya deket gini, malah akunya yang males-malesan he he he... kapan-kapan temenin aku berenang ya, Kak.” ajaknya.
“Wah dengan senang hati he he he...”. Jawab gw.
“Udah jam 12 siang neh, aku pulang aja ya?” lanjut gw.
“Kok buru-buru? Mau kemana gitu, Kak? Nanti aja atuh pulangnya.” Andro masih juga menahan kepulangan gw.
“Ga akan kemana-kemana sih. Biar kamu bisa istirahat aja.” Jawab gw.
“Tuh kan, kalo ga ada acara apa-apa, ya udah temenin aku aja disini...” pintanya.
“Iya deeeeech....” kata gw sambil tersenyum. Disambut senyuman manis Andro, yang berlesung pipit.

Bosan melihat orang yang lagi berenang, kami pun masuk ke dalam lagi. Gw dan Andro duduk bersebelahan di sofa merahnya. Andro menyandarkan kepalanya di dada gw.  Gw memeluknya dengan tangan kanan gw, sambil mencium keningnya. Tak seberapa lama kemudian kami berdua sudah sama-sama melepaskan pakaian kami masing-masing. Babak  ke-dua pun segera dimainkan he he he... Permainan siang itu tak kalah panasnya dengan yang kami mainkan subuh tadi. Rupanya inilah alasan Andro menahan-nahan gw pulang... Dia menginginkan babak tambahan, mengulang permainan subuh tadi he he he...

Gw baru bisa pulang  pukul 13.30 siang, dengan tagihan tiket parkir Rp 12.000,- he he he... wah lama juga ya gw disitu. Tapi gw sangat puas. Melelahkan memang, tapi sangat worthed-lah. Anggap saja ini sebagai penebus kekecewaan kejadian dengan Ilham di Jumat siang he he he... Ilham VS Andro. Jelas gw pilih Andro lah  ha ha ha...

Conclusion:
Orang bijak bilang; hidup itu pilihan. Dan tentu saja selektif itu wajib hukumnya dalam acara pilih memilih.

Minggu, 02 Desember 2012

Dunia Gay Memang Sedaun Kelor



Bulan puasa 1 tahunan yang lalu gw kenal dengan Raisal, yang lagi-lagi dari MIRC he he he... Anaknya cakep, dengan tinggi 180cm dan berat badan ideal.  Waktu itu umurnya Raisal baru menginjak 19 tahun. Secara penampilan tentu saja sangat terjaga coz dia bekerja sebagai SPB di salah satu deptstore terkemuka di Bandung. Ga mengherankan juga kalo dia sempat menjadi cemceman seorang artis sinetron, yang sangat tergila-gila memelihara reptil (hal ini gw tau setelah gw dan Raisal lebih akrab).

Dia mengundang gw untuk datang ke rumahnya. Awalnya gw ragu coz gw merasa kurang nyaman kalo harus melakukan aktivitas seksual di rumah yang seorang cowok yang tinggal dengan keluarganya. Tapi dia meyakinkan kalo rumahnya cukup aman, karena disamping semua anggota keluarganya sudah pulas, letak kamarnya pun tersendiri di lantai 3. Ya sudah gw pun berangkat dengan tralala trilili... he he he...

Dari kejauhan nampak Raisal lagi berdiri di depan sebuah apotik, seperti kesepakatan sebelumnya. Dia tersenyum sumringah menyambut kedatangan gw yang masih duduk di jok sepeda motor. Setelah berkenalan singkat, dia langsung ngajak gw ke rumahnya. Gw harus memasuki sebuah gang yang sedikit berkelok-kelok, tapi tidak terlalu jauh dari jalan utama. Kebiasaan gw kalo memasuki TKP yang berada di dalam gang adalah menghitung jumlah belokan, misalnya: kanan-kiri-kanan-kanan-kiri-kiri-kiri-kanan dan waktu pulang kita tinggal menggantinya dengan arah kebalikannya: kiri-kanan-kiri-kiri-kanan-kanan-kanan-kiri. Usahakan juga sambil mengingat-ingat beberapa bangunan atau apapun yang eye catching sebagai penanda jalan. Kenapa harus mengingat-ingat jalan? Coz ada kemungkinan pulangnnya tidak diantar. Ya namanya juga sudah larut malam, jadi kasihan juga kalo kita menyusahkan tuan rumah. Makanya mengingat jalan pulang itu hal yang sangat penting buat gw.

