Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2011

Ngelayap Ke Saung Angklung Udjo


Siapa sih yang ga tau Udjo Ngalagena? Dia adalah salah satu seniman besar Indonesia, yang namanya sudah terkenal ke mancanegara. Almarhum Udjo Ngalagena atau lebih akrab dengan sebutan Mang Udjo adalah maestro angklung Indonesia. Dia belajar angklung bernada diatonis (do, re, mi, fa so, la, si, do) langsung dari sang pencipta angkung diatonis Bapak Daeng Soetigna. O ya, perlu diketahui kalo sebenernya alat musik angklung itu sudah ada sejak dulu dan merupakan warisan budaya secara turun-temurun. Namun angklung yang asli masih berlaras pelog dan salendro.

Udjo Ngalagena

Mang Udjo adalah seniman serba bisa, itu ga mengherankan karena dia belajar seni dan budaya langsung dari para ahlinya. Seperti Gamelan, dia belajar dari Raden Machjar Angga Koesoemadinata. Belajar main kecapi dan lagu-lagu daerah dari Mang Koko. Dan seperti gw sebut diatas, Mang Udjo belajar angklung dari Daeng Soetigna.

Sungguh membanggakan saat tanggal 16 November 2011 di Nairobi, Kenya, angklung disahkan menjadi warisan budaya tak benda asli Indonesia oleh UNESCO. Mengetahui keputusan UNESCO itu, kita bisa bernafas lega dan Mang Udjo pun nampaknya bisa tersenyum dalam tidur panjangnya.

1 Desember 2011 kemaren, gw nganter Mario, ngambil kameranya yang baru selesai diservice di BeMall Jl. Naripan - Bandung. Setelah keluar dari BeMall, dia ngajak gw lanjut untuk nyari cindera mata khas Bandung buat teman-temannya di luar negeri sana. Tapi dia masih bingung mau kemana dan beli apa. Secara spontan gw usul, gimana kalo  ke Saung Angklung Udjo  aja? Dan dia langsung setuju.

Saung Angklung Udjo atau SAU, letaknya emang agak jauh dari pusat kota Bandung. Lokasi SAU sendiri berada di Jl. Padasuka No. 118, Bandung, tidak begitu jauh dari Pusat Perbelanjaan dan Bisnis Surapati Core.

Ini adalah kali ke-2 gw berkunjung ke SAU. Suasana yang asri dan teduh langsung terlihat waktu gw memasuki area parkirnya yang lumayan luas. Disana nampak rumpun-rumpun pohon bambu yang menjulang tinggi. Dedaunannya mengeluarkan bunyi gemerisik setiap kali ditiup hembusan angin. Keindahan suatu suara alam yang sudah langka gw dapatkan dalam keseharian…

Parkir Di Bawah Rindangnya Rumpun Bambu

Rumpun Bambu

Area Parkir SAU

Memasuki galeri cindera mata SAU, kita langsung di suguhi pilihan aneka kerajinan tangan khas Jawa Barat. Saking banyaknya, gw sendiri sampai bingung he he he…
Berikut ini sebagian dari yang gw ingat;
1.Aneka Angklung dengan berbagai ukuran, mulai dari yang dibuat jadi kalung sampai alat musik benerannya.

Bros Angklung Mini

Seperangkat Angklung

Angklung & Aneka Cinderamata

2. Aneka Wayang dalam berbagai karakter, bentuk, ukuran, dan fungsinya.

Aneka Karakter Wayang 

5 Cepot, Bisa Dibikin Boysband wkwkwk...

Cepot, Dawala, & Gareng

Cepot Diantara Gareng Dan Buta (Raksasa)

Wayang Rama & Shinta Yang Eksklusif

Wayang Buat Gantungan Di Mobil

Ballpoin Wayang

Gantungan Kunci Kepala Wayang

3. Aneka Accessories seperti kalung, gelang dll, dari berbagai macam bahan dan bentuk.

Aneka Gelang Kayu 

Aneka Kalung

4. Aneka benda berbahan kain batik.

Kain Batik

Tas Batik

5. Aneka pajangan dengan berbagai macam model.

Topeng Batik

Miniatur Sepeda Onthel

6. Aneka mainan anak-anak tradisional, kaya: pepeletokan, panggal (gangsing), tik-tok dll.

Mainan Tradisionil Tik-Tok

7. Aneka T-shirt juga ada disana.
Dan masih banyak yang lainnya.

Aneka Cindera Mata

O ya di dalam galeri, pengunjung dihibur oleh 2 orang yang berkolaborasi memadukan gitar dan angklung, menyuguhkan lagu-lagu Evergreen Love Song (tapi kadang terselip lagu-lagu terkini kok).