Raisal membuka pintu pagar sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun tertata rapi. Gw memarkirkan sepeda motor gw, sementara dia membuka pintu rumahnya dengan sebuah anak kunci. Lalu dia mempersilahkan gw masuk.
“Ayo, kak masuk...” bisiknya....
Dia dan gw sedikit mengendap-endap memasuki rumah itu, maklum jam sudah lewat tengah malam. Gw sedikit kaget waktu di ruang keluarga ternyata ada seorang anak kecil tertidur di sofa dikelonin oleh ibunya. Melihat muka gw yang berubah jadi pucat, Raisal cengengesan.
Nyantai aja, Kak...  mereka tidurnya kaya kebo kok...”
Kata-kata Raisal itu sedikit membuat hati gw lega.

Lalu gw ngikutin Raisal menuju Kamarnya di lantai 3. Fuiihh.... akhirnya sampe juga he he he...
“Duduk Kak, aku ambilin minum dulu.”
“Iya, tapi GPL ya...” bisik gw sambil tersenyum.
“Ok.” Jawabnya’.

Waktu Raisal kembali, dia membawakan air mineral dan  2 toples kue kering khas lebaran.
Setelah ngobrol ngalor ngidul sambil minum dan mencicipi kue kering.
Beberapa saat kemudian Raisal beranjak keluar kamar, rupanya dia kebelet pipis. Tak lama kemudian dia kembali lagi dan kini pakaiannya sudah tidak lengkap lagi. Tubuhnya hanya ditutupi selembar celana dalam super sexy, dengan kombinasi warna merah dan hitam. Celana dalam Raisal tertutup hanya bagian depannya saja, sementara bagian belakangnya hanya berupa tali yang super kecil. Darah gw berdesir dan denyut jantung gw berdegup kencang. Raisal yang ganteng, sekarang berubah menjadi Ganteng dan sexy he he he... Gw lalu berdiri (dan dede gw juga ikutan berdiri he he he...) menghampiri Raisal. Dia lalu memeluk dan mencium bibir gw dengan sangat ganas. Tanpa terasa tubuh gw pun sudah dilucuti olehnya. Dan kini kami sudah sama-sama berada di atas tempat tidur.

Raisal berbaring disamping gw, kemudian memeluk tubuh gw. Erat banget. Sampe-sampe gw bisa mendengar detak jantung dan deru nafasnya yang memburu. Maka permainan ranjang yang panas pun dimulai... Dalam satu sesi dia mengangkat tubuh gw  sambil menjilati puting, menciumi leher dan mencium bibir gw. Jujur itu pengalaman pertama kali gw, ml sambil digendong-gendong, sama brondonk pula. Tapi seru juga he he he...  Kalo brondonknya slim, biasanya kan gw yang suka gendong. Posisi favorit gw waktu menggendong brondonk adalah mendudukannya di bahu gw. Dengan arah tungkai ke belakang dan menghadapkan penisnya tepat di mulut gw untuk dioral. Dijamin si brondonk mengalami sensasi yang luar biasa (disamping keenakan, mungkin juga sambil takut jatuh ha ha ah...).

Singkat cerita gw dan Raisal menghabiskan malam itu dengan 2 ronde full set wkwkwk... Karena hampir makan sahur, gw pun pamit pulang. Takutnya keluarga Raisal keburu pada bangun. Sebelum gw pulang, Raisal mencium bibir dan memeluk tubuh gw seperti tidak ingin lepas.

Setelah malam itu kami masih beberapa kali ketemu. Dan dari pertemuan itu, gw jadi tau kalo setelah lebaran nanti, Raisal akan dimutasi ke deptsore di Jakarta. Ya mau gimana lagi... sejak saat itu komunikasi kami pun mulai berkurang dan akhirnya ga ada kontak sama sekali....


Pada suatu ketika, dalam perburuan brondonk di MIRC berikutanya, gw bertemu dengan seorang brondong 20 tahun bernama Fahri. Anaknya sederhana berbobot 60 kg dengan tinggi badan170 cm. Kulitnya sawo matang dengan tatapan mata yang teduh. Dia berasal dari Garut, maka ga mengherankan kalo tata bahasa Sundanya sangat halus dan sopan. Pokoknya dia paket lengkap brondonk original dari daerah pasundan dengan segala keeksotisannya he he he... Dia bekerja di sebuah mall, tidak jauh dari tempat kostnya.

Malam pertemuan gw dan Fahri bertepatan dengan Malam Idul Adha... Aduh lagi-lagi gw ketemuan di hari yang kurang tepat (mohon maaf buat pembaca blog bila kurang berkenan). Fahri memohon-mohon sama gw buat nemenin dia di tempat kostnya, coz katanya semua teman-teman kostnya lagi pada mudik.

Pukul 23:00 WIB gw pun meluncur ke tempat kost Fahri dengan sepeda motor gw. Waktu gw tiba di sebuah mini market, seperti yang sebelumnya dijanjikan. Gw menelpon Fahri, coz  gw ga melihat ada seorangpun yang lagi nongkrong di depan mini market itu. Waktu gw telpon, Fahri menjawab dengan suara kurang jelas diantara backsound takbir yang cukup keras. Tak lama kemudian dia pun muncul.
“Maaf Kak, tadi aku ikut takbiran dulu. Aku kira kakak ga jadi datang. Makanya aku ke mesjid aja daripada di kostan bete sendirian.” Sahut Fahri, memohon maaf.           
“Gpp, kalo gitu kamu lanjutin takbiran aja atuh. Aku pulang aja ya.” kata gw
“Jangan pulang dong, Kak. Ke kostan aku aja yuk.” Ajak Fahri.
“Trus takbirannya gimana?” tanya gw.
“Ya udahanlah, Kak. Sekarang kan ada kakak yang nemenin aku di tempat kost jadi ga akan bete lagi.” jawabnya sambil tersenyum.

Suhu udara diluar memang cukup dingin. Tapi di kamat kost Fahri suhunya berubah menjadi panas, sepanas pergumulan gw dan Fahri he he he...

Setelah malam itu, beberapa kali gw menyambangi tempat kost Fahri. Waktunya memang tidak menentu, walaupun jarang tapi sesekali masih ketemu lah. Fahri beberapa kali bilang kalo dia suka sama gw, tapi gw selalu bilang kalo gw ga lagi nyari pacar. Untunglah dia bisa mengerti dan ga mempermasalahkannya.

Lewat obrolan dengan dia, gw jadi tau kalo dia punya grup nasyid. Dia aktif berlatih dan bersosialisasi dengan grup-grup nasyid lainnya (baik yang ecek ecek maupun nasyid papan atas Indonesia). Dia pun sering terlibat event-event besar yang berhubungan dengan nasyid. Dan sssstttt.... dia juga membuka rahasia kalo dia pernah ml dengan beberapa orang personil grup-grup nasyid yang sangat terkenal, salah satu grupnya berinisial S. Fahri menambah referensi gw, kalo ternyata orang yang sangat agamis, berbaju koko, berpeci dan aktif bernyanyi mengumandangkan kebesaran Tuhan, masih teuteup jadi homo he he he... (ups jangan marah ya, gw juga yakin kok, di luar sana masih banyak anggota nasyid yang hidupnya lempeng-lempeng aja).