Kolaborasi Gitar dan Angklung

Setiap harinya di Bale Karesmen (semacam aula), tiap petang digelar pertunjukkan seni, yang terdiri dari:
Pentas Wayang Golek, upacara Helaran, tari-tarian tradisional, Angklung orkestra, musik Arumba dan lain-lain. Yang unik dari SAU adalah, menjadikan kalung berbentuk angklung mini sebagai tanda tiket masuk.

Buat pengunjung yang perutnya lapar, di Warung SAU tersedia aneka makanan tradisionil khas Sunda. Bagi tamu luar kota yang ingin bermalam pun tersedia Guest House. Pokoknya mah di SAU komplit plit plit pliiiiit… he he he...

Karena pergi dadakan, gw hanya bisa mengabadikan foto-fotonya lewat kamera hp. Jadi ya maaf kalo hasilnya alakadarnya he he he…

Ah nampaknya akan lebih puas kalo kalian sendiri yang langsung berkunjung kesana.

Conclusion:
Kesenian tradisionil mempresentasikan keluhuran budaya bangsa, Kalo bukan kita yang melestarikannya, siapa lagi?



Minggu, 04 September 2011

September Theme Songs

Waktu masa-masa SMP dan SMA gw dulu, zaman gw masih ababil he he he... Tiap hari gw rajin nongkrongin radio buat dengerin musik-musik asyik. Seperti pada umumnya remaja kala itu, gw juga kadang suka request lagu atau kirim-kirim salam via telepon. Mendengarkan radio menjadi salah satu rutinias dan pilihan hiburan waktu itu, coz selain murah meriah, lagu-lagunya juga selalu uptodate, alirannya pun sangat beragam (tergantung stasiun radio mana yang dipilih). Di Bandung, Radio OZ, Radio Ardan, dan KLCBS adalah 3 diantara stasiun-stasiun radio favorit gw. OZ dan Ardan adalah stasiun radio bergaya anak muda dengan lagu-lagunya yang selalu update. Sementara KLCBS memuaskan telinga gw dengan sajian musik jazz-nya. Sekarang gw ga tau apa radio-radio itu masih eksis apa ga, coz udah lama gw ga nyetel radio he he he...

Setiap kali memasuki Bulan September, gw selalu ingat ada beberapa lagu berthema ‘September’ yang selalu diperdengarkan di radio-radio. Salah satu lagu wajib itu adalah September Ceria - Vina Panduwinata, September Pagi – Ruth Sahanaya & Harvey Malaiholo, September – Earth, Wind & Fire, dan September Song – Frank Sinatra (termasuk versi penyanyi-penyanyi lainnya) .

Lagu September Ceria, memang unik dan selalu mampu membangkitkan memory. Setiap kali mendengarnya kita seakan-akan dibawa ke masa lalu. Lagu ini pernah dinyanyikan ulang oleh Laluna. Dibawakan dengan gaya khasnya Laluna tanpa mengabaikan roh dari lagu itu sendiri. Penggambaran dimana  September adalah bulan pembawa harapan baru setelah hari-hari kering kemarau panjang.


 VINA PANDUWINATA 
"September Ceria"
Ciptaan: James F. Sundah

Diujung kemarau panjang
Yang gersang dan menyakitkan
Kau datang menghantar
berjuta kesejukan
Kasih,
Kau beri udara untuk nafasku
Kau beri warna bagi
kelabu jiwaku

Tatkala butiran hujan
Mengusik impian semu
Kau hadir disini
Dibatas kerinduanku

Kasih,
Kau singkap tirai
kabut di hatiku
Kau isi harapan baru
Untuk menyongsong
Masa depan bersama

Reff :
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria
milik kita bersama

Ketika rembulan tersenyum
diantara mega biru
Kutangkap sebersit
isyarat dimatamu

Kasih,
Kau sibak sepi di sanubariku
Kau bawa daku
berlari dalam asmara
Yang mendamba dan bahagia

Kolaborasi Ruth Sahanaya & Harvey Malaiholo juga berhasil menggambarkan nuansa bulan September yang penuh harapan, anugerah, dan rasa syukur. Lagu September Pagi dan September Ceria memiliki ‘nyawa’ yang sama karena diciptakan oleh orang yang sama pula, yaitu James F. Sundah.