Next... Suatu malam, hujan sangat deras.  Gw chat lagi dan ketemulah seorang brondong bernama Azriel. Brondonk berumur 20 tahun, tidak terlalu tinggi memang tapi tegap dan kekar. Katanya malam itu dia pertama kali chat di MIRC, ya itu terlihat dari jawaban-jawaban dia yang kadang kurang nyambung, atau bahkan seperti kurang mengerti istilah-istilah chatting. Untunglah malam itu, katanya dia chatting bareng dengan temannya yang ada di room sebelahnya. Temannya itulah yang mengajari dia chatting, makanya jadi sedikit terbantu. Dan acara chatting, saling tukar pic dan no hp pun pun bisa terlaksana.

Malam sudah sangat larut, Azriel pamit pulang. Hujan deras membuat acara ketemuan sangat tidak memungkinkan dilakukan malam itu. Lagi pula ini adalah pengalaman pertama buat Azriel chatting berkenalan dengan cowok, makanya dia terlihat sangat hati-hati.

Malam itu komunikasi kami dilanjutkan dengan saling kirim sms. Komunikasi kami via sms sangat intens. Dan beberapa hari kemudian kami pun janjian untuk saling ketemu. Tapi masalahnya, gw ga bisa berkunjung ke tempat tinggal Azriel. Karena dia masih tinggal dengan orangtuanya. Ya apa boleh buat, gw akhirnya menyerah dan mengajak dia ke rumah gw, kebetulan di rumah lagi ga ada siapa-siapa. Tentu saja setelah terlebih dahulu ketemuan di tempat yang telah ditentukan.

Secara fisik, Azriel sangat cowok banget. Ga ada tanda-tanda yang mencolok kalo dia itu gay. Ga terlalu cakep tapi charming, ditambah punya senyuman yang manis menampakan gigi geliginya yang putih dan rapi.

Detail adegan panasnya ga perlu gw ceritain secara kali ya he he he... yang jelas Azriel adalah anak yang ‘belajar dengan cepat’. Apa yang gw lakukan, dia tiru dengan sempurna. Seperti biasa, dalam pertemuan itu having sex 1 kali takkan pernah cukup he he he...  Dia sendiri masih bingung role play dia itu T/B,  dan gw ga memaksa dia untuk mencoba melakukannya saat itu.

Dari obrolan dengan Azriel, gw jadi tau kalo gw adalah cowok kedua yang pernah kontak fisk dengannya. Yang pertama adalah seseorang yang mendekatinya di tempat ngegym. Lalu berkenalan dan cowok itu, yang kemudian mengajak Azriel ke rumahnya. Acaranya hanya satu arah, yaitu si cowok itu mengoral Ariel, coz Azriel masih bingung dengan apa yang harus dilakukan. Toh awalnya mau mencoba juga karena ada rasa penasaran dalam dirinya ada dorongan hasrat kepada cowok. Padahal di SMA dia terkenal sebagai playboy yang suka merawanin cewek-ceweknya.

Dalam obrolan di pertemuan berikutnya, Azriel memperlihatkan foto teman yang mengajarinya chatting. Dan ya ampuuuun!!! ternyata dia adalah Raisal!! he he he....
“Kok kakak diem aja? Suka sama dia ya? Cakep kan?” tanya Azriel waktu melihat gw yang terdiam.
“Dia memang cakep....” Jawab gw singkat.
“Dia ikutan modeling, Kak.” Azriel menjelaskan.
“Oooh... pantesan...!!” kata gw menggumam.
“Apa Kak? Jangan-jangan kakak udah kenal sama dia ya??” tanya Azriel.
“Hmmhh... ga kok.” Sahut gw berdusta.
“Dia namanya Raisal. Kami tetanggaan. Aku sama dia udah sahabatan sejak SMA, Kak. Tapi makin deketnya sih setelah kita sama-sama saling terbuka kalo diri kita itu gay” lanjut Azriel.
“O ya?” jawab gw singkat dan asal.
“Jadi dia yang ngajarin kamu chatting? Trus dia liat pic aku ga?” tanya aku penasaran.
“Iya, dia malah yang kasih support aku untuk ketemuan sama kakak. Kata Raisal, kayanya kakak orangnya baik.” Terang Azriel.
Ah Raisal!! ya iyalah kamu pasti tau kalo aku ini baik he he he... gumam gw dalam hati.
“Selain Raisal aku juga punya dua sahabat lagi, lho. ini fotonya Kak.” Kata Azriel sambil menunjukkan foto di hpnya. Di foto itu nampak 4 orang brondonk: Azriel, Raisal, satu brondonk lain, dan.... Fahri!!! Gubrax!!! Ha ha ha... Ya ampun ternyata gw bercinta dengan 3 orang sahabat karib he he he...


Malam harinya gw telpon Raisal. Dan dari obrolan di telpon itu, gw jadi tau kalo ternyata dia itu udah beberapa bulan kembali lagi Ke Bandung. Trus menyinggung juga tentang bagaimana dia ngajarin Azriel chatting. Termasuk waktu dia dengan berat hati mensupport Azriel untuk menemui gw.  Ceritanya berkorban demi sahabat kali he he he...
“Kakak masih mau ketemu sama aku ga?” tanya Raisal.
“Ya tentu saja! masa nolak ketemuan sama anak secakep kamu?” jawab aku nyeplos he he he...
“Ah, kakak bisa aja...”  Kedengeran dari nada suaranya kalo Raisal lagi tersipu.
“Jadi kapan mau ketemunya, Kak?” tantang Raisal.
Anytime!!” jawab gw.

Sejak itu yang lebih sering ketemu dengan gw adalah Raisal, tapi bukan berarti komunikasi gw dengan Azriel dan Fahri terputus lho. Dari Raisal pula gw jadi tau kalo sahabatnya yang satu lagi bernama Andika. Tapi sayang menurut info dari Raisal, Andika itu penyuka brondonk juga jadi ga bisa gw embat dech wkwkwk... Ah dasar ya otak gw emang mesum!!! Ha ha ha... Gw juga hanya berterus terang soal Azriel aja, sementara tentang Fahri ga pernah gw bahas dengan Raisal. Biarkan saja begini adanya.

Lucunya kadang waktu tiga sahabat ini lagi jalan bareng atau karaokean. Mereka kirim sms atau ym-an sama gw. Ah dasar gw ini playboy cap terong!!! ha ha ha...

Peribahasa mengatakan: dunia ga selebar daun kelor. Tapi gw merasa dunia gay di Bandung serasa sempit. Sesempit daun kelor ha ha ha... apalagi kalo masalah urusan yang ada di dalam kolor wkwkwk...

Kalo gw jalan ke mall atau tempat makan, ada aja ketemu dengan satu dua orang yang pernah gw kenal, dalam arti pernah having fun. Apalagi kalo di tempat clubbing, udah pasti berserakan dong ha ha ha...

Dunia gay memang selebar daun kelor. Mengapa gw bisa bilang begitu? karena gw mengalaminya beberapa kali. Jadi kasus Raisal, Fahri dan Azriel itu bukan satu-satunya. Ada beberapa kisah lainnya dimana dalam pertemanan mereka, terselip gw sebagai sosok rahasia dalam dirinya masing-masing he he he... Kalo lagi iseng, gw suka buka koleksi foto temen-temen FB gw, dan ga mengherankan kalo di dalam album-albumnya terdapat foto-foto orang  lain yang gw kenal he he he.... Dan ssssstttt..!!!. Pernah kejadian ada 2 orang yang gw kenal,  ternyata mereka bukan hanya sahabatan tapi mereka pacaran!!! Gubrak lagi!!! Kebanyakan ngegubrak bisa-bisa gw gegar otak neh ha ha ha...

Conclusion:
Dunia gay memang seuprit, karena itu kita harus pandai-pandai membawa diri, menjaga rahasia, dan bermain cantik. And the last but not least, safe sex is a must!!! Selamat Hari Aids Sedunia, brotha he he he...!!!