RUTH SAHANAYA & HARVEY MALAIHOLO
"September Pagi"
Ciptaan: James F Sundah

Basah kaca jendelaku
Di pagi yang sejuk ini
Setelah sekian lama kemarau mencekam
Kini tiba saatnya
Hujan pun segera kan datang ah?
Selintas wajahmu kasih
Membersit di sanubari
Setelah sekian lama kita melangkah
Dalam suka dan duka perjalanan cinta kita

Chorus :
September pagi ini
September kita
September pagi ini
Ingin ku mengucap terima kasih Tuhan
Atas segala nikmat yang tlah Kau beri

September pagi ini
September kita
September pagi ini
Memberi berjuta arti dalam hidup ini

Setelah sekian lama kita melangkah
Dalam suka dan duka perjalanan cinta kita

Chorus

Lagu milik Earth, Wind & Fire yang berjudul September, seperti ga ada matinya, selalu diputar ulang berkali-kali dan dinyanyikan oleh banyak penyanyi lain. Beatnya yang ceria membawa semangat baru di Bulan September.


Earth, Wind And Fire
"September"

Do you remember the
21st night of September?
Love was changing the minds of pretenders
While chasing the clouds away

Our hearts were ringing
In the key that our souls were singing.
As we danced in the night,
Remember how the stars stole the night away

Ba de ya - say do you remember
Ba de ya - dancing in September
Ba de ya - never was a cloudy day

My thoughts are with you
Holding hands with your heart to see you
Only blue talk and love,
Remember how we knew love was here to stay

Now December found the love that we shared in September.
Only blue talk and love,
Remember the true love we share today

Ba de ya - say do you remember
Ba de ya - dancing in September
Ba de ya - never was a cloudy day

Ba de ya - say do you remember
Ba de ya - dancing in September
Ba de ya - golden dreams were shiny days


Satu lagi lagu abadi yang sudah mendunia. Yupz, September Song-nya Frank Sinatra. Biar Jadul, lagu bernuansa jazz ini sangat sayang kalo dilewatkan. Banyak penyanyi lain yang pernah menyanyikan lagu ini, diantaranya adalah: Nat King Cole, Ella Fitzgerald, Sarah Vaughan dll.


FRANK SINATRA
"September Song"
(K. Weill, M. Anderson)
[Recorded April 13, 1965, Hollywood]

Oh, it's a long, long while from May to December
But the days grow short when you reach September
And the autumn weather turns the leaves to flame
And I haven’t got time for the waiting game
And  the days dwindle down to a precious few
September, November

And these few precious days I'll spend with you
These precious days I'll spend with you

And  the days dwindle down to a precious few
September, November

And these few precious days I'll spend with you
These precious days I'll spend with you

Berikut ini gw kasih link dowload mp3  lagu-lagu berthema September. Sengaja gw masukkan link lagu berjudul sama tapi dengan penyanyi yang berbeda biar kita bisa menikmatinya dalam berbagai versi. 


Selamat Datang September....

Conclusion:
Sebuah lagu bagus bisa menimbulkan efek yang luar biasa buat pendengarnya. Semoga memasuki Bulan September ini kita mendapatkan keceriaan, rasa syukur dan semangat yang baru...

Sabtu, 14 Mei 2011

Zona Memory: Julius Sitanggang

Terinspirasi dari acara musik di Metrotv berjudul ‘Zona Memory’, acara yang jadi ajang nostalgia buat penikmat musik tahun 1980-1990an. Sekarang, Gw mencoba  berbagi tentang penyanyi favorite gw berserta lagu-lagunya di zaman itu.

Gw yang dibesarkan di era itu, tentu punya kenangan tersendiri dengan lagu-lagu eighties dan nineties. Bermula waktu kakak-kakak gw sering muter bolak-balik lagu-lagu di kaset ‘Balada Anak Nelayan’, gw jadi turut teracuni menyukai suara bening penyanyinya. Orang-orang seangkatan gw pasti tau banget dech siapa penyanyi yang gw maksud. Yupz! Julius Sitanggang.


BALADA ANAK NELAYAN
Ciptaan: Louise Komala
Vocal: Julius Sitanggang

Di ruang kecil dan berdinding bambu
kududuk sendiri bertemankan sepi
seharian kini telah kulewati
dengan bubu dan kail di tanganku

Kupandang ombak bergulung di pantai
dan tiang sampan yang timbul tenggelam
burung-burung camar yang tak bosan beterbangan 
menemani para nelayan….

Reff.
Anak-anak nelayan
Sambil menjinjing keranjang
Menyambut kedatangan saudaranya
Dengan wajah yang ceria

Mentari kini tlah hampir tenggelam
Ombak di laut pun tetap bergelombang
Kudengar nyanyian anak nelayan
Mereka yang selalu bergembira

Back to reff 

Sejak itu, gw jadi ‘diperalat’ oleh kakak-kakak gw, buat merengek-rengek sama mama, minta dibelin kaset-kaset Julius Sitanggang, setiap kali dia meluncurkan album baru. Tapi gpp-lah, gw-nya juga suka kok he he he...

Cover Album "Balada Anak Nelayan"

Cover Album "Tabahlah Mama"

Yang gw tau, sebelum bersolo karier, Julius Sitanggang tergabung dalam satu kelompok vokal De Joli’s, bersama 3 sodara kandungnya. De Joli’s terdiri dari Ranto Sitanggang, Fernando Sitanggang, Julius Sitanggang, dan David Sitanggang.

Cover Album "Balada Si Tua"

Karier menyanyi Julius Sitanggang makin melesat, sementara saudara-saudara kandungnya meredup dan ga pernah terdengar lagi kabarnya (kecuali David Sitanggang, adiknya yang sempat mengeluarkan beberapa album).


Julius Sitanggang meluncurkan banyak album, gw sendiri ga begitu hafal berapa album yang telah dia hasilkan (coz banyak juga, termasuk ada album berbahasa Batak). Yang gw inget pasti sih, di setiap album barunya pasti selalu diselipin lagu-lagu lawas dari album sebelumnya.

Cover Album "Dia & Dia"

Sebagai penyanyi cilik beraliran musik balada, lagu-lagu Julius Sitanggang memang didominasi thema-thema kesedihan dan kemuraman (kehilangan orang yang dicintai, kerinduan terhadap orangtua, kemiskinan, yatim piatu, meratapi kecacatan dan lain-lain), ada juga beberapa lagu yang berthema religi dan kecintaannya terhadap sosok mama. Sementara lagu-lagu yang bernada ceria hanya sedikit saja.

Cover Album "Balada Ibu dan Anak"

Walau masih kecil Julius Sitanggang sudah menyanyi dengan tekhnik vocal yang baik. Buat gw, lagu-lagu Julius Sitanggang itu indah dan berkualitas. Jujur, dari dulu sampai sekarang, gw ga begitu suka sama penyanyi-penyanyi cilik yang cuma mengandalkan tampang ‘imut-imut’ dan ‘lucu’ tapi suaranya amburadul.

Cover Album "10 Lagu hits Julius Sitanggang"
Dalam setiap album ciliknya, nyaris hampir semua lagunya nge-hits. Itu ga mengherankan coz lagu-lagunya bagus-bagus dan enak didengar. O ya, sepanjang ingatan gw, kebanyakan lagu-lagu balada yang dinyanyikan Julius Sitanggang adalah karya-karya dari Louise Komala.

Cover Album "Maria"

Cover Album "Selonong Boy"
Gw inget banget, gw pernah ngirim surat sama idola gw itu. Trus nerima balasan yang dilampiri foto poscard Julius Sitanggang. dia memakai kemeja dan celana panjang warna silver metalic, dan dibubuhi tanda-tangannya. Wuiiih senengnya gw waktu itu....

Cover Album "Esok Jumpa Lagi"

Cover Album "20 Lagu Terbaik Yulius Sitanggang"

Beranjak remaja dengan suaranya yang mulai berubah, Julius Sitanggang tetap berkarya menghasilkan beberapa album lagi. thema lagunya pun mulai meluas ke thema percintaan, tapi tetap tanpa meninggalkan ‘benang merah’ kariernya sebagai penyanyi balada. Mungkin lagu-lagu album remajanya ga sehebat lagu-lagu di album ciliknya. Tapi whatever-lah, gw tetap suka he he he...


Cover Album "Hey Nona"

Cover Album "Untukmu Armenia"

 Album-album Julius Sitanggang yang pernah gw miliki:
-Album: Balada Anak Nelayan
-Album: Tabahlah Mama
-Album: Balada Si Tua
-Album: Balada Ibu dan Anak
-Album: Dia & Dia
-Album: Mama Theresia
-Album: Balada Putra Surga (Album Rohani)
-Album: Kucari Pintu Surga (Album Rohani)
-Album: Maria
-Album: Esok Jumpa Lagi
-Album: 20 Lagu Terbaik Yulius Sitanggang

Cover Album Rohani "Kucari Pintu Surga"
Kesemua kaset-kaset yag pernah gw miliki itu sekarang sudah entah kemana he he he... Syukurlah gw sudah mendownload sebagian besar lagu-lagu Julius Sitanggang. Tapi sampai sekarang gw ga menemukan lagu-lagu di album 'Balada Putra Surga', 'Kucari pintu Surga' dan lagu berjudul 'Mama Theresia' (lagu Mama Theresia ada linknya, tapi setelah didownload ternyata isi lagunya lain). Ada yang bisa bantu gw nemuin lagu-lagu itu??? Kalo ada, please kasih info link-nya ya...