Selasa, 07 September 2010

Herpes Zoster

Sisi lain tragedi menjelang Lebaran 2007.... Selain mengalami patah tulang selangka, Penderitaan gw ternyata ga cuma sampe disitu saja. 2 hari kemudian karena kondisi gw drop, gw terjangkit cacar ular atau herpes zoster. Penyakit yang timbul ketika kondisi kesehatan tubuh menurun drastis. Herpes jenis ini, tidak sama dengan herpes simplex (penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin). Herpes zoster penyebabnya adalah virus varicella zoster, yang sama dengan virus penyebab cacar air. Jadi setiap orang yang pernah mengalami cacar air, kalo kondisi tubuhnya menurun tajam, sangat mungkin terjangkit cacar ular atau herpes zoster.

Awalnya gw nyangka rasa perih dan panas di badan gw karena lecet-lecet akibat kecelakaan yang gw alami, tapi rasa perih itu berubah menjadi memerah dan kemudian menjadi seperti luka bakar, menggelembung berisi cairan (seperti kena knalpot motor). Trus dibarengi dengan demam pula.

Gw baru bisa memeriksakan diri ke dokter setelah lebaran hari ke-2 (karena saat lebaran semua dokter pada tutup). Gw berobat ke dokter Rachmat, dan gw mendapat obat 3 jenis pil dan salep acyclovir. Gw sudah meminum obat dan memakai salep tapi luka di badan gw malah bertambah. 2 hari kemudian gw memutuskan untuk ke dokter specialis kulit, dr. Dewi.
“Wah, kenapa telat berobat?” tanya dokter Dewi.
“Udah berobat kok bu, ke dokter Rachmat, tapi ga ada perubahan.” Jawab gw.
“Emang dikasih obat apa sama dokter Rachmat?” dokter Dewi bertanya lagi.
“Dikasih ini, dok.” Sahut gw sambil menunjukkan obat-obatan yang gw dapatkan dari dokter Rachmat.
“Ya gimana mau sembuh, kamu ga dikasih obat oralnya...” kata dokter Dewi.
“Karena pengobatannya terlambat, mungkin lukanya akan meninggalkan bekas lho.” Lanjut dokter Dewi.
“Ya udah gpp dok, yang penting cepet sembuh ajalah.” Jawab gw.
Lalu gw mendapatkan obat oral, salep dan cairan kompres. setelah beberapa hari dan sekali lagi kontrol. Cacar ular gw pun sembuh, tapi meninggalkan bekas luka di bagian perut gw, sama seperti yang dikatakan dokter Dewi.

Pertengahan Bulan Juni kemaren, gw merasakan panas dan perih di bagian belakang leher gw. dalam tempo satu hari kemudian lukanya menggelembung berisi cairan. Mirip banget dengan gejala yang gw alami waktu kena cacar ular. Gw langsung ke dokter specialis kulit, dr. Anita.
“Ini bukan herpes zoster, kamu dermatitis alergica” Sahut dokter Anita.
“Saya kira herpes dok, karena gejalanya mirip waktu 3 tahun yang lalu saya kena herpes zoster.” Kata gw.
“Kalo pernah kena herpes zoster ga akan kena lagi. Sama kalo kita pernah kena cacar air, kita ga akan kena cacar air lagi.” dokter Anita menjelaskan.
“Kemarin-kemarin kamu makan apa gitu?” lanjut dokter Anita.
“Makan udang sama kepiting, dok. Tapi biasanya sih ga alergi, paling banter juga Cuma gatal-gatal dan bentol-bentol doang, dok. Lagian kejadiannya juga jarang banget.” Jawab gw.
“Tingkat keparahan alergi, sangat bergantung sama seberapa banyak seafood yang kamu makan dan seberapa fit kondisi badan kamu.” Dokter Anita melanjutkan penjelasannya.
“Gimana caranya supaya saya tidak kena alergi lagi?” tanya gw.
“Hindari penyebab alergi, jangan makan seafood!” jawab dokter Anita.
“Wah padahal saya doyan banget dok he he he... Boleh ga dok, kalo sesekali saya pengen seafood, sebelum makan seafood saya minum obat anti alergi kaya incidal?” sahut gw.
“Boleh-boleh aja, tapi ga menjamin alergi itu ga akan muncul sama sekali. Masih mungkin muncul, tapi ga akan terlalu parah.” Papar dokter Anita.