Jujur lagu-lagu di album ‘Kucari Pintu Surga’ punya kenangan tersendiri buat gw, coz gw pernah membawakan lagu-lagu itu di event-event acara kerohanian yang lumayan besar di Bandung. Malah gw sempat nyanyi lagu-lagu itu diiringin sama musisi jazz terkenal, almarhum Eddy Karamoy lho...( bangga dikit he he he...).
Cover VCD Karaoke "Parade Artis Top Hits Sumatera Utara"
Buat yang ingin bernostalgia dengan lagu-lagu Julius Sitanggang, gw kasih linknya dech buat kalian download. Ga komplet-komplet banget sih, tapi sepengetahuan gw kayanya yang di blog gw ini paling komplet isinya kalo dibandingin sama yang laen he he he... (promosi dikit euy!!). Jadi  lumayanlah buat membangkitkan kenangan.

MP-3 Lagu-lagu Julius Sitanggang Cilik
Julius Sitanggang - Angan dan Kerinduan
Julius Sitanggang - Balada Anak Nelayan
Julius Sitanggang - Balada Ibu dan Anak
Julius Sitanggang - Balada Si Tua
Julius Sitanggang - Boby
Julius Sitanggang - Buka Pintu
Julius Sitanggang - Cita-Cita Anak Petani
Julius Sitanggang - Danau Toba I
Julius Sitanggang - Danau Toba II
Julius Sitanggang - Dengan Tuhan
Julius Sitanggang - Derita Anak Pengemis
Julius Sitanggang - Derita Yatim Piatu
Julius Sitanggang - Dia & Dia
Julius Sitanggang - Dirimu Satu
Julius Sitanggang - Doa Ibu Pengemis
Julius Sitanggang - Doa Penyemir Sepatu
Julius Sitanggang - Doa Untukmu Kawan
Julius Sitanggang - Elegi Kedamaian
Julius Sitanggang - Gadis Kecil Yang Malang
Julius Sitanggang - Hari Libur
Julius Sitanggang - Indonesia Jaya
Julius Sitanggang - Kabulkanlah
Julius Sitanggang - KaruniaMu Tuhan
Julius Sitanggang - Kenyataan Hidup
Julius Sitanggang - Laguku Untuk Mama
Julius Sitanggang - Legenda Lama
Julius Sitanggang - Lisna
Julius Sitanggang - Mama dan Papa
Julius Sitanggang - Mama
Julius Sitanggang - Nasib Si Buyung
Julius Sitanggang - Panggilan Rindu
Julius Sitanggang - Pulau Bali
Julius Sitanggang - RestuMu Tuhan
Julius Sitanggang - Rona Hidupku
Julius Sitanggang - Rumput Liar
Julius Sitanggang - Sebuah Penantian
Julius Sitanggang - Seniman Kecil
Julius Sitanggang - Seredup Sinar Lilin
Julius Sitanggang - Tabahlah Mama
Julius Sitanggang - Tiada Lagi Senandung
Julius Sitanggang - Tuna Netra
Julius Sitanggang - Ulurkan TanganMu

MP-3 Lagu-lagu Julius Sitanggang Remaja
Selamat memasuki Zona Memory lagu-lagu Julius Sitanggang...

Conclusions:
Kalau kita mulai suka mengenang masa lalu, baik lewat lagu lawas, film jadul, barang antik, maupun hal-hal lain yang mengandung kenangan. Artinya kita mulai suka romantisme nostalgia. Dengan kata lain: kita sudah beranjak tua ha ha ha...

Jumat, 19 November 2010

Evergreen Love Songs

Sudah seminggu ini gw ‘riweuh’ (B. Sunda = sibuk) membantu sahabat gw Alvin merancang dan menyiapkan sebuah surprise party, untuk merayakan ulang tahun pacarnya, Viona. Mulai dari pemilihan cafe, pesan kue tart, ngundang teman-teman, format acara, dan tentu saja plus jadi fotografer amatiran juga he he he...

Dan kemaren malam terlaksanalah sudah surprise party itu. Semua acara berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Seneng juga liat ekspresi wajah Viona yang campur aduk antara senang, kaget, bingung, terharu, dan bahagia. Bibirnya tersenyum tapi matanya berkaca-kaca, dan dipertengahan hingga akhir acara, dia nampak tertawa lepas. Tak ketinggalan, Alvin juga ngerasa puas dengan hasil jerih payah gw.

Yang hadir lumayan banyak mulai dari teman-teman dekat sampai dengan keluarga Viona dan keluarga Alvin, komplit. Dan diantara tamu-tamu dewasa terseliplah 1 orang brondonk cakep 17 tahun yang menarik perhatian gw, namanya Daniel (sayangnya dia pacar adik perempuan Viona he he he...). Sebetulnya gw sudah kenal sama Daniel lebaran kemarin, waktu kami sama-sama gabung wisata bareng Alvin dan keluarga Viona. Di sana gw jadi tau banyak hal tentang Daniel, termasuk tau kalo ternyata sejak umur 2 tahun dia sudah kehilangan figur ayah, karena ayahnya meninggal akibat sebuah kecelakaan lalulintas. Kulit putih, tinggi 178cm, cakep, pokoknya tipe gw bangetlah he he he... Gaydar gw sih menangkap signal (walau lemah), kalo Danie tuh ada kemungkinan PLU (people like us) juga. Even ternyata dia gay sekalipun, gw akan tetep memegang teguh prinsip gw, kalo gw ga akan pernah membuka diri sama orang-orang yang berasal dari lingkungan teman-teman straight gw. Hanya mengagumi, hanya memuji he he he...

Eh, kok ceritanya jadi ngelantur ya? he he he... Back to the party. Setelah acara ultah dan makan-makan kelar. Kami semua berkaraoke ria (memanfaatkan fasilitas cafe he he he...). Walau CD lagu-lagunya terbatas dan didominasi sama lagu-lagu tembang kenangan alias jadul, ga ngurangin kegembiraan kami semua. Dan anak-anak mudanya sedikit tersegarkan dengan lagu-lagu baru dari CD-CD karaoke yang sengaja gw bawa dari rumah. Disana, jadilah gw sebagai ‘pemandu lagu’ dadakan he he he... Coz gw lumayan banyak tau soal lagu-lagu oldies dan juga masih suka update lagu-lagu baru.

Acara karaoke dibuka dengan lagu Mengenangmu – Kerispatih, yang dengan senang hati gw nyanyiin he he he... (setelah sebelumnya ga ada yang mau nyanyi duluan). Dan seperti biasanya setelah ada yang memulai barulah yang laen pada berani unjuk gigi (unjuk gigi? Emang giginya pada tonggos gt? he he he.. huft!) dan meluncurlah lagu demi lagu dibawah ini:
-Tonight I Celebrate My Love For You – Peabo Bryson And Roberta Flack
-Eternal Flame – The Bangles
-Tears In Heaven – Eric Clapton
-How Deep Is Your Love – The Bee Gees
-Love Story – Andy Williams
-Boulevard – Dan Byrd
-Smoke Get In Your Eyes – The Platters
-Goodbye – Air Supply
-Saving All My Love For You – Whitney Houston
-Right Here Waiting – Richard Marx
-Nothing’s gonna Change My Love For You – George Benson
-Hotel California – Eagles
-Speak Softly Love – Andy Williams
-I Just Called To Say I Love You – Stevie Wonder
-It Might Be You – Stephen Bishop
-Feelings – Morris Albert
-Trully – Lionel Richie
-Can’t Take My Eyes Off You – Frankie Valli
-When You Tell Me That You Love Me – Diana Ross
-Endles Love - Diana Ross and Lionel Richie
-My Way – Frank Sinatra
-You Needed Me – Boyzone
-L.O.V.E. – Nat King Cole
-Yesterday – The Beatles
-Paint My Love - MLTR
-Benang Biru – Megy Z (dangdut)
-Menunggu – Ridho Rhoma (dangdut lagi he he he...)
-Sumpah I Love You - Mahadewi
-Tapi Bukan Aku – Kerispatih
-Camelia – Irwansyah
-Biarkan Jatuh Cinta – ST12
-Pelan-Pelan Saja – Kotak
-Geisha – Jika Cinta Dia
-Hampa Hatiku – Ungu
-Matahariku – Agnes Monica
-Sepanjang Usia – Kerispatih
-Dll.

Itu Cuma sebagian lagu-lagu yang gw inget he he he... Btw, lagu Sepanjang Usia – Kerispatih dinyanyiin sama Daniel si brondonk cakep lho he he he (catatan yang ga penting ya? hi hi hi...). Dia nanyi sambil malu-malu dan minta bantuan gw wk wk wk... Btw, sayang banget gw ga nemuin CD lagu House For Sale, jadi gw ga bisa nyanyi sambil curcol dech wkwkwk... (baca postingan sebelumnya).

Dengan nyanyiin lagu-lagu lawas gw seakan-akan dibawa memasuki labirin masa lalu (padahal banyak lagu-lagu yang sudah ada jauh sebelum gw lahir he he he...). Lagu-lagu tembang kenangan seolah menjadi mesin waktu, untuk menembus ke dalam era musik puluhan tahun yang lalu.