Ah syukurlah ternyata sesekali gw masih boleh menyantap salah satu makanan kesukaan gw he he he... (even gw harus belajar membatasinya). Dalam 3 hari sakit di leher gw sembuh total dan ga meninggalkan bekas sama sekali.

Awal bulan Juli 2010, gw ketemu lagi diYM dengan Jerry, seorang mahasiswa kedokteran, semester 5. Sebenernya gw sudah lama kenal, dan sering chatting dengan Jerry di Yahoo messenger. Tapi baru memutuskan untuk ketemu, setelah chatting malam itu.

Jerry : Aku jadi makin penasaran nih sama kakak, pengen ketemu.
Farrel: Kalo mau ketemu ya ayo aja. Emang mau ngapain gitu?
Jerry : Ya ketemu aja, ngobrol-ngobrol, sharing.
Jerry : Tapi, kalo aku ga suka ga usah ml gpp kan?
Farrel: Ya gpp lah, emang kalo setiap ketemuan harus diakhiri dengan ml? Kalo kamu ga suka tar kamu kan tinggal bilang.
Jerry : Takut ga enak lah kak.
Farrel: Gini aja, kalo kamu ga suka, kamu tinggal duduk jauh-jauh aja dari aku. Aku juga akan ngerti kok.
Jerry : Siiiiipp...
Farrel: Ya udah, mau ketemuan dimana gitu?
Jerry : Di rumah kakak aja, bisa ga?
Farrel: Boleh aja, kebetulan besok di rumah ga ada siapa-siapa
Jerry : O.K. dech sampe besok ya...

Keeseokan harinya sesuai janjinya, Jerry datang ke rumah gw dengan mengendarai mobilnya. Jerry ternyata lebih cakep aslinya dibanding dengan pic yang dia berikan waktu chatting. Chinese, bermata sipit, berkulit putih, berambut lurus dan hitam. Satu hal lagi, dia chinese tapi cut he he he... dari cara dia bicara dan sinar matanya gw tau dia orangnya smart.

Setelah larut dalam obrolan panjang lebar di kamar gw, gw sering menangkap mata Jerry sesekali menatap tajam sama gw. Tapi gw menahan diri, gw takut kalo dia ga suka sama gw. Gengsi gw sangat tinggi. Kalo gw menyerang duluan trus ditolak, mau ditaruh dimana neh muka? he he he...

“Kak aku sangat suka kissing... hmmhhh... boleh ga aku mencium kakak?”
sahut Jerry.
Gw hanya tersenyum dan mengangguk tanda setuju...
Lalu dia mendekat kearah gw, kami berciuman, saling melumat bibir, memainkan lidah kami... ciuman kami makin lama makin panas. Gw dan Jerry sangat menikmati setiap detik debaran di dada serta lumatan demi lumatan bibir dan lidah kami...
Berciuman... tertawa... ciuman lagi... saling lempar senyum... ciuman lagi... dan seterusnya.... berulang dan berulang... terus berulang terus...
Dalam 4 jam lebih kami saling bergumul, Gw dan Jerry masing-masing mengalami 2 kali orgasme. Dan tak terhitung berapa kali kami berciuman. Mulai dari kecupan sampai dengan ciuman berdurasi panjang dan panas menggelora. Selama 4 jam itu gw dan Jerry bermesraan diatas tempat tidur dalam keadaan polos, tanpa sehelai benangpun. Kami sangat menikmati moment-moment itu.

“Jujur kak, aku sangat menikmati permainan tadi. Kakak good kisser.” Sahut Jerry sambil tersenyum dan kembali melumat bibir gw.

Setelah kami usai melampiaskan hasrat kami berdua. Dan masih saling berpelukan.

“Kalo di perut itu luka bekas apa kak?” tanya Jerry.
“Cacar ular.” Jawab gw.
“Cacar ular?” Jerry mengulang kalimat gw tapi dengan intonasi kalimat pertanyaan.
“Iya nama lainnya herpes zoster, tapi bukan herpes penyakit kelamin lho...” jawab gw.
Jerry dan gw tersenyum.