Gw jadi inget, beberapa tahun yang lalu gw pernah iseng-iseng merekam suara gw sendiri menyanyikan lagu-lagu jadul. Lagu-lagu yang cukup gw sukai dan punya kenangan tersendiri. Gw sudah upload 3 buah lagu yang gw nyanyiin di Youtube lho. Lagu Angin Malam baru banget gw upload (ih niat banget ya? heu heu heu...). Jadi yang buat penasaran pengen tau suara gw atau yang lagi ga ada kerjaan, tinggal dengerin aja langsung. Yang mo ikutan nyanyi juga boleh kok, tuh udah gw tulis lengkap lirik lagunya. Tapi ga boleh protes ya, kalo hasilnya ga memuaskan he he he... Coz pada dasarnya emang suara gw biasa aja, ditambah ga diedit pula. Jadilah ini suara gw apa adanya he he he... PERINGATAN!!!: Jika setelah mendengar suara gw ada efek samping pusing-pusing, mual dan muntah-muntah itu diluar tanggung jawab gw wkwkwk...



FEELINGS
Original Song By Morris Albert / Written By Louis ‘Loulou’ Gaste

Feelings, nothing more than feelings,
trying to forget my feelings of love.
Teardrops rolling down on my face,
trying to forget my feelings of love.
Feelings, for all my life I'll feel it.
I wish I've never met you, girl; you'll never come again.
Feelings, wo-o-o feelings,
wo-o-o, feelings again in my arms.
Feelings, feelings like I've never lost you
and feelings like I've never have you again in my heart.
Feelings, for all my life I'll feel it.
I wish I've never met you, girl; you'll never come again.
Feelings, feelings like I've never lost you
and feelings like I've never have you again in my life.
Feelings, wo-o-o feelings,
wo-o-o, feelings again in my arms.
Feelings...(repeat & fade)



BIRU
Original Song By Vina Panduwinata / Written By Dodo Zakaria

Tiada pernah aku bahagia
Sebahagia kini oh kasih
Sepertinya 'ku bermimpi
Dan hampir tak percaya
Hadapi kenyataan ini

Belai manja serta kecup sayang
Kau curahkan penuh kepastian
Hingga mampu menghapuskan
Luka goresan cinta
Yang sekian lama sudah menyakitkan

Kau terangkan gelap mataku
Kau hilangkan resah hatiku
Kau hidupkan lagi cintaku
Yang t'lah beku dan membiru

Kini tetes air mata haru
Menghiasi janji yang terpadu
Tuhan jangan kau pisahkan
Apapun yang terjadi
'Ku ingin s'lalu dekat kekasihku



ANGIN MALAM
Original Song By Broery Marantika / Written By A. Rianto

Berhembus angin malam, mencekam
Menghempas membelai wajah ayu
Itulah kenangan yang terakhir denganmu

Ku dekati dirimu, kau diam
Tersungging senyuman di bibirmu
Itulah senyuman yang terakhir darimu

Diiring gemuruh angin
Meniup daun-daun
Alam yang jadi saksi
Kau serahkan jiwa raga

Angin tetap berhembus tak henti
Walaupun sampai akhir hidupku
oh, angin malam bawa daku kepadanya

Sekarang gw ngambil ancang-ancang buat lari... Kabuuuurr!!! sambil nutup muka takut ditimpukin tomat busuk he he he....

Conclusions:
Lagu kenangan bisa membuat kita senyum-senyum bahagia, membangkitkan semangat, atau malah bisa pula mengorek luka lama. Semua tergantung cara kita menyikapinya.

Kamis, 11 November 2010

House For Sale

Gw ga inget, entah kapan gw pertama kali mendengar lagu ‘House For Sale’. Tapi lagu ini sangat akrab di telinga dan memory gw. Dilantunkan oleh sebuah Grup Band jadul asal Belanda, yang namanya cukup bikin merinding, Lucifer!! Yupz, dalam Bible, Lucifer adalah nama Malaikat kegelapan, malaikat pemberontak yang berubah menjadi cikal bakal iblis. Tapi apalah arti sebuah nama? Yang penting lagunya enak didengar he he he... Warna suara vocalisnya: Margriet Eshuijs, cocok banget membawakan lagu ini. House For Sale, sebuah lagu lama yang masih enak untuk didengar, ‘oldies never dies’...

HOUSE FOR SALE
Song by Lucifer

The sound went up one rainy morning
Just a couple of hours after dawn
Mrs. Hadley Peapped drew her curtains
Wondering what was going on

The neighbor sat over coffee cups
That nice young couple is breaking up

And in the living room the linen and the crystals
Set all packed-up and set to go
I tell myself once more I would be here in spring
To see my roses glow

And all the things you tried to fix
The roof still leaks, the door still sticks

House for sale
You can read it on the sign
House for sale
It was yours and it was mine

And tomorrow some strangers
Will be climbing up the stairs
To the bedroom filled with memories
The one we used to share

I know you've always loved that painting
From that tinny little shop in Spain
Remember how we found it when we've ducked in
From that sudden summer rain

But I think I'll keep the silver tray
My mother gave us on our wedding day

House for sale
You can read it on the sign
House for sale
It was yours and it was mine

And tomorrow some strangers
Will be climbing up the stairs
To the bedroom filled with memories
The one we used to share

House for sale
You can read it on the sign
House for sale
It was yours and it was mine

And tomorrow some strangers
Will be climbing up the stairs
To the bedroom filled with memories
The one we used to share

House for sale
You can read it on the sign
House for sale
It was yours and it was mine

And tomorrow some strangers
Will be climbing up the stairs
To the bedroom filled with memories
The one we used to share

House for sale
You can read it on the sign
House for sale, oho
It was yours and it was mine

And tomorrow some strangers
Will be climbing up the stairs
To the bedroom filled with memories
The one we used to share


Sudah lama rumah itu terbengkalai dan kosong. Rerumputan liar tumbuh tak beraturan dihalaman. Debu menebal dimana-mana dan sarang laba-laba berjuntaian di tiap sudut ruangan. Lebih dari 3 tahun rumah itu ditinggalkan kami. Rumah tempat dimana gw dan sodara-sodara gw dibesarkan. Rumah tempat keluarga kami berlindung dari sengatan matahari, dari dinginnya angin malam, dan dari derasnya air hujan. Rumah tempat keluarga kami bernaung, bercanda, menangis, dan tertawa bersama.
Lebih dari 4 dasawarsa rumah itu menjadi milik keluarga kami. Dan sudah 3 kali mengalami renovasi. Semenjak menikah papa dan mama menempati rumah itu, rumah keluarga kami.

Di tanah seluas 240 meter persegi, rumah itu dibangun. Dulu sekali, waktu gw masih kecil, gw masih inget banget, di pekarangan rumah gw terdapat 2 batang pohon kelapa, 1 pohon nangka, 1 pohon pete, 1 pohon jambu air, 1 pohon belimbing, dan aneka bunga warna-warni, dengan tanaman daun mangkokan sebagai pagar hidup. Tak heran kalo suasana di rumah kami sejuk dan rimbun. Karena usia dan alasan-alasan lainnya, pohon-pohon itu satu per satu ditebang, dan terakhir hanya menyisakan pohon nangka (konon pohon nangka itu ditanam oleh papa persis sewaktu gw lahir).

Rumah itu memang ga terlalu luas, hanya 1 lantai dan memiliki 1 kamar utama dan 4 kamar anak-anak. Tapi kami merasa nyaman tinggal disana.

Sedari kecil gw senang memelihara binatang, dan rumah kami itu sangat memungkinkan gw untuk memelihara binatang-binatang kesayangan gw. Ayam, burung parkit, gelatik, kutilang, merpati, kelinci, marmut, kura-kura, ikan hias dan anjing pernah gw miliki. Tapi dari semua itu hanya ikan hias dan anjing yang paling sering gw pelihara. Sudah 7 ekor anjing yang menghangatkan suasana keluarga kami. Ticky, Della, Jenny, Bella, Bonny, Shiro, dan Scrappy itulah nama anjing-anjing gw. Mereka silih berganti menjadi hewan kesayangan gw. Di rumah, gw hanya diijinkan memelihara 1 ekor anjing saja. Dipelihara mulai dari kecil sampai tua dan mati, lalu diganti dengan anjing lainnya.



Sudah 2 tahun yang lalu, rumah kami dipasangi plang “Rumah Ini Akan Dijual”. Tapi belum juga ada pembeli yang cocok. Kini, setelah hampir 4 tahun Papa meninggal, kami sekeluarga memutuskan untuk menjual rumah itu kepada tetangga kami. Dengan pertimbangan: daripada rusak terbengkalai karena akhir-akhir ini makin sering terendam banjir, akhirnya dengan berat hati kami melepas rumah kami itu ke tangan orang lain. Segala proserdur jual beli dan urusan tetek bengek lainnya sudah kami bereskan. Proses akad jual beli rumah kami pun sudah tuntas.

Beberapa minggu yang lalu, untuk terakhir kalinya gw memasuki rumah itu. Gw mengambil benda-benda milik keluarga gw yang masih tersisa di rumah itu. Ada rasa sesak di dada. Sedih, haru, membuncah bersama sejuta kenangan yang berseliweran di otak gw. Hmmmhhh... Kini rumah itu sudah bukan milik kami lagi...

Lagu ‘House For Sale’, kembali mengalun dari laptop gw menambah suasana hati gw semakin biru dan sendu. Selamat tinggal rumahku tercinta...

Conclusions:
Ada yang pergi, ada yang kembali. Ada yang hilang, ada yang ditemukan. Benda boleh rusak dan lenyap. Tapi, selama gw masih ada, kenangan itu akan tetap terpelihara.