Kemudian Jerry pamit pulang, gw mengantarkan dia sampai mobilnya lenyap dari pandangan di tikungan jalan.

Seminggu kemudian gw ketemu Jerry lagi di Yahoo Messenger. Berikut ini potongan percakapan kami.

Farrel : Hi, kemana aja?
Jerry : Ada kok kak, ga kemana-kemana...
Farrel: Emang kamu ngapain aja gitu?
Jerry : Dari kemaren maen terus sama temen-temen. Mumpung libur kuliah ha ha ha...
Jerry : Udah lama aku ga balik ke dunia ini
Farrel: Lagi asyik di dunia nyata ya? he he he...
Jerry : Ha ha ha...
Farrel: Kirain udah berubah jadi jutek & sombong...
Jerry : Ha ha ha...
Jerry : Enggak lah
Jerry : Dasar!
Jerry : Ha ha ha...
Farrel :Ga kapok kan ketemu sama kakak?
Jerry : Hmmm gimana yah...
Jerry : Ha ha ha
Jerry: Sebenernya, jujur iya.
Farrel:Wadoh!! Beneran??
Jerry: Aku rada kuatir juga euy sama herpes nya kakak
Jerry: Sorry banget...
Farrel: Herpes zoster kan ga akan nuler!!!
Jerry : Hmmm...
Farrel: Kamu pasti jauh lebih tau lah....
Jerry: Takut nya sih nuler.
Jerry : Soalnya itu kayanya herpes yg ke genital juga.
Jerry :Yang nulernya terutama dari sperma.
Farrel: Ga mungkinlah, kata dokter specialis kulit, ini bukan herpes genital dan sama sekali ga nuler.
Jerry : Berarti nularnya lewat apa dong?
Jerry :Wah jujur lebih nyeremin lagi kl gini...
Farrel: Kan aku udah bilang, ga nuler!!
Jerry: But still, bikin ngeri.
Farrel :Hmmm...
Farrel: Lagian waktu kakak kena herpes jg, kakak lagi punya bf lebih dr 2 tahun, ga pernah ml sama yang lain. Mantan bf kakak aja ga kena, padahal sering bersentuhan.
Jerry : Hmmm...
Jerry : Kadang-kadang onset-nya penyakit tuh ga langsung, kak.
Jerry : Ada yang bertaon-taon tunggu imun turun dll.
Jerry : Sorry bgt bukannya gimana... aku cuma cari ati-ati aja dech kayanya.
Farrel: Kalo pun ini penyakit kelamin, besar kemungkinan, kamu udah tertular dong?
Farrel: Ok gpp, kakak ga akan maksain. percuma ngomong panjang lebar jg. Kalo ujung-ujungnya km ga percaya juga
Farrel:Kakak juga bukan orang bodoh kok.
Jerry : Hmmm??
Farrel: Ada herpes genitalis ada yg bukan!
Jerry : O.K.
Farrel: Bagaimanapun juga, thx udah mau kenal sm kakak...
Jerry: sama-sama...

Lalu gw memberi link tentang herpes zooster

Farrel: Coba kamu buka link1 dan link2
Jerry : O.K thx for d’link

Beberapa saat kemudian....

Jerry: Iya aku salah...
Jerry : Ternyata bukan Herpes Simplex 2
Farrel: Dan perlu dicatat, kakak pernah dapat kesimpulan dari 2 dokter specialis kulit, kata mereka herpes zoster ga akan kambuh lagi.
Jerry: Oh great then
Jerry: He he he...


Ah... Kenapa juga ya namanya kudu sama-sama Herpes? Herpes Zoster dan Herpes Simplex!!! jadi bikin orang-orang salah ngerti dech!!

Masalah sudah clear!! Case closed! Dan cerita pun berlanjut... heu heu heu...

Conclusions:
Merasa lebih pintar dan merasa lebih tau, terkadang bisa menunjukkan betapa terbatasnya pengetahuan yang dimiliki seseorang. Lebih baik disangka bodoh, daripada disangka pinter he he he